
...WARNINGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!...
DI BAB INI ADA ADEGAN MENGURAS EMOSI DAN PASTI BAKALAN BANYAK YANG NGEHUJAT AMANDA JADI KALAU GAK SUKA JANGAN SI BACA KALAU PENASARAN YA BACA AJA...
MAU NGATAIN AMANDA G*BLOK, B*GO, T*LOL, **** DAN KATA UMPATAN LAINNYA DI PW SILAHKAN DI PART INIIIIIIIIII!!!!!!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
LOH PENASARAN YA UDAH BACA DEHHH....
🥕🥕🥕
Setelah acara dansa selesai semua karyawan dan tamu diberi kebebasan untuk bersenang senang namun di himbau untuk tetapi di sekitar area sini karena masih ada penutupan.
Para karyawan bersenang-senang tak terkecuali Amanda dan Risa, mereka memilih untuk berjalan di sekitar kolam renang yang juga di hiasi oleh lampu-lampu cantik.
"Manda elo kenapa sih gak umumin pernikahan elo aja, kan gak ada lagi yang akan ngebully elo dan juga bayi elo." ucap Risa membuat Amanda sedikit mengerti ketakutan dan khawatirnya Risa kepadanya.
"Aku sebenarnya mau banget ris, tapi aku takut malah bikin beban suami aku ris, kamu kan tahu sendiri dia banyak pekerjaan nanti kalau aku ngaku, pasti banyak banget yang akan ngebully aku lebih parah dari ini," sahut Amanda dan mendapat anggukan dari Risa.
Mereka pun duduk di kursi dekat kolam renang, dan banyak juga tamu undangan yang menghampiri kolam renang sekedar ingin berfoto atau bercengkrama.
"Pokoknya yang penting kalau emang elo udah bikin keputusan gue dukung, tapi mohon pertimbangkan sama bayi elo Man" ucap Risa.
"Iya, Ris."
"Kalau gitu gue ambil minum dulu, elo mau?" tanya Risa dan mendapat gelengan dari Amanda.
"Enggak, ini aku udah bawa." sahut Amanda dengan menunjukkan gelas minumnya kepada Risa.
Sekarang tinggal Amanda sendirian dia masih merasa sakit di perutnya, namun dia mencoba mencari kesibukan maka dia mencoba untuk melihat-lihat dekorasi di sekitar kolam, saking takjubnya Amanda tidak menyadari bahwa dia dalam bahaya.
Mita yang sudah memantau situasi dari tadi pun segera menghampiri Amanda yang berada di ujung kolam.
Saat sampai di belakang Amanda, Mita segera mendorong Amanda dan bersamaan dengan Amanda yang menghadap ke arah Mita, Amanda yang belum siap dengan heels yang membuat dia kurang seimbang dan akhirnya jatuh ke kolam renang.
__ADS_1
(Komen di sini kalau kalian mau ngehujat amandaaaaaaaaaaa!!!!)
Mita bekerja sama dengan Jenifer untuk membuat Amanda mengalami nasib seperti tadi, Mita dan Jenifer sangat senang sekali melihat adegan tersebut.
Semua tamu dan karyawan kaget dan syok dengan peristiwa tersebut mereka segera melihat orang yang berada di kolam tersebut.
Amanda sebenarnya bisa berenang tetapi karena syok dan juga dia merasakan perutnya yang sangat sakit membuat dia tidak bisa konsentrasi dalam berenang sehingga dia pun seperti ingin tenggelam.
"Manda!" teriak Risa saat dia baru saja kembali dari mengambil minum dan melihat Mita mendorong Amanda masuk ke kolam renang.
Risa sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan sang sahabat.
Saat Risa teriak semua pandangan orang tertuju kepadanya, begitu juga dengan Vero yang awalnya tidak tahu akhirnya melihat area kolam yang di penuhi oleh para karyawan dan juga tamu.
Segera Vero, mama Ratna, papa Hendra dan sahabat-sahabatnya pun menghampiri kolam renang melihat sesuatu yang di lihat oleh banyak orang, dan Vero juga khawatir karena Risa meneriakkan nama sang istri dengan keras.
Vero yang melihat sang istri jatuh di depan matanya ke kolam renang segera menceburkan dirinya ke kolam dan membantu sang istri.
Semua karyawan syok karena presdir mereka rela menceburkan dirinya ke dalam air untuk seorang wanita simpanan om-om.
Sebenarnya semua orang tadi melihat Amanda tercebur tetapi tidak ada yang berniat menolong, malah semua orang pada senang sekalian pembalasan menurut mereka.
Dia segera meraih tangan sang istri, saat Amanda sudah mulai pingsan dan tenggelam, saat sudah mendapatkannya dia segera membawa Amanda keluar dari kolam renang.
Sedangkan mama Ratna, papa Hendra dan para sahabat lainnya syok dengan terceburnya Amanda ke kolam renang.
Setelah keluar dari kolam renang Vero segera membawa sang ke rumah sakit yang kebetulan dekat dengan hotel.
Sedangkan untuk pesta sendiri tetap berlangsung namun tidak lama karena kejadian tersebut, tetapi untungnya para tamu mengerti, karena beberapa para tamu tersebut menghadiri pernikahan mereka dan sudah tahu tentang identitas pernikahan mereka.
Tak kalau khawatirnya dengan sang anak, mama Ratna juga sudah menangis mengingat kejadian tersebut, beliau tak pernah menyangka ada sang menantu akan bernasib seperti itu.
Tak lama kemudian dokter Sari keluar dan memberitahukan keadaan Amanda.
"Dok, bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Vero dengan khawatir.
Siapa yang menyangka seorang Vero Nahlu Pradikta akan lemah gara-gara seorang wanita, para sahabatnya turut prihati tapi tetap berdoa yang terbaik.
"Sebenarnya kondisi nona Amanda kurang baik," ucap dokter sari membuat semua orang menegang.
"Maksud dokter apa?" tanya Vero kembali.
Dokter Sari cukup diam lama membuat semua orang di sini penasaran.
"Dokter Sari jawab," ucap mama Ratna tegas dengan tetap mengeluarkan air matanya.
"Sebenarnya beberapa hari ini Amanda selalu menghubungi saya dan memberitahukan kalau perutnya terasa sakit," ucap dokter Sari.
"Apa!" ucap Vero syok karena sang istri tidak pernah memberitahukannya.
"Amanda tidak ingin memberitahukan ini karena dia menganggap bahwa ini hanya sakit perut biasa, dan awalnya saya juga merasa begitu, tetapi setelah di teliti ternyata sepertinya ada sebuah bekas tendangan di perutnya karena ada bekas lebam tubuhnya melalui hasil lap," ucap dokter Sari panjang lebar.
__ADS_1
Vero pun hanya bisa mematung dan merasa sedih karena sang istri mengalami penderitaan tetapi dia malah tidak tahu.
"Tapi bagaimana dengan kandungannya dok?" tanya mama Ratna.
"Untungnya kandungannya sehat, sepertinya ini salah satu bayi yang tangguh karena dari hasil yang kami dapat lebam yang di dapat cukup besar." sahut dokter Sari.
"Syukurlah," ucap mama Ratna lega karena tidak terjadi apa-apa dengan mantu dan cucunya.
"Tetapi kandungan nona Amanda harus selalu di cek agar tidak terjadi apa-apa," tambah dokter Sari.
"Dan sekarang pasien sudah boleh di jenguk tetapi jangan semuanya hanya beberapa saja takut akan mempengaruhi kondisi pasien," ucap dokter Sari sari.
"Baik, dok."
Setelah itu dokter Sari pun izin pamit kembali karena masih ada pasien yang harus segera ia tangani.
"Kalau begitu saya permisi, karena masih ada pasien yang harus saya tangani." pamit dokter Sari.
"Terima kasih dok." ucap Vero.
Setelah dokter Sari memperbolehkan keluarga pasien untuk mengeceknya, tetapi hanya beberapa saja jangan semuanya.
Vero pun masuk ke dalam dan melihat kondisi pasien dan di ikuti mama dan papa Hendra, sedangkan para sahabatnya menunggu di depan dan berharap tidak ada apa-apa dengan Amanda.
Saat masuk Vero melihat tubuh sang istri yang pucat dan lemah, segera dia menghampiri sang istri dan memegang tangannya.
"Sayang, bangun ya." sahut Vero.
Terlihat jelas raut kesedihan memancar dari wajah Vero, dia tidak tega melihat sang istri mengalami hal seperti ini.
"Udah ver, kamu tenang aja," sahut mama Ratna menenangkan sang anak.
Mama Ratna pun ikut sedih melihat keadaan sang menantu dengan air mata mama Ratna tidak bisa membendungnya, papa Hendra yang melihat hal tersebut pun segera membawa sang mami kedalam pelukannya.
"Udah ma." ucap papa Hendra mencoba menenangkan sang istri.
"Kamu cepet sembuh ya sayang," sahut Vero terus mengajak sang istri berbicara.
Tak lama kemudian mama Ratna pun izin keluar dan para sahabat pun boleh untuk masuk.
"Bagaimana kondisi Amanda?" tanya Ardi saat baru masuk ke dalam.
"Masih sama," jawab Vero.
"Lo yang sabar ya Ver," ucap Haikal menguatkan sang sahabat.
"Makasih bro."
Tak lama kemudian Angga pun datang dan memberitahu kepada Vero apa sebenarnya yang terjadi di pesta ulang tahun tadi dan mengapa Amanda bisa masuk ke dalam kolam renang.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>