
Setelah mengantar Amanda kembali ke villa Risa dan rekan yang lainnya pun menuju ke hotel.
Tetapi saat sedang menuju ke hotel tiba-tiba mbk Ida pamit karena anaknya meneleponnya, dan pak Angga juga pergi karena ada janji dengan temannya.
sehingga tinggal Risa dan juga Ardi yang sedang berjalan berdua menuju ke hotel, karena rasanya bosan jika jam segini sudah di hotel akhirnya Ardi pun mengajak Risa untuk sekedar nongkrong di cafe.
"Ris kamu sibuk gak sekarang?"
"Enggak pak," ucap canggu mereka berdua karena memang Risa tidak terlalu sering ngobrol dengan manajernya itu.
"Bagaimana kalau kita nongkrong masih jam segini," ucap Ardi sambil melihat handphonenya.
"Boleh pak," jawab Risa menyetujui ajakan sang manajer.
"Kalau gitu kamu tunggu di sini ya," yang di angguki oleh Risa.
Kemudian Ardi pun mengambil mobil di garasi yang memang dia taruh di situ.
"Yuk," ucap Ardi dengan mobil sport mewahnya.
Risa pun masuk ke dalam mobil tersebut.
"Ini mobil pak Vero ya pak?" tanya Risa.
"Enggak ini mobil saya,"
"loh bapak emang bawa mobil ke sini nya?"
"enggak,"
"Lah terus kok bisa ini mobil bapak?"
"Ya emang saya taruh di Bali," ucap Ardi ringan tetapi membuat Risa melongo.
"Astaga orang kaya emang beda ya," ucap Risa tak percaya.
Setelah sampai di cafe Risa dan Ardi pun kadang saling bertukar cerita baik cerita pribadi atau pun masalah kantor.
"Oh ya kamu udah punya pacar?" ucap Ardi sontak membuat Risa yang kebetulan sedang meminum minumannya pun tersedak air.
"Maaf ya ini tisu," Ardi memberikan tisu kepada Risa.
"Makasih pak,"
"Oh ya pertanyaan saya tadi belum dijawab," ucap Ardi yang sangat penasaran dengan jawaban Risa.
"Em belum pak," jawab Risa sedikit perbata-bata.
Saat Risa memberitahunya bahwa dia belum punya kekasih entah kenapa didalam Ardi sangat senang tapi dia tidak merasa bahwa itu adalah sebuah ketertarikan.
"Oh masa belum?"
"Iya pak belum emang nya kenapa pak?"
"Gak kenapa-kenapa sih,"
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, mereka pun menyantap makanan yang sudah dipesan tadi.
Risa sebenarnya sangat canggung karena pertanyaan terakhir yang ditanyakan oleh pak Ardi karena sangat privasi buatnya.
Pak Ardi yang tahu kalau Risa tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan pun memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaan yang sebenarnya sangat ingin ia tanyakan.
Setelah makan mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel karena hati semakin malam dan Risa pun sudah capek karena kejadian Amanda tadi yang membuat dia sangat khawatir.
"Maaf kalau tadi pertanyaan saya kurang sopan ya," ucap Ardi meminta maaf saat sedang berada didalam mobil menuju ke hotel.
__ADS_1
"Iya pak gak apa-apa kok," ucap Risa.
Kemudian mereka pun saling diam satu sama lain, setibanya di hotel Risa pun pamit ke pada pak Ardi.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak dan terima kasih untuk makannya,"
"Iya sama sama,"
Kemudian Risa pun pergi meninggalkan Ardi, sampai dikamar hotel Risa melihat Anggi dikamar sendirian karena memang Amanda tinggal sama pak Presdirnya.
Saat Risa masuk Anggi pun menanyakan ke mana Amanda pergi.
"Amanda mana ris?"
"Em dia ada janji katanya mungkin sampai malam," alasan Risa.
"Janji sama siapa?"
"Sama teman SMA nya katanya,"
"Oh gitu,"
Risa terpaksa harus berbohong kepada Anggi karena Amanda yang menyuruhnya kalau ada yang bertanya ke mana dia pergi.
"Terus elo dari mana aja?" tanya Anggi membuat Risa kelabakan karena dia belum mempersiapkan pertanyaan untuk itu.
"Em gue habis keluar bentar tadi cari angin,"
"Oh ya udah sana mandi." ucap Anggi tanpa bertanya lagi.
"Iya,"
Akhirnya Anggi tidak terus bertanya kepadanya karena takut kalau dia ketahuan berbohong bisa habis Risa.
Sementara itu Ardi yang habis memarkirkan mobilnya dan kembali ke hotel ternyata sudah ada teman temannya yang datang tadi saat dia sedang keluar bersama Risa.
"Kalian kapan datang nya?" tanya Ardi bingung karena teman-temannya itu tidak memberitahunya.
"Udah lama kali dari tadi kita nungguin elo tapi gak dateng-dateng." sahut Haikal.
"Kenapa gak telepon?"
"Udah juga Bambang tapi hp elo gak aktif," sahut Haikal.
"Oh ya hp gue habis baterai," ucap Ardi sambil melihat Hp-nya yang kehabisan baterai.
"Uhh," ejek reza.
"Dari mana aja sih elo?" Tanya Haikal.
"Gue habis keluar bentar cari angin," alasan Ardi.
"Angin kok dicari aneh emang." ucap Reza yang dibalas tawa oleh Haikal.
"Sialan lo za."
"Oh ya Vero mana? Di villanya?" tanya Haikal.
"Iya dia di villa," jawab Ardi.
"Ya udah ke sana yok," Ajak Reza.
"Mending gak usah karena di sana juga ada istrinya,"
"Emang kenapa kalau ada istrinya?" tanya Haikal.
__ADS_1
"Tadi Amanda habis pingsan jadi dia mungkin sedang istirahat kasihan kalau diganggu." jawab Ardi.
"Kok bisa pingsan sih?" tanya Reza.
"Iya tadi kita semua karyawan nya kan ke Bali zoo terus pas pulang gak sengaja Vero ngelihat istrinya yang udah pingsan di gazebo dan sudah ketinggalan sama bis rombongan," jelas Ardi kepada sahabat-sahabatnya itu.
"Terus keadaannya sekarang gimana?" tanya Haikal kembali.
"Alhamdulillah udah baikan kal,"
"Syukur kalau gitu,"
"Makanya mending kita gak usah ganggu mereka dulu kasian nanti kalau ganggu,"
"Iya juga sih ya udah deh besok aja," sambung Reza.
"Terus elo habis cari angin dimana pasti sama cewek ya," goda Reza.
"Apaan sih," ucap Ardi berusaha menyembunyikan kenyataan.
"Jujur aja kali," kata haikal sambil menggoda sang sahabat.
"Tadi gue keluar sama karyawan kantor cuma cari makan,"
"Oh siapa emang cowok cewek?" kata Reza.
"Elo kok kepo banget ya," ucap Ardi sambil mengalihkan perbincangan mereka.
"Biarin," sambung Reza.
"Cewek," jawab Ardi.
"Astaga siapa di jangan bilang karyawan yang pernah elo bilang ke kita yang satu divisi sama elo dan kalau gak salah dia sahabatnya Amanda istrinya Vero bukan?" tanya Haikal.
"Iya," ucap Ardi malu karena ketahuan.
"Jadi elo keluar sama siapa namanya?" kata Reza.
"Risa,"
"Iya itu," sambung Reza.
"Iya," ucap Ardi sambil menganggukkan kepalanya.
"Wah kayaknya ada yang mau nyusul Vero nih kal," ledek Reza pada Ardi.
"He'em za buruan makanya cari pasangan biar bisa nyusul juga," ujar Haikal sambil tertawa.
"Sialan lo kal elo juga belum ada aja udah ngeledekin gue,"
"Iya juga sih,"
"Apaan sih kalian siapa juga yang akan nyusul Vero gue juga belum ada pasangan bro gue tadi cuma makan aja kali sama karyawan sendiri juga," les Ardi.
"Asal lo tahu teman bisa jadi cinta loh di," goda Reza.
"Bisa aja lo za za cari dulu pasangan baru nasehatin orang," ucap Ardi.
"Asal lo tahu di ada pepatah bilang bahwa pelatih nggak pernah ikut permainan dalam permainan." ujar reza.
"Dasar lo za sok bijak banget," ucap Ardi yang diikuti tawa oleh semua orang.
Setelah itu mereka pun saling mengobrol banyak baik tentang keseharian mereka dan tentang pekerjaan dan tentang wanita, tak terkecuali Risa yang menjadi bahan gosip utama diperbincangkan para laki-laki ini.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>