Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 108_Sidang Pertama


__ADS_3

Malam harinya Amanda terbangun dari tidurnya, karena tidak menemukan sang suami di kamar dia pun keluar dari kamar kemudian turun ke bawah untuk mencari sang suami.


Saat dia sudah di bawah dia melihat sang suami dan mertuanya sedang duduk manis dan berbincang-bincang di ruang tamu, Amanda pun menghampiri mereka.


"Loh sayang udah bangun," sahut mama Ratna saat melihat sang menantu berjalan ke arah mereka.


"Iya ma."


"Sayang kamu udah baikan?" tanya Vero memastikan kondisi sang istri.


"Iya, aku udah gak papa kok mas."


Setelah sampai Amanda pun duduk di sofa dekat dengan sang suami.


"Sayang, kamu pasti laper yuk makan." ajak mama Ratna.


"Iya ma."


Mereka pun berjalan menuju ke meja makan, setelah sampai Amanda melihat masakan yang sangat banyak sekali, hampiri semua meja makan penuh dengan masakan.


"Wah ini semua masakan mama?" tanya Amanda kepada sang mertua karena banyak sekali masakan yang tersedia.


"Iya sayang."


Mereka semua duduk di meja makan, mama Ratna pun mengambilkan makanan untuk sang menantu.


"Biar Amanda sendiri aja ma." ucap Amanda.


"Enggak usah, biar mama aja."


Mama Ratna pun mengambilkan makanan sang suami terlebih dahulu baru makanan Amanda.


"Ini aku gak di ambil-in juga ma," sahut Vero karena hanya dia yang tidak di ambil-in makanannya oleh sang mama.


"Sini mas biar aku ambil-in," sahut Amanda merasa tidak enak.


Saat akan mengambil piring sang suami, mama Ratna langsung mengambilnya sehingga Amanda tidak jadi mengambilkan makanan untuk sang suami.


"Mama," ucap Amanda.


"Udah kamu duduk aja sayang," sahut mama Ratna.


"Makasih ma." ucap Amanda sangat terharu sekali dengan perlakuan sang mama mertua.


"Kamu ya Ver, udah tahu istrinya masih sakit minta di ambil-in segala, ambil sendiri dong." keluh mama Ratna dengan memberikan piring yang sudah ia ambilkan makanannya.


"Makasih ma." ucap Vero dengan senyum sumringah nya tanpa merasa bersalah sama sekali, setelah itu mereka semuanya pun makan malam dengan tenang.


Setelah selesai makan mama Ratna dan papa Hendra izin untuk pulang terlebih dahulu karena waktu sudah sangat malam.


"Manda, Vero mama pulang dulu ya," pamit mama Ratna kepada anak dan mantunya.


"Iya ma, mama sama papa hati-hati ya." ucap Amanda.


"Iya nak." jawab papa Hendra.


"Vero, nanti kalau ada apa-apa kamu kabari ya." ucap mama Ratna kepada Vero.


"Iya ma."


Kemudian mereka pun pergi meninggalkan mansion Vero dengan mobilnya.


Setelah mengantar orangtuanya sampai depan mansion nya, Vero pun masuk dan melihat sang istri masih ada di sofa ruang tamu dan melihatnya saat Vero berjalan ke arah sang istri.


"Kenapa hem?" tanya Vero saat sudah sampai di depan sang istri dan duduk di sampingnya.


Amanda hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan tidak ada apa-apa.


"Enggak kenapa-kenapa," jawab Amanda dengan senyum sumringah.


"Terus kenapa lihat terus tadi?" tanya Vero memergoki sang istri melihatnya terus tadi.


"Karena kamu tampan mas," ucap Amanda dengan malu mengatakannya.


"Aku tahu." jawab Vero dengan percaya diri, ingin bilang terlalu PD tapi memang kenyataannya memang begitu. Kemudian mengelus rambut sang istri dengan lembut.


"Mas, aku mau ketemu Mita di penjara." ucap Amanda membuat Vero melihatnya.


"Maksud kamu?" tanya Vero.


"Aku mau ketemu Mita," jawab Amanda kembali.

__ADS_1


"Enggak." tolak Vero tegas.


"Mas aku mohon," ucap Amanda memohon kepada sang suami dengan merapatkan kedua tangannya.


"Enggak sayang."


"Kenapa?" tanya Amanda mencari jawaban.


"Aku takut nanti dia akan mencelakai kamu lagi," ucap Vero mengeluarkan keresahan hatinya.


Amanda tahu ketakutan sang suami, namun dia juga ingin bertemu dan melihat seberapa dia menderita selama ini.


"Mas, aku mohon." mohon Amanda.


Setelah menimbang-nimbang Vero pun goyah dengan permintaan sang istri, akhirnya Vero pun mengizinkannya.


"Baiklah, boleh bertemu namun harus sama mas."


"Iya mas."


Amanda pun sangat antusias saat mendapat izin dari sang suami.


"Tapi kamu bertemu dengan Mita setelah sidang pertamanya saja," ucap Vero


"Apa! Jadi sebentar lagi sidang pertamanya?" tanya Amanda terkejut saking dia tidak terlalu mengikuti permasalahan ini.


"Iya," jawab Vero dengan acuh tak acuh.


Jujur saja Zidan sangat tidak suka membicarakan orang yang telah menyakiti sang istri, malas sekali rasanya.


"Mas, aku mau lihat juga sidangnya." ucap Amanda.


"Kamu kenapa sih sayang, kamu gak kesal sama dia setelah dia nyakitin kamu." ucap Vero dengan kesal.


"Aku kesal dan juga marah mas, tapi sesama manusia kita harus saling memaafkan bukan." ucap Amanda.


Di dalam hatinya dia sangat kesal dan marah tapi dia juga harus memaafkannya meski dia tidak bisa melupakan kejadian tersebut.


"Ya udah, besok kita pergi melihat sidangnya." ucap Vero


"Makasih mas." ucap Amanda dengan memeluk sang suami.


Keesokan harinya Amanda dan Vero berangkat menuju ke pengadilan tempat di mana Mita akan melakukan sidang pertamanya.


Saat sudah sampai ternyata di sana sudah ada Ardi, Reza, Haikal, Risa dan juga Anggi yang sudah menunggu mereka.


"Lama banget sih," ucap Reza tak sabaran saat melihat Amanda dan juga Vero yang baru sampai.


"Maaf lah, namanya juga macet." ucap Vero.


"Ya udah, yok masuk." ajak Ardi.


Mereka semua pun masuk kedalam ruang sidang, banyak orang yang tertarik dengan kasus tersebut karena melibatkan pemilik perusahaan terkenal di negara ini dan juga mancanegara.


Saat masuk ke dalam di sana sudah banyak orang yang menunggu untuk dimulainya sidang.


Mulai dari wartawan, orang biasa dan juga beberapa pejabat yang hanya ingin mencari muka di depan Vero, karena mereka tahu kalau Vero akan datang ke sidang.


"Wah tuan Vero sudah datang," ucap salah satu wartawan membuat semua wartawan ikut melihatnya dan langsung mengabadikan kejadian tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat hakim pun datang dan di susul oleh tersangka siapa lagi kalau bukan Mita yang sudah terlihat sangat kacau.


Amanda saat melihat Mita hanya sangat sakit namun dia tahan, Vero yang melihat ekspresi sang istri mulai berubah pun segera memegang tangan sang istri dan menenangkannya.


Amanda pun mulai kembali tenang dan stabil kembali, dia pun kembali melihat Mita dna Mita pun tanpa sengaja melihat Amanda.


Setelah itu sidang pun di mulai, di mana hakim melakukan tugasnya, banyak saksi yang di hadirkan dalma kasus ini karena Vero merekrut beberapa pengacara-pengacara yang sangat kompeten dalam sidang agar bisa menjerat Mita dengan hukuman yang berat.


Sidang berjalan dengan lancar, semua wartawan juga mulai menulis berita di mana mengatakan bahwa tersangka akan sulit untuk bebas karena banyaknya tuduhan yang dilayangkan.


Mita sendiri sangat frustasi, selama dia berada di penjara dia sangat tertekan tak jarang banyak tahanan yang membully nya.


Mereka berkata bahwa Mita adalah manusia paling bodoh, karena berani berurusan dengan YP COMPANY.


Saat selesai sidang Mita pun kembali ke penjara, namun sialnya dia berpapasan dengan tahanan wanita yang lainnya.


"Eh elo berani banget ya berurusan dengan YP COMPANY," ucap salah satu tahanan wanita.


"Gila emang dia, siap-siap aja elo di penjara seumur hidup kalau enggak gitu hukum mati," ucap lainnya.


Mereka berbicara begitu saat Mita baru saja selesai melakukan sidangnya dan berjalan di lorong untuk kembali ke selnya.

__ADS_1


Mita berpura-pura tidka mendengarkan apa yang mereka ucapkan dan langsung kembali ke tempatnya.


Sebenarnya dia juga takut jika hal tersebut terjadi, bagaimana jika dia di hukum mati itu yang terus dia pikirkan.


***


Sedangkan Amanda setelah sidang di antar oleh Vero dan yang lainnya menuju ke penjara tempat di mana Mita di penjara.


Saat sudah sampai, Amanda meminta kepada Vero untuk membiarkannya masuk sendirian saja.


"Mas, aku masuk sendirian aja ya," ucap Amanda.


"Kenapa gak sama mas aja?" tanya Vero.


"Enggak mas, aku mau ngomong sendirian sama Mita." ucap Amanda.


Vero pun menuruti kemauan sang istri dan berjaga-jaga di depan pintu.


"Ya udah, kalau ada apa-apa kamu keluar ya mas ada di sini," ucap Vero.


"Iya mas."


Kemudian Amanda pun masuk ke dalam dan menunggu Mita yang sedang di panggil oleh penjaga penjara.


Di dalam sel Mita terus saja memikirkan hal tersebut, hingga penjaga penjara datang memanggil Mita.


"Ada tamu," ucapnya datar.


Mita pun mengikuti penjaga tersebut untuk melihat tamu yang hadir.


Tak lama berlalu sat masuk Mita langsung melihat Amanda yang sudah duduk di tempat kunjungan.


Mita pun duduk di depan yang terhalang oleh kaca tebal dan hanya ada lubang kecil di tengah agar terdengar suara mereka.


"Ada apa?" tanya Mita saat sudah duduk di depan Amanda.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Amanda dengan lembut.


"Gak usah kok perhatian elo," ucap Mita dengan judes.


Dia mengira bahwa Amanda datang hanya ingin sok suci di depannya, tetapi sebenarnya dia sedang mengejeknya.


"Astaga mit, kamu jangan berburuk sangka terus kenapa sih." ucap Amanda yang makin kesal dengan prasangka Mita.


"Ngapain elo kesini?" tanya Mita.


"Aku cuma mau lihat keadaan kamu, semoga saja hukuman ini bisa menyadarkan kamu." ucap Amanda.


"Gue pastikan kalau gue bentar lagi pasti keluar," ucap Mita dengan percaya dirinya.


"Terserah kamu saja," balas Amanda sudah tidak tahu lagi dengan pikiran Mita.


Dia sudah di tahan namun masih belum juga sadar dengan perbuatannya.


"Asal elo tahu, gue gak akan tinggal diam, tunggu gue keluar dari sini dan elo akan mati." tegas Mita.


Amanda pun tidak menanggapinya dan pamit dari penjara tersebut.


"Saya sangat ikut prihatin dengan kondisi kamu sekarang mit, dan semoga kamu bisa sadar dengan semua perbuatanmu." ujar Amanda.


Kemudian Amanda pun keluar dari dalam, saat keluar Vero segera mendekati sang istri dan menanyakan kondisinya.


"Kamu gak papa sayang?" tanya Vero khawatir.


"Aku gak papa kok mas," sahut Amanda menenangkan sang suami.


Setelah itu mereka pun kembali dan diikuti oleh Ardi dan yang lainnya yang sudah berada di mobil mereka.


Mita yang ditinggal oleh Amanda pun di buat geram oleh ucapan Amanda tadi.


Dalam hatinya dia sangat benci dengan Amanda dan ingin segera balas dendam terhadap Amanda.


"Awas aja elo wanita si*lan tunggu pembalasan dari gue," sahut Mita.


Kemudian penjaga penjara pun membawa Mita kembali ke selnya, setelah sampai Mita segera membanting semua barang yang ia lihat.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2