
Setelah mereka menginap dua hari di hotel akhirnya Vero pun mengajak Manda untuk tinggal di rumah barunya yang ia bangun sebelumnya dan ternyata sudah bisa ditempati.
Pembangunan tersebut bisa di bilang sangat cepat karena hanya beberapa minggu saja,
namun memang Vero mengerahkan semua tenaga ahli dalam pembangunan agar tetap kokoh meski pembangunannya cepat.
Vero pun mengemudikan mobilnya menuju ke rumah barunya.
"Masih jauh ya?" tanya Manda.
"Enggak udah mau sampek kok," ucap Vero.
Manda yang memang sudah sangat ngantuk berat akhirnya memaksanya untuk tidur di mobil sehingga dia tidak tahu kapan mobil itu sampai di rumah barunya.
Vero yang melihat Manda tertidur pulas di kursi penumpang hanya bisa menggelengkan kelapa melihat tingkah sang istri saat tidur.
"Kenapa lucu banget sih," ucap Vero pelan.
Akhirnya Vero pun menggendong Manda menuju ke dalam, saat sudah di dalam rumah ada mbok Yem asisten rumah tangga yang sudah membantu keluarga Pradikta dari Vero kecil sampai sekarang.
Sehingga Vero meminta kepada mama nya untuk mengizinkan mbok Yem bekerja di mansionnya saja.
"Astaga tuan muda, nyonya Manda kenapa?" tanya mbok Yem khawatir karena datang-datang tuan nya menggendong sang istri.
"Dia cuma ketiduran aja kok mbok," sahut Vero.
"Oh ya mbok sudah siapin kamarnya kan mbok?" lanjut Vero bertanya.
"Sudah tuan muda semua sudah selesai," balas mbok Yem.
"Bagus mbok kalau gitu saya anter Manda dulu dan istirahat juga," sahut Vero dan mendapat anggukan dari mbok Yem.
"Baik mari tuan,"
Vero pun menuju lantai dua yaitu kamar mereka berdua, setelah sampai di dalam kamar Vero pun membaringkan Manda di kasur dengan pelan agar dia tidak bangun.
kemudian Vero pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, baru setelah selesai dengan ritual mandi nya Vero pun keluar dari kamar mandi dan mengecek perusahaan yang di Inggris melalui tabletnya.
Sebenarnya Vero sangat bingung mau bicara bagaimana nanti ke Manda karena sepertinya Vero harus segera ke Inggris untuk menyesuaikan pekerjaannya di sana.
Karena capek untuk memikirkan masalah ini akhirnya Vero pun ikut tertidur di samping Manda dan tenggelam dalam tidurnya.
Sudah hampir 2 jam mereka tidur dan tanpa disadari sore menjelang malam pun datang, saat dalam tidur Vero sepertinya mengalami mimpi buruk yang membuat dia mengigau dan berkeringat dingin membuat Manda terganggu dalam tidurnya pun bangun dan melihat seorang yang mengganggu tidurnya.
Dan dia pun menyadari bahwa Vero sepertinya mengalami mimpi buruk akhirnya Manda membangunkannya.
"Mas mas bangun," ucap Manda dengan menggoyangkan tubuh Vero agar bangun sambil mengelap keringat yang ada di wajah nya.
"Mas bangun," percobaan kedua.
Setelah itu Vero pun bangun dengan nafas cepat seperti habis berlari.
"Kenapa mas? Mas pasti mimpi buruk ya, bentar aku ambil-in minum dulu ya." ucap Manda sambil berdiri dari kasurnya berniat untuk mengambil minum namun tangannya ditahan oleh Vero.
__ADS_1
"Kamu di sini aja," ucap Vero sambil memeluk Manda dengan erat.
Manda yang bingung harus bagaimana dengan hal yang tiba-tiba itu pun membalas pelukan Vero agar bisa menenangkannya.
Sebenarnya Manda sangat penasaran dengan apa yang dimimpikan oleh suaminya, namun Manda menahannya sampai suaminya sendiri bilang.
Setelah Vero sudah tenang akhirnya Manda baru menyadari bahwa dia sudah tidak ada di hotel tempat mereka menginap tadi.
"Ini di mana mas?" tanya Manda sambil mengamati benda-benda di sekelilingnya.
"Ini di rumah," jawab Vero dengan muka lempengnya lagi.
"Ihh iya tau lah ini rumah tapi rumah siapa mas?" tanya Manda.
"Rumah kita lah," ucap Vero.
"Ohh kalau gitu aku mau lihat-lihat dulu rumahnya boleh." ijin Manda dan di angguki oleh Vero.
"Iya boleh."
Setelah mendapat persetujuan dari suaminya Manda pun keluar dari kamar dengan semangatnya tak lupa Vero pun menemani istrinya berkeliling rumah baru nya.
Saat melihat setiap ruangan Manda sangat senang dengan interior yang di pakai, karena sangat pas dengan seleranya tidak terlalu berlebihan.
Saat turun ke bawah sudah ada mbok Yem yang menyambut mereka.
"Selamat malam tuan muda,nyonya muda," salam mbok Yem membuat Manda bingung sambil melihat wajah Vero karena belum pernah berkenalan dengan mbok Yem.
"Ini mbok Yem, sebenarnya mbok Yem ini asisten rumah tangga di rumah mama tapi sekarang sudah pindah bekerja di sini," terang Vero kepada sang istri.
"Selamat datang nyonya," sapa mbok Yem tetap tidak berani untuk memanggil sembarangan istri majikannya itu.
Setelah itu mereka pun berkeliling rumah atau mansion tersebut.
"Wah bangus banget mas terima kasih ya," ucap Manda dengan tanpa sadar sambil mengandeng tangan Vero menuju ke arah belakang rumah.
"Iya sama-sama," balas Vero yang gugup karena tindakan sang istri yang membuatnya grogi.
Saat sampai di area belakang rumah Manda dikejutkan dengan adanya kolam renang yang sangat luas dan juga adanya kolam ikan dan kebun bunga yang sangat bagus membuat Manda ingin segera ke sana.
Saat berada di kebun bunga, Manda melihat ada pekerja sedang melakukan pekerjaannya.
"Pak Yanto," sapa Vero.
"Eh tuan muda,"
"Kenalin ini Manda istri saya," ucap Vero.
"Salam non Manda, saya Yanto tukang kebun di sini." sapa pak Yanto dengan hormat.
"Salam pak," ucap Manda sambil senyum.
Setelah itu Manda pun melihat-lihat kebun bunga yang indah tersebut dengan ditumbuh-tumbuhi bunga yang beragam.
__ADS_1
"Astaga mas ini bangus banget aku gak pernah lihat rumah kayak gini." sahut Manda dengan antusias nya.
"Masa sih kamu belum tahu aja rumah mama dan papa," ucap Vero menjeda ucapannya.
"Kenapa emang mas lebih bagus ya?" tanya Manda dengan penasaran.
"Ya begitu lah."
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah dan menuju ke arah ruang keluarga dan menyalakan televisi.
"Mas mau di bikinin minuman?" tawar Manda disela-sela mereka menonton TV.
"Boleh kopi aja."
"oke."
Akhirnya Manda pun menuju ke dapur untuk membuatkan kopi yang di pesan oleh suaminya.
Saat sampai di dapur Manda melihat mbok Iyem sedang melakukan pekerjaan rumah.
"Mbok sedang apa?"
"Eh non Manda, ini lagi bersih-bersih non."
"Emang di sini cuma ada mbok Iyem aja ya?"
"Enggak non sebenarnya ada tiga asisten rumah tangga di sini tapi mereka sedang libur besok baru masuk lagi dan ada tukang kebun juga pasti non sudah bertemu tadi," ucap mbok Yem.
"Iya mbok tadi sudah ketemu sama pak Yanto." balas Manda.
"Berarti tinggal satpam aja di sini ada dua yaitu pak Ilham sama pak Kholis," jelas mbok Yem.
"Oh lalu itu saya belum tahu mbok."
"Nanti bisa kenalan kok non."
Maklum tadi saat di mobil Manda tak sempat berkenalan karena terlalu lelah.
"Non ke dapur mau apa non?" tanya mbok Yem membuat Manda tersadar kalau harus membuatkan minuman buat Vero, pasti dia sudah menunggu.
"Astaga mbok saya lupa saya mau buatin mas Vero kopi," ucap Manda.
"Astaga kok bisa lupa itu non," ucap mbok Yem sambil tertawa membuat Manda pun ikut tertawa juga.
Setelah itu Manda pun membuatkan kopi untuk Vero dan menyuguhkannya.
"Lama banget sih kayaknya seru tuh tadi ngobrolnya sama mbok Yem," ucap Vero sepertinya tahu kalau tadi Manda sedang berbicara sama mbok yem.
"Iya tadi ngomong sebentar sama mbok Yem,"
Setelah itu mereka pun melanjutkan nonton televisi sambil duduk berdampingan.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>