Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 17_Kandidat


__ADS_3

Setelah menyuruh Angga untuk mencari rekaman CCTV di lobi tadi, Vero pun sedang berkutat dengan berkas-berkasnya yang segunung.


Karena sebentar lagi harus meeting dengan para manajer untuk membahas kelanjutan proyek pembangunan pabrik untuk peralatan rumah tangga.


YP COMPANY memang memiliki banyak bisnis mulai dari rumah sakit, merk make up dan fashion yang sangat terkenal dan juga mall dan masih banyak lagi, sehingga banyak yang harus di urus oleh Vero.


YP COMPANY sendiri sudah di kenal oleh banyak pengusaha baik lokal mau pun internasional, sehingga tidak susah untuk masuk ke dunia bisnis internasional.


Terutama perusahaan Vero yang di Inggris juga sudah melalang buana di luar negeri jadi bisa menambah kekuatan bisnis di pasar internasional.


Kembali ke topik Vero sekarang sedang bersiap untuk meeting dengan para manajer dan juga beberapa petinggi.


"Angga kamu ke ruangan saya sekarang," ucap Vero melalui sambungan telepon kantor.


"Baik pak," jawab Angga.


Setelah beberapa saat Angga pun datang ke ruangan presdir.


"Ada apa pak?"


"Sebentar lagi kita akan rapat kamu kabari semua manajer dan juga petinggi perusahaan, saya tidak ingin ada hal yang salah dalam rancangan proyek ini," ucap Vero dengan tegas.


"Baik pak akan saya kabar kan."


Setelah itu Angga pun keluar dari ruangan Vero dan memberitahukan kepada seluruh manajer akan diadakannya rapat hari ini untuk membahas proyek yang besar ini.


Tak jauh berbeda dengan manajer lainnya, saat Ardi mengetahui akan diadakannya rapat sebenarnya Ardi sudah bisa menebak kalau akan ada rapat karena dia tahu sekali dengan temannya yang satu ini sangat pencinta kerja itu.


Sehingga semua harus tertata sempurna, diakui oleh Ardi memang proyek ini sempat mangkrak akibat pak Hendra yang jatuh sakit dan tidak ada yang mengontrol pembangunan dan proyek akhirnya dihentikan.


"Semuanya sebentar lagi saya ada rapat dengan pak Vero dan manajer lainnya, kalau kalian ada yang perlu di sampaikan atau di tanda tangani segera karena sepertinya akan memakan waktu yang sangat lama untuk rapat ini karena bahas proyek pabrik," jelas Ardi kepada karyawannya agar nantinya saat rapat tidak banyak gangguan.


"Baik pak," balas semuanya tak terkecuali Manda, dia sedang asik mengerjakan tugasnya dibuat kaget saat mendengar pak Ardi ngomong kalau ada rapat.


Takutnya menyangkut tentang pemasaran dan model yang digunakan untuk mempromosikan YP COMPANY, dari rapat kemarin tidak memenuhi titik terang siapa yang cocok di gunakan.


Sebenarnya ada beberapa nama kandidat mulai dari gladista Anastasia artis papan atas namun selalu bertabrakan dengan jadwalnya sehingga sulit.


Kemudian ada Jenifer Han dia artis yang sudah bekerja selama hampir 1 tahun dengan YP COMPANY sebagai modelnya namun banyak pertimbangan karena sikapnya yang arogan sering membuat pada karyawan terkadang risih dengannya sehingga tidak sedikit karyawan yang enggan bekerja sama dengannya lagi.


Dan dia juga sering mengaku kalau pacar dari anak pak Hendra siapa lagi kalau bukan Vero, tapi yang Manda heran dari mana Jenifer tahu kalau pak Hendra memiliki anak laki-laki yang seumuran.


Namun meski mempunyai sifat tempramen tetapi untuk promosinya lumayan bagus, karena termasuk artis papan atas ke dua setelah gladista, namun tim pemasaran sepakat ingin menggunakan model Jenifer han.


Tak terasa waktu sudah siang itu artinya jam makan siang kebetulan karyawan pemasaran tidak ada rencana untuk makan siang di luar alhasil mereka pun makan siang di kantin perusahaan.

__ADS_1


"Yuk makan yuk laper nih," ajak Risa.


"Hayukkk gue juga laper nih," timpa Anggi.


Manda hanya bisa tertawa melihat kelakuan teman-teman nya ini.


Saat mereka sedang berjalan menuju kantin perusahaan mereka berpapasan dengan mak lampir dan gengnya, sebenarnya Manda tidak terlalu menghiraukan mereka terserah mau apa.


"J*lang lewat," ucap Mita sinis yang sudah pasti tertuju pada Manda.


"Eh apaan lo ngomong tadi," balas Risa yang tak terima saat sahabatnya di omongin gitu.


"Emang gue ngomong apa gue gak ngomong apa tuh," balasnya santai.


"Udah ris gak udah di ladenin nanti malah ribut malu dilihat orang," sahut Manda malah melerai.


"Manda, lo tahu sendirikan tadi nih orang ngomong apa emangnya lo terima dikatain gitu bukannya kebalik ya," ucap Risa tak kalah sinis.


"Apa lo bilang!" bemtak Mita tak terima.


"Kenapa marah?" bentak Risa tak kalah heboh.


"Udah yuk ke kantin," ucap Manda agar tidak ada perkelahian yang sengit.


Sesampainya di kantin mereka pun memesan makanan yang mereka ingin kan, saat akan duduk ternyata tempat duduk semua penuh karena emang sudah jam makan siang.


"Yuk ke mbk Ida aja tuh kosong semua tempat duduk udah penuh semua gitu," sahut Manda.


"Ya udah yuk," jawab Anggi diangguki oleh semua orang.


"Permisi mbk Ida kita boleh gabung tidak karena semua tempat duduk sudah penuh dan tidak ada tempat lagi," izin Manda sopan takut malah mengganggu.


"Astaga silahkan duduk aja Manda gak usah sungkan kayak sama siapa aja," jawab mbk Ida sambil tersenyum membuat semua orang duduk.


"Mbk Ida kok sendirian pak Angga nya gak ikut makan siang biasa kalau makan siang selalu berdua," tanya Manda.


"Enggak hari ini kan ada rapat sama pak Vero jadi Angga ikut sama pak presdir dan tadi belum keluar kayaknya masih lama sih," jawab mbk Ida.


Setelah itu mereka pun menikmati makan siang nya hingga mbk Ida pun pamit kepada yang lainnya karena sudah selesai makan siang.


"Kalau gitu Manda mbk pamit dulu ya nanti takutnya rapat udah selesai mari." pamit mbk ida.


"Iya mbk hati-hati ya," jawab Manda.


"Mari semuanya," pamit mbk ida kepada semua nya.

__ADS_1


"Iya mbk." jawab yang lainnya.


Setelah makan siang Manda dan karyawan lainnya pun kembali ke ruangan pemasaran dan sudah melihat Dino ada di ruangan.


Dino tadi memang ikut rapat dengan pak Ardi sehingga tidak ikut makan siang.


"Eh Din udah selesai ya rapat nya?" tanya Risa.


"Udah kok," balas Dino singkat.


"Jadi gimana hasilnya," tanya Manda pada Dino.


"Untuk model kita jadi yang kita pilih dan semua yang kita rapat in kemarin udah di setujui," ucapnya membuat semua bersorak.


"Lah pak Ardinya mana?" tanya Anggi.


"Pak Ardi tadi di suruh ke ruangan pak Vero enggak tahu ngapain." sahut Dino.


🥕🥕🥕


Di tempat lain setelah rapat Vero menyuruh Ardi untuk ke ruangannya dan ternyata di ruangan tersebut sudah ada Haikal sama Reza.


"Loh kalian kok ada di sini sih," ucap Ardi kaget dengan adanya sahabat-sahabat nya itu .


"emang kenapa gak boleh apa," sahut Reza.


"Ya boleh aja sih, oh ya Ver lo nyuruh gue kesini cuma gara-gara nih dua cecunguk ini." ucap Ardi yang diangguki oleh Vero.


"Ngapain kalian ke sini?" tanya Ardi.


"Gue mau ketemu sama calon istrinya Vero bro," ucap Haikal penasaran.


"Eh apaan sih awas loh ya kalau lo sampek ngebocorin, gue putus tali persahabatan kita." ucap Vero takut mereka ember.


"Iya tenang aja Ver kita bisa jaga rahasia kok," sahut Reza dengan santai.


"Ya udah kalau gitu elo ikut ke ruangan gue atau Manda aja yang di suruh ke sini," tawar Ardi.


"Emm gimana ya, ikut ke ruangan lo kali ya enak banyak karyawan yang lain cantik-cantik pasti." ucap Haikal genit.


"Di sini aja gak usah ke ruangan Ardi, gw suruh dia kesini," ucap Vero pada mereka.


"Cie takut calon istrinya diemban tuh orang," ucap Reza dan dibalas tertawa oleh semua orang kecuali Vero yang menahan emosi karena perkataan dari Reza.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2