
Saat Vero sampai di ruang tamu dia melihat sang istri baru saja makan.
"Ini sayang," ucap Vero membuat Amanda dan mama segera melihatnya.
"Eh mas udah balik," sahut Amanda.
Vero segera memberikan pesanannya kepada sang istri.
"Ini seblak nya," ucap Vero.
"Makasih mas."
"Kamu habis makan sayang?" tanya Vero karena ada piring ditangan Amanda.
"Iya istri kamu baru aja makan nasi goreng buatan mama." jawab mama Ratna.
"Masih ada gak ma, Vero juga mau." rengek Vero kepada sang mama.
Mama yang melihat tingkah Vero pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa anak dan mantu sama-sama manja kepada sang mama.
Moments tersebut pun tak luput dari pandangan mbok Yem yang juga tertawa kecil melihat kejadian tersebut.
"Ada kok," jawab mama Ratna.
"Beneran?" tanya Vero dan di angguki oleh mama Ratna.
"Mbok tolong bawa ke sini ya," sahut mama Ratna kepada mbok Yem.
"Baik bu." balas mbok Yem dan segera mengambilkan nasi goreng yang memang mama Ratna siapin untuk sang anak.
Mbok Yem pun datang dengan membawa makanan ditangannya, Vero yang melihat itu pun tak sabar dan ingin segera menyantapnya.
"Makasih mbok." ucap Vero saat nasi gorengnya sudah berada didepannya.
Sementara Amanda membawa seblak ditangannya pun tiba-tiba lapar kembali padahal dia baru saja makan.
"Kamu makan lagi sayang?" tanya mama Ratna kepada sang menantu.
"Iya ma." jawab Amanda.
"Perut kamu gak papa?"
"Enggak kok ma, Amanda pingin banget." ucap Amanda dengan hampir saja meneteskan air liurnya.
"Ya udah kamu makan, tapi kalau gak kuat jangan di terusin ya." ucap mama Ratna.
Amanda pun memakan seblak nya dan Vero pun memakan nasi goreng buatan mama nya itu.
Vero yang melihat sang istri pun bertanya.
"Sayang kamu enggak kenyang?" tanya Vero dan mendapat gelengan kepala.
"Kamu mau mas," tawar Amanda kepada sang suami.
"Enggak kamu makan aja," jawabnya kemudian melanjutkan makan nasi gorengnya begitu pun Amanda yang melanjutkan memakan seblak nya.
Setelah beberapa saat Vero pun menghabiskan nasi gorengnya dan tak lama kemudian Amanda pun menghabiskan seblak pedasnya sendirian.
Padahal Vero memesan dua porsi seblak pedas semuanya, mama Ratna yang melihat menantunya itu pun tak habis fikir dengan prosi makan sang menantu.
Mama tadi juga sempat tanya kepada mbok Yem apakah porsi makan menantunya itu sebanyak ini.
mbok Yem hanya bilang kalau istri majikannya itu akhir-akhir ini saja makan dengan porsi banyak padahal dulunya seperti makanan orang biasanya.
__ADS_1
Dan mbok Yem juga memberitahukan mama Ratna kalau Amanda sekarang juga tambah gemuk mungkin efek dari seringnya makan.
Di sisi lain Amanda pun beristirahat dan menyenderkan tubuhnya di kursi, mama Ratna sekilas memperhatikan tubuh sang menantu dan melihat apa benar yang diucapkan oleh mbok Yem.
Dan benar saja saat diamati lebih dalam memang tubuh Amanda bertambah besar dari biasanya tapi tidak terlalu menonjol jadi siapa pun yang melihatnya pasti merasa bahwa Amanda sama saja.
"Amanda kamu kok tambah gemukan?" tanya mama Ratna memancing reaksi sang menantu.
Amanda pun melihat sang mami dengan wajah sedikit kecewa karena kelemahan seorang wanita ialah ditanya tentang berat badan.
Tapi jujur baru-baru ini Amanda juga merasa seperti itu entah kenapa.
"Iya sih ma, Manda juga ngerasa ya kayak gitu."
"Kamu udah pernah timbang?" tanya mama Ratna dan di angguki oleh Amanda.
"Pernah ma, waktu awal Manda timbang 48 kg kemarin timbang lagi 50 kg." jawab Amanda.
"Mungkin gara-gara kamu sering makan kali ya sayang akhir-akhir ini," ucap mama Ratna.
"Mungkin."
Vero yang melihat tingkah mama dan sang istri pun bingung harus berbicara apa.
"Amanda enggak gemuk kok ma." ucap Vero saat mama dan Amanda cukup tenang.
"Kamu apaan sih ikut-ikutan aja," balas mama Ratna.
Mereka pun tertawa bersama dan saling membagikan cerita satu sama lain atau tepatnya mama Ratna bercerita tentang masa kecil sang anak.
"Udah ma,malu-malu in aja." ucap Vero setelah semua dibongkar oleh sang mama.
"Iya udah."
Entah kenapa Amanda dari tadi setelah makan seblak dia merasa kalau perutnya sangat tidak enak dan ingin menuntaskan sesuatu namun ia tahan.
Mama Ratna dan Vero yang tadinya sedang asyik berbicara pun menghentikannya dan menghampiri sang istri yang berada di kamar mandi.
Vero sangat khawatir dengan keadaan sang istri.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero kepada sang istri.
"Sayang kamu kenapa?" tanya mama Ratna juga.
Amanda sedang memuntahkan semua yang bisa ia muntah kan, namun sayang tidak ada apapun yang keluar dan hanya cairan saja.
Vero pun memijat tengkuk sang istri agar lebih enakan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero kembali saat Amanda sudah keluar dari kamar mandi.
"Enggak tahu mas aku lemes banget," ujar Amanda sambil memegang tangan sang suami karena sangat lemas untuk berjalan sendiri.
Sedangkan mama Ratna sepertinya entah mendapat pertanda dari mana tiba-tiba menyuruh Amanda untuk segera ke dokter dan memeriksakan keadaannya.
"Mending kamu ke rumah sakit aja sayang, nanti mama buat janji sama dokter keluarga Pradikta," ucap mama Ratna serius.
"Tapi Amanda enggak apa-apa ma." tolak Amanda.
"Enggak kamu harus turutin mama kali ini." tegas mama Ratna.
Mau tidak mau Amanda pun menuruti ucapan sang mama mertua.
Sengaja memang dokter Sari tidak dipanggil ke mansion mereka karena Amanda meminta agar dia ke rumah sakitnya saja karena tidak enak jika menganggu pekerjaannya.
__ADS_1
"Ya udah buruan sana jangan lupa kasih mama kabar yang baik ya," ucap mama Ratna sambil tersenyum sumringah.
Mereka pun segera berangkat, kali ini Vero menemani sang istri karena takut terjadi apa-apa.
🥕🥕🥕
Saat mereka sudah sampai di rumah sakit Amanda dan Vero pun segera menuju ruangan dokter Sari.
Keluarga Pradikta memiliki dua dokter yaitu dokter Ramon dan juga dokter Sari.
Dokter Ramon biasanya menangani para lelaki sedangkan dokter Sari menangani para wanita di keluarga Pradikta.
Dokter Sari dan dokter Ramon adalah pasangan suami istri dan juga sahabat mama Ratna dan papa Hendra.
Setelah sampai di depan ruangan dokter Sari banyak pasien yang mengantri sehingga Vero segera menghubungi dokter Sari dan berkata bahwa dia sudah berada di depan ruangannya, karena mama sudah membuat janji sebelum datang ke sini.
^^^[Dok, saya sudah sampai.]^^^
[Baik ver tunggu sebentar.]
Kemudian Vero dan Amanda pun menunggu di depan ruangan dan beberapa saat kemudian dokter Sari muncul dan menyuruh untuk mereka segera masuk ke ruangannya.
"Masuk Ver."
Vero dan Amanda pun masuk keruangan tersebut ;anyak pasien yang iri karena dia bisa langsung masuk tetapi mereka juga tahu bahwa orang yang baru masuk itu adalah keluarga Pradikta.
"Ada apa ini Ver kok tumben enggak manggil saya ke rumah langsung?" tanya dokter Sari karena biasanya dokter Sari lah yang langsung ke rumah.
"Enggak dok,"
"Ini pasti Amanda ya?" tanya dokter Sari kepada Amanda.
"Iya dok." jawab Amanda.
"Wah ternyata bener ya kata mama mu kalau menantunya sangat cantik," ujar dokter Sari.
"Terima kasih dok atas pujiannya." jawab Amanda.
"Kamu berarti anak dari Bram sama delima?" tanya dokter Sari pada Amanda
"Iya dok."
"Wah dunia sangat sempit banget ya ternyata." ujar dokter Sari sambil tertawa ringan.
"mama dan papamu juga teman dokter loh Manda" ucap dokter Sari.
Amanda pun hanya bisa tersenyum dengan ucapan dokter Sari.
"Oke kita kembali ke topik," ucap dokter Sari.
"Ada keluhan apa?" tanya dokter Sari kemudian dijawab oleh Amanda.
"Saya sering pusing sekali dok dan lemas, kemudian nafsu makan saya bertambah lebih banyak, terus beberapa hari ini juga sering muntah tapi tidak ada yang keluar," sahut Amanda panjang lebar.
"Sebentar saya periksa sebentar ya."
Kemudian dokter sari pun memeriksa tubuh Amanda dengan hati-hati.
Vero yang melihat pun sangat gugup takut ada sesuatu yang berbahaya untuk sang istri.
Setelah pemeriksaan dokter sari pun memberitahukan tentang permasalahan yang terjadi.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>