Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 87_Kantor Sibuk


__ADS_3

Jam menunjukkan waktunya untuk pulang, Vero sedang menunggu sang istri di parkiran dan saat keluar Amanda segera masuk ke mobil, Vero segera menancapkan gas mobilnya dan meninggalkan kantor menuju ke rumah mereka.


"Kamu kenapa?" tanya Vero melihat sang istri sepertinya sedang murung.


"Enggak mas." bantah Amanda.


Vero pun tidak menanyakan lagi, mungkin sang istri sedang banyak tugas di kantor.


"Mas aku mau ke Bandung." ucap Amanda karena merasa sangat rindu dengan orangtuanya.


"Kamu mau ketemu mama sama papa?" tanya Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.


"Iya mas, aku udah lama gak ketemu mama sama papa," jawab Amanda dengan murung.


Entah kenapa hari ini dia sangat merindukan orang tuanya, mungkin karena sudah beberapa bulan dia tidak bertemu mereka.


"Ya udah, weekend nanti kita ke Bandung ya," sahut Vero membuat mata Amanda berbinar.


"Bener ya," sahut Amanda memastikan.


"Iya."


Kemudian raut wajah Amanda pun mulai berubah senang, Vero yang melihat itu pun ikut senang karena istrinya sudah tidak murung lagi.


Setelah itu mereka sampai di mansion dan masuk ke dalam, keesokan harinya Amanda sudah sampai di kantor, namun Vero belum sampai karena dia ada rapat di luar, jadi Amanda tadi di antar oleh pak Ilham.


"Tumben Man udah dateng," ucap Risa saat baru sampai.


"Iya, aku dianter sama pak Ilham," ujar Amanda.


"Loh suami elo mana?" tanya Risa.


"Dia ada rapat penting di luar," jawab Amanda mendapat anggukan dari Risa karena sang pacar juga bilang kalau ada rapat penting.


Sekarang ini kantor sedang sibuk karena ulang tahun perusahaan tinggal beberapa minggu lagi.


Tidak terasa memang, padahal kemarin seperti masih tiga bukan lagi tapi sekarang sudah tinggal beberapa minggu, karena itu semua karyawan sekarang lebih sering rapat untuk kegiatan.


Dan untuk acara sendiri akan dilakukan di hotel grand YP, karena itu salah satu hotel milih keluarga Pradikta sehingga di sana lah diadakannya pesta ulang tahun.


Untungnya Amanda tidak ikut dengan rapat tersebut hanya Anggi dan Dino dari divisi pemasaran yang sibuk mengadakan rapat.


Jam makan siang pun sudah tiba Amanda, Risa dan juga Anggi memutuskan untuk makan siang di kantin.


Amanda sudah tidak terlalu khawatir kalau para pegawai nanti kalau menyerangnya, karena sepertinya sang suami sudah mendengar bahwa sang istri di lempari telur.


Jadi kemarin semua karyawan mendapat peringatan jika ada yang melakukan hal yang tidak pantas kepada karyawan YP COMPANY.


Amanda dan yang lainnya pun sampai di kantin, setelah mengambil makanannya dia segera menuju ke meja paling ujung.


Meski sudah tidak separah kemarin, tetapi dari tatapan para karyawan kepadanya bisa dikatakan masih banyak yang mencemoohnya.


"Man elo pesta ulang tahun perusahaan nanti dateng?" tanya Risa.


"Gak tahu," jawab Amanda acuh tak acuh.


"Dateng ya Man, gue nanti gak ada temennya." bujuk Risa dengan manja.


"Kan ada Anggi," ujar Amanda.

__ADS_1


"Anggi kan sibuk, dia kan jadi panitianya."


"Oh iya sih."


"Ikut ya," minta Risa.


"Aku gak bisa janji, nanti gue minta izin dulu sama suami aku," jawab Amanda.


"Yey."


Kemudian mereka pun melanjutkan makan siangnya, setelah selesai mereka segera melanjutkan pekerjaannya, Anggi yang sedang sibuk pun pamit karena dia ada rapat lagi.


🥕🥕🥕


Sedangkan Vero pagi hari dia sudah harus rapat dengan klien penting, sebenarnya dia sangat tidak tega membiarkan sang istri berangkat sendirian karena sedang hamil meski diantar oleh pak Ilham.


Vero sangat lama dalam melakukan rapat hari ini sehingga dia baru selesai saat jam hampir makan siang, Vero pun memutuskan untuk makan siang di restoran tersebut dengan Ardi.


"Wah capek banget gila, lama lagi rapat hari ini." ucap Ardi dengan merenggangkan tubuhnya.


"Namanya juga rapat, ya pasti lama lah." sahut Vero.


Saat Vero dan Ardi sedang makan siang banyak orang yang melihat mereka, karena siapa yang tidak tahu dengan Vero Nahlu Pradikta seorang presdir tampan.


Mereka tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung, karena sangat sulit untuk melihatnya.


"Lihat tuh Ver, banyak banget pembeli wanita yang ngelihat elo," ucap Ardi.


Vero hanya diam saja tidak memperdulikan tatapan semua orang, setelah selesai Vero segera mengajak Ardi untuk kembali ke kantor karena dia harus segera rapat untuk perayaan pesta ulang tahun perusahaan.


Saat sampai kantor Vero segera masuk ke ruang rapat yang sudah di penuhi oleh karyawan yang terlibat dalam acara.


Di sisi lain Risa pamit kepada Amanda karena dia ada janji akan berkencan dengan sang pacar siapa lagi kalau bukan pak Ardi yang sudah menunggunya di parkiran.


Anggi juga ikut pamit karena dia harus segera mengerjakan tugas kantornya yang dia bawa pulang.


Tinggal beberapa karyawan saja dan Amanda tentunya, karena pekerjaan tidak terlalu banyak sehingga Amanda juga pulang lebih cepat dan dia meminta untuk pak Ilham menjemputnya karena dia tahu pasti sang suami sedang sibuk.


Setelah sampai mansion benar saja sang suami belum datang, setelah mandi dan mengganti bajunya dia segera turun ke bawa dan menuju dapur untuk memasak.


Dia sudah sangat lapar entah kenapa mungkin bawaan bayinya, saat masak Amanda sesekali mengelus perutnya yang masih rata.


"Baik-baik di sana ya sayang," ucap Amanda mengajak sang bayi untuk berbicara.


Mbok Yem yang melihat hal tersebut pun tersenyum dengan sikap sang majikan kemudian menghampirinya.


"Nyonya biar mbok saja yang masak," ucap mbok Yem.


"Enggak usah mbok, biar saya saja." ucap Amanda.


"Kalau gitu mbok bantu, gimana?" tanya mbok Yem dan Amanda pun menganggukkan kepalanya.


"Boleh mbok."


Setelah hampir satu jam bergelut dengan penggorengan akhirnya makanan pun jadi.


Amanda kali ini memasak banyak makanan hampir lima menu makanan dia buat dan sekarang sudah tersaji di meja makan.


Amanda memilih untuk menunggu sang suami pulang kemudian memakannya bersama.

__ADS_1


Mbok Yem tadi setelah masak izin untuk pulang karena anaknya sedang sakit dan Amanda pun mengizinkannya.


Sekarang sudah jam sembilan malam dan sudah hampir dua jam Amanda menunggu dan perutnya sangat lapar sekali, tapi dia ingin menunggu sang suami datang.


Tanpa sadar karena terlalu lama menunggu akhirnya dia pun tanpa sadar tertidur di meja makan.


Sedangkan Vero sedang repot dengan rencana pesta perusahaan yang sebentar lagi di gelar sehingga dia harus segera membereskannya.


Tanpa terasa ternyata sudah jam setengah sembilan, dia pun memutuskan untuk pulang karena dia sangat ingin segera bertemu dengan sang istri.


Dia hari ini tidak bertemu sama sekali dengan sang istri membuat dia merasa sangat merindukannya.


Setelah satu jam berkendara Vero pun sampai di mansionnya dan menuju ke dalam, saat dia tidak sengaja melihat meja makan dia melihat sang istri sedang tertidur dengan banyak makanan yang sudah tersedia di meja makan.


Vero pun menghampirinya dan menggendong sang istri untuk istirahat di kamar mereka.


Saat dalam gendongannya Amanda segera meringkuk di dalam pelukan dan seperti mencari tempat yang nyaman baginya.


Setelah menidurkan sang istri Vero pun menuju ke kamar mandi dan mandi.


Sedangkan Amanda setelah beberapa saat dia pun terbangun dan menyadari bahwa dia sudah berada di kamarnya.


Saat bangun Amanda mencari sang suami namun saat melihat pintu kamar mandi tertutup dia pun tenang.


Tak beberapa lama kemudian Vero keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri sudah duduk manis di kasur.


"Loh kok bangun sayang," ucap Vero melihat sang istri.


"Mas kok gak bangunin aku sih," ucap Amanda dengan muka jutek.


"Mas, gak tega ngelihat kamu sayang," ucap Vero.


"Mas udah makan?" tanya Amanda mendapat gelengan dari Vero.


"Makan yuk, aku tadi sudah masak banyak." sahut Amanda.


Mereka pun turun ke bawah dan menuju ke arah meja makan.


"Bentar mas, aku panasin dulu," ucap Amanda karena pasti makanan nya menjadi dingin.


"Aku aja," sahut Vero menggantikan sang istri.


Setelah selesai memasak makanan mereka pun makan dengan tenang, seperti biasa Amanda memakan banyak sekali makanan.


"Udah kenyang?" tanya Vero saat sang istri baru saja selesai makan, padahal Vero sudah selesai dari tadi.


"Udah."


"Anaknya papa ini udah kenyang juga sayang?" tanya Vero dengan menghampiri sang istri dan mengelus perut sang istri.


"Udah pa." ucap Amanda dengan menirukan suara bayi.


Mereka pun sangat senang dan tertawa sambil berbicara dengan sang bayi.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2