Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 63_Sibuk


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Amanda bangun terlebih dahulu dan menyiapkan makanan untuk suaminya kemudian mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Saat Amanda sudah rapi dan bersiap untuk keluar rumah mbok Yem pun bertanya.


"Loh nyonya mau kemana pagi-pagi gini?" tanya mbok Yem.


"Saya mau ke kantor mbok soalnya ada keperluan," jawab Amanda.


"Baik nyonya."


"Mbok nanti kalau mas Vero bangun tolong disiapin mbok ya lauknya yang sudah saya masak," sahut Amanda kepada mbok Yem.


"Siap nyonya," jawab mbok yem.


Kemudian Amanda pun benar-benar pergi dari mansionnya dan berangkat ke kantor diantar oleh pak Ilham.


Vero sendiri tahu kalau istrinya hari ini ada meeting tapi dia tidak tahu kalau istrinya akan berangkat pagi buta sekali, sedangkan Vero sedang asyik dengan mimpinya hingga tak menyadari kegiatan sang istri.


Saat suaminya sedang tidur Amanda pun berangkat menuju ke kantor karena pagi ini dia ada meeting penting diluar kantor sehingga harus ke kantor dan menyiapkan berkasnya.


🥕🥕🥕


Sedangkan Vero yang masih menggapai mimpi tidak tahu bahwa sang istri sudah berangkat ke kantor sejak pagi tadi.


Vero yang bangun karena suara alarm yang di pasang oleh Amanda karena takutnya nanti suaminya tidak bangun juga pun terbangun dan mencari seseorang disampingnya.


Dengan nyawa yang masih belum kembali utuh Vero mencari keberadaan sang istri disampingnya ternyata tidak ada, dia pun mencari dikamar mandi hingga balkon tetapi tidak ada juga.


Dia pun keluar kamar dan mencari dibawah tetapi hanya ada mbok Yem saja dan dia tidak melihat sang istri.


"Mbok tahu Amanda dimana?" tanya Vero kepada mbok Yem yang sedang ber beres-beres di dapur.


"Nyonya Amanda sudah berangkat den dari tadi pagi tuan." ucap mbok Yem.


"Apa kok dia gak bangunin saya sih," ucap Vero.


"Tadi sebenarnya nyonya Amanda ingin membangunkan tuan tetapi kasihan kepada tuan tadi tidurnya nyenyak sekali jadi nyonya Amanda tidak tega tuan,"


"Ya udah deh kalau gitu saya mandi dulu ya mbok," sahut Vero.


"Baik tuan."


Kemudian Vero pun pergi menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap dengan pakaian ke kantor yang sudah disiapkan oleh sang istri tercinta tadi pagi.


Setelah siap Vero pun turun kebawah untuk sarapan.


"Tuan sarapan dulu ini tadi nyonya Amanda yang masak ini," ucap mbok Yem sambil membuka lauk pauk diatas meja.


"Iya mbok,"


Vero pun mengambil makanannya sendiri padahal biasanya Amanda lah yang mengambilkannya.


Setelah acara sarapan selesai Vero pun pamit kepada mbok Yem untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"Mbok saya berangkat kerja dulu." pamitnya.


"Baik tuan."


Kemudian Vero pun pergi menjauh dari dapur dan menuju ke tempat garasi.


Vero mengendarai mobilnya dan membela jalanan ibu kota yang sangat padat.


Di sisi lain, Amanda akhirnya sudah sampai di kantor dan sudah ada beberapa karyawan pemasaran yang datang untuk mempersiapkan meeting.


Sedangkan Vero yang sudah sampai di kantor pun memilih untuk kembali ke ruang presdir.


"Manda gimana udah sesuai belum berkasnya?" tanya pak Ardi.


"Iya sudah pak,"


"Kalau begitu ini saya kasih berkas ini dulu kepada pak Vero untuk ditandatangani," jawab pak Ardi dengan mengambil laporan yang dibawa Amanda dan pergi menemui Vero.


Sedangkan Vero yang sedang ada di kursi kebanggaannya pun tak henti-hentinya bekerja sepanjang hari.


Tak selang beberapa saat Ardi pun datang dengan membawa berkas yang digunakan untuk meeting nanti dengan klien.


"Permisi pak saya ingin meminta tanda tangan bapak karena setelah ini saya akan ada meeting dengan klien," ucap Ardi saat sudah didalam ruangan presdir


"oke,"


Kemudian Vero pun menandatangani berkas tersebut, namun sebelum Ardi keluar dari ruangannya Vero sudah menggantikannya.


"Kenapa?" tanya Ardi yang langsung berhenti saat dipanggil bosnya itu.


"Elo meeting di luar sama Amanda juga?" tanya Vero.


"Iya sama Risa dan Dino juga," ucap Ardi.


"Oh," hanya itu jawaban dari Vero.


"Emangnya kenapa?"


"Gue dari tadi pagi belum ketemu istri gue nih, masa elo bawa Amanda juga sih ke meeting nanti gue gak bisa makan siang bareng dong." ucap Vero dengan muka melasnya.


"Ih apaan sih Ver alay banget," sambung Ardi sambil bergidik ngeri karena ucapan sahabatnya tadi.


"Sialan elo,"


"Ya nanti jemput aja Manda, lagian juga gak lama kok," Ide Ardi.


"Bener juga," terbitlah senyum dari bibir Vero.


"Tapi kalian meeting di daerah mana?" tanya Vero kembali.


"Kita meeting di hotel Grand YP," ucap Ardi.


"Hotel milik keluarga Pradikta dong?"

__ADS_1


"Iya,"


"Kalau gitu nanti Amanda jangan suruh pergi dulu," ucap Vero kepada Ardi.


"Oke ya udah gue pergi dulu ya," pamit Ardi dan di angguki oleh Amanda.


Kemudian Ardi pun pergi meninggalkan ruangan presdir dan bersiap untuk meeting dengan klien ditemani oleh Risa, Amanda dan juga Dino.


"Yuk kita berangkat," ajak Ardi.


"Iya pak," jawab yang lain.


Untuk jarak lokasi sendiri tidak terlalu jauh sehingga mereka menggunakan mobil manajernya.


Sesampainya di hotel Grand YP mereka segera menuju ke restoran hotel tempat mereka mengadakan pertemuan.


Sedangkan Vero setelah Ardi pergi dia segera memberi pesan kepada mbok Yem untuk menyiapkan pakaian tidur dan beberapa bajunya dan Amanda saja karena dia akan menginap di hotel.


^^^[Mbok tolong siapkan beberapa baju ya buat saya dan Amanda rencananya kita akan menginap di hotel beberapa hari,] ucap Vero saat sambungan tersebut tersambung.^^^


[Baik tuan,]


Kemudian Amanda pun mematikan teleponnya dan menyuruh Angga untuk menyiapkan kamarnya di hotel Grand YP.


Amanda sama sekali tidak tahu soal rencana sang suami karena terlalu sibuk dengan meeting nya.


Dan Vero juga menyuruh untuk Angga untuk menyerahkan semua berkas yang perlu ditandatangani karena dia akan segera pergi.


Vero merencanakan hal ini secara mendadak dan kebetulan juga hari ini hari Jumat dan besok adalah weekend jadi sekalian saja berlibur berdua dengan sang istri.


Sedangkan Amanda yang tidak tahu apa-apa pun masih fokus dengan meeting penting dengan klien.


"Terima kasih pak Ardi saya harap kerjasama kita akan berjalan lancar," ucap klien kepada pak Ardi dan saling menjabat tangan.


"Iya pak saya sangat menantikannya," ucap pak Ardi dengan membalas jabatan tangannya.


"Kala begitu saya permisi dulu pak Ardi mari," pamit klien kepada pak Ardi dan yang lainnya.


"Baik pak terima kasih silahkan," pak Ardi menemani klien keluar ruangan.


Setelah selesai pak Ardi kembali dan mengajak untuk kembali ke kantor karena ini sudah waktunya makan siang.


"Oh ya Manda kamu tunggu disini saja ya biar saya Dino dan Risa balik dulu," ucap pak Ardi membuat Amanda bingung.


"Loh kenapa pak?" tanya Amanda bingung.


"Gak kenapa-kenapa dan mending kamu izin saja setengah hari," ucap pak Ardi kemudian pergi meninggalkan Amanda yang kebingungan karena ditinggal sendiri di hotel yang sangat besar ini.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2