
Malam harinya saat dia baru saja sampai di mansionnya tiba tiba ada panggilan masuk dari detektif yang dia kerjakan untuk mencari keberadaan sang istri.
Sudah banyak tenaga dan biaya yang tak sedikit ia keluarkan hanya agar sang istri bisa ketemu dan kembali bersamanya, Vero ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi.
^^^[Halo ada apa?]^^^
[Tuan, saya dan tim seperti nya sudah mulai menemukan titik terang keberadaan nyonya Amanda.]
^^^[Dimana dia?]^^^
[Seperti nya nyonya Amanda pergi dari negara ini dan menetap di Inggris, anak buah saya sedang mencari alamat lengkapnya.] ucap seseorang dari sebrang sana.
^^^[Segera cari keberadaannya!]^^^
[Baik tuan.]
Setelah itu Vero pun menutup teleponnya, dalam hatinya dia merasa sedikit lega karena tinggal beberapa langkah saja dia bisa bertemu dengan sang istri yang sudah sangat sangat ia rindukan.
"Sayang tunggu aku ya," tutur Vero.
Di sisi lain, malam hari ini Amanda tiba-tiba saja merasakan perutnya kram sekali.
"Iya Allah perut aku sakit banget." ucap Amanda dengan kesakitan.
"Sayang, yuk kita makan dulu." ajak mama Ratna saat masuk ke dalam kamar sang menantu.
Saat masuk mama Ratna melihat Amanda yang sudah terduduk di lantai dan dengan kesakitan.
"Papa, papa ke sini buruan!" teriak mama Ratna.
"Ada apa sih ma?" tanya papa Hendra dengan terburu-buru karena teriakan yang sangat nyaring sekali dari sang istri.
"Amanda pa," ucap mama Ratna.
Papa Hendra pun langsung melihat sang menantu terduduk di lantai ikut panik, mereka tidak ingin kejadian beberapa bulan yang lalu terulang kembali.
"Sayang kamu kenapa?" tanya mama Ratna sudah berada di samping sang menantu.
"Ma, sakit." rintih Amanda.
"Mbok Yem segera panggil supir buat siapin mobil, kita ke rumah sakit sekarang juga." perintah papa Hendra panik.
Setelah itu Amanda pun di bawa ke rumah sakit, dokter sedang memeriksa keadaan Amanda.
Dan tak lama dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, segera mama Ratna dan papa Hendra menghampiri dokter tersebut.
__ADS_1
"Bagiamana keadaan menantu saya dok?" tanya mama Ratna khawatir.
"Nyonya tenang saja, nona nyonya Amanda hanya kram perut saja, mungkin karena terlalu banyak pikiran dan juga tekanan saja. Saya sarankan untuk membuat suasana hati nyonya Amanda baik karena memang orang hamil itu suasana hatinya sangat mudah berubah-ubah." ucap dokter tersebut.
"Baik dok terima kasih." sahut papa Hendra.
Setelah itu dokter pun pergi, mama Ratna dan papa Hendra masuk ke dalam kamar dan melihat Amanda yang masih belum sadarkan diri.
Dokter tadi bilang bahwa setelah infus habis Amanda sudah di perbolehkan pulang dan dengan di berikan vitamin untuk menguatkan janin yang sedang di kandung.
Tiba-tiba telepon papa Hendra berbunyi menandakan ada yang menelepon, dan benar saja orang kepercayaan nya yang menelepon.
^^^[Halo, ada apa?] tanya papa Hendra.^^^
[Tuan gawat, sepertinya tuan muda sudah mengetahui keberadaan nona muda.] ucap orang kepercayaan papa Hendra.
^^^[Apa! Bagaimana bisa?] pekik papa Hendra terkejut membuat mama Ratna yang dari tadi diam pun langsung melihat sang suami.^^^
[Seperti nya kita kecolongan tuan.]
^^^[Ok, kamu tunggu perintah dari saya biarkan saya berdiskusi dengan yang lain.] ucap papa Hendra kemudian mematikan telepon nya.^^^
"Ada apa pa?" tanya mama Ratna.
"Seperti nya Vero sudah mulai tau di mana keberadaan istri nya." ucap papa Hendra.
"Kita harus segera meninggalkan negara ini, atau kalau tidak maka Vero bisa segera menemukan keberadaan Amanda." ucap papa Hendra.
"Kemana pa? Tidak bisakah kita membiarkan mereka berdua bertemu, mama sudah sangat kasihan melihat Vero yang sudah seperti mayat mati mencari istri nya pa." ucap mama Ratna dengan air mata yang sudah mengalir deras.
"Tapi ma bagiamana dengan Amanda, mama yakin Amanda mau memaafkan Vero." ucap papa Hendra.
Saat mama Ratna dan papa Hendra sedang kalut karena kabar bahwa Vero sudah mulai mengetahui keberadaan Amanda, dari atas tempat tidur Amanda mulai membuka matanya perlahan.
"Sayang, kamu udah bangun." ucap mama Ratna.
"Aku dimana ma?" tanya Amanda pertama kali.
"Kamu di rumah sakit sayang," jawab mama Ratna, seketika Amanda langsung memegang perutnya takut.
"Kamu tenang aja sayang, baby nya baik baik aja kok."
"Syukur kalau begitu." ucap Amanda lega.
"Ma, aku dengar bahwa mas Vero udah mau nemuin aku ya?" tanya Amanda yang memang saat orang tuanya berbicara tadi dia sudah bangun namun belum ingin untuk membuka matanya.
__ADS_1
Mama Ratna dan papa Hendra yang di tanya itu pun seketika diam karena bingung harus berbicara seperti apa.
"Ma pa jawab!" ucap Amanda lagi karena tidak ada yang mau membuka mulut mereka.
"Iya Manda, tadi orang kepercayaan papa bilang kalau anak buah Vero sudah mengetahui keberadaan kamu di Inggris dan mungkin besok atau lusa Vero pasti sudah tahu keberadaan kamu nak." ucap papa Hendra.
"Pa, ma aku mohon untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengan mas Vero." lirih Amanda.
Bohong jika dia tidak rindu, sebenarnya Amanda sangat rindu bahkan setiap malam dia ingin selalu di peluk oleh sang suami, namun mungkin karena hormon kehamilan sehingga ego dan suasana hati nya lebih tinggi dari pada biasanya.
"Ok papa sama mama akan bawa kamu pergi dari sini, tapi papa sama mama mohon setelah suasana hati kamu baik, tolong kembali ya sayang buat kembali ke sisi Vero." mohon mama Ratna dan hanya di balas diam oleh Amanda.
"Kalau gitu lebih baik sekarang kita berkemas, dan sebentar lagi sekertaris papa bakalan jemput kita. Kata dokter tadi kamu juga sudah boleh pulang karena infus kamu juga Idha habis sayang." ucap papa Hendra mengalihkan pembicaraan istri dan menantunya itu.
Mereka pun berkemas, tak lebih dari dua jam semua sudah rampung dan Amanda sekarang sudah berada di helikopter yang akan membawa mereka ke Selandia Baru di mana di sana Amanda akan tinggal di sebuah villa kecil milik keluarga mama Ratna yang memang jarang di ketahui orang, bahkan mungkin Vero juga lupa atau bahkan tidak tau karena memang dia belum pernah ke sana.
Amanda berharap dengan suasana tenang ini maka dia bisa berfikir jernih dan menenangkan hatinya.
🥕🥕🥕
Di sisi lain, anak buah Vero sudah mencari keberadaan Amanda di inggris namun tak kunjung bertemu juga, padahal mereka sudah yakin dengan bukti-bukti yang ada bahwa Amanda melarikan diri ke inggris.
Bagaimana untuk memberitahukan ke tuan mereka nantinya, karena Vero sudah sangat senang sekali mendengar kabar tentang keberadaan sang istri.
Keesokan harinya saat Vero sudah berada di ruangan kantornya, tiba-tiba telepon dari anak buahnya masuk.
^^^[Halo, bagaimana?] tanya Vero to the point.^^^
[Maaf tuan, seperti nya nyonya Amanda sudah pergi lagi dari sini.] ucap anak buahnya di sebrang membuat emosi Vero tak terkendali.
^^^[APA! BAGAIMANA BISA! CEPATTT CARI LAGI!] teriak Vero marah, kemudian menutup telepon nya.^^^
"AAKKKKKKKKKKKK!!!!!!" pekik Vero meluapkan emosinya.
Vero pun membanting semua barang yang ada di dekatnya hingga suara pecahan barang-barang dan juga kaca memekikkan telinga.
Mbk Ida dan Angga yang mendengar dari luar pun mulai khawatir karena suara pecahan kaca tersebut dan juga teriakkan sang presdir.
"Ngga, itu di dalem pak Vero gak papa kan?" tanya mbk ida dengan khawatir.
"Saya juga enggak tau mbk," ucap Angga.
"Lebih baik kita telepon pak Hendra aja gak sih ngga, lama kelamaan pak Vero sepertinya mulai tak terkontrol deh." sahut mbk Ida merasa kasihan dengan tuannya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>