
Amanda pun meminta pada Vero untuk diturunkan dan dia akan keluar dari kolam renang, namun Vero malah menggendongnya dan mendudukkannya dipinggiran kolam.
Setelah itu Amanda segera pergi dari kolam renang tersebut dan kembali menuju kamar dengan mata sembab karena menangis.
Vero yang melihat itu merasa bersalah karena ide dia sekarang Amanda marah padanya.
"Astaga Vero elo kenapa coba bikin sandiwara kayak gini," ucap Amanda sendirian kepada dirinya sendiri.
Kemudian dia juga keluar dari kolam renang dan duduk ditempat duduk dekat kolam sambil menunggu istrinya selesai mandi.
Amanda yang sedang berada dikamar mandi sedang menangis bukan karena Vero tetapi karena dirinya sendiri dia sangat khawatir sesuatu terjadi dengan suaminya tadi sehingga dia tidak bisa berfikir jernih dan dia malah dikerjain itu yang membuat dia sedih.
Setelah beberapa saat Amanda yang sudah mandi dan mengganti pakaiannya pun menyuruh sang suami untuk membersihkan diri juga.
"Mas mending mandi dulu sana udah aku siapin air hangatnya," ucap Amanda yang tahu dengan kebiasaan sang suami yang harus disiapkan air hangat untuk mandi.
Vero pun hanya menuruti ucapan sang istri dan berjalan ke kamar mandi, Amanda yang sudah melihat sang suami masuk ke kamar mandi pun berbaring di kasur dan berencana untuk tidur karena badan sudah sangat capek, mungkin karena efek dari berenang yang katanya bisa membuat badan capek.
Meski waktu baru menunjukkan pukul 5 sore tapi badan Amanda sudah sangat capek dan dia pun tertidur dengan lelap hingga tidak tahu kapan Vero keluar dari kamar mandi.
Sedangkan Vero yang beberapa saat setelah mandi pun keluar dan melihat sang istri sudah tidur dengan tentramnya di kasur.
"Pasti capek banget," ucap Vero sambil membelai wajah sang istri dan menyingkirkan anak rambut yang hinggap di wajah cantiknya.
Setelah itu Amanda pun memilih duduk di sofa yang menghadap ke sang istri agar dia bisa memantau kondisinya.
Vero yang memilih untuk menyelesaikan kerjaannya sambil menjaga sang istri.
Sudah hampir dua jam Amanda tidur tanpa bergerak mungkin karena kecapekan, hingga membuat Vero juga ikut terlelap karena dia sendiri juga sangat capek.
Namun beberapa saat kemudian Amanda terbangun dari tidurnya dan melihat sang suami yang tidur di sofa sambil memegang beberapa berkas.
"Astaga mas," ucap Amanda sambil merapikan berkas tersebut, namun saat tangan Amanda tidak sengaja memegang tangan sang suami membuat Vero terbangun dan seketika memegang tangan istrinya.
"Mas," ucap Amanda kaget yang hanya ditatap oleh Vero.
"Kamu udah bangun?" tanya Vero kepada Amanda sambil memastikan keadaannya.
"Iya aku udah bangun kok."
"Kamu gak papakan?" tanya Vero lagi.
"Iya aku gak papa kok mas."
"Syukur kalau gitu."
"Kamu kalau ngantuk tidur di kasur aja mas," ucap Amanda.
__ADS_1
"Iya, sayang."
Setelah itu Vero pun memilih untuk melanjutkan tidurnya di kasur karena dia sangat capek sekali.
Sedangkan Amanda sedang membuat susu hangat untuk dirinya, Amanda tadi sudah ditawari minum tapi dia memilih untuk tidur saja.
Setelah membuat minuman untuk dirinya sendiri Amanda memilih untuk menonton TV yang disediakan oleh hotel.
Selang beberapa saat Vero pun merasa terganggu dengan kebisingan sehingga dia pun terbangun dari tidurnya, Amanda tidak menyadari bahwa sang suami terbangun karena kebisingan dari televisi.
Saat Vero bangun dia melihat sang istri sedang asyik menonton drama Korea yang sedang ia gemari.
*Spill dong Drakor yang bagus biar author tontonš¤
Vero pun memaklumi mungkin saja istrinya bosan karena tidak ada pekerjaan.
"Astaga mas udah bangun," ucap Amanda gelagapan saat tak sengaja melihat sang suami.
"Udah dari tadi," ucap Vero sambil tetap melihat drama yang ditonton oleh sang istri, kemudian Amanda pun melanjutkan menonton drama koreanya.
Vero merasa bahwa istrinya itu masih marah dengannya dengan tidak memperhatikannya.
"Sayang kamu masih marah sama aku?" tanya Vero hati-hati agar tidak membuat sang istri tambah marah.
"Enggak," ucap Amanda singkat padat jelas dengan wajah datarnya.
"Kamu kenapa emangnya tadi?" tanya Amanda dengan nada dinginnya dan tetap fokus ke layar televisi.
"Sayang kalau di ajak bicara lihat dong aku," ucap Vero dan Amanda pun menuruti sang suami dengan melihat wajah Vero.
"Kenapa?" tanyanya lagi.
"Aku minta maaf sama kamu ya udah bikin aku khawatir tadi."
"Udah itu aja?" tanya Amanda dan di angguki oleh Vero.
"Asal kamu tahu aja ya mas aku tadi sangat khawatir ketakutan, takut terjadi apa-apa sama kamu!" ucap Amanda dengan nada tinggi.
"Tapi kamu dengan enaknya bilang kalau ngerjain aku," sambungnya lagi.
Vero pun membiarkan agar istrinya mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Kamu egois mas," sambungnya lagi dengan mengeluarkan air mata yang sudah Amanda tahan dari tadi.
Seketika Vero pun memeluk sang istri dan memberinya ketenangan.
"Maafkan aku ya sayang," ucap Vero sambil tetap memeluk sang istri.
__ADS_1
Dan Amanda pun memaafkan sang suami dan meminta agar sang suami tidak melakukan hal seperti itu lagi.
"Kamu janji ya gak akan ngelakuin hal kayak gitu lagi," ucap Amanda kepada sang suami.
"Iya janji sayang." jawab Vero sambil menganggukkan kepala nya tanda dia janji.
Kemudian mereka pun berbaikan dan memilih menonton drama Korea bersama, Vero memang sudah mulai maklum dan sudah terbiasa dengan hobi sang istri yaitu nonton drama korea.
Karena selama ini meski sering nonton drakor tetapi untuk urusan rumah tangga tidak pernah ditinggalkan sehingga membuat Vero bisa menerima hobi wanitanya itu .
"Kamu suka banget ya sama drama gini?" tanya Vero kepada sang istri yang bersandar di lengannya.
"Iya, Mas."
"Ke Korea aja biar bisa ketemu sama aktornya," ucap Vero dengan gampangnya dan seketika membuat Amanda melihat tajam sang suami.
Bagaimana bisa Vero bilang segampang itu bahkan Amanda saja belum pernah ke Korea.
"Astaga mas aku belum kepikiran sampek situ, ke Korea buat jalan-jalan aja belum pernah." ucap Amanda tapi masih bisa didenger oleh Vero.
"Apa! Kamu belum pernah ke Korea?" tanya Vero sekali lagi tetapi dengan nada meremehkan.
"Kenapa emangnya?" tanya Amanda.
"Enggak cuma gak bisa bayangin aja kenapa kamu kok gak pernah ke Korea padahal kan kalau kamu ke sana juga bisa."
"Iya juga sih tapi emang belum perlu mas," ucap Amanda.
"Gimana kalau aku turutin kemauan kamu."
"Maksudnya?" tanya Amanda bingung maksud dari sang suami.
"Kita berdua liburan ke Korea," ucap Vero dengan entengnya.
"Enggak mas, ngapain kalau emang ada rezeki aja baru ke sana." tutur Amanda.
"Ya udah terserah kamu," sahut Vero.
Mereka pun melanjutkan nonton drama Korea dengan salin berpelukan dan bergandengan tangan.
Vero lega karena istrinya tidak terlalu lama dalam marah-marah sehingga dia tidak akan tidur di sofa.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1