
Setelah membersihkan diri mereka dari tepung, Amanda dan mama Ratna pun segera turun menghampiri para lelaki yang berada di ruang tamu.
"Gitu kan cantik," goda papa Hendra kepada sang istri.
"Ih papa mah gombal terus," balas mama Ratna sambil duduk di samping sang suami dan diikuti Amanda yang duduk di samping Vero.
Mereka pun memakan bolu ya di buat tadi hingga habis, setelah itu saling berbincang-bincang hingga mama Ratna dan papa Hendra izin pamit terlebih dahulu.
"Kalau begitu mama sama papa pulang dulu ya sayang," pamit mama Ratna.
Amanda rasanya sedih karena mama Ratna dan papa Hendra harus pergi, rumahnya akan terasa sunyi lagi tidak ada yang mengajaknya berbincang-bincang kecuali sang suami.
"Iya, mama sama papa hati-hati ya." sahut Vero.
"Iya ma." Amanda membalas ucapan sang suami sambil melambaikan tangannya saat orangtuanya sudah pergi dengan mobil.
Mama Ratna dan papa Hendra menghampiri mereka tadi ingin memberitahukan kalau mama Ratna dan papa Hendra akan berlibur ke Bali dan mungkin akan lama dan bisa saja menetap, itu lah yang membuat hati Amanda sedih karena akan jauh dengan mama dan papa mertua nya.
"Udah, masuk yuk." Vero mengajak sang istri untuk masuk.
Amanda pun mengikuti sang suami dan masuk ke dalam, Vero mengetahui perasaan sang istri pasti berat di tinggal jauh oleh maminya, karena saat Vero bekerja jauh atau lama di luar kota pasti mama Ratna dan papa Hendra nya yang akan menemaninya karena orang tuanya berada di Bandung, sekarang mama Ratna dan papa Hendra pergi ke Bali entah berapa lama membuat Amanda pasti sedih.
"Udah ya gak usah sedih lagi," ucap Vero menenangkan sang istri.
"Iya mas, aku gak sedih kok." sahut Amanda mencoba tegar.
"Ya udah sekarang kita mendingan istirahat aja ya, pasti kamu capek."
"Iya mas."
Mereka pun mengistirahatkan tubuhnya dan dalam sekejap larut dalam heningnya malam.
Kehidupan Sepasang suami istri ini harmonis dan banyak yang menganggap mereka adalah panutan suami istri lainnya.
Amanda sudah tidak bekerja lagi di YP COMPANY dan berada di rumah saja, karena sang suami yang melarangnya untuk bekerja dan lebih menyuruh sang istri di rumah karena Vero bisa membiayai sang istri tanpa Amanda harus bekerja cari uang.
Awalnya Amanda sangat menolak jika dia harus berhenti bekerja, namun lama-kelamaan Amanda pun menuruti ucapan sang suami.
Dan juga nasihat dari orangtuanya bahwa dia harus menuruti suaminya, karena Vero lah yang mengerti tentangnya.
🥕🥕🥕
Hari ini Amanda berencana untuk membawakan bekal makan siang untuk sang suami di kantor, dengan senang hati Amanda membuatkannya sendiri bekal dengan keterampilannya membuat makan siang.
Dengan senang Amanda sudah sampai di depan kantor sang suami, saat dia masuk semua karyawan memberi hormat padanya karena mereka tahu bahwa sekarang Amanda adalah istri bos mereka sekaligus nyonya mereka.
__ADS_1
Namun sebelum menuju ke ruangan sang suami Amanda pun menyempatkan untuk bertemu teman-temannya yang berada di ruang pemasaran dan kebetulan sekali sekarang sedang ada perayaan ulang tahun pak Ardi sehingga divisi pemasaran sekarang tidak terlalu sibuk.
"Manda," sapa Risa saat melihat temannya itu masuk.
"Hai Ris."
"Amanda, kenapa ke sini?" tanya pak ardi dengan penasaran.
"Enggak cuma mau nganter bekal makanan aja terus pingin nyamperin kalian aja, eh ternyata ada pesta nih." Amanda menjawab.
"Ini ada perayaan kecil-kecilan untuk ulang tahun pak Ardi," sahut Dino.
"Yuk, kita rayain bersama Man." ajak Anggi.
"Aku sih pingin, tapi aku harus ke atas." balas Amanda.
"Ya udah, sana gih keburu pak Vero kelaparan." Risa pun menyuruh Amanda untuk segera naik.
"Ya udah, aku ke atas duluan ya." Amanda pamit ke semua orang.
"Iya Manda."
Kemudian Amanda pun keluar dari ruangan pemasaran dan segera naik ke atas keruangan sang suami.
Sedangkan di sisi lain Vero sedang bekerja namun di luar ada sebuah ketukan membuat dia mengalihkan pandangannya.
Tanpa ada respon seseorang langsung menerobos masuk setelah mbk Ida menghalanginya untuk masuk namun kekuatan wanita tersebut bisa membuat mbk Ida kalah.
"Rebecca," ucap Vero syok.
"Vero," balas wanita tersebut yang di ketahui bernama Rebecca.
Rebecca adalah teman kampus Vero yang juga cewek yang pernah di taksir olehnya waktu kuliah dulu, namun mereka tidak berpacaran karena waktu itu Rebecca sudah memiliki pasangan dan akan segera menikah.
Saat lulusan Rebecca juga langsung menikah dengan pasangannya dan tinggal di luar negeri sehingga mereka lost contact, namun siapa sangka hari ini Rebecca malah datang ke kantornya.
"Silahkan duduk," sahut Vero datar menyuruh Rebecca untuk duduk.
"Ada apa?" tanya Vero yang juga duduk di depannya.
"Vero, aku akan cerai dengan suamiku." Rebecca memberitahu Vero hal itu.
Vero yang syok pun bertanya kembali kepada Rebecca, pasalnya semoga orang tahu bagaimana harmonisnya pasangan mereka berdua.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Aku sudah tidak kuat Ver, Frans selalu menyakitiku." sahut Rebecca.
Vero pun diam sesaat tidak mengeluarkan suaranya, dia bingung harus berbuat apa karena dia tak tahu harus bagaimana, dia merasa kasihan namun dia tidak bisa membantu Rebecca.
Vero sudah memiliki Amanda istrinya dan tidak mungkin dia akan membawa Rebecca pulang, dan juga dia sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Rebecca.
"Kamu yang sabar aja ya," ucap Vero menenangkan karena hanya itu yang dia bisa sekarang ini.
"Vee, aku mohon bantu aku." Rebecca memohon kepada Vero.
"Aku akan bantu kamu sebisaku, tapi aku mohon kamu selesaikan permasalahan kamu dengan suami kamu."
"Iya Ver pasti."
"Kamu juga harus tahu kalau aku juga sudah menikah, jadi nanti kamu urus semuanya sama Angga saja asistenku." sahut Vero dan kebetulan Angga berada di dalam dan mendengarkan semua percakapan mereka.
"Iya Ver."
Setelah itu Angga pun keluar dan menyiapkan semuanya, setelah itu Rebecca pun mendekati Vero dan memintanya untuk memeluknya sebentar karena dia sangat capek.
"Ver, aku boleh peluk kamu sebentar gak, aku capek banget."
Vero pun bingung namun tetapi mengiyakan keinginan Rebecca, Rebecca segera memeluk erat Vero, namun Vero tidak memberikan respon sama sekali.
Sedangkan di luar ruangan, saat Angga sedang menyiapkan tiba-tiba ada sapaan.
"Mbk Ida, Angga." sapa Amanda dengan sopan.
Membuat mereka berdua melihat ke arah Amanda dengan muka syok seperti sedang terkejut dengan kedatangannya.
Dari wajah mereka berdua ada rasa ketakutan dan kegelisahan, entah apa yang mereka pikirkan sehingga membuat mereka saling berpandangan.
"Kalian kenapa?" tanya Amanda.
"Enggak, kita gak kenapa-kenapa kok." Mbk Ida menjawab pertanyaan dari Amanda.
Amanda pun berjalan menuju ke arah pintu ruang presdir, saat dia membuka pintu dia melihat pemandangan langka sekali yaitu sang suami yang sedang memeluk seorang wanita seksi.
Vero yang mendengar suara pintu terbuka pun segera melihat pintu tersebut, dan betapa terkejutnya ternyata itu adalah sang istri yang masuk ke ruangannya.
Vero segera melepaskan pelukan Rebecca yang masih memeluknya dengan segera.
"Sayang," panggil Vero namun Amanda mencoba untuk tenang dna keluar dari ruangan tersebut.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>