
Karena waktu sudah malam Amanda dan Vero pun memutuskan untu istirahat karena mereka harus kerja besok.
"Sayang gimana kalau kamu berhenti kerja aja atau enggak gitu kamu ambil cuti aja," ucap Vero mendapat penolakan dari sang istri.
"Enggak mas."
"Kamu kan lagi hamil sayang," sahut Amanda takut terjadi apa-apa dengan sang istri dan juga kandungannya.
"Kamu tenang aja aku pasti jaga anak kita," ucap Amanda meyakinkan sang suami.
Mau tidak mau Vero pun pasrah dan mengikuti keinginan sang istri.
"Tapi kamu bilang ya kalau ada sesuatu yang mengganggu kamu," ucap Vero dan di angguki oleh sang istri.
"Iya mas."
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk istirahat.
🥕🥕🥕
Keesokan harinya Amanda sudah bangun dan Vero tidur kembali setelah melakukan sholat subuh, Amanda sekarang sudah berada di dapur dan ada mbok Yem juga.
"Pagi mbok." sapa Amanda.
"Pagi nyonya."
"Nyonya gak usah masak lagi ya biar mbok Yem saja, kasihan kandungannya." lanjut mbok Yem mengkhawatirkan sang majikan.
"Enggak mbok, saya gak apa-apa kok."
Mbok Yem pun menuruti keinginan sang majikan dan tidak memaksanya.
Kemudian Amanda pun memasak makanan untuk sang suami sarapan.
Setelah selesai Amanda segera menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap, kemudian dia membangunkan sang suami yang kalau dibangunkan sangat susah.
"Mas bangun." sahut Amanda dengan suara agak kencang agar sang suami bangun.
"Iya bentar lagi sayang." ucap Vero dengan mata masih tertutup.
"Ih kamu ya," kesal Amanda.
Namun saat Amanda akan berdiri Vero tiba-tiba memegang tangan Amanda dan menariknya, sehingga Amanda tidak ada keseimbangan dan jatuh di kasur samping sang suami tidur.
"Aduh mas," rengek Amanda.
"Tidur yuk," ajak Vero dan mendapat penolakan dari Feysa.
"Enggak, sekarang kamu bangun."
Vero pun menggeleng dan memeluk tubuh sang istri.
"Mas jangan erat-erat kalau meluknya aku kan hamil." ucap Amanda menyadarkan sang suami.
"Astaga maaf sayang," ucap Vero seraya meminta maaf.
"Iya, sekarang kamu berdiri dan mandi sana." ucap Amanda.
Vero pun langsung berdiri dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Amanda yang melihat itu hanya tersenyum lucu karena tingkah sang suami yang menurutnya sangat gemas.
Setelah itu Amanda pun segera membersihkan kamarnya yang sangat berantakan setelah tidur dan setelah itu turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk sang suami.
Vero yang selesai mandi segera mengganti bajunya namun di kamar sudah tidak ada sayang istri.
Setelah siap Vero pun segera menuju ke meja makan dan benar saja Amanda sudah duduk manis di sana.
"Kamu kok ninggalin aku sih," ucap Vero saat sudah sampai dan duduk di meja makan.
"Kamu sih lama."
Kemudian mereka pun sarapan dengan tenang, selesai saran Vero pun menghubungi para sahabatnya untuk nanti siang ke kantornya ada berita penting yang harus dia sampaikan.
"Udah selesai?" tanya Vero kepada sang istri.
"Kalau gitu ayo berangkat," ajak Vero.
__ADS_1
"Aku sama pak Ilham aja mas," sahut Amanda saat Vero akan mengandeng tangan sang istri.
"Sama mas aja," ucap Vero.
"Enggak."
"Sayang ini bukan ajakan tapi perintah." tegas Vero.
Mau tidak mau Amanda pun ikut dengan sang suami meski sedikit terpaksa, saat dalam perjalanan Amanda sangat diam dan melihat ke arah jendela.
"Kamu berangkatnya sama aku aja ya mulai hari ini," ucap Vero membuat Amanda yang sejak tadi menghadap jalanan tiba-tiba melihat sang suami dengan mata tajam.
"Kenapa?" tanya Amanda tidak mengerti.
"Biar mas bisa lihat kamu lebih lama," alasan Vero sungguh kekanak-kanakan menurut Amanda.
"Astaga mas aku sama pak Ilham aja, hari ini saja aku turutin kemauan mas." ucap Amanda, Vero pun pasrah karena sang istri sangat keras kepala.
"Ya udah terserah kamu."
Mereka pun kembali diam dan tanpa terasa mereka sudah hampir sampai di kantor.
"Mas aku turun sini aja," ucap Amanda.
"Kenapa gak sampai sana aja," sahut Vero mendapat gelengan kepala dari sang istri.
"Nanti malah semuanya mengira yang aneh-aneh," lanjut Amanda.
Vero pun menurunkan sang istri di trotoar dekat dengan perusahaan.
"Terima kasih mas."
Amanda pun pergi meninggalkan sang suami yang sedikit cemberut, Vero pun melajukan kendaraannya pelan-pelan dan sebisa mungkin berada di belakang sang istri hingga sang istri sampai di depan kantor.
Amanda segera masuk ke kantor dan menuju ke ruangannya.
"Enaknya honeymoon," goda Risa pada Amanda yang baru saja sampai.
"Apaan sih," ucap Amanda malu.
"Gitu aja malu," goda Risa.
"Pagi semua." sapa pak Ardi yang baru saja masuk ke ruangan.
"Pagi pak." jawab semua karyawan.
Setelah beberapa saat Amanda merasa bahwa perutnya sangat tidak enak dan akhirnya dia pun ke toilet.
Saat Amanda akan pergi teryata Risa melihatnya dan bertanya.
"Elo mau kemana Manda?" tanya Risa.
"Aku mau ke toilet bentar," jawab Amanda dan Risa pun mengerti kemudian membiarkannya pergi.
Saat sampai di toilet Amanda segera memuntahkan semua isi perutnya tetapi tidak ada yang keluar.
Mungkin saja bawaan bayi nya karena kata mama Ratna kemarin bilang biasanya memang ada ibu hamil yang mengalami gejala seperti itu, seperti Amanda yang setiap pagi selalu muntah dan kata dokter Sari itu adalah hal yang wajar.
Untuk saja kondisi toilet sangat sepi sehingga dia tidak perlu menahannya agar karyawan lain tidak mendengarnya.
Saat sudah selesai Amanda pun membersihkan dirinya kemudian berniat untuk keluar dari toilet tetapi saat dia akan keluar ternyata ada Mita dan salah satu temannya yang kebetulan juga masuk ke toilet.
"Eh ada siapa ini," ucap Mita saat berpapasan dengan Amanda.
"Permisi." ucap Amanda kemudian pergi meninggalkan Mita.
Mita yang ditinggal begitu saja menjadi kesal namun karena diluar banyak orang jadi dia tidak jadi mengejar Amanda.
"Yuk masuk." ajak Mita ke temannya.
Amanda yang berusaha pergi dari kita pun akhirnya lega karena bisa terbebas darinya, Amanda pun kembali ke ruangannya namun saat dia akan kembali dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf pak." ucapnya meminta maaf karena teledor.
Saat dia melihatnya ternyata itu adalah papa Hendra yang dia tabrak.
__ADS_1
"Pap, Pak Hendra." ucap Amanda hampir saja mengucapkan papa.
Papa Hendra pun hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi menuju ke lift khusus.
Amanda yang hampir saya ketahuan karena di sana banyak sekali karyawan yang sedang berlalu lalang.
"Syukurlah."
Kemudian Amanda pun kembali ke ruangannya.
"Lama amat sih Man elo," ucap Risa.
"Iya tadi aku ketemu sama Mita and the geng," ujar Amanda membuat Risa menghampirinya.
"Terus dia ngapain elo?" tanyanya.
"Aku gak di apa-apain kok."
"Syukur kalau begitu."
Kemudian Amanda pun kembali mengerjakan tugasnya, namun tak lama kemudian Amanda pun merasa perutnya tidak enak lagi namun dia mengabaikannya.
Saat sedang fokus dengan berkasnya Amanda tiba-tiba merasa mual hebat hingga karyawan lainnya memperhatikannya.
"Manda elo gak papa?" tanya Dino.
"Iya, Gue gak papa kok." jawab Amanda tidak ingin semua orang khawatir.
Kemudian dia pun pergi ke kamar mandi, karyawan yang lain pun merasa bahwa Amanda sepertinya sedang sakit.
Amanda pun berlari ke toilet dan banyak karyawan yang melihatnya namun dia tidak menghiraukannya yang terpenting adalah dia bisa sampai di toilet segera.
Vero yang dari tadi mengecek berkasnya pun dibuat kaget karena papa nya yang langsung ke kantornya tanpa memberitahunya.
"Ver." sapa papa Hendra.
"Papa, kenapa ke sini?" tanya Vero dengan kedatangan mendadak sang papa.
"Emang gak boleh papa ke sini," sahut papa Hendra.
"Ya gak papa sih pa, kok tumben aja." jawab Vero.
"Papa cuma mau lihat perkembagan perusahaan aja Ver," ujar papa Hendra.
Vero pun memberitahukan perkembangan perusahaan dan rencana kerja sama dan juga Vero sudah melakukan pemecatan terhadap pegawai yang banyak memakan uang perusahaan.
"Bagus Ver."
"Makasih pa."
"Oh ya tadi papa enggak sengaja ketemu Amanda," ujar papa Hendra.
"Dimana pa?" tanya Vero.
"Tadi dia enggak sengaja nabrak papa, mungkin karena ini di perusahaan dia seperti hormat sama papa." ujar papa Hendra panjang lebar.
"Iya pa, mungkin karena dia takut kalau nanti ada yang tahu." sahut Vero.
Papa Hendra pun bisa mengerti ketakutan sang menantu tentang masalah tersebut.
"Oh ya gimana kandungannya?" tanya papa Hendra sangat antusias.
"Baik-baik aja kok pa."
"Syukur kalau begitu."
"Jangan lupa buat jaga terus kondisi istri kamu ver, ini kehamilannya yang pertama dan juga masih di trimester pertama jadi kamu harus ekstra sabar dan teliti." ucap papa Hendra memberikan wejangan untuk sang anak.
Kemudian papa Hendra pun pamit untuk pulang dan Vero pun mengantarkannya sampai di depan kantor.
"Nanti kamu kabari papa kalau ada masalah Ver." ucap papi dan di angguki oleh Vero.
Kemudian papa Hendra pun pergi dan menjauhi area kantor, Vero kembali ke ruangannya dan tidak sengaja melihat Amanda yang sangat terburu-buru menuju toilet.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>