Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 29_Perang Dunia Ke 3


__ADS_3

Dengan berat hati Manda pun menuju ke ruangan presdir, saat sudah sampai Manda pun disuruh untuk duduk oleh Vero sang suami dan bos nya sekaligus.


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu dan kenapa bapak menyuruh saya kesini," ucap Manda sangat sopan.


"Duduk," perintah Vero akhirnya Manda pun duduk.


"Ayok kita makan," jawabnya sambil berdiri menghampiri Manda yang sedang kebingungan.


"Saya masih banyak tugas pak yang harus dikerjakan kalau bapak lapar dan ingin makan siang silahkan kalau begitu saya kembali ke ruangan saya pak," ucap Manda sambil beranjak dari duduknya.


"Manda kamu dengerin saya! Kenapa sih kamu belum makan dari tadi, kamu cuma bekerja terus kalau kamu sakit gimana? Kalau saya bilang makan ya makan saya ini suami kamu," ucap Vero sambil meninggikan suaranya dan Manda pun berhenti.


"Iya mas entar aku makan," sambil menoleh ke arah Vero.


"Gak! Sekarang ini udah saya pesenin makanan kalau kamu gak mau kalau gitu gak usah kerja lagi di rumah saja," ancam Vero membuat Manda langsung duduk dan membuka bungkus makanannya.


"Ayok makan katanya suruh makan," ajak Manda.


"Oh iya ayo,"


Setelah itu mereka pun makan dengan tenang tanpa membuka suara sama sekali dan sesekali Vero melirik istrinya yang sepertinya marah karena dia mengancam agar tidak usah bekerja lagi.


Selesai makan Vero pun menanyakan apakah dia marah.


"Sayang apa kamu marah?" tanya Vero.


"Enggak,"


"Kalau udah gak ada lagi saya permisi dulu ya pak," lanjut Manda lagi sambil berdiri dan meninggalkan Vero sendiri tanpa menunggu jawaban dari dirinya.


Manda keluar dari ruangan presdirnya dengan kesal dan marah karena seenaknya sang suaminya mengancam dia kalau gak usah kerja lagi.


Saat keluar dari ruangan Vero Angga melihat istri bosnya tersebut keluar dengan wajah yang kesal.


"Siang nyonya," sapa Angga sopan yang membuyarkan lamunan kesal Manda.


"Eh iya siang gak usah panggil gitu pak Angga panggil Manda aja pak,"


"Gak enak nyonya, dan nyonya jangan manggil saya pak panggil Angga saja,"


"Gak papa takut malah ada yang tahu,"


"Baik kalau gitu Manda bagaimana makan siang nya?" tanya Angga membuat Manda mengingat ancaman Vero tadi.


"Gak tahu tanya aja sama pak Presdir itu kalau gitu saya permisi dulu ya ngga," pamit Manda.


"Baik nyonya," dan Manda pun meninggalkan lantai Presdir menggunakan lift karyawan dengan kesal.


Saat Manda sudah tidak ada di ruangan Angga pun mulai membuka suara.


"Kayaknya akan ada perang dunia ke tiga ini mbk," ucap Angga ke mbk Ida.


"Iya ngga siap-siap aja lah,"


"Iya mbk," diakhiri dengan tawa mereka.

__ADS_1


🥕🥕🥕


Manda yang telah kembali ke ruang kerjanya dan melihat rekan rekannya juga sudah kembali dari makan siangnya.


"Dari mana aja elo Man?" tanya Dino.


"Biasa ada beruang ngamuk." jawabnya membuat karyawan lainnya bingung dan Risa yang mengetahui maksud dari Manda pun tertawa paling keras.


"Elo kenapa ris sehatkan?" tanya Anggi.


"Iya sehat kok," jawabnya sambil mengusap air matanya yang keluar karena tertawa tadi.


"Puas elo ris?" sahut Manda dengan muka kesalnya.


"Iya iya maaf Manda ku sayang,"


"Kalian ini pada ngomongin apaan sih beruang apa lagi yang elo bicara in?" sahut Dino yang memang tidak mengerti maksud dari beruang ngamuk.


"Udah elu gak perlu tahu," jawab Risa singkat kemudian menyuruh nya untuk kembali bekerja.


Tak terasa sekarang sudah waktunya jam pulang kantor Manda yang masih banyak kerjaan akhirnya memutuskan untuk menyelesaikannya sebentar dan para pegawai pun mulai pulang.


"Manda elo gak pulang?" tanya Risa.


"Nanti aja ini gue selesai in dulu kerjaan gue biar gak numpuk." ucap Manda.


"Kalau gitu kita duluan ya," pamit Dino.


"Iya ati-ati ya,"


Setelah mereka pergi dan kantor mulai sepi, Manda tetap saja mengerjakan kerjaannya,


dan tak terasa sudah jam 7 malam yang artinya dia sudah lembur hampir 2 jam karena pulang kantor nya jam 5 sore tadi.


🥕🥕🥕


Di sisi lain Vero yang memang selalu pulang malam karena mengerjakan tugasnya, saat dia akan pulang dan saat menyusuri kantor tidak sengaja dia melihat ruangan tempat karyawan pemasaran masih menyala.


Dengan penasaran Vero pun mendatangi ruangan tersebut dan yang dia lihat adalah istrinya sendirian sedang mengerjakan berkas yang masih saja menumpuk.


Vero yang melihat itu pun menghampiri Manda tanpa sepengetahuan nya, kemudian Vero mendekatinya dan berdiri di sampingnya.


Manda yang sedang melakukan perenggangan tubuhnya karena capek pun dibuat terkejut dengan kedatang suaminya.


"Eehhh astaga capeknya," dengan kagetnya dan mendorong tubuhnya sendiri sehingga hampir terjatuh sontak Vero pun reflek menolong sang istri.


"Ati-ati nanti jatuh,"


"Iya tau," kemudian Manda pun kembali ke tempat duduknya.


"Kamu kenapa masih di kantor?"


"Ya kerja lah,"


"Tapi kan udah malem ini,"

__ADS_1


"Siapa juga yang bilang ini pagi," ucap Manda dengan sewot nya.


"Ya udah sekarang mending kita pulang,"


"Kalau mau pulang ya pulang aja tahu rumahnya kan saya masih banyak kerjaan pak,"


"Kamu ini kenapa sih masih marah gara-gara masalah tadi hem,"


"Enggak."


"Bener?"


"Ya udah kalau gitu," ucap Vero sambil menarik satu kursi untuk dia duduki agar dekat dengan Manda.


Manda yang melihat Vero menarik kursi pun bingung jangan-jangan Vero mau menunggunya sampai selesai.


"Kamu kenapa masih di sini dan duduk malah?"


"Ya nungguin istrinya lah yang sibuk banget ini,"


"Ngapain di tungguin kalau mau pulang ya silahkan,"


"Gak usah nunggu kamu aja ya masa suami pulang tapi gak di sambut istri sih," ucap Vero sambil menyenderkan kepalanya di bahu sang istri.


"Ih kamu jangan gitu mas nanti kalau ada orang gimana hem bisa gawat tahu,"


"Gak akan ini kamu udah jam pulang kerja semua nya sayang udah kerjain aja kerjaan kamu aku tungguin,"


Akhirnya Manda pun mengerjakan tugasnya namun karena dia tidak bisa konsentrasi karena ada Vero, dan akhirnya memutuskan menyudahi kerjaannya dan memilih untuk pulang.


"Yok pulang mas,"


"Udah selesai?"


"Besok aja dilanjutin,"


"Bener,"


"He'em,"


Mereka pun meninggalkan kantor dan menuju ke rumah mereka.


Dalam perjalanan karena Manda sangat lelah tanpa terasa kantuk mulai menyerangnya dan akhirnya dia pun tertidur di mobil entah tak tahu apakah sudah sampai apa belum.


Vero yang melihat istrinya tertidur lelap sampai tak tega membangunkannya saat sudah sampai di rumah al hasil Vero pun menggendong Manda sampai di kamar mereka.


Saat berada di gendongannya Vero, sepertinya Manda kurang nyaman dengan posisinya dan mulai mencari titik ternyaman nya membuat Vero menghentikan langkahnya dan membenarkan posisi Manda dan lanjut menuju ke kamar mereka dan menaruhnya di ranjang untuk istirahat lebih nyaman.


Setelah menaruh sang istri di kasur Vero pun masuk ke kamar mandi dan mulai menyegarkan tubuhnya karena dia sibuk seharian di kantor.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2