Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 118_Menyusul


__ADS_3

"Aku juga mikir gitu mbk, kalau gitu aku telepon pak Hendra saja ya." ucap Angga dan mendapatkan persetujuan dari mbk Ida.


Drrrtttttt drrrtttttt


Saat ini papa Hendra sedang berada di villa Selandia Baru bersama istri dan menantunya.


"Siapa pa?" tanya mama Ratna.


"Angga." ucap papa Hendra.


"Buruan angkat."


Setelah itu papa Hendra pun mengangkat telepon dari Angga asisten sang anak.


^^^[Halo, ada apa ngga?]^^^


[Maaf tuan mengganggu waktunya, saya ingin memberitahukan bahwa tuan Vero akhir-akhir ini sangat emosional dan marah-marah.] ucap Angga.


^^^[Ok kamu tolong awasi dia, besok saya akan ke kantor.] ucap papa Hendra setelah itu menutup telepon dari Angga.^^^


"Ada apa pa?" tanya mama Ratna penasaran.


"Sepertinya kita harus pulang ma," ucapan papa Hendra membuat Amanda yang berada di samping mama Ratna langsung melihat ke arah papa Hendra.


"Kenapa pa? Bukankah kita pulangnya tiga hari lagi." ucap mama Ratna bingung.


"Sepertinya emosi Vero sekarang kurang bagus dan orang orang di sana tidak bisa mengendalikannya, jadi harus kita yang langsung turun tangan." ucap papa Hendra.


"Astaga Vero, ya udah pa kalau gitu kita balik." ucap mama Ratna.


"Sayang, maaf ya mama sama papa harus balik." lanjut mama Ratna pamit ke sang menantu.


"Gak papa kok ma, mama sama papa pulang aja. Lagian aku di sini kan ada mbok Yem juga yang menemani," ucap Amanda.


Ada rasa khawatir di dalam dirinya untuk sang suami, namun rasa sakit hatinya masih lebih besar sehingga Amanda memilih untuk tetap tinggal.


Setelah berpamitan akhirnya sekarang mama Ratna dan papa Hendra pun berangkat pulang ke Indonesia meninggalkan Amanda sendirian bersama mbok Yem.


"Mbok, aku pingin rujak manis deh." ucap Amanda biasa lagi ngidam.


"Ya Allah nyonya, ya udah kalau gitu mbok buatkan sebentar." ucap mbok Yem.


"Iya mbok," sahut Amanda dengan senangnya.


Setelah itu tak lama mbok Yem pun datang dengan rujak di tangannya.

__ADS_1


"Silahkan nyonya."


"Makasih mbok."


Amanda pun memakan rujak tersebut yang menurutnya sangat enak sekali, namun tiba-tiba dia teringat akan sang suami.


Saat papa Hendra mendapat telepon dari Angga asisten suaminya ada rasa khawatir, apakah dia salah memilih dengan pergi dari rumah hingga sang suami seperti ini atau bagaimana? Jujur Amanda sendiri sedang kalut sama seperti Vero di sebrang benua itu.


"Sayang," panggil mama Ratna yang baru saja sampai di Indonesia dan langsung menuju ke mansion sang anak.


Saat masuk, mama Ratna bisa melihat barang-barang berserakan sudah seperti tidak terurus, padahal mama Ratna sudah menyuruh asisten rumah tangga di mansion untuk satang setiap hari untuk memberitahukan rumah sang anak.


"Ya Allah pa lihat, Vero sudah seperti mayat hidup!" ucap mama Ratna saat masuk ke kamar sang anak bersama dengan sang suami yang melihat Vero sedang merebahkan tubuhnya dengan memeluk bingkai berisikan foto sang istri.


"Vero!" jerit mama Ratna melihat pemandangan tersebut.


"Mama..." lirih Vero.


"Iya sayang ini mama."


Setelah itu hanya air mata yang keluar dari mata sang anak, mama Ratna dan papa Hendra bisa melihat adanya raut sedih dan kehilangan dari Vero.


"Dia pergi ma, Amanda pergi ninggalin aku." lirih Vero dengan air mata yang keluar semakin deras.


"Iya Vero, kamu yang tenang. Papa yakin Amanda pasti akan kembali lagi," ucap papa Hendra.


Setelah menenangkan sang anak, mama Ratna dan papa Hendra turun ke bawah untuk terlebih dahulu karena Vero sedang tidur.


"Pa, mama gak tega melihat kondisi Vero." ucap mama Ratna, ibu mana sih yang akan tega melihat kondisi sang anak seperti itu.


"Papa juga gak tega ma, tapi bagaimana dengan Amanda." ucap papa Hendra.


"Pa, bagaimana kalau kita pertemukan aja mereka berdua, biarkan urusan rumah tangga mereka, mereka yang selesaikan pa, dari pada harus seperti ini. Mama yakin bahwa Amanda sepertinya juga sangat merindukan Vero, apa lagi dengan adanya bayi di kandungan Amanda pa." ucap mama Ratna.


"APA! BAYI?!!!" teriak Vero dari tangga.


Dia awalnya terbangun dan merasakan haus sekali, akhirnya Vero pun bangun dan saat dia sedang menuruni tangga tiba-tiba dia mendengar perbincangan orang tuanya, rapat saat mama Ratna mengatakan bahwa Amanda sedang hamil.


"Vero!" ucap mama Ratna dan papa Hendra bersamaan.


Vero pun menghampiri mama dan papa nya dengan wajah marah dan minta penjelasan.


"Apa maksud mama tadi bilang kalau Amanda sedang hamil? Emang mama sama papa tau di mana istri aku?!" tanya Vero dengan emosi meluap-luap.


Mama Ratna pun melihat ke sang suami meminta persetujuan untuk memberitahukan keberadaan Amanda kepada Vero.

__ADS_1


Papa Hendra pun menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan sang istri, melihat sang anak yang sudah sangat menyesal itu membuat papa Hendra tidak tega sendiri.


"Iya, mama dan papa tahu di mana Amanda sekarang." ucap mama Ratna pelan menenangkan sang anak.


Vero yang mendengar itu pun langsung marah, marah karena orang tuanya menyembunyikan sang istri dari nya, Vero yang sudah mencari berbulan bulan keberadaan sang istri malah seperti dipermainkan oleh orang tuanya sendiri.


"Jadi selama ini mama sama papa mempermainkan aku, membodohi ku iya!" bentak Vero marah semarah marahnya, ini kali pertama dia marah dan kecewa dengan orang tuanya.


"Kami hanya menuruti saja keinginan istri kamu sayang." ucap mama Ratna merasa bersalah juga karena membuat sang anak menderita.


"Tapi gak harus sembunyiin Amanda dari aku ma, mama tau sendiri bagaimana kacaunya aku di tinggal istri ku ma." lirih Vero.


"Maafkan kami nak, kami melakukan ini karena istri kamu yang minta." ucap papa Hendra.


"Jadi Amanda sekarang hamil ma, pa?" tanya Vero melanjutkan pertanyaaan nya tadi.


"Iya dia hamil, dan usia kandungannya udah memasuki usia lima bulan." ucap mama Ratna.


Vero yang mendengar hal itu merasa senang dan terharu, dia bersyukur akhirnya dia bisa memiliki anak lagi, dia akan berusaha untuk membahagiakan keluarganya nanti dan menjelaskan kesalahan yang terjadi.


"Sekarang istri aku di mana ma, pa?" tanya Vero lagi dengan nada berharap semoga segera bisa bertemu dengan sang istri.


"Dia sekarang ada di Islandia baru." ucap papa Hendra.


"Bagaimana bisa? Memang dia punya siapa di sana?" tanya Vero.


"Di sana ada villa mama dari orang tua mama, dan kebetulan kamu memang belum tahu dan belum ke sana karena mama tidak pernah membawa kamu ke sana taua bercerita tentang villa tersebut." ucap mama Ratna.


"Apakah sebelumnya kalian di inggris?" tanya Vero penasaran.


"Iya, setelah mendapatkan kabar kalau anak buah kamu sudah menemukan di mana Amanda berada, segera dia meminta mama dan papa untuk agar dia segera pergi dari sana." ucap papa Hendra.


"Apa!"


"Kalau begitu aku akan menyusul Amanda ke Islandia baru sekarang ma, pa. Aku mohon sekali agar aku bisa bertemu dengan istri dan calon anak ku ma, pa." ucap Vero memohon.


Akhirnya karena tidak ada pilihan mama Ratna dan papa Hendra pun menyetujuinya dan mendoakan semoga anaknya bisa berbaikan dengan sang menantu.


Mama Ratna dan papa Hendra sengaja tidak ikut dan menanti saja di mansion ini, karena mereka yakin bahwa Vero dapat meluluhkan hati Amanda nantinya.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2