Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 28_Kembali Bekerja


__ADS_3

Kalau ada typo nama atau hal lainnya boleh komen ya di part-nya biar segera author perbaiki...


Author tunggu buat bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟 favoritkan cerita ini, vote, like, komen dan hadiahnya juga boleh kok...


KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN SELAMA DENGAN BAHASA YANG SOPAN YA


🥕🥕🥕


Pada malam harinya Vero pun pulang dari kantor dan melihat istrinya sedang berada di balkon kamarnya.


"Kok belum tidur?" tanya Vero sambil memeluk Manda dari belakang sontak membuat Manda kaget karena Vero belum pernah melakukan hal tersebut.


"Enggak, aku sedang nungguin mas pulang."


"Kenapa?"


"Ada yang mau aku omongin ke mas,"


"Ada apa?"


"Mas aku besok udah boleh kerjakan, aku bosan mas di rumah seharian."


"Tapi kamu masih sakit sayang,"


"Mas Manda janji gak akan capek-capek kalau Manda gak kuat bilang deh ya mas,"


Vero pun menimbang-nimbang ucapan istrinya, akhirnya dengan berat hati mengiyakan keinginan istrinya dengan syarat harus memberitahunya jika ada sesuatu yang sakit dan juga jika ingin istirahat siang di ruangan nya saja.


🥕🥕🥕


Keesokan harinya Manda sudah diizinkan bekerja oleh Vero, sebenarnya pagi ini Manda sangat ngotot ingin berangkat kerja sendiri naik bis tapi Vero melarangnya dan harus berangkat dengannya.


Karena dia tidak tega melihat istrinya naik angkutan umum apa lagi dia habis sakit,


dan akhirnya Manda pun menuruti keinginan suaminya tetapi dengan diantar supir dari pada naik mobil bersama suaminya.


Karena bisa gawat kalau karyawan lainnya melihat dia turun dari mobil presdir mereka, Vero pun menyetujui keinginan istrinya dari pada harus naik bis.


Setelah sampai didepan perusahaan Manda pun langsung masuk ke dalam agar tidak berbarengan dengan suaminya, dan benar saja dibelakang mobilnya Vero juga sudah sampai.


Dan untungnya tadi sebelum berangkat Vero memberi mobil yang tidak pernah ia pakai ke kantor atau lebih tepatnya baru ia beli, sehingga tidak ada yang curiga dan Manda pun melenggang masuk.


Dan saat sedang menuju ke ruangannya dia melihat Risa juga sedang menuju ke ruangan, Manda sudah memanggil Risa berulangkali namun tidak ada respon akhirnya dia pun mendekatinya.


"Hai ris," sapa Manda mengagetkan Risa yang sedang berjalan.


"Ih apaan sih Man ngagetin aja untung gue gak punya penyakit jantung,"


"Ya sorry habis dari tadi gue panggil gak dijawab,"


"Hihi sorry masih ngantuk nih,"


"Emang elo tidur jam berapa kok masih ngantuk?"


"Jam 4 tadi pagi,"


"What! Jam 4, elo ngapain aja jam 4 baru tidur?"


"Gue habis nonton Drakor gila seru banget sampek gue lupa kalau udah pagi aja," ucap Risa.


"Ya salah sendiri siapa suruh nonton drama sampek pagi,"


"Iya gue salah bu hehe tapi gue rekomendasiin deh buat elo nonton drama Korea gak nyesel deh elo," ucap Risa antusias sekali.


"Gue males nonton gituan gak ngerti juga kan,"

__ADS_1


"Ih nanti elo juga pasti ngerti," mereka pun menuju ruangan dengan mengobrolkan berbagai hal.


"hai ris, Man," sapa Dino.


"Hai Din,"


"Eh Manda elo udah baikan katanya elo sakit?"


"Udah kok ini udah mendingan,"


"Syukurlah kalau gitu,"


Akhirnya Manda pun mengerjakan tugas yang sudah menggunung saat dia tidak masuk karena menikah kemarin dan juga sakit padahal baru beberapa hari tapi sudah banyak aja.


"Manda kalau elo butuh bantuan elo bilang ya?" ucap Risa.


"Iya ris tenang aja,"


Manda pun mengerjakan tugasnya satu persatu, saat sedang sibuk bekerja tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk saat dilihatnya ternyata dari sang suami.


"Manda gimana ada yang sakit gak?"


"Enggak kok mas tenang aja,"


"Udah makan belum?"


"Apaan sih mas ini baru jam 10 kok udah makan belum waktunya istirahat mas,"


"Iya sih tapi kalau kamu lapar kamu bilang aja ya,"


"Iya mas bukannya ada rapat yah sekarang?"


"Iya ini lagi rapat,"


"Loh kok malah chattingan sama aku udah mas fokus rapatnya aja ya,"


Setelah balasan itu Manda pun tak kuat untuk tidak menyunggingkan senyumnya dan tingkahnya tersebut dilihat oleh Risa.


"Cie ada apa nih habis lihat hp kok langsung senyum-senyum gitu,"


"Ih apaan sih ris gak ada apa apa,"


"Pasti dari mas suaminya," ucapnya pelan.


"Hutss diem lemes amat tuh mulut,"


"Hehe sorry,"


Vero yang sedang rapat sangat khawatir dengan keadaan sang istri setelah mengirim pesan dan ternyata dia baik baik saja membuat Vero merasa lega.


"Bagaimana pak Vero?" tanya karyawan yang baru saja mempresentasikan proyek.


Cukup hening tidak ada respon dari sang punya nama.


"Pak, pak Vero," ucap Angga sekertaris nya membuyarkan lamunan Vero.


"Oh iya,"


"Bagaimana tuan apa ada yang perlu dikomentari?" tanya Angga.


"Kalian kirim aja semua berkasnya ke ruangan saya biar saya cek ulang dan juga kita akhiri saja rapatnya sampai di sini,"


"Baik pak,"


Akhirnya semua karyawan pun meninggalkan ruang rapat dan tersisa lagi Vero, Ardi dan juga Angga.

__ADS_1


"Elo kenapa sih Ver kok tadi kayak gak fokus?" tanya Ardi.


"Enggak tahu Di gue dari tadi khawatir, gue takut nanti Manda pingsan lagi," jawab Vero.


"Elo tenang aja Ver, Manda ada di penjagaan tim gue kalau elo khawatir elo kan bisa pantau dia lewat CCTV yang elo pasang kemarin,"


"Oh iya juga thanks Di udah ngingetin,"


"No problem,"


Kemudian Vero pun kembali ke ruangannya dan mulai menyalakan kamera CCTV yang ia pasang kemarin saat hari libur.


Saat dia melihat CCTV dia melihat Manda sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk.


Sebenarnya tidak tega tapi Manda pasti tidak akan mau kalau berkasnya dikasih ke orang lain.


Akhirnya Vero pun melanjutkan pekerjaannya yang juga menggunung dan dia melakukan rapat jarak jauh dengan karyawan di perusahaannya yang berada di Inggris.


"Bagaimana dengan pabrik yang terbakar waktu itu?"


"Syukur semua masalah sudah bisa teratasi tuan,"


"Syukurlah kalau begitu dan bagaimana dengan para investor?"


"Para investor sekarang sudah mulai tenang dan mengerti dan juga harga pasar saham kita kembali meningkat,"


"Bagus pertahankan kalau bisa terus tingkatkan,"


"Baik tuan,"


"Kalau begitu sampai sini saja rapat hari ini kalau ada sesuatu yang mendesak bicara dengan Steven,"


"Baik tuan,"


Kemudian Vero pun mengakhiri rapat jarak jauhnya dan kembali fokus dengan berkasnya.


Tak teras sudah jam makan siang saja Vero yang menyadari hal tersebut langsung melihat tabletnya dan melihat CCTV untuk memantau sang istri apa kah sedang makan siang atau tidak.


Saat dia melihat CCTV dia melihat Manda sang istri masih saja fokus dengan berkasnya dan melupakan waktu makan siangnya padahal sekarang sudah menunjukkan waktu makan siang dan Vero pun tak tinggal diam dia pun mengirim pesan ke Manda.


^^^[Sayang udah makan siang?] beberapa saat Manda pun membalas.^^^


[Sudah kok,] melihat balasan sang istri membuat Vero marah bagaimana bisa sang istri bicara tak jujur hanya karena berkas yang sedang dia kerjakan.


^^^[Manda kamu ke ruangan saya sekarang,]^^^


[Ada apa sih mas?]


^^^[Gak perlu tanya sekarang ke ruangan saya,]^^^


Lama tidak ada balasan Vero pun makin marah di telepon lah Ardi.


[Ardi suruh Manda ke sini bilang sama dia kalau dia enggak ke sini tanggung sendiri akibatnya,] ucap Vero ke intinya tanpa memberi waktu untuk Ardi berbicara dan langsung di tutup teleponnya.


"Astaga ini pasangan kenapa sih gue yang jadi sasaran marahnya ini," ucap Ardi sambil keluar dari ruangannya dan menemui Manda.


"Manda sekarang kamu ke ruangan pak Vero ya dan dia suruh saya ngomong kalau kamu gak ke ruangannya sekarang juga kamu disuruh tanggung akibatnya,"


Manda yang mendengar itu pun mengerti dengan ucapan paka rdi dan mendesah pelan tetapi juga beranjak dari duduknya.


"Ihh iya pak Ardi ini saya ke sana," Manda pun dengan berat hati menuju ke ruangan Vero.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2