
Sedangkan Amanda yang habis berbelanja di mall pun mengistirahatkan tubuhnya di kamar hotel karena sangat capek seharian berkeliling mall.
"Manda elo mandi dulu gih gue terakhir aja," ucap Risa sambil tiduran di kasur.
Anggi dan Risa sama capeknya dengan Amanda.
"Ya udah aku duluan ya," ucap Amanda yang langsung bangkit dari kasurnya dan menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badan.
Saat Amanda sedang mandi tiba tiba handphonenya bunyi dan ada yang menelepon, tetapi karena Risa dan Anggi tidak berani untuk mengangkatnya sehingga mereka cuma diam saja.
Setelah beberapa saat Amanda pun sudah selesai dengan ritualnya dan Risa pun memberitahukannya bahwa tadi ada panggilan masuk.
"Manda tadi ada telepon coba elo check kayaknya penting deh soalnya tadi nelpon nya beberapa kali," ucap Anggi.
"Oh oke makasih ya,"
Tak lama kemudian handphone Amanda berdering dan Amanda pun melihat nama yang tertera ternyata itu adalah mama mertuanya, dia pun segera mengangkat panggilan tersebut.
^^^[Assalamualaikum ma,]^^^
[Waalaikumsalam sayang,]
^^^[Mama ada apa tumben telepon?]^^^
[Enggak sayang mama cuma kangen sama kamu sayang kapan kamu pulang?]
^^^[Insyaallah besok udah pulang ma,]^^^
[Lama banget ya besok itu,]
^^^[Haha enggak kok ma bentar doang, Oh ya ma mas Vero gimana kabarnya?] tanya Amanda.^^^
Karena jujur dia sangat khawatir dengan sang suami karena saat Vero pergi dia tidak berpamitan kepada Amanda.
[Kenapa gak kamu tanyain ke suamimu langsung sayang, Kalian lagi marahan ya?] tebak mam Ratna.
^^^[Enggak kok ma, Kita baik-baik aja kok.]^^^
[Beneran ya,]
^^^[Iya ma,]^^^
[Vero semenjak pulang dari Bali ada di rumah mama, katanya sih gak enak di rumah sendirian,] ucap mama Ratna.
^^^[Ya udah besok kalau pulang Amanda ke rumah mama dulu ya,]^^^
[Iya sayang,]
^^^[Kalau gitu Amanda tutup ya ma, Amanda mau istirahat biar besok gak capek.]^^^
[Iya sayang kamu hati-hati ya,]
^^^[Iya ma makasih,]^^^
[Bye sayang,]
^^^[Bye ma.]^^^
Setelah itu mama Ratna pun memutuskan panggilan dan diikuti oleh Amanda.
"Cie mas Vero," goda Risa dan Anggi.
"Apaan sih kalian udah ah sana mandi," ucap malu Amanda.
"Iya mas Zidan," goda Risa kembali.
__ADS_1
"Udah dong,"
Kemudian Risa pun masuk ke dalam kamar mandi dan setelah Ida selesai di ikuti oleh Anggi.
Setelah semuanya sudah selesai mereka pun beristirahat karena besok harus balik dari Bali ke Jakarta.
🥕🥕🥕
Vero yang sedang menyiapkan berkas untuk rapat besok pun akhirnya sudah selesai dan memutuskan untuk istirahat, meski pun pikirannya selalu terfokuskan kepada sang istri yang sedang jauh di sana.
"Sebenarnya ada apa sih sayang?" tanya berkas lirih kepada dirinya sendiri tetapi tidak menemukan jawaban dari dirinya.
Setelah itu Vero pun tertidur dan memasuki alam mimpinya dia berharap agar istrinya segera pulang dan bisa menjelaskan semuanya.
Pada keesokan harinya rombongan karyawan sudah bersiap-siap untuk menuju ke bandara, semua sudah menunggu di lobby hotel karena nantinya akan dijemput oleh bis menuju ke bandara.
Tak terkecuali Ardi, Reza dan juga Haikal yang ikut dengan rombongan mereka, saat mereka melihat Amanda tiba di lobby mereka segera menuju ke arah Amanda.
"Hai Manda," ucap Reza,
"Eh hai pak Reza pak Haikal pak Ardi, loh tidak ikut pak Vero kembali ke Jakarta kemarin?" tanya Amanda dengan sopan.
"Enggak mau, sama kamu aja," ucap Reza sambil tertawa,
"Dasar elo za," ucap Haikal.
Setelah beberapa saat mereka menunggu bis akhirnya bis pun datang dan mereka semua menuju ke bandara dengan bis.
Sesampainya di bandara ternyata waktu sangat tepat sekali sehingga langsung bisa menuju ke pesawat.
Saat sedang dalam perjalanan didalam pesawat suasana cukup tenang namun setelah beberapa saat setelah terbang ternyata ada sebuah guncangan cukup kuat di pesawat sehingga pesawat mengalami guncangan hebat.
Semua orang yang berada didalam pesawat pun panik namun pramugari menenangkan para penumpang agar tidak panik.
Pilot pun mengarahkan untuk para penumpang agar tidak panik dan pesawat akan melakukan pendaratan darurat.
Saat pilot mengumumkan hal itu segera Ardi, Reza dan juga Haikal pun mencari keberadaan Amanda istri sahabatnya itu dan memastikan apakah istri dari sahabat mereka baik-baik saja.
"Manda elo baik-baik saja kan?" ucap Reza saat mereka menemukan keberadaan Amanda,
"Iya saya baik-baik saja kok pak," ucap Amanda ya walau ada rasa takut di hatinya.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Haikal.
Setelah memastikan Amanda baik-baik saja Ardi kemudian melihat ke arah Risa yang duduk disebelah Amanda.
"Kamu gak papa ris?" tanya Ardi yang juga khawatir keadaan sang kekasih.
Risa yang ditanya pun terkejut dan menjawab bahwa dia baik-baik saja.
"Saya tidak apa-apa kok pak," jawab Risa, Ardi pun tersenyum tipis kemudian kembali ketempat duduknya dan diikuti oleh Reza dan Haikal.
Kemudian para penumpang disuruh untuk menggunakan sabuk pengaman dan alat penyelamat lainnya.
Amanda disini sangat takut dan berharap jika ini hari terakhirnya dia berharap bisa melihat wajah sang suami, setelah itu pesawat pun mencari landasan pacu yang memungkinkan untuk pesawat berhenti.
Dan pilot pun mendaratkan pesawat secara darurat lapangan kosong dekat dengan permukiman warga, setelah sampai dengan selamat kru pesawat mengarahkan semua penumpang untuk segera keluar dari pesawat.
Dan benar saja setelah semua keluar dari pesawat dan sudah menjauh dari pesawat ternyata pesawat sudah terbakar bagian baling-balingnya.
"Astaga," ucap Amanda syok dan berterima kasih karena dia masih diberi keselamatan dan hanya mengalami luka-luka ringan saja.
🥕🥕🥕
Ditempat lain Vero yang sedang berada di mansionnya bersama dengan mama Ratna dan kebetulan papanya ada sebuah pertemuan dengan teman-temannya.
__ADS_1
"Ver kamu mau ke kantor?" tanya mama Ratna karena melihat Vero menggunakan jas kantornya.
"Iya ma Vero nanti ada pertemuan,"
"Yah mama sendirian dong nanti," ucap mama Ratna dengan muka cemberut.
"Nanti kan Amanda pulang ma." ucap Vero.
"Iya sih tapi kan masih lama dia mungkin baru aja masuk pesawat," ucap mama Ratna.
"Ya udah sini Vero temenin tapi gak lama ya,"
"Ya udah deh,"
Kemudian pasangan anak dan mama ini pun berbincang seru di taman belakang mansionnya.
Tak lama kemudian Vero mendapat telepon dari Angga yang memintanya untuk menyalakan televisi.
^^^[Halo ngga kenapa?]^^^
[Maaf pak mengganggu coba bapak sekarang nonton televisi.] ucap Angga.
^^^[Kenapa emangnya?] ujar Vero karena bingung mengapa dia harus nonton TV.^^^
[Bapak langsung lihat saja,] ucap Angga.
Kemudian Vero pun menuju ke ruang keluarga dan menyetel televisi, saat dia menyetel televisi dia melihat berita yang memberitakan kecelakaan pesawat rute Bali ke Jakarta, seketika Vero kaku tak bergerak karena pesawat yang di tumpangi oleh sang istri adalah pesawat yang tertera di televisi.
Mama Ratna juga melihat televisi yang dinyalakan oleh Vero sehingga mama Ratna juga tahu berita tersebut dan mama langsung lemas hingga terduduk di sofa.
"Astaga Vero itu bukan pesawatnya Amanda kan?" tanya mama Ratna pada sang anak berharap itu bukan pesawat yang di tumpangi sang menantu.
Vero yang ditanya hanya diam saja tak menjawab dan hanya berdiri ditempat.
"Vero jawab mama," ucap mama Ratna dengan wajah yang sudah merah dan mengeluarkan air mata.
"Itu pesawat yang di tumpangi Amanda ma," ucap Vero membuat mama Ratna semakin keras menangis.
Setelah itu Vero pun menelepon Angga dan meminta laporan pastinya.
[Jadi tuan sekarang pesawat sudah mendarat darurat di daerah Bali dan terbakar hebat karena kerusakan mesin tapi syukurnya semua penumpang selamat.] ucap Angga membuat Vero lega karena tidak terjadi hal serius dengan sang istri.
^^^[Segera siapkan pesawat saya akan terbang ke Bali dan batalkan semua meeting saya,] ucap Vero.^^^
[Baik tuan.]
Kemudian Vero pun menutup telepon dan segera menuju ke lapangan udara di atas mansionnya.
Saat Vero akan ke atas mama Ratna langsung mencegatnya dan berkata.
"Mama ikut,"
"Gak usah ma, mama di rumah saja kalau papa pulang gimana masa sendirian,"
"Gak mau mama mau ikut titik,"
Kemudian Vero pun memperbolehkan mama nya untuk ikut karena mama nya sangat ngotot juga pingin ikut.
Setelah itu mereka pun menuju ke landasan pacu di mansionnya.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1