
Karena terlalu fokus bekerja Manda sampai lupa bahwa sudah waktu nya jam makan siang.
"Manda gue duluan ya," sahut Risa padanya.
"Iya," jawab Manda singkat.
Kemudian dia pun membereskan meja kerjanya dan di lihatnya Vero mengirimkan pesan bahwa dia sudah di parkiran, Manda pun membalasnya dan berkata bahwa dia akan ke sana.
Saat keluar kantor dan menuju ke parkiran Manda melihat kanan dan kiri siapa tahu ada orang yang melihat, dan untung nya ternyata aman tidak ada yang melihat akhirnya Manda pun langsung berlari ke arah mobil Vero dan langsung masuk ke dalam.
Manda merasa ada yang aneh karena ditatap oleh Vero mungkin saja dia berfikir apa yang sedang wanita ini lakukan sampai harus berlari.
"Yuk jalan," sahutnya sambil menundukkan kepala agar tidak ada yang tahu.
"Kamu ini kenapa sih tadi pakek lihat kanan kiri kayak detektif aja sekarang nunduk suruh buru-buru," tanyanya Vero pada Manda.
"Udah jalan dulu nanti baru aku kasih tahu," sambung wanita itu.
"Iya ini jalan," ucapnya sembari menjalankan mobilnya menjauh dari perusahaan, dan akhirnya Manda bisa lega juga tidak perlu bersembunyi lagi.
"Sekarang kamu jawab pertanyaanku tadi," sahutnya.
"Pertanyaan yang mana?" ucap Manda dengan nada tidak tahu.
"Ya tadi kamu diparkiran," jawab Vero.
"Aku tadi takut kalau sampai ada yang tahu kalau aku naik mobil kamu," jawab nya.
"Kenapa takut kan kamu gak buat kesalahan," ucap Vero tidak habis fikir dengan sang calon istrinya itu.
"Gini ya pak bos, aku mau buat kesepakatan sama kamu." ujar Manda membuat Vero mengerenyitkan dahinya.
"Kesepakatan apa?" tanya Vero.
"Aku mau kamu sembunyikan statusku nanti kalau kita sudah menikah, aku gak mau sampek orang kantor semua tahu kalau aku istri kamu. Aku mau kita kayak karyawan dan atasan biasa aja," ucap nya panjang lebar.
"Kamu apaan sih mana bisa, berarti aku nanti jadi orang jomblo dong di kantor," balasnya.
"Vero aku mohon kamu kan sudah janji mau biarin aku kerja," timpa Manda.
"Iya udah tapi kalau kamu ada apa-apa langsung kabari aku ya," sambungnya.
"Iya, oh ya aku tadi ketemu sama mbk Ida dan mbk Ida bilang kalau dia dan pak Angga sudah tahu tentang pernikahan kita," sahut Manda dan di angguki oleh Vero.
"Iya papa yang ngasih tahu jadi ya aku ngasih tahu juga tadi pagi, oh ya dan kamu tahu Ardi kan?"
__ADS_1
"Ardi maksud kamu pak Ardi manajer pemasaran itu?" tanya Manda balik dan di angguki oleh Vero.
"Iya dia sahabatku dan rencana aku kasih tahu tentang pernikahan kita dan akan aku undang juga," sahutnya.
"Iya terserah sih tapi kamu juga bilang ya sama siapa aja deh yang tahu aku sama kamu pokoknya jangan sampek disebar aja beritanya," mewanti Vero dengan muka memohon kepada sang suami.
"Iya calon istri ku," jawabnya yang langsung membuat muka Manda memerah.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sampai di butik tante Mela.
"Yuk turun kita udah sampek," ajak Vero.
"Oh iya yuk."
Akhirnya mereka pun turun dari mobil dan menuju ke butik tante Mela.
Saat mereka ber dua sampai di butik datang seorang wanita paruh baya yang Manda tebak umurnya lebih tua sedikit dari mama delima dan mama Ratna.
"Hai Vero tampan dan siapa wanita cantik ini," ucap nya menyapa Vero dengan melihat ke arah Manda meminta agar Manda mengenalkan diri.
"Perkenalkan tante saya Amanda bisa panggil Manda saja," sapa Manda menggantung karena belum terbiasa dengan sebutan calon istri.
"Calon istri Vero tante," ucap Vero tanpa beban dan santainya.
"Astaga ini toh orangnya, ya ampun cantik banget sih gak salah emang Ratna sama Hendra cariin calon mantu." ucap tante Mela membuat Manda malu dibuatnya.
"Oh iya tadi mama mu juga udah kabarin tante kok."
"Ya udah sini tante ukur dulu Vero nanti baru calon mantu cantik ini," ucap tante Mela tak kalah menggoda Manda terus.
Setelah Vero mengukur pakaiannya sekarang giliran Manda untuk mengukur gaun pengantin nya.
"Sekarang calon mantu cantik tante sini sekarang kamu ya," ucap tante Mela.
"Iya tante," jawab Manda.
Saat sudah sampai ruangan untuk mengukur pakaian tante Mela malah berbicara.
"Astaga sayang kamu ini pakek apa aja kayaknya cantik aja deh kamu tenang aja pasti tante akan membuatkan baju pengantin yang megah, mewah, bagus pokoknya kayak pernikahan dongeng gitu," ucap tante Mela sangat antusias sedangkan Manda hanya bisa tersenyum canggung.
"Tante sebenarnya Manda lebih suka dengan gaun yang simpel namun elegan dan terkesan modern dan tidak terlalu glamor." ucap Manda berhati-hati agar tidak menyakiti hati tante Mela.
"Astaga udah cantik orangnya suka yang gak berlebihan semoga bahagia ya nak pernikahannya, kalau Vero macem-macem kamu tinggal bilang sama tante ya sayang." ucapnya.
"Iya Tante terima kasih."
__ADS_1
"Iya sayang."
Setelah mengukur untuk gaun pernikahan Manda pun kembali ke tempat di mana Vero berada.
"Oh ya berhubung kalian ada disini bagaimana kalau kita coba-coba gaun pengantin yang udah jadi, tante pingin banget kalian coba pakai gaun tante sekarang," ucap tante Mela membuat Manda dan Vero saling berpandangan.
"Udah gak usah pakek lirik-lirik," ucap tante Mela.
"Yuk Vero kamu sama deka terus Manda kamu sama tante ya," ucap tante Mela.
"Deka kamu urus Vero ya," ucap tante Mela menyuruh anak buahnya.
"Siap tante," ucap anak buah tante Mela dengan centilnya maklum lah.
Saat Manda sudah sampai di ruangan ganti Manda melihat gaun yang akan dia kenakan yang terlihat sangat bagus sekali.
Hingga Manda malah takut akan merusaknya namun dia juga senang karena bisa memakai gaun cantik ini.
"Astaga Manda kamu sangat cantik sekali, baru kali ini tante bertemu calon pengantin dengan gaun yang sangat pas di badannya. Kamu terlihat tambah cantik tante berani bertaruh ya nanti Vero pasti melongo melihat calon istrinya karena terlalu cantik," ucap tante Mela memuji dan sekaligus menggoda Manda.
Setelah selesai memakainya dia pun akan keluar dari ruang ganti tersebut.
"Calon pengantin sudah siap," ucap anak buah tante Mela yang membantu Manda menggunakan gaun tadi.
Saat tirai di buka dia bisa melihat Vero memakai setelan jas yang sangat pas di badannya dan sangat tampan sehingga membuat Manda kagum, dan Manda yang melihat Vero sedang melihatnya pun berfikir apakah jelek sehingga dia melihat dia seperti itu.
Vero akhirnya melangkahkan kakinya ke arah Manda namun dengan tatapan yang tak pernah lepas dari calon istri nya itu.
"Tuh kan benar kata tante, lihat tuh Vero terpesona melihat kecantikan kamu," ucap tante Mela dan Manda hanya bisa tersenyum dengan ucapan Tante Mela, semoga saja iya kalau terpesona tapi ternyata kalau ternyata tidak suka.
Vero akhirnya tepat di depan Manda dan tante Mela pamit undur diri, sehingga tinggal Manda dan Vero saja di ruangan tersebut, Manda pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Kenapa jelek ya kalau gitu ya udah aku ganti dulu deh," ucap nya.
"gak kok cantik, sangat cantik," sahut Vero tepat di telinga Manda sambil memegang tangan wanita tersebut agar tidak pergi untuk mengganti pakaian.
"Beneran?" tanya Manda.
"Iya sangat cantik," sambungnya membuat pipi Manda merah merona.
"Ya udah yuk tante Mela udah nungguin tuh," ucapnya sambil memberikan tangannya pada Manda agar bisa jalan, karena Manda pasti akan sulit jalan sendirian dengan gaun yang sangat berat dan panjang ini.
"Oh iya," sahut nya dengan menggandeng tangannya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>