
Hari ini kondisi Amanda jauh lebih baik dari pada sebelumnya, mama Delima dan papa Bram juga sudah kembali ke Bandung karena pekerjaan papa yang tidak bisa di tinggal lama.
Sekarang ini Amanda sangat bosan di kamar rumah sakit terus sendirian pula karena sang suami sudah harus masuk kantor.
Sebenarnya bukan harus tetapi Amanda tetap memaksa sang suami untuk ke kantor saja karena dia sudah lama tidak masuk, dan Amanda juga mendengar kantor sempat kacau karenanya sehingga Amanda menyuruh sang suami untuk bekerja.
Pukul sembilan pagi Amanda sudah sangat bosan, apalagi tak ada suami tercintanya di sini.
Amanda hanya bisa tidur, nonton TV, main hp, tidak ada kegiatan yang membuat bosannya hilang.
Tak selang beberapa waktu pintu kamar pun terbuka menampakkan sang mama mertua masuk dengan membawa beberapa bekal.
Vero memang meminta sang mama untuk menjenguk sang istri karena dia sendirian di rumah sakit, dan dengan senang hati mama Ratna menerima tawaran tersebut.
"Mama." sapa Amanda sangat senang sekali.
"Hai sayang." balas mama Ratna dengan senyuman yang manis sekali.
Setelah itu mama Ratna pun meletakkan barang bawaannya ke meja dna menghampiri sang menantu yang terbaring di ranjang.
"Papa mana ma?" tanya Amanda karena hanya melihat sang mama saja, namun tidak dengan papa Hendra padahal beliau berdua selalu datang berdua.
"Papa mu sebenarnya mau ikut ke sini, tapi dia ada janji dengan rekannya sehingga tidak bisa iku ke sini." jawab mama Ratna dengan muka kesal.
"Udah gak papa ma," sahut Amanda menenangkan sang mami.
"Kamu udah baikan sayang?" tanya mama Ratna.
"Udah kok ma," balas Amanda.
"Syukur kalau gitu, oh ya sayang ini mama bawain kamu makanan sehat, kamu pasti suka." ucap mama Ratna.
Kemudian mama Ratna pun mengeluarkan satu persatu makanan yang ia bawa.
"Astaga ma ini banyak banget." ucap Amanda melihat makanan yang di bawa oleh mama mertuanya sebegitu banyaknya.
"Udah gak papa," sahut mama.
Mama Ratna pun menyiapkan makanan untuk sang menantu dengan harapan agar sang menantu lebih semangat lagi dan sehat lagi, karena sejak beberapa waktu ini Amanda terlihat semakin kurus karena beberapa kejadian.
"Makasih ma."
Amanda pun memakan satu persatu makanan yang disiapkan oleh sang mama meski tidak semuanya habis.
Setelah selesai makan mama Ratna mengupaskan buah untuk Amanda dan sembari bercerita.
"Ini sayang di makan ya," ucap mama Ratna dan Amanda pun menerima buah tersebut dan segera memakannya.
"Ma, Manda mau ke taman boleh," izin Amanda karena dia sudah bosan berada di kamar.
"Boleh sayang, bentar mami siapin kursi rodanya," ucap mama antusias, karena beliau tau bahwa sang menantu pasti bosan berada di kamar rumah sakit terus tanpa menghirup udara segar di luar.
"Iya."
Setelah beberapa saat mama Ratna pun masuk dengan membawa kursi roda yang di bawakan oleh suster.
__ADS_1
Amanda naik di bantu oleh suster, kemudian pegangan di ambil alih oleh sang mama mertua.
Saat sudah sampai taman rasanya Amanda sangat senang karena dia bisa bernafas lebih segar.
"Wahh akhirnya bisa bernafas segar," ucap Amanda.
"Kamu bosen ya di kamar terus?" tanya mama Ratna.
"Iya ma, aku bosen banget apa lagi kalau lagi sendirian dan mas Vero sedang kerja," sahut Amanda.
"Kamu suruh Vero ambil cuti aja lagi sayang," ujar mama Ratna tak tega juga melihat sang menantu sampai bosan.
"Enggak ma, kasihan kalau mas Vero harus cuti lagi dia kan udah lama cuti." sahut Amanda.
Mama Ratna pun mengerti maksud dari sang menantu akhirnya pun pasrah, saat sudah sampai taman mama Ratna mengajak Amanda untuk duduk di bangku taman yang kebetulan sedang kosong.
"Kita duduk di sana ya sayang," ajak mama Ratna.
"Iya ma."
Amanda sangat senang berada di taman ini, karena banyak pasien yang lalu lalang dan sering menyapanya juga.
Dia sudah lama tidak berinteraksi dengan manusia, mungkin hanya dengan orang-orang di sekitarnya saja.
"Kamu senang sayang?" tanya mama Ratna karena melihat raut wajah yang sangat gembira dari sang menantu.
"Senang banget ma, makasih sudah bawa Manda ke sini."
"Iya sayang."
Sedangkan Vero sekarang berada di kantor, dia sebenarnya sangat tidak tega melihat sang istri berada di rumah sakit sendirian tetapi sang istri terus menerus menyuruhnya kerja, sehingga dia pun bekerja karena dia juga sudah lama mengambil cuti.
Tidak mungkin urusan kantor akan selalu di limpahkan kepada Angga, sekarang perusahaan stabil dan semakin meningkat, meski begitu pemberitaan yang terjadi terus bergulir memanas di berita.
Vero pun memanggil Angga dan menyuruhnya untuk memanggil media untuk melakukan klarifikasi.
^^^[Angga, kamu ke ruangan saya.]^^^
[Baik tuan.]
Tak lama kemudian Angga pun datang ke ruangan bos nya.
"Angga segera kamu panggil awak media, saya akan melakukan klarifikasi agar berita tersebut tidak semakin memanas." ujar Vero dan Angga pun menganggukkan kepalanya.
"Baik tuan."
Vero akan meluruskan berita yang beredar di sana agar tidak ada simpang siur dan menyudutkan pihak manapun, apa lagi sampai menyakiti sang istri ke dua kalinya karena jujur Vero tidak akan terima hal tersebut.
Setelah itu Angga pun keluar, tak lama dari itu
ruang pertemuan sudah ramai dengan wartawan.
Para wartawan tadi sangat antusias saat mendapat kabar kalau presdir YP COMPANY anak melakukan klarifikasi.
Ruang pertemuan sudah ramai dengan awak media, namun Vero belum juga
__ADS_1
menampakkan wajah tampannya.
Tok tok tok
"Masuk," ucap Vero dari dalam ruangan nya.
"Tuan, awak media sudah kumpul."
"Baik, terima kasih ngga. Sebentar lagi saya ke sana," sahut Vero tegas.
Kemudian berdiri dan merapikan jasnya, kemudian Vero pun berjalan menuju ke ruang pertemuan.
Para karyawan juga sangat penasaran hingga semuanya melihat ke layar telepon selulernya.
Vero memasuki area tuang pertemuan, saat dia masuk awak media langsung memotretnya mencari posisi yang bagus.
"Selamat pagi semuanya." sapa Vero saat sudah sampai di panggung.
"Saya Vero Nahlu Pradikta Presdir dari YP COMPANY meminta maaf akan kegaduhan yang saya buat," tutur Vero.
"Saya di sini ingin mengklarifikasi berita yang beredar di luaran sana," sambung Vero lagi.
Semua awak media diam dan mulai mengerakkan jarinya saat Vero mulai berbicara.
"Berita di luar sana yang memberitakan tentang pernikahan saya adalah benar, benar bahwa saya sudah menikah, dan wanita yang saya nikahi sangat saya sayangi, jadi mohon untuk awak media dan masyarakat tidak menyebarkan berita yang dapat mempengaruhi kondisi istri saya, karena kami baru saja kehilangan bayi yang masih dalam kandungan. Jadi sekali lagi saya mohon yang sangat untuk para awak media agar tidak memberitakan berita yang buruk tentang istri saya," sahut Vero panjang lebar dengan membungkukkan badannya saat klarifikasinya selesai.
Semua awan media pun terdiam dan tidak merespon beberapa saat, kemudian sesi wawancara pun dilakukan, banyak wartawan yang mengajukan pertanyaan namun hanya beberapa saja yang di ambil.
"Pak Vero saya ingin bertanya, mengapa anda sampai menyembunyikan istri anda?" tanya wartawan tersebut.
"Karena dia tidak ingin sampai berita ini tersebut dan juga membuat para rekan kerja yang lainnya terganggu, dan bukankah urusan pribadi memang seharusnya tak di campur adukkan dengan pekerjaan, jadi wajar jika kami berdua ingin lebih privasi." sahut Vero tegas.
Setelah beberapa saat sesi wawancara pun selesai dan Vero pun pergi meninggalkan ruang pertemuan dan kembali ke ruangannya.
Di berita sekarang sangat panas soal klarifikasi presdir YP COMPANY, banyak gadis yang merasa iri dengan wanita yang bisa mendapatkan seorang Vero Nahlu Pradikta pewaris tunggal YP COMPANY.
Namun banyak juga yang memberi respon positif karena istri sang presdir tidak memberitahukannya kebenarannya, karena jika banyak yang tahu maka akan banyak orang yang memanfaatkannya.
Banyak juga yang merasa kasihan karena beri dan istrinya harus kehilangan sang bayi yang masih dalam kandungan gara-gara karyawannya sendiri.
Sedangkan Amanda dan mama Ratna sama sekali tidak mengetahui berita tersebut karena mereka asyik berada di taman dengan bercerita tentang h yang lucu.
Mama Ratna juga menceritakan teman arisannya yang selalu saja bertengkar karena hal sepele.
Amanda rasanya seperti menghilangkan beban pikirannya bersama mami di taman sekarang.
Dia tidak memikirkan hal-hal yang membuat pikirannya kacau sehingga dia lebih senang.
Berkat di bantu oleh sang mama mertua nya Amanda bisa melewati ini semuanya, tetapi dia juga kangen dengan sang suami.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1