
Pagi harinya saat Amanda bangun pemandangan pertama yang ia lihat adalah sang suami yang sedang tidur pulas.
Amanda mengingat hal yang mereka lakukan semalam membuat pipinya bersemu merah merona dia bersyukur akhirnya dia sepenuhnya menjadi seorang istri.
Saat tersadar dari kejadian tadi malam Amanda pun segera berdiri, namun saat dia berdiri dan akan menuju ke kamar mandi dia merasakan sakit di area **** * nya yang belum pernah ia rasakan.
Dengan susah payah Amanda berjalan menuju ke kamar mandi dan menahan rasa sakitnya setelah sampai dia pun berendam air hangat dan juga menghilangkan rasa lelahnya.
Entah berapa kali mereka melakukannya mungkin karena pertama kali nya bagi Amanda, dia merasakan sakit yang sangat parah.
Di saat Amanda sedang di kamar mandi Vero pun bangun dan melihat disampingnya sudah tidak ada orang.
Vero pun melihat pintu kamar mandi tertutup dia berfikir pasti Amanda sedang mandi, karena sangat lelah Vero pun melanjutkan tidurnya.
Amanda yang hampir 1 jam berendam di kamar mandi pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, dia melihat sang suami masih saja bergulat dengan bantal dan selimutnya.
Amanda pun mendekati ranjang dan membangunkan sang suami.
"Mas bangun udah siang nih," ucap Amanda sambil menggoyangkan tubuh sang suami yang hanya ditutup oleh selimut.
"Emmm ngantuk sayang," ucap Vero dengan suara seperti orang bangun tidur.
"Kamu gimana sih bangun cepet deh," kesal Amanda.
Saat Amanda sedang membangunkan sang suami tiba-tiba bell pintu berbunyi.
"Aku gak mau tahu, aku balik kamu harus udah bangun ya sebentar aku mau buka pintu dulu." ucap Amanda sembari pergi meninggalkan Vero.
Vero yang melihat Amanda pergi pun langsung menuju ke kamar mandi dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sampai di kamar mandi Vero pun sama halnya dengan Amanda sang istri, dia berendam air hangat yang sudah disediakan sang istri, namun dia mandi tidak seperti sang istri yang lamanya kayak ngantri sembako.
Amanda yang sedang menuju pintu depan untuk membuka an pintu karena ada yang memencet bel.
"Siapa ya?" ucap Amanda dan dilihatnya tiga sahabat sang suami.
"Hai Manda," ucap pak Ardi.
"Iya pak," sopan Amanda karena dia masih menjadi manajernya.
"Vero mana Manda?" tanya Haikal.
"Kayaknya mas Vero masih mandi," jawab Amanda.
"Gak disuruh masuk nih." ucap Reza.
"Astaga iya silahkan masuk," ucap Amanda lupa mempersilahkan mereka masuk.
Mereka pun masuk ke villa tersebut dan duduk di sofa ruang tamu.
"Bentar ya aku panggilan mas Vero dulu," ucap Amanda yang di angguki oleh ketiganya.
"Oke Manda cantik," sahut Reza.
Saat Amanda masuk kamar dia tidak melihat sang suami dan melihat pintu kamar mandi tertutup.
Amanda yang melihat kamarnya yang sangat berantakan dari baju yang berserakan kemudian banyak barang yang jatuh pun segera membersihkannya.
Saat dia akan membersihkan kasur dia melihat di kasurnya terdapat bercak merahnya yang membuat dia ngeri sendiri karena banyak sekali bercak merah yang ada.
__ADS_1
Kemudian Amanda pun menyingkirkan sarung tidur tersebut dan menggantikannya dengan yang baru.
Saat dia sedang mengganti sarung karus yang baru tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka spontan Amanda pun melihat ke sumber suara.
Dia pun melihat sang suami keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya saja, Amanda hanya bisa menganga melihatnya.
"Udah puas mengaguminya?" ucap Vero dengan menggoda sang istri kemudian menuju ke walk in closet.
"Ih kamu ya mas," ucap Amanda kesal karena di goda oleh suaminya.
Amanda pun kembali membersihkan kamar tidur dan merapikan pakaian, saat Vero keluar Amanda pun memberitahukannya bahwa sahabat-sahabatnya sedang menunggunya.
"Mas tadi sahabat-sahabat mas dateng sekarang nunggu tuh diruang tamu," ucap Amanda setelah selesai membersihkan semuanya dan terlihat seperti baru.
"Ya udah aku keluar dulu,"
"Iya."
Namun sebelum keluar Vero menyempatkan keadaan sang istri setelah pergulatan panas mereka tadi malam.
"Sayang gimana kamu baik-baik saja kan?" tanya Vero kepada sang istri karena tahu pasti sang istri merasa sakit di area bawah nya.
"Iya mas baik-baik aja kok tapi ya sakit sedikit," ucap Amanda.
"Maaf ya kalau aku nyakitin kamu,"
"Enggak kok mas udah sana samperin sahabat kamu," ucap Amanda dan Vero pun menuruti ucapan sang istri dan menghampiri para sahabatnya.
Setelah Vero keluar, Amanda pun juga keluar kamar dan menuju ke dapur untuk membuatkan minuman dan camilan untuk sahabat suami tersebut, Vero yang sampai di ruang tamu pun segera duduk di kursi.
"Hey," sapa Vero kepada sahabat-sahabat nya itu.
"Ya sorry lah,"
"Oh ya kita mau ke pantai nih elo ikut gak sekalian bawa Manda emang elo gak bosen apa di villa terus," ucap Ardi.
"Ya gak lah Di, kan ada yang bisa membuat senang," ucap Reza frontal.
"Apaan sih elo Za makanya buruan nikah," ejek Vero dengan tertawa.
"Sialan lo," sahut Reza.
"Gimana ber?" tanya Haikal.
"Bentar gue tanya Manda dulu takutnya malah dia gak mau," ucap Vero.
"Ok," yang dijawab oleh Ardi.
Kemudian Vero pun pergi ke dapur menemui sang istri.
"Sayang anak-anak ngajak kita ke pantai, gimana kamu mau?" tanya Vero.
"Boleh mas," sahut Amanda dengan antusias.
Vero pun kembali ke ruang tamu dan Amanda mengikutinya dan menyerahkan camilan dan minuman untuk mereka.
"Gimana Manda?" tanya Haikal.
"Boleh tapi aku bawa sahabat ku boleh gak?" tanya Amanda karena tidak mungkin dia cewek sendirian.
__ADS_1
"Bolehlah ajak aja," ucap Haikal yang langsung dapat tatapan harimau dari Ardi.
"Makasih," kemudian Amanda pun pergi ke Kamar tidur menghubungi Risa untuk diajak ke lantai.
^^^[Halo,]^^^
[Halo Manda, gimana keadaan elo?]
^^^[Baik kok,]^^^
[Syukur kalau gitu ada apa elo tumben telepon gue?]
^^^[Eh elo sibuk gak sekarang?]^^^
[Gak sih kenapa emangnya,]
^^^[Elo mau gak ke pantai gue bosen nih di villa terus,]^^^
[Boleh tuh wah asik seru nih kayaknya,]
^^^[Kalau gitu gue tunggu di villa ya,]^^^
[Oh Manda gue siap-siap dulu,]
^^^[Oke bye,]^^^
Setelah itu mereka pun memutuskan panggilan teleponnya dan Amanda juga bersiap-siap untuk pergi ke pantai.
🥕🥕🥕
Di sisi lain setelah Amanda memberitahu bahwa dia akan mengajak sahabatnya Haikal pun dapat tatapan tajam dari Ardi, Vero yang melihat kelakuan mereka pun bingung dan mulai bertanya.
"Ada sih kalian emangnya?" tanya Vero membuyarkan tatapan mereka.
"Elo gak tahu ver kalau Ardi itu naksir ke sahabat istri elo itu," ucap Haikal spontan membuat Ardi membungkam mulut sahabatnya satu itu.
"Maksud elo bentar gue gak ngerti bener deh sahabat istri gue," ucap Vero dengan muka linglung nya.
"Iya ver sahabat istri elo," ucap Reza menekankan kata-katanya.
"Maksud kalian Risa,"
"Tuh tahu," ucap Haikal.
Kemudian Vero pun tersenyum sambil melihat Ardi.
"Di, gue dukung elo tapi jangan sampek bikin dia sakit hati ya, dia itu sahabat istri gw Amanda gue takut nanti Amanda juga sakit hati karena sahabatnya sakit hati apalagi gara-gara sahabat gue," ucap Vero menasehati Ardi.
"Apaan sih Ver, gue juga gak ada hubungan apa-apa sama Risa jangan konyol deh," sangkal Ardi.
"Iya iya gue percaya gue kan cuma ngomong biasa aja," ucap Vero.
"Iya Di sabar," ucap Vero.
Kemudian mereka pun sedang menunggu dua wanita yang sedang bersiap siap karena para lelaki sudah siap dari tadi.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>