
Keesokan harinya seperti biasa amanda masuk ke kantor bersama dengan sang suami, saat sudah sampai di ruangan Risa sudah berada di mejanya dengan membawa kue.
"Hai Manda cantikkkkk." sapa Risa.
"Wah apaan tuh ris?" tanya Amanda sambil menghampiri Risa dengan muka berbinar.
"Mau?" tanya Risa balik dan langsung membuat Amanda menganggukkan kepalanya.
"Mau."
"Nih makan."
Segera Amanda memakan kue tersebut dengan gembira, tak lama kemudian para karyawan lainnya pun datang diikuti oleh pak Ardi juga, Amanda pun segera kembali ke mejanya dengan membawa kue yang diberikan oleh Risa.
"Pagi semuanya." sapa pak Ardi.
"Hai pak."
"Manda bagi kuenya dong." ucap Anggi meminta kue.
"Minta Risa."
"Dasar pelit."
Anggi pun kemudian meminta kue seperti punya Amanda ke Risa.
"Ris aku minta kuenya,"
"Habis."
"Astaga," ucap Anggi sedih.
"Ya sabar ya." ucap Amanda dengan cengiran.
"Amanda pelit."
"Biarin."
"Maklumin aja namanya juga bumil."
Anggi pun kembali ke mejanya dengan wajah cemberut, namun Amanda seperti bodoh amat dan melanjutkan acara makan kuenya, setelah itu mereka pun melakukan pekerjaannya masing-masing.
Anggi dan Dino sedang rapat dan akan melakukan survei tempat karena minggu depan adalah hari H.
Karena besok adalah hari sabtu jadi Amanda sangat antusias, karena dia akan mengunjungi rumah mamanya di Bandung.
Vero juga sudah berjanji padanya kalau nanti malam mereka akan berangkat menggunakan pesawat pribadi mereka.
Sedangkan Vero setelah sampai kantor dia segera mengadakan rapat dan meminta untuk para karyawan yang berpartisipasi dalam panitia acara untuk menyukseskan acara tersebut.
Saat makan siang Vero menyuruh sang istri untuk ke ruangannya untuk makan siang bersama, Amanda pun menyetujuinya dan segera menuju ke ruangan presdir.
"Manda mau kemana?" tanya Risa saat Amanda akan pergi.
"Mau ke atas," jawab Amanda.
"Oke," balas Risa dengan senang.
Risa sendiri ada janji makan dengan pak Ardi, sehingga dia tidak keberatan jika Amanda pergi makan dengan sang suami.
Segera Amanda menuju ke ruang sang suami menggunakan lift khusus, tanpa disadari Amanda ternyata Mita mengetahui hal tersebut dan segera memberitahukannya ke Jenifer.
Jenifer yang mendapat hal tersebut segera naik pitam dan ingin segera menghajar Amanda saja.
"Dasar perempuan ******," marah Jenifer kepada Amanda yang ia lampiaskan dengan membuang segala benda yang berada di dekatnya.
"Sabar Jen," ucap sang manajer menenangkan artisnya, Jenifer pun mencoba mengontrol emosinya.
Sedangkan Amanda tidak tahu apa-apa pun langsung menuju ke ruangan sang suami, namun sebelum itu saat dia melewati meja mbk Ida dan Angga lalu memberinya salam.
"Hai mbk Ida, Angga."
"Hai Manda," balas mbk Ida.
"Nyonya Amanda" lanjut Angga.
Amanda segera mengetuk pintu dan saat mendapat jawaban dari dalam dia segera masuk ke dalam ruangan sang suami.
__ADS_1
"Mas."
"Hai sayang."
Vero segera menghampiri sang istri dan menciumnya singkat.
"Ih kamu genit banget."
"Biarin, sama istri sendiri."
Kemudian Vero membungkukkan badannya dan mensejajarkan tubuhnya dengan perut sang istri yang mulai menonjol kecil.
"Halo kesayangannya papa." sapa Vero sambil mencium perut sang istri.
"Halo papa."
"Kamu jangan nyusahin mama ya," ucap Vero.
"Iya papa, aku gak nyusahin mama kok."
Kemudian mereka pun duduk di sofa dan mulai memakan makanan yang sudah di pesan tadi.
"Mas, nanti jadikan kita berangkat ke Bandung kan?" tanya Amanda mencari kepastian.
"Jadi dong sayang."
"Yey," ucap Amanda senang.
Kemudian mereka mulai menghabiskan makanannya dan setelah itu Amanda izin pergi karena jam sudah menunjukkan jam kerja lagi.
Saat sudah sampai di ruangannya ternyata Risa juga sudah ada di sana dan duduk manis menunggunya.
"Lama amat sih," ucap Risa.
"Iya namanya juga makan."
"Makan gak lama kayak gitu kali Manda," ucap Risa.
"Iya maaf."
Kemudian Risa pun memaafkannya dan lanjut untuk bekerja kembali.
Tak lama kemudian Amanda datang dengan terburu-buru dan sambil mengawasi wilayah sekitanya takut ada yang melihat.
"Lama ya nunggunya?" tanya Amanda merasa bersalah.
"Enggak kok."
"Beneran?" tanyanya lagi.
"Iya, udah siap?"
"Udah."
"Kalau begitu kita berangkat."
Setelah itu Vero pun melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang padat merayap dan menuju ke mansionnya,karena pesawat pribadi mereka sudah stand by di sana.
Saat sudah sampai Amanda melihat ada sebuah pesawat yang terparkir di taman belakang mansionnya hanya bisa merasa takjub dengan yang ia lihat.
"Wah mas kita naik ini?" tanya Amanda takjub.
"Iya, yuk masuk dulu," ajak Vero.
"Iya."
Kemudian mereka pun masuk dan bersih-bersih diri sebentar, untung saja kemarin malam Amanda dan Vero sudah menyiapkan pakaian yang harus mereka bawa sehingga sekarang mereka tidak perlu repot-repot lagi.
"Udah siap?" tanya Vero.
"Udah mas."
Kemudian Vero pun mengajak sang istri untuk keluar dan membawanya menaiki pesawat pribadinya.
Saat sudah berada di dalam ada pilot yang langsung menyapa sang suami dan dirinya.
"Selamat menikmati perjalanannya tuan dan nyonya."
__ADS_1
"Terima kasih pak firman."
"Sama sama tuan Vero."
Kemudian pilot pun pergi dan menerbangkan pesawat tersebut.
Selama penerbangan Amanda tak henti-hentinya kagum dengan pemandangan yang terekam dari atas.
"Kamu suka?" tanya Vero kepada sang istri membuat Amanda segera melihat ke arah sang suami.
"Suka banget mas." ucapnya dengan wajah berbinar.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Bandung dan segera Vero membawa Amanda turun dan masuk ke dalam mobil.
"Mas, kamu tahu rumah mama yang di Bandung?" tanya Amanda karena dia tak pernah membawa sang suami ke Bandung, tetapi Vero sudah menuju ke rumahnya saja.
"Iya, kan dikasih tahu mama tadi."
"Oh."
Namun saat dalam perjalanan Amanda melihat ada orang berjualan wedang ronde khas Bandung, warung yang sudah menjadi langganan Amanda saat masih sering ke Bandung.
"Mas," panggil Amanda.
"Ada apa?"
"Berhenti sebentar ya," ucap Amanda, Vero pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa sayang?" tanya Vero.
"Aku mau itu mas," ucap Amanda sambil menunjuk warung pinggir jalan.
Amanda pun turun dan Vero hanya melihat sang istri turun dari mobil membuat Vero juga ikut turun, setelah sampai di warung tersebut Amanda segera menyapa pak Ujang penjual wedang ronde tersebut.
"Pak Ujang," sapa Amanda.
"Eh ada neng Manda gelis."
"Pak Ujang bisa aja."
"Lama gak ke Bandung ya neng?" tanya pak Ujang.
"Iya pak."
"Eh neng Manda bawa siapa tuh?" tanya pak Ujang saat melihat pria tampan di samping Amanda.
Kemudian Amanda pun memperkenalkan Vero ke pak Ujang.
"Pak kenalin ini suami saya."
"Wah neng Amanda sudah menikah, salam kenal pak saya Ujang," ucap pak Ujang memperkenalkan diri.
"Salam kenal pak, saya Vero suaminya Manda."
Kemudian Amanda pun memesan minuman yang ia rindukan, dia memesan hampir 5 wedang.
Setelah selesai dia pun pamit pergi karena sudah malam juga, saat sudah sampai mobil Amanda segera membuka satu minuman yang ia pesan dan meminumnya di mobil.
"Enak?" tanya Vero saat sang istri begitu lahap dalam meminumnya.
"Enak mas, mas mau." tawar Amanda.
"Enggak nanti aja."
Kemudian Vero pun melajukan mobilnya membela jalanan kota Bandung yang ramai dengan muda mudi.
Dan Vero menjalankan mobilnya menuju ke daerah perumahan sang mertua, saat sampai Vero segera bawa Amanda untuk masuk.
Dan sudah ada satpam yang menyambutnya.
"Selamat malam tuan Vero dan non Manda ." sapa pak Imron.
"Malam pak."
Kemudian mereka pun mengetuk pintu rumah dan menampakkan sang mama yang membukakan pintunya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>