Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 31_Luka Bakar


__ADS_3

Kalau ada typo nama atau hal lainnya boleh komen ya di part-nya biar segera author perbaiki...


Author tunggu buat bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟 favoritkan cerita ini, vote, like, komen dan hadiahnya juga boleh kok...


KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN SELAMA DENGAN BAHASA YANG SOPAN YA


🥕🥕🥕


Tak lama beberapa saat pun cemilan malam sudah selesai.


"Sayang kamu kasih gih ke papa sama suamimu biar mama buatin kopi buat papa mu yang manja itu,"


"Iya ma."


Manda pun mengantarkan camilan malam yang dibuatnya dan mami ke papa Hendra dan Vero.


"Mas, pa ini camilannya,"


"Wah enak nih," goda Vero.


"Iya dong kan aku sama mama yang buat," ucap Manda.


"Iya tahu oh ya sayang aku ambilkan jus yang ada di kulkas dong," minta Vero kepada Manda.


"Oh iya mas sebentar,"


Setelah itu Manda pun kembali ke dapur untuk mengambilkan jus untuk Vero namun saat dia di dapur dia melihat mamanya kesusahan menuangkan air panasnya ke cangkir.


"Mama kenapa?" tanya Amanda.


"Ini susah sayang nuangin-nya,"


"Sini biar Manda bantu," tawar Amanda.


Akhirnya Amanda pun membantu mama Ratna menuangkan airnya ke dalam cangkir, namun saat akan mengambil wadah air panas ternyata tangan mama terpeleset sehingga wadah tersebut jatuh dan sialnya lagi jatuh di tangan Amanda.


"Aaaaaaaa!" pekik dua orang wanita di dapur.


Vero dan papa Hendra yang sedang asyik ngobrol pun terkejut karena ada suara keras seperti ada yang jatuh dari arah dapur, sontak membuat mereka buru-buru ke dapur saat mereka di dapur mereka melihat mama Ratna sedang menangis di depan Amanda.


"Sayang kamu gak papa?" tanya mama Ratna dengan menangis karena khawatir.


"Gak papa kok ma, mama jangan nangis ya Manda gak papa," ucap Manda menenangkannya, dia malah merasa tidak enak karena mamanya terus saja menangis.


"Gak papa apanya tangan kamu lebam sayang,"


"Ada apa ini ma?" tanya papa Hendra yang baru sampai di dapur dengan Vero di sampingnya.


"Tadi Mama gak sengaja jatuhin wadah air panas pa terus kena tanya Manda," jawab mama Ratna sambil masih menangis.


"Kamu gak papa Manda?" tanya papa Hendra khawatir dengan sang mantu.


"Gak papa kok pa, udah ma aku gak papa kok jadi mama gak usah nangis lagi ya,"


"Astaga sayang tangan kamu ada lebam,"


"Gak papa kok mas, cuma lebam sedikit,"


"Mending kamu ke rumah sakit Manda, Vero buruan bawa ke rumah sakit," ucap papa Hendra.


"Iya pa, yuk." sahut Vero.


"Iya tapi mama gak usah nangis lagi ya ma," ucap Manda sambil melihat mamanya.


"Iya sayang mama gak nangis lagi kok,"


Kemudian Manda dan Vero pun berangkat menuju ke arah rumah sakit.


Saat dalam perjalanan ternyata lukanya baru terasa apa lagi saat terkena angin malam membuat luka yang berada di tangannya menjadi nyeri, Amanda yang tak tahan pun terkadang meringis kesakitan dan Vero yang melihat itu pun ikut tak tega.


"Kamu gak papa sayang?"

__ADS_1


"Iya mas gak papa kok,"


"Beneran,"


"Iya mas,"


Vero pun melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Vero segera membawa Amanda menuju ruang pengobatan.


Sambil menunggu Amanda yang sedang diobati di dalam ruangan Vero tidak henti-hentinya khawatir dengan luka yang dialami sang istri hingga dokter pun keluar.


"Bagaimana dok kondisi istri saya dok?" tanya Vero tak sabaran.


"Tenang saja tuan Vero, kondisi nyonya Amanda lebih baik," ucap dokter.


"Kalau begitu apa bisa saya masuk dok,"


"Silahkan pak kalau begitu saya permisi,"


"Baik dok terima kasih,"


Setelah itu Vero pun melangkahkan kakinya ke dalam ruang pengobatan Amanda, di sana Vero melihat sang istri yang sedang duduk dengan perban yang membalut tangannya.


"Gimana udah mendingan,"


"Iya mas mendingan kok,"


"Syukur lah kalau gitu,"


"Kita udah boleh pulang kan mas?"


"Kamu kan masih sakit sayang,"


"Enggak mas orang cuma luka lebam doang bukan kecelakaan juga,"


"Iya udah boleh kok tadi dokter juga udah bilang tapi kamu jangan buat tangan kamu ngerjain yang berat berat dulu ya sama jangan sampek kena air nanti lama sembuhnya,"


"Iya mas,"


Saat tahu mobil Vero sudah berada di halaman depan mami langsung menuju ke arah mobil dan diikuti oleh papa.


"Gimana sayang?" kalimat pertama mama saat melihat Amanda turun dari mobil.


"Gak apa-apa kok ma, cuma lebam dikit doang kok."


"Beneran?"


"Syukur kalau gitu," ucap papa Hendra.


"Iya pa syukur kalau gitu, mama tenang, mama minta maaf ya sayang gara gara mama kamu jadi kayak gitu,"


"Enggak kok ma ini semua cuma musibah mama gak boleh nyalahin diri mama ya,"


"Iya sayang makasih ya," ucap mama Ratna sambil memeluk Amanda.


"Karena sudah malam yuk ma pulang," ucap papa Hendra.


"Ya udah malem aja," sahut mama Ratna seperti sedih harus pulang.


"Gimana kalau mama sama papa nginep aja di sini kebetulan ada kamar kosong yang udah di bersihin sama mbok Yem kemarin," ucap Amanda yang tak ingin juga berpisah dengan mertua yang super duper baik itu.


"Beneran gak papa sayang," kata mama Ratna berbinar.


"Iya gak papa lah ma kenapa juga gak boleh,"


"Ya pa kita nginep sehari di sini mama khawatir nih,"


"Ya udah nanti papa suruh supir ke sini bawa baju,"


"Makasih suami ku sayang," ucap mama Ratna.

__ADS_1


"Iya."


Vero yang dari tadi hanya melihat drama keluarga pun membuka suaranya.


"Ya udah sekarang mending kita ke dalam aja dingin nih di luar."


"Ya ayok," sambung papa Hendra.


Mereka sudah ada di ruang TV sambil mengobrol banyak hal membuat suasana menjadi lebih santai, dan beberapa ada pertengkaran kecil dari mama Ratna dan papa Hendra karena salah pendapat namun tetap romantis.


Karena sudah cukup larut akhirnya Amanda izin untuk istirahat terlebih dahulu.


"Ma, pa. Amanda istirahat dulu ya tadi dokter menyuruh Amanda untuk istirahat," ujar Amanda.


"Iya sayang kamu istirahat aja ya,"


Akhirnya Amanda pun pergi meninggalkan mama Ratna, papa Hendra dan juga Vero di sana.


Amanda izin ke kamar untuk istirahat karena tadi di suruh sama dokter agar istirahat dan gara-gara tadi terkena angin jadi lukanya sedikit terbuka.


"Gimana luka nya?" tanya Vero yang masuk dari balik pintu saat Amanda sedang melihat lukanya.


"Udah mendingan kok mas tapi tadi gara-gara kena angin jadi agak perih sih,"


"Minum obat ya terus tidur,"


"Iya tapi mama sama papa gimana masa dibawah cuma berduaan,"


"Enggak papa sama mama udah masuk ke kamar tadi sopir udah nganterin baju terus katanya juga mau istirahat,"


"Syukur lah kalau begitu,"


Amanda pun merebahkan tubuhnya di kasur dan diikuti oleh Vero.


Saat sedang berbaring tiba tiba Vero berkata


"Sayang gimana kalau kamu ambil cuti aja untuk kesembuhan luka kamu aku gak tega kalau ngelihat kamu harus sakit nantinya apa lagi sambil ngerjain berkas,"


"Enggak mas, Amanda gak papa kok lagi pula kan cuma lebam aja,"


"Lebam apanya itu udah kayak terbakar sayang,"


"Mas gak papa kok udah gak usah dibahas lagi ya nanti kalau mami denger gimana?"


"Iya juga sih tapi tetep aja itu luka bakar sayang,"


"Iya mas gak papa kok kamu gak usah panik ih,"


"Kamu ini ya diomongin keras kepala amat coba,"


"Hehe udah keturunan itu mas,"


"Kan kan ada aja,"


"Hehehe,"


"Ya udah tidur yuk,"


"Iya mas,"


"Selamat malam," ucap Vero sambil mencium kening Amanda.


"Selamat malam,"


Setelah salam perpisahan malam akhirnya mereka pun mulai tidur pulas karena besok harus tetap kerja dan sibuk seperti biasanya.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2