
Setelah menenangkan dirinya Amanda pun bisa berdiri tegak sendiri, entah kenapa dia merasakan perutnya sangat sakit namun ia tahan.
Kemudian kembali duduk dan menunggu acara di mulai dengan menahan perutnya yang sakit.
Risa yang merasakan hal aneh dari sang sahabat pun sedikit khawatir dan segera menghubungi sang pacar.
^^^[Sayang.]^^^
[Ada apa?]
^^^[Aku ngerasa ada yang aneh deh sama Amanda, tadi sebelum aku ke toilet dia biasa aja tapi waktu aku habis dari toilet dia kayak aneh gitu.] ujar Risa panjang lebar.^^^
[Aneh gimana?]
^^^[Aneh pokoknya, untuk waspada aja kamu terus pantau Amanda ya, takutnya aku pas gak tahu.]^^^
[Oke, sayang.]
Kemudian Risa pun menutup teleponnya dan kembali ke Amanda, dan dia melihat Amanda seperti sedang menahan sakit.
"Manda elo kenapa?" tanya Risa khawatir.
"Aku gak papa kok," ucap Amanda berbohong.
Ardi yang baru dikabarkan oleh sang pacar tentang Amanda pun segera memberitahukannya kepada Vero.
Saat dia mendengar hal tersebut Vero segera mencari yang istri dan memantaunya dari jauh.
"Elo kabari gue terus ya," ucap Vero dan di angguki oleh Ardi dan sahabatnya yang lain.
Tak selang beberapa lama acara pun di mulai para tamu pun berkumpul dan memperhatikan acara.
"Para hadirin di persilahkan untuk tenang dan dengan ini akan kita mulai acara inti yaitu perayaan ulang tahun YP COMPANY," ucap MC dan mendapat tepuk tangan dari yang lainnya.
Setelah itu MC mempersilahkan pak Hendra untuk berpidato sebentar setelah itu Vero, setelah selesai kemudian acara potong kue pun di lanjut dengan pak Hendra dan Vero saling memegang pisau potong dan memberikan kue tersebut kepada orang spesial.
Pak Hendra memberikan kue tersebut kepada sang istri, sedangkan Vero mencari keberadaan Amanda yang entah kemana padahal tadi baru saja dia di sini.
Amanda kabur karena dia merasa bahwa suaminya pasti akan memberikan kue tersebut kepadanya, makanya dia kabur.
Vero pun memberikan kue tersebut kepada Ardi karena dia tidak menemukan sang istri, setelah acara potong kue selanjutnya adalah acara dansa di mana pak Hendra sudah menarik sang istri untuk berdansa dengannya.
"Kamu segera cari pasangan dansa," bisik papa Hendra kepada Vero.
Karena semua para tamu juga saling berdansa sehingga Vero juga harus berdansa, dia pun mencari keberadaan sang istri yang ternyata berada di tempat makanan.
Vero pun menghampiri sang istri dan memintanya untuk menjadi partner dansanya.
"Mari berdansa," ajak Vero kepada Amanda membuat semua orang melihat mereka.
Lampu sorot langsung menyoroti mereka dengan anggun, Amanda pun bingung akan menolak atau tidak.
__ADS_1
Akhirnya dia pun menerima ajakan sang suami untuk berdansa bersamanya, semua orang menatap pasangan dansa tersebut tak terkecuali Mita, dengan geram dia memukul meja dengan keras membuat beberapa orang di sekitanya melihatnya, kemudian ia pun memilih untuk pergi dari sana.
Sedangkan Vero dan Amanda malah asyik berdansa bersama tanpa melihat pandangan orang.
"Mas, ini gak papa kita dansa kayak gini?" tanya Amanda mulai khawatir karena mereka terlalu mesra dalam berdansa.
"Gak papa," sahut Vero dengan santai.
Setelah itu Amanda pun mengakhiri berdansa dengan sang suami dan memilih untuk pergi dari tempat acara dan memilih tempat yang sepi.
Saat dia sedang asyik sendirian ternyata dia melihat Mita yang sedang berduaan dengan seorang om-om, saat hendak pergi Amanda tidak sengaja menginjak botol plastik yang membuat Mita dan om-om tersebut menghentikan aksi mereka.
Amanda pun mencoba bersembunyi dan tidak mengeluarkan suara apapun.
"Siapa di sana?" tanya Mita.
Mita memang saat dia pergi dari tempat acara tadi dia memang membawa om-om karena dia bisa sekalian memoroti om-om tersebut.
Tak di sangka ternyata yang bermain dengan om-om adalah Mita, dia yang selalu bilang kalau Amanda adalah simpanan om-om.
Amanda tidak bergerak agar tidak ketahuan oleh Mita, saat Mita akan menuju ke arah Amanda tiba-tiba Jenifer datang dengan kesal.
"Mita," ucap Jenifer membuat Mita mengurungkan niat untuk mencari keberadaan suara aneh tersebut.
"Jenifer, ada apa?" tanya Mita dan menyuruh om-om tersebut pergi dari hadapannya.
"gue kesel banget sama tuh j*lang satu," ucap Jenifer dengan nada marah.
"Sama, gue juga kali."
"Gue akan balas dendam sama dia, berani-beraninya dia deketin Vero calon suami gue." ujar Jenifer dengan yakinnya.
Amanda tidak memperdulikan mereka dan memilih untuk pergi dari tempat itu dari pada nanti ketahuan.
Mita dan Jenifer pun menyusun rencana untuk membalaskan dendamnya kepada Amanda.
"Gue ada rencana," sahut Mita.
Mereka pun membahas rencana tersebut, dan dari tatapan Jenifer sepertinya dia setuju dengan hal tersebut.
"Gue tunggu rencana elo," ucap Jenifer setelah mereka membahas rencana tersebut.
Amanda setelah kembali ke tempat pesta segera duduk di sebelah Risa, entah kenapa perutnya tiba-tiba kambuh lagi, dia mencoba untuk tenang mungkin gara-gara dia makan terlalu banyak sehingga pencernaannya terganggu fikir Amanda.
"Cie yang baru dansa sama mas idaman," goda Risa dan Anggi yang kebetulan berada di sana saat Amanda tiba.
"Ih apaan sih," balas Amanda malu.
"Gak usah malu kali," sambung Anggi.
"Udah sana kerja," ucap Amanda kepada Anggi dan mendapat dengusan dari Anggi.
__ADS_1
"Huh dasar, kalau gitu gue ke belakang dulu."
"Oke."
"Man, gimana rasanya dansa sama suami sendiri?" tanya Risa penasaran.
"Maksud kamu apaan sih," ucap Amanda malu tidak ingin membahas hal tersebut.
Tak lama kemudian Mrs. Camila datang dan menyapa Amanda.
"Halo Mrs. Amanda." sapa Mrs. Camila.
"Oh halo Mrs. Camila. Maaf saya tidak tahu kalau anda datang," ucap Amanda meminta maaf.
"Tidak apa-apa Manda" balasnya.
Setelah itu Risa pun pamit dan memberi waktu kepada Amanda dan juga istri rekan bisnis bos nya itu.
"Mr. Jhony kemana Mrs. kok saya tidak melihatnya?" tanya Amanda sopan.
"Tadi dia bersama dengan suami anda," jawab Mrs. Camila.
"Oke."
"Tadi sebelum ke sini Vero bilang kalau kalian masih menutupi identitas pernikahan kalian," ucap Mrs. Camila.
"Iya, kami memang sengaja menutupinya jadi mohon untuk Mrs. Camila berkenan untuk menyembunyikan terlebih dahulu sebelum kami umumkan secara resmi," ucap Amanda sopan.
"Tenang saja Mrs. Amanda, saya mengerti kok." sahut Mrs. Camila.
Mereka pun berbincang-bincang sebentar, kemudian Amanda menemui Mr. Jhony yang saat ini sedang bersama sang suami.
"Mr. Jhony," sapa Amanda dengan sopan.
"Hai Mrs. Pradikta." ucap Mr. Jhony.
"Amanda saja Mr," sambung Amanda.
"Oke Mrs. Amanda" sahut Mr. Jhony yang juga mengerti tentang menyembunyikan identitas pernikahan mereka.
Setalah itu mereka berbincang sebentar sebelum Amanda pamit untuk menemui rekan-rekannya karena takut banyak yang curiga nantinya.
Setelah itu Amanda pun kembali ke tempat duduknya yang sudah ada Risa di sana.
"Aduh ibu presdir ini emang sibuk banget ya," ucap Risa menggoda Amanda.
"Udah ih," sahut Amanda malu lagi.
Setelah itu mereka pun susuk dan berbincang-bincang lagi karena ini adalah tempat untuk bersenang senang sehingga banyak karyawan yang menggunakan kesempatan ini untuk mencari jodoh dari kalangan orang kaya yang di undang oleh YP COMPANY.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>