Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 101_Keguguran


__ADS_3

Suasana hati author sekarang ini lagi kurang enak jadi mohon maaf kalau di jalan cerita bakalan kurang nyambung atau kurang cocok dengan keinginan kalian ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻


🥕🥕🥕


Saat sampai rumah sakit Vero segera membawa sang istri ke dalam.


Dokter langsung membantunya dan memeriksa keadaan Amanda.


Sedangkan Vero menunggu di depan ruang pemeriksaan dengan cemas.


"Elo yang tenang Ver, gue yakin gak akan terjadi apa-apa sama bayi elo dan Amanda." ucap Ardi menenangkan sang sahabat.


Mama Ratna dan papa Hendra juga mendapat kabar bahwa terjadi sesuatu dengan sang menantu pun segera menuju ke rumah sakit di mana Amanda dilarikan.


Saat sudah sampai mama Ratna dan papa Hendra segera berlari menuju ke ruang pemeriksaan dan melihat Vero dan yang lainnya sedang menunggu dokter keluar.


"Sayang ada apa ini?" tanya mama Ratna tidak percaya saat dikabarkan kalau Amanda masuk rumah sakit.


"Mama tenang ya," ucap Vero mencoba memenangkan sang mama.


"Kamu yang sabar ya Ver," ucap papa Hendra mendapat anggukan dari Vero.


"Iya pa."


Tak lama kemudian Ardi menerima telepon dari Angga tentang perusahaan yang kacau dan banyak artikel yang memberitakan tentang kejadian tadi.


"Kamu bereskan dulu ngga, sebentar lagi saya ke sana." ucap Ardi.


"Baik pak."


Angga menang sengaja tidak menelepon sang tuan karena dia tahu bahwa presdirnya tersebut sedang kacau.


"Ada apa Di?" tanya papa Hendra kepada Ardi membuat semua orang menolehkan kepalanya ke Ardi.


"Perusahaan sekarang sedang kacau om, terdapat banyak berita tentang peristiwa tadi." sahut Ardi.


"Apa?" tanya Vero menghampiri Ardi.


"Tadi Angga telepon kalau sekarang perusahaan kacau dan saham turun, sekarang Angga mencoba menghilangkan berita terlebih dahulu."


"Kamu yang tenang Ver, papa akan ke perusahaan." sahut papa Hendra.


"Makasih pa,"


"Nanti kabari bagaimana keadaan Amanda," sahut papa Hendra.


"Iya pa."


Papa Hendra pun segera pergi dengan Ardi menuju kantor untung menangani masalah yang terjadi.


Karena banyak pemberitaan tersebut, saham perusahaan juga turun drastis membuat para investor mendesak untuk perusahaan menjelaskan semua video yang terjadi.


Saat sudah sampai papa Hendra pun turun di ikuti oleh Ardi, segera memasuki ruang Presdir dan memerintahkan semua karyawannya untuk segera menghentikan kegaduhan yang ada.


"Angga, suruh semua awak media menurunkan berita," ucap papa Hendra.

__ADS_1


"Baik pak."


Kemudian Angga pun pergi untuk menjalankan tugas yang diberikannya.


"Untuk Ardi tolong kamu sampai pesan kepada para investor agar tidak perlu khawatir semuanya akan segera selesai," sahut papa Hendra.


"Baik om."


Setelah itu semua orang menjalankan tugasnya, hingga beberapa saat semua kabar tentang YP COMPANY pun hilang dan para pemegang saham juga mulai kondusif.


Sekarang suasana mulai terkontrol dan harga saham sudah naik kembali.


Semua karyawan sangat bekerja keras tadi untuk meredam berita dan akhirnya terkontrol juga.


"Om semuanya sudah mulai tenang," ucap Ardi saat masuk kedalam ruangan dan diikuti oleh Angga yang juga mengabarkan hal yang sama.


"Kalau gitu pertahankan terus, saham sudah stabil juga." sahut papa Hendra.


"Baik om."


"Baik, pak."


"Angga bagaimana soal pelaku?" tanya papa Hendra kepada Angga karena dia yang mengurus semua tentang pelaku.


"Sekarang pelaku sudah diamankan oleh polisi dan polisi juga akan melakukan penyidikan, untuk hukuman akan kami ajukan dengan berat." sahut Angga.


"Bagus, kamu pantau terus pelaku dan kalau ada apa-apa sama menantu saya, saya gak akan tinggal diam." sahut papa Hendra.


🥕🥕🥕


Vero tidak bisa berfikir jernih dan terus merasa khawatir dengan keadaan sang istri.


Tak lama kemudian dokter sari pun keluar dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Vero khawatir.


Dokter Sari pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sedih.


"Kenapa dok?" tanya mama tak sabaran.


"Kondisi Amanda sangat lemah dan dia pendarahan cukup banyak mengakibatkan dia kekurangan darah tadi," ucap dokter Sari.


"Terus dok?" tanya Vero kembali.


"Kami minta maaf harus mengabarkan ini tapi maaf kami hanya bisa menyelamatkan ibunya saja," ucap dokter Sari.


"Maksudnya?" tanya Vero kembali.


Semua orang sudah memasang telinganya untuk mendengarkan penjelasan dari dokter sari lebih lanjut.


"Amanda mengalami keguguran, janin dalam rahim Amanda tidak terselamatkan karena Amanda mengalami pendarahan hebat dan juga benturan yang sangat keras," ucap dokter Sari membuat Vero terhuyung ke belakang dan menabrak tembok.


"Apa! Enggak, enggak mungkin." sahut Vero tidak terima dengan mengacak-acak rambutnya.


Mama Ratna yang mendengar itu pun ikut sedih sambil menangis mendengar hal itu, mama Ratna juga kehilangan keseimbangannya untungnya saja Risa segera menangkap mama Ratna dan membawanya duduk dan menenangkannya.

__ADS_1


"Ver, elo harus tenang." sahut Haikal.


"Iya Ver, nanti kalau elo rapuh terus siapa yang bakal kuatin Amanda." sahut Reza.


Vero pun diam sesaat dan memikirkan perkataan sahabat-sahabatnya, dia tidak boleh lemah, dia harus bangkit dan menenangkan sang istri nanti.


Semua orang yang berada di sana sangat sedih dan frustasi mereka tidak menyangka bahwa ini akan terjadi.


Setelah selesai papa Hendra dan Ardi pun segera menuju ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Amanda lebih lanjut, namun saat mereka tiba di depan ruang pemeriksaan mereka melihat sang anak, sang istri dan yang lainnya mulai menangis.


"Ada apa ma?" tanya papa Hendra kepada sang istri.


Mama Ratna pun segera menolehkan kepalanya dan segera memeluk sang suami meminta kekuatan.


"Ada apa ini? Kenapa kalian menangis?" tanya papa Hendra karena sang istri hanya diam dan menangis membuat papi juga khawatir.


Kemudian Vero pun mendekat ke arah papa Hendra dan segera memberitahukan tentang keadaan Amanda.


"Amanda mengalami keguguran pa." jawab Vero memberitahukan tentang keguguran Amanda.


Papa dengan sekejap pun ikut terhuyung namun masih bisa dikendalikan.


"Maksud kamu apa Ver?" tanya papa Hendra tak percaya.


Vero akhirnya menceritakan semua yang dikatakan oleh dokter Sari tadi, mama Ratna hanya bisa menangis di pelukan sang suami saat Vero memberitahukan ucapan dokter Sari tadi.


Setelah selesai papa Hendra pun menenangkan sang mama dan menunggu hingga Amanda keluar dan di pindahkan ke kamar.


"Mama yang tenang ya," ucap papa Hendra.


Mama Ratna pun sedikit lebih tenang karena ada sang suami, sedangkan Vero masih saja khawatir karena sang istri belum juga keluar dari dalam.


Setelah beberapa saat Amanda pun keluar dengan mata masih terpejam dan ranjangnya di dorong oleh suster menuju ke kamar VVIP yang sudah di pesan oleh keluarga Pradikta.


Vero pun mengikuti sang istri menuju kamar, saat sudah sampai dokter pun sudah memperbolehkan keluarga untuk menjenguknya.


Vero segera masuk dan menghampiri ranjang sang istri dan duduk di sampingnya, Vero sangat sedih melihat kondisi sang istri yang seperti ini membuat hatinya ikut menangis melihatnya.


"Maafin aku ya sayang," ucap Vero menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus menjaga sang istri dan bayinya.


Vero hanya bisa menangis kembali, dia sangat tidak ingin menangis namun entah mengapa dia melihat sang istri terbaring di ranjang membuat dia sedih.


"Maaf karena aku kamu jadi begini, aku memang suami kurang becus." ucap Vero.


Mama Ratna dan papa Hendra tidak sanggup melihat sang anak seperti ini, Vero yang mereka kenal adalah orang yang sangat dingin, namun dia bisa sangat terluka seperti ini.


"Udah Ver kamu jangan salahi diri kamu sendiri." sahut papa Hendra.


Vero pun berusaha menenangkan dirinya untuk bisa menjaga sang istri.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2