
Akhirnya Vero pun meminta Angga untuk menghubungi Manda untuk datang ke ruangannya.
Manda yang sedang mengerjakan tugas pun di buat terkejut saat telepon kantornya berbunyi dan suara pak Angga yang di dengar.
[Halo dengan Amanda staff pemasaran di sini, ada yang bisa di bantu?]
^^^[Halo nona Manda ini saya Angga.]^^^
[Oh iya pak Angga ada apa ya?]
^^^[Permisi nona, nona di suruh ke ruangan pak Vero sekarang.]^^^
[Ada apa ya pak?]
^^^[Maaf nona saya kurang tau, lebih baik nona langsung ke ruangannya pak Vero saja.]^^^
[Ya sudah kalau begitu terima kasih pak.]
Setelah menerima telepon dari Angga, Manda pun izin keluar ruangan cari udara segar karena tidak mungkin Manda bilang kalau akan ke ruangan pak Vero bisa gosip kemana-mana.
Setelah sampai di lantai di mana ruangan presdir berada Manda pun langsung menuju ke ruangan presdir karena disuruh langsung dengan pak Angga yang berada di mejanya.
Tok tok tok
"Masuk," ucap Vero dari dalam ruangannya.
Saat Manda masuk dia langsung melihat ada laki-laki yang sepertinya teman atau tidak kolega dari pak presdir dan di sana juga ada pak Ardi.
"Maaf pak bapak panggil saya?" tanya Manda sopan namun langsung terkejut karena bukan hanya Vero yang berada di ruangan tetapi juga ada beberapa orang di sana yang tak kalah tampan tampannya.
"Udah sahabat ipar jangan terlalu sopan kita kan sahabat." ucap seseorang yang tak tahu siapa bagi Manda sambil melihat ke arah Vero.
Sebaliknya Vero yang ditatap hanya menaikkan bahu dan tidak menjawab apa pun.
"Duduk dulu," sahut Vero.
"Manda ini aku mau ngenalin ke kamu mereka, adalah sahabat-sahabat aku. Ini Haikal, Reza dan kamu pasti tahu orang ini dia Ardi dan kalian kenalin ini Manda calon istri ku," ucap Vero dengan gagah.
"Salam kenal sahabat ipar," sapa Reza dengan aneh nya.
"Sahabat ipar?" tanya Manda bingung karena dia belum pernah mendengar sapaan seperti itu sebelumnya.
"Iya lah kan sebentar lagi mau nikah sama sahabat kita jadi namanya Sabahat ipar lah," ucap Reza kembali.
"Btw cantik juga lo milih Ver, pasti banyak saingannya nih." ejek Haikal.
"Ih apaan sih gak jelas udah kalian kan katanya cuma mau kenal dan tau sekarang udah tahukan jadi udah sana pergi," sewot Vero.
__ADS_1
"Enak aja kita baru aja ketemu sama Manda kok usah diusir aja," ucap Reza tak kalah sewot dengan Vero tadi.
"Hey Manda gimana kalau kita makan siang biar akrab lagi," ajak Haikal.
"Gak usah kapan-kapan aja sekarang Manda sibuk banyak kerjaan." sahut Vero.
"Ehh iya maaf ya," ucap Manda.
"Yahh gak seru lo, gimana sih Di lo kan manajer pemasarannya kan Manda mau nikah kok masih suruh kerja," kata Haikal menyalahkan Ardi.
"Yah kok salah gue sih ya tanya aja tuh sama pak presdir terhormat," jawab Ardi sambil melihat ke arah Vero.
"Gimana sih elo itu emang ya Ver parah padahal calon istri sendiri," sahut Reza yang langsung dipelototi oleh Vero.
Manda yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepala heran, bagaimana tidak mereka seperti anak-anak kecil padahal sudah dewasa, tapi kalau sudah soal pekerjaan tidak ada kompromi lagi.
"Permisi kalau tidak ada yang diperlukan lagi bisa saya kembali kerja," sahut Manda langsung membuat perdebatan kecil pada pria diam dan memandang Manda.
"Iya Manda gak papa kamu kerja aja dulu," kata Vero dan membuat sahabat-sahabatnya diam.
"Kalau begitu saya permisi," pamit Manda di angguki oleh Vero dan yang lainnya.
Setelah Manda pergi baru lah Reza, Haikal dan Ardi berbicara dan menyalahkan Vero lagi
karena mengizinkan Manda pergi padahal kan mereka ingin mengajak Manda makan siang atau tidak makan malam nanti.
"Sial lo Ver," ucap Haikal.
"Guys gue izin kerja dulu ya kalau gitu, udah gue tinggal lama tadi dan banyak kerjaan juga yang harus di selesai in," ucap Ardi mengalihkan penglihatan mereka.
"Ini lagi mau nemuin Manda ya elo Di," ucap Reza tanpa disaring dulu.
"Apaan coba kan ruangan gue emang di situ, lo jangan cemburu loh ya Ver."
"Gak lah santai aja Di." ucap Vero.
Dan Ardi pun meninggalkan ruangan presdir dan kembali ke ruangannya meninggalkan Vero, Reza dan juga Haikal.
🥕🥕🥕
Di sisi lain setelah sampai di ruangan Manda langsung mengerjakan tugasnya, dan sesekali berbalas chat dengan Vero namun dengan cara bersembunyi-sembunyi agar tidak di ketahui oleh yang lainnya.
Tak terasa jam makan siang tiba Manda dan karyawan lainnya memutuskan untuk makan siang di kantin saja.
Saat sedang berjalan menuju ke arah kantin tak sengaja Manda melihat Vero bersama dengan para manajer yang juga menuju ke arah kantin.
Karena biasanya pak presdir jarang makan siang di kantin apa lagi dengan para manajer, namun Manda tidak ambil pusing dan melanjutkan perjalannya ke kantin juga dan memesan makanannya.
__ADS_1
Saat sedang makan tiba-tiba Risa membisik kan sesuatu padanya.
"Ciee makan siang sambil lihatin calon suami," godanya membuat pipi Manda merona.
"Ih apaan sih sa," ucap Manda salting.
Ting
Tak lama kemudian Manda mendapat pesan dari mamanya kalau papanya masuk rumah sakit karena penyakit lambungnya.
{Manda sayang, papa masuk rumah sakit karena asam lambung nya naik.}
Manda yang mendapat kabar itu langsung pamit ke Risa dan berlari sekuatnya mencari taxi untuk ke rumah sakit.
🥕🥕🥕
Sisi lain Vero memang sedang melakukan check rutin kalau-kalau ada sesuatu yang bermasalah itu pun yang biasanya dia lakukan saat di Inggris jadi sudah kebiasaan buat Vero.
Saat sedang memeriksa bagian kantin tak sengaja Vero melihat Manda dan para karyawan lainnya sedang menuju ke kantin.
Entah kenapa terbesit di benak Vero untuk mengajak para manajer makan siang di kantin saja toh ini perusahaannya, tapi kenapa tidak pernah makan makanan kantin.
Saat sedang makan siang, sesekali Vero melirik ke arah Manda dan memastikan apa kah dia makan makanan yang bergizi.
Saat sedang makan siang dengan para manajer tiba-tiba Vero mendapat pesan dari mamanya bahwa om Bram masuk rumah sakit, saat itu juga Vero langsung melihat Manda lari keluar kantin.
Sepertinya Manda sudah mendapat kabar itu dan akhirnya Manda yang sudah keluar kantor disusul oleh Vero.
Saat Vero sedang di depan kantor dengan mobil nya menuju rumah sakit dia melihat Manda yang mencari taxi namun tidak mendapatkan.
"Ayo aku antar," ucap Vero.
Tanpa lama Manda pun naik ke mobil Vero dan menghiraukan tatapan para karyawan di sana.
"Terima kasih," di angguki oleh Vero.
"Sudah siap?" tanya Vero dan di angguki oleh Manda.
"Iya." jawab nya singkat.
Akhirnya mobil mereka pun melaju membelah ramainya kota di siang hari, Vero melihat Manda yang sangat khawatir akhirnya menenangkan Manda dengan menggenggam tangannya berharap Manda mendapat kekuatan.
Manda yang masih saja khawatir membuat Vero melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga bisa cepat sampai di rumah sakit.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>