Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 21_Status Baru


__ADS_3

Vero pun semakin memojokkan sang istri namun setelah sangat dekat Vero langsung tersadar akan perbuatannya.


"Maaf," ucap Vero kemudian pergi meninggalkan Manda dengan kesal dan hampir kelepasan untuk meminta haknya.


Setelah itu Vero mandi dan membersihkan diri dan berdoa dalam hatinya semoga saja pernikahan ini bisa menjadi pernikahan yang membahagiakan.


Meski pun untuk saat ini belum ada cinta dari mereka namun Vero berusaha menjadi suami yang bisa mengerti hati istrinya, entah dengan sikapnya seperti ini bisa atau tidak.


Saat Vero selesai mandi, Manda masih bergulat dengan alat-alat yang menempel di kepalanya sambil dibantu oleh perias melepaskan barang-barang ditubuhnya dan mengganti pakaian menjadi lebih santai.


"Sudah nona kalau begitu saya permisi ya," sahut mbk Maya.


"Terima kasih mbk Maya," jawab Manda.


"Iya nona, mari pak saya duluan," pamit mbk Maya pada Vero.


"Iya mbk terima kasih," jawab Vero entah kata kramat untuk seorang Savero Nahlu Pradikta itu keluar begitu saja.


Setelah mbk Maya pergi tinggal lah Vero dan Manda berdua saja.


"Maaf aku tadi ya," ucap Vero menurunkan egonya.


"Iya mas aku juga minta maaf," balas Manda yang juga merasa bersalah sebagai seorang istri.


"Iya."


"Kalau gitu aku mandi dulu yang mas." ucap Manda.


"Iya kamu mandi aja,"


Setelah itu Manda pun mandi dan merendamkan diri di bathtub untuk menyegarkan badannya.


Hampir satu jam Manda mandi akhirnya dia keluar juga dengan menggunakan baju tidur nya.


Saat Manda keluar dia melihat Vero sedang bergulat dengan laptopnya yang sepertinya sedang ada kerjaan yang mendesak sehingga dia sangat serius hingga tidak menyadari bahwa Manda sudah keluar dari kamar mandi.


Setelah menyelesaikan semua urusan per skincare an malam nya Manda pun beranjak untuk tidur, saat baru duduk ditepian kasur Vero baru menyadari bahwa istrinya sudah keluar dari kamar mandi.


"Udah selesai mandinya?" tanya Vero.


"Udah dari tadi kali kamu nya aja yang terlalu sibuk emangnya ada kerjaan ya?"


"Iya ini ada pekerjaan mendadak tadi sebenar nya sebelum acara akad nikah aku dapet kabar dari perusahaan di Inggris kalau pabrik terbakar tapi untungnya gak ada korban jiwa cuma luka-luka aja," ucap Vero memberitahu kejadian kebakaran di pabriknya.


"Astaga ya udah kamu selesai in aja dulu masalahnya tapi jangan tidur malem-malem kamu sendiri pasti juga capek kan," ucap Manda khawatir.


"Iya ya udah kamu tidur aja dulu,"


"Iya aku tidur dulu ya,"


Setelah itu Manda pun membaringkan diri dan tak lama kemudian dia sudah menjelajahi alam mimpi nya.


Saat Vero tak sengaja melihat wajah sang istri yang tentram saat tidur membuat hati nya ikut sejuk melihatnya, setelah itu Vero tetap berkutat dengan laptopnya.


Saat sedang fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba ada pergerakan disebelahnya dan dia pun melihat Manda yang sepertinya tidak nyaman dalam tidurnya.


Sepertinya sedang mengalami mimpi buruk, akhirnya Vero menutup laptopnya dan bergabung tidur dengan Manda sambil memeluknya agar dia lebih tenang dalam tidurnya.


Sedangkan Manda pun mencari tempat ternyaman dan benar saja setelah Vero memeluknya tidak ada pergerakan lagi dari Manda dan Vero pun hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya itu.


Sebenarnya Vero ingin meminta haknya sebagai seorang suami tapi dia menunggu sampai sang istri siap untuk memberinya sendiri.


Dan karena belum ada rasa cinta dari mereka berdua sehingga Vero tidak ingin meminta lebih, mereka pun terlelap sambil berpelukan.

__ADS_1


Rembulan malam pun mulai menghilang dan digantikan oleh sinar mentari pagi, sepasang suami istri tersebut pun mulai menggeliat dan mencari tempat ternyaman dari tidurnya karena gangguan dari sinar matahari.


Vero pun perlahan membuka mata dan saat itu dia melihat Manda sedang tidur dengan nyamannya di pelukannya.


Tak lama kemudian Manda pun ikut bangun dan Vero pun pura-pura tidur.


Saat Manda bangun dia menyadari ada hal yang aneh saat dia melihat kesamping dia sangat syok karena dia tidur dengan memeluk Vero, buru-buru Manda melepaskan pelukannya.


Syukurnya Vero masih tidur dan belum bangun jadi tidak tahu itu lah pikir Manda.


"Syukur masih tidur," ucap Manda pelan.


Vero yang mendengar itu pun hanya bisa menahan tawa nya.


Hari pertama dengan status barunya, Manda mereka seperti mimpi saja karena sudah menikah.


Manda pun mandi dan ganti pakaian, saat dia keluar kamar mandi dia melihat Vero sudah bangun namun masih di dalam selimut.


"Bangun mas sana mandi bau tahu," ucap Manda.


"Mandi in," goda Vero.


"Astaga mandi sendiri kayak bayi aja sana," ucap Manda yang sebenarnya malu dan gugup dengan ucapan sang suami nya tadi.


"Iya princess," yang hanya mendapatkan senyuman dari Manda.


Setelah itu Vero pun beranjak dari kasurnya dan menuju ke kamar mandi, setelah selesai Vero pun keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan nya di pinggang sementara bagian atas menampakkan perut six pack nya melihat itu Manda pun terkejut.


"Astaga mas kenapa keluar kayak gitu sih," pekik Manda sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Yah gak ada bajunya di dalem sih," ujar Vero santai.


"Astaga lupa belum aku siapin," setelah itu Manda pun memberikan baju kepada Vero sambil menutup matanya dengan jari.


"Iya,"


Setelah beberapa saat Vero keluar dengan baju santai yang di pilih kan oleh Manda tadi, setelah siap mereka pun menuju ke meja makan yang berada di lantai dua.


Saat keluar dari lift mereka melihat keluarga dan sahabatnya sedang asyik menyantap makanannya.


"Cie pengantin baru dateng tuh," sahut Reza yang menyadari Manda dan Vero pun datang.


"Pakek gandengan tangan segala lagi," timpa Haikal.


"Iri ya elo pada," ejek Vero yang sudah berada di meja dan akan duduk.


"Iya lah," sahut Reza.


"Gimana-gimana sukses gak malam pertamanya?" tanya Haikal.


"Elo mau tahu atau mau tahu banget," sahut Vero membuat yang lainnya penasaran saja.


"Ya mau tahu banget kali," kata Haikal.


"Kepo udah makan sana,"


"Ih gak seru elo emang Ver ya," timpa nya lagi


"Biarin," sambil tertawa.


Setelah itu mereka pun menyantap makanannya, selesai menyantap makanannya Manda pun dihampiri oleh mama Ratna.


"Sayang gimana Vero main kasar gak sama kamu?" tanya mama Ratna sambil menggoda pasangan baru tersebut.

__ADS_1


.


"Enggak kok ma," sahut Manda yang memang Vero tidak mau kasar padanya.


Manda tahu arah perbincangan mama mertuanya itu padanya tetapi dia belum siap dan suaminya belum meminta haknya juga.


'maaf ma sebenarnya aku belum siap untuk itu karena belum ada cinta dari kami dan juga aku takut Vero tidak tertarik padaku,' isi hati manda.


"Syukur lah kalau gitu," ucap mama Ratna senang.


Setelah itu mereka pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di luar hotel, kebetulan hotel tersebut langsung terhubung dengan pantai sehingga mereka pun menuju ke pantai sambil bermain air.


Vero yang berada di bibir pantai yang melihat sang istri bahagia sambil bermain air pantai pun ikut tersenyum melihat itu.


"Gimana Ver kemarin?" tanya papa Hendra mengagetkan Vero.


"Apanya pa?"


"Masa gak tahu sih," goda papa Hendra.


"Ya gitu pa, aku menunggu Manda sendiri saja yang sudah siap dan juga dia sendiri yang memintanya karena aku tidak mau memaksakan diri, papa tahu sendiri kalau kita menikah karena perjodohan," ucap Vero dan mendapatkan anggukan dari papa Hendra.


"Iya kamu benar ver jangan memaksakan kasihan juga buat Manda, buat dia siap dengan sendiri nya."


"Iya pa."


"Oh ya papa dengar perusahaan kamu di Inggris kebakaran?" tanya papa Hendra.


"Iya pa."


"Terus gimana Ver?"


"Sepertinya Vero harus ke sana pa tapi Vero bingung gak mungkin ninggalin Manda apa lagi kita baru aja nikah pa." ucap Vero bimbang.


"Iya juga ya kalau gitu kamu pilih keputusan yang tepat dan kalau memang kamu harus ke sana buat Manda mengerti dengan pekerjaanmu agar dia tidak kesepian juga." tutur papa Hendra.


"Iya pa."


Setelah berbincang-bincang dengan papanya Vero pun masih memikirkan bagaimana cara memberitahukannya kepada sang istri karena memang ada hal yang sangat mendesak.


"Mas ayo masuk aja udah panas nih," sahut Manda membuyarkan lamunannya.


"Oh iya ayo gimana udah puas main airnya?" tanya Vero.


"Udah mas seru banget kamu kenapa gak main sih?"


"Gak ah nanti basah." ucap Vero.


'Ya iya lah namanya juga main air.' protes Manda dalam hatinya.


"Huh kamu gak seru," dengan gemas Vero pun mencubit pipi istrinya.


"Ih sakit tahu."


"Iya maaf sayang," ucap Vero membuat pipi Manda menjadi merah merona karena Vero memanggilnya sayang pertama kalinya.


"Ih pipinya kok merah sih," goda Vero.


"Ih udah ah yok masuk," ucap Manda sambil meninggal kan Vero sendirian.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2