
Kalau ada typo nama atau hal lainnya boleh komen ya di part-nya biar segera author perbaiki...
Author tunggu buat bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟 favoritkan cerita ini, vote, like, komen dan hadiahnya juga boleh kok...
KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN SELAMA DENGAN BAHASA YANG SOPAN YA
🥕🥕🥕
Setelah Vero memakai jas nya dia pun menunggu Manda selesai memakai gaunnya dan tak lama kemudian tirai pun di buka.
Menampakkan Manda yang di balut dengan gaun yang sangat cantik dengan gaun yang berat dan panjang itu membuat Vero terpesona seketika dengan hal tersebut.
Akhirnya tante Mela membantu Manda untuk jalan dan menuju ke arahnya fast respon Vero pun langsung berdiri dan melangkah menujunya tanpa mengalihkan pandangan nya ke Manda.
Bahkan tante Mela berbicara apa saja Vero juga tidak tahu bahkan saat keluar dari ruangan saking terhipnotisnya dia dengan Manda.
"Kenapa jelek ya kalau gitu ya udah aku ganti dulu deh," ucap Manda merasa tidak enak karena Vero terus menatapnya.
"gak kok cantik, sangat cantik!" sahut Vero tepat di telinga Manda sambil memegang tangannya agar tidak pergi untuk mengganti pakaian.
"Beneran?" tanyanya pada Vero.
"Iya, sangat cantik." sambung Vero lagi membuat merah merona pipi Manda ingin beri karungin bawa pulang saja.
"Ya udah yuk tante Mela udah nungguin tuh," ajak Vero sambil memberikan tangan nya pada Manda agar bisa jalan beriringan.
Karena Vero lihat Manda sepertinya akan kesusahan berjalan dengan gaun yang sepertinya berat dan panjang itu.
"Oh iya," sahutnya dengan menggandeng tangan Vero.
Setelah sampai di ruang pemotretan Vero melihat banyak sekali kamera yang siap membidik dirinya dan Manda.
Namun sebelum pemotretan mereka berdua di make over terlebih dahulu agar terlihat bagus di kamera, setelah selesai Vero dan Manda di arahkan untuk melakukan pemotretan.
Setelah beberapa saat banyak pose yang kami lakukan layaknya pasangan ada banyak ke canggungan antara Vero dan Manda namun lama kelamaan juga mulai terbiasa.
Setelah pemotretan Manda dan Vero izin untuk pergi karena mereka hanya izin untuk keluar saat makan siang dan ini hampir jam tiga sore Vero sih tidak mempermasalahkannya.
Namun Manda hanya karyawan dan belum minta izin padahal sebenarnya tadi Vero sudah izin ke Ardi untuk Manda izin telat atau bahkan tidak kembali ke kantor.
"Yuk pak Vero kita kembali ke kantor," ucapnya pada Vero.
"Jangan pakek pak, saya bukan bapak kamu." ucap Vero kesal.
"Kan kamu bos aku jadi ya di panggil pak kan," sahut Manda.
__ADS_1
"Kalau cuma berdua jangan pak, seperti Baisa saja manggilnya." tegas Vero dan di iya i saja oleh Manda.
"Aiya deh, Vero." ucap Manda.
"Nah gitu dong bagus."
Setelah menjadi model dadakan akhirnya Vero dan Manda pun kembali ke kantor, apa lagi Manda belum izin ke pak Ardi dan jangan tanya lagi karena terlalu fokus dengan fitting baju tadi dan menjadi model dadakan sehingga mereka lupa akan makan siang.
"Manda gimana kalau kita makan siang dulu tadi kan kamu belum makan siang," ucap Vero.
"Gak usah deh, udah jam segini gak enak sama karyawan lain nya nanti dikira keluyuran gak tahu jam kantor mana aku belum izin sama pak Ardi lagi," sahut Manda menolak.
"Gak usah khawatir aku udah izinin aku ke Ardi kok," ucap Vero lagi.
"Tapi kan pak Ardi gak di kantor,"
"Kan ada telepon sayang," Manda yang dipanggil sayang langsung membuat pipinya merah merona.
Setelah beberapa saat akhirnya tiba juga mereka di parkiran kantor, seperti biasa Manda melihat situasi dan kondisi jangan sampai ada yang melihat nya keluar dari mobil presdir baru.
Dan Vero yang hanya melihat kelakuan Manda di stir kemudi pun hanya bisa tertawa dengan tingkah calon istrinya.
"Udah aku keluar dulu ya," pamit Manda.
"Nanti pulang kantor aku antar ya," sahut Vero.
"Ya udah terserah kamu nanti kalau ada apa-apa langsung kabari aku aja," sahut Vero.
"Iya, ya udah ya aku keluar dulu," pamit Manda sambil keluar mobil dan langsung lari terburu-buru seperti sedang di kejar anjing galak.
Setelah sampai di ruangan Manda pun lega karena karyawan yang sedang fokus tak menyadari kedatangannya.
"Eh lo baru dateng man?" tanya Risa sambil bisik-bisik.
"Iya sorry ya telat, tadi gue udah izin pak Ardi kok," jawabnya.
"Oke lah kalau gitu," ucap Risa kemudian melanjutkan tugasnya.
Manda pun melanjutkan tugas nya yang belum kelar.
Setelah Manda keluar Vero pun keluar dari mobil dan menuju ruangannya menggunakan lift khusus untuk presdir.
Saat tiba di ruangannya Vero berencana untuk mengerjakan tugasnya yang tertunda gara-gara keluar tadi.
Tapi akibat rasa lapar yang sangat mendera akhirnya Vero pun memutus kan untuk cari makan siang di kantin kantor dan juga ingin sekalian kontrol kantin.
__ADS_1
Saat sedang berjalan menuju ke kantin banyak sekali karyawannya yang menyapanya dan ada juga yang memberi hormat padanya dan jangan tanya lagi para karyawan pada histeris namun tetap memberi salam pada Vero.
Untuk kantin kantor sendiri berada dilantai paling atas dan terhubung dengan roof top yang cukup luas di atas sehingga bisa di gunakan untuk istirahat dan santai sambil berbincang-bincang dengan karyawan lainnya saat jam istirahat.
Setelah berjalan sebentar akhirnya Vero sampai di kantin kantor, berhubungan sekarang sudah jam masuk kantor jadi kantin sangat lengang sekali hanya ada koki dapur dan beberapa karyawan saja yang sedang melakukan rapat santai di roof top.
"Pak Vero ada yang bisa di bantu," ujar salah satu koki.
"Pak untuk jatah makan masih ada atau tidak ya?" tanya Vero.
"Masih ada kok pak, ini pak." ucap koki dapur dengan membuka penutup tempat prasmanan di depannya.
"Oke pak kalau gitu," balas Vero senang tapi tetap dengan muka cuek, datar dan dinginnya itu.
Sambil membawa piring dan mengambil lauk yang diinginkan setelah itu duduk dimeja makan dan makan sendirian.
Kalau kalian tanya apa kah Vero sendirian ke kantin? Maka jawabannya tidak, karena Vero tetap di temani Angga.
'Sekarang Manda lagi apa ya?'
'apa dia udah makan?' semua percakapan itu di hatinya.
Entah kenapa tiba-tiba Vero teringat akan Manda, apa lagi dengan gaun yang dikenakan dia tadi sungguh perpaduan yang sangat cantik.
Membuat Vero tak sabar melihat bagaimana rancangan gaun untuk pernikahan kita 2 hari lagi ini.
"Pak ada apa?" ucap Angga membuyarkan lamunan nya.
Dan Vero pun menghabiskan makanannya karena memang sangat lapar dan dia bisa menilai kalau masakan di kantin ini tidak buruk dan kebersihan nya cukup bersih, sehingga tidak ada komentar jahat yang muncul dari mulut pedas nya itu.
Setelah makan siang Vero pun kembali ke ruangannya dan dia baru ingat kalau dia belum mengabari temannya kalau ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.
^^^[Kal, Za, Di nanti kita bisa gak ketemuan ada sesuatu yang mau gue omongin nih ke kalian.]^^^
[Ada apaan nih kayak serius banget?] tanya Haikal
[Oke Ver,] jawab Ardi.
[Dimana woy?] tanya Reza.
^^^[Tempat biasa aja jam biasanya ya,]^^^
Setelah Vero mengabari sahabat-sahabat nya dia harus menyiapkan jawabannya karena pasti mereka akan menanyakan tentang suatu hal berhubungan dengan yang akan Vero kasih tau itu.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>