Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 34_Juara Dua


__ADS_3

Karena kurang seimbang akhirnya pun jatuh ke dalam air bersamaan dengan Vero.


Vero yang ikutan jatuh ke dalam air pun menyelamatkan Amanda yang sepertinya kesusahan berenang karena mendadak jatuh.


Saat mereka sudah ada dipermukaan air Vero pun menanyakan keadaan istrinya.


"Kamu gak papa?" bisik Vero sehingga tidak ada yang mendengarkan ucapannya.


"Iya gak papa kok," balas Manda.


Namun interaksi mereka tidak luput dari pandangan Mita dengan muka merah padam seperti menahan amarah.


"Awas lo ya cewek si*lan," isi hati Mita dengan kesal dan pergi meninggalkan kolam renang.


Amanda yang mengetahui kekesalan Mita pun sadar dengan posisinya yang sangat dekat dengan sang suaminya, aneh memang mau berdekatan dengan suami sendiri saja harus sembunyi-sembunyi.


"Maaf," ucap Amanda dengan menjaga jarak dan keluar dari kolam renang.


Saat keluar Risa memberikan handuk kepada Amanda agar tidak kedinginan.


"Terima kasih," yang di angguki oleh Risa.


Tak beda halnya dengan Amanda, Vero pun keluar dari kolam renang dan mengambil handuk dari tangan Ardi dan memilih pergi meninggalkan tempat perlombaan.


"yey akhirnya perlombaan selesai di lakukan dan pemenang nya adalah divisi operasional," ucap MC yang disambut riuh oleh pemenang.


"Dan untuk posisi ke dua di menangkan oleh divisi pemasaran,"


Dan untuk divisi pemasaran harus rela menempati posisi ke dua.


"Untuk para memenang di harapkan maju ke depan,"


Divisi pemasaran yang di wakili oleh pak Ardi pun mendapat piala juara ke dua.


Setelah selesai pak Ardi datang ke divisi pemasaran dengan membawa pialanya.


"Bagaimana kalau kita pesta," ucap pak Ardi yang disambut sorak gembira para karyawan.


Setelah itu perlombaan pun diakhiri dan para pegawai dipersilahkan untuk bersih diri dan melanjutkan liburan seru mereka.


Saat selesai bersih diri Amanda mendapat pesan dari sang suami.


[Sayang kamu gak papa kan?]


^^^[Iya gak papa kok, kamu sendiri?]^^^


[Iya gak papa juga kok aku,]


[Katanya kamu nanti pesta perayaan di divisi pemasaran gak ikut ya,]


^^^[Iya,]^^^


[Kenapa?]


^^^[Cuma capek aja,]^^^


[Syukur lah,]


[Oh ya kamu ada rencana jalan-jalan kemana nanti?]


^^^[Gak tahu sih mungkin pantai atau enggak restoran,]^^^


[Kalau begitu gimana kalau kamu ke villa aku dulu, rumah samping hotel,]

__ADS_1


^^^[Apa jadi rumah besar yang gabungan hotel itu villa kamu?]^^^


[Iya villa keluarga sih,]


^^^[Ngapain emangnya harus ke sana?]^^^


[Udah kamu dateng aja dulu ya,]


^^^[Iya aku ke sana,]^^^


[Ya udah kalau gitu,]


^^^[Iya bye,]^^^


Setelah mengobrol banyak hal Amanda pun menutup telepon karena Risa dan juga Anggi sudah kembali dari jalan-jalan mereka dan pesta mereka bersama semua divisi pemasaran.


Amanda sudah izin bahwa tidak ikut perayaan pesta tersebut kepada pak Ardi karena merasa badannya kurang sedikit fit karena terlalu lama berendam di kolam renang hotel tadi saat perlombaan.


"Udah balik?" tanya Amanda.


"Iya udah nih," jawab Anggi dengan membawa banyak tas belanjaannya.


"Astaga banyak banget sih nggi," sahut Amanda melihat bawaan dari Anggi.


"Hehe iya kalap gue di sana tadi,"


"Tauh tuh Anggi," sahut Risa.


"Ya udah sana mandi gih kalian,"


"Iya, gue mandi dulu ya?" ucap Risa.


"Ok,"


Setelah itu Risa pun selesai mandi dan bergantian dengan Anggi, saat Anggi sedang mandi Risa pun ngobrol dengan Amanda.


"Iya gak papa kok,"


"Elo pucat gitu Manda," ucap Risa khawatir.


"Gue gak papa kok,"


"Btw Lo mau ke mana?" tanya Risa.


Karena melihat Amanda sedang berdandan tipis namun sangat cantik padahal gayanya sangat simpel.


"Aku mau ketemu sama pak Vero dulu ya," ucap Amanda dengan berbisik.


"Enaknya kencan sama suami," goda Risa.


"Hehe mangkanya cepat nikah,"


"Sialan lo man, udah sana pergi."


"Ya udah gue pergi dulu ya," yang di angguki oleh Risa.


Amanda pun berjalan ke rumah disebelah hotel yang tak kalah mewah dari hotel bahkan mansion di Jakarta.


Dengan langkah pelan Amanda melihat di sekelilingnya apakah ada orang, saat tidak ada orang Amanda pun mengendap-endap masuk ke villa tersebut.


Saat mengetuk pintu suara di dalam menyuruhnya masuk betapa terkejutnya Amanda dengan interior yang sangat mewah ini.


"Astaga," decak kagum Amanda.

__ADS_1


"Emm sini," ucap Vero, Manda yang terkejut akan hal tersebut pun menuju ke sumber suara.


Saat ini Vero menggunakan kaos dengan celana pendek membuat penampilannya lebih mempesona, namun Amanda pun tersadar dari lamunannya.


"Kenapa?"


"Kamu ya suaminya dateng malah dicuekin,"


"Hehe maaf,"


"Iya oh ya kamu gak jalan-jalan?"


"Enggak ah mas capek,"


Amanda pun duduk di samping Vero sambil menonton televisi yang sedang di tayangkan, tanpa aba-aba Vero pun memeluk Amanda dari belakang sontak membuat Amanda kaget.


"Astaga kenapa mas?"


"Gak papa pingin gini aja,"


"Mas sakit ya apa gimana?"


"Enggak kok,"


Kemudian Vero malah mempererat pelukannya mau tidak mau Amanda pun membalasnya.


Amanda sebenarnya takut kalau suaminya akan mencari wanita lain karena selama pernikahan ini suaminya tidak pernah menyentuhnya sama sekali.


Dan tidak pernah meminta haknya dia takut suaminya tidak tertarik dengannya tapi Amanda sangat gengsi untuk mengatakan yang dia inginkan.


Setelah mereka saling bertemu cukup lama dan waktu pun sudah malam Amanda pun pamit untuk kembali ke hotel.


"Mas ini udah malam aku mau ke hotel dulu nanti mereka malah nyariin aku gimana,"


"Sebentar, 10 menit lagi." ucap Vero dengan membenarkan posisinya di paha Amanda sang istri.


Amanda yang melihat ke manjakan suaminya pun tersenyum bagaimana tidak saat di kantor dia sangat tegas dan berkarisma, namun saat di rumah atau sedang berduaan sangat manja seperti anak kecil.


"Udah mas ih," Amanda mengalihkan kepala Vero ke bantalan sofa.


"Kamu mah gak seru," dengan muka cemberut.


"Kalau gitu aku ke hotel dulu ya,"


"Tidur sini aja," ajak Vero tidak ingin di tinggal.


"Enggak aku ke hotel aja,"


Kemudian Amanda pun melenggang pergi ke hotel, seperti biasa saat keluar rumah mewah tersebut Amanda mengendap-endap seperti maling agar tidak terlihat oleh orang lain apa lagi pegawai di kantornya.


Setelah memastikan tidak ada orang pun Amanda pun mulai berjalan santai menuju ke arah hotel.


Sayangnya Amanda tidak menyadari bahwa saat dia keluar dari rumah tersebut ternyata Mita melihat tersebut serta memotret itu dan mengirimkan foto tersebut ke Jenifer model iklan yang sangat tergila-gila dengan Vero.


"Mampus Lo Manda," ucap mita dalam hati.


"Salah sendiri elo godain pak Vero, gue gak akan terima, gue suka sama pak Vero. Manda tapi elo dengan enaknya ngerebut pak Vero dari gue," isi hati Mita.


"Semoga saja tidak ada yang ngelihat aku keluar dari villanya ini," ucap Manda pelan sambil berjalan pelan menuju ke arah hotel.


Sampai di hotel Amanda baru lega karena tidak ada yang memergokinya.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2