Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 16_Mita Dan Pasukan Ikan


__ADS_3

Seperti biasanya Manda berangkat ke kantor menggunakan angkutan umum bis, sebenarnya tadi sebelum berangkat Vero menghubungi Manda untuk dijemput itu pun disuruh oleh mama Ratna tetapi Manda menolak dengan alasan agar tidak menggiring opini yang tidak-tidak dari karyawan lainnya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bis pun datang dan Manda masuk ke dalam, setelah sampai Manda pun masuk ke dalam kantor.


Tapi ya begitu lah ada saja karyawan yang tidak suka dengan Manda entah kenapa dan apa sebabnya, tapi Manda tidak ambil pusing dengan cacian karyawan yang tidak suka dengannya.


Saat sedang menuju ke ruangannya Manda bertemu dengan karyawan yang menyindirnya didalam lift dan menggosipkan nya kemarin di kamar mandi siapa lagi kalau bukan Mita salah satu rekan kerjanya dan pasukan ikannya.


"Eh siapa nih yang baru dateng," kata Mita tak Manda hiraukan dan memilih terus berjalan.


"Sombong amat sih jadi orang," ucap rekannya tak kalah nyinyir pada Amanda.


"Maaf saya harus ke ruangan saya karena banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan." jawaban Manda sebisa mungkin sopan karena dia bekerja bukan untuk mencari ribut.


"Gayanya pakek alasan pekerjaan segala, mungkin pekerjaannya keluar sama om-om kalau gak gitu sama brondong ke hotel," ucap Mita pingin di jahit saja mulutnya membuat muka Manda merah padam.


"Sorry ya, apa sebelumnya gw pernah menyakiti hati kalian kalau memang iya gw minta maaf sedalam-dalamnya dan mohon jangan ganggu hidup gw dan apa ada bukti dengan perkataan lo tadi, bisa-bisa gw laporin Lo semua ya, kalau gitu gw permisi." ucap Manda keren sambil pergi meninggalkan mereka dan membuat Mita dan gengnya marah tak terima.


"Awas lo ya tunggu pembalasan dari gue," ucap Mita dengan penuh emosi, dari dulu memang tidak suka dengan Manda.


Saat sudah tiba di ruangannya Risa yang mengetahui hal yang terjadi dari karyawan lainnya yang melihat Manda dan Mita tadi pun segera menghampiri temannya dan menenangkannya serta mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


"Eh gue denger tadi lo di cegat sama geng nenek lampir tadi," sahut Risa.


"Nenek lampir siapa?" tanya Manda bingung.


"Aduh ya itu loh Mita and the geng." ucap Risa.


"Iya gue juga bingung kenapa sih mereka seneng banget ganggu hidup gue perasaan gue gak ada salah sama mereka," ucap Manda bingung.


"Tapi lo mulai diginiin sama mereka gara-gara apa sih setahu gue dulu gak gitu deh meski pun mereka sering nyindir elo tapi kok tambah sengit gini sih," ucap Risa


"Kayaknya itu pas waktu gue di suruh sama pak Ardi ke ruangannya pak Vero lah di lift gue barengan sama Mita udah mulai dari situ dia terang-terangan kayak ngajak berantem sama gue mulai dari nyindir lah." sahut Manda.


"Gila emang tuh anak terus pak Vero udah tahu hal tersebut?" tanya Risa mendapat gelengan dari Manda.


"Gue sengaja gak cerita ke pak Vero ris takut ganggu kerjaannya kasihan juga kalau nanti mereka di skors atau pecat gimana kan kasihan gak ada penghasilan," ucap Manda masih sempat-sempatnya buat kasihan sama orang yang udah jahat sama dia.

__ADS_1


"Astaga Manda elo jadi orang jangan terlalu baik ngapa, mereka kalau gak diberi pelajaran gak akan berhenti dan dari sudut pandang yang gue lihat sepertinya Mita naksir sama pak Vero deh ya walau semua karyawan sih pasti naksir sih tapi kan Mita tuh orang nya kalau apa yang dia inginkan harus dapet, elo gak masalah apa?" bisik Risa khawatir sama Manda.


"Udah biarin aja dia naksir pak Vero toh yang jadi Istrinya juga gue," bisik Manda lagi dengan bangga nya dan percaya dirinya.


Mereka pun tertawa riang sampai-sampai kedatangan Dino pun mereka tak tahu.


"Kalian ini kenapa sih bikin takut aja pagi hari udah ketawa-ketawa sendiri hihh serem," ucap Dino.


"Kepo," balas Risa dan kembali ke tempatnya.


Saat karyawan akan mulai bekerja pak Ardi pun datang dan menyapa seluruh karyawan tak terkecuali Manda.


"Pagi semua," sapa pak Ardi.


"Pagi pak," jawab satu ruangan.


Setelah itu pun kembali bekerja seperti biasanya.


🥕🥕🥕


Setelah sarapan Vero pun pergi ke kantor namun sebelum pergi mama Ratna sudah berbicara,


"Astaga mama kan juga baru ketemu kemarin lusa kok udah kangen lagi sih," protes Vero.


"Ih kalau kamu kan udah sering ketemu," jawab mama Ratna dengan muka sebel.


"Sabar ma kan Manda juga lagi kerja, dia juga ngebut kerja biar pas cuti gak ada lagi beban," timpa Vero.


"Iya ma bener apa katanya Vero, kita tunggu sampek mereka bentar lagi aja dari pada nanti Manda sama Vero malah sibuk sama berkasnya waktu resepsi lebih baik segera di selesaikan bukan" ucap papa Hendra membantu Vero menjelaskan pokok permasalahannya.


"Ya udah deh kalau gitu mama ngerti tapi janji ya kalau ada waktu senggang bawa berkunjung ke mama sama papa," ucap mama Ratna.


"Iya mama ku sayang kalau gitu Vero berangkat kerja ya, pa Vero duluan," pamit vero sambil mencium kening mama dan di angguki oleh mama Ratna.


"Hati-hati ro," timpa papa Hendra.


"Oke pa, assalamualaikum." pamit Vero.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." balas mama Ratna dan papa Hendra bersamaan.


Setelah keluar dari mansion megahnya Vero pun melajukan mobilnya di jalan raya yang ramai ini.


Saat akan sampai di kantor Vero melihat Manda turun dari bis kota sehingga Vero pun memelankan laju mobil mewahnya agar tidak diketahui oleh Manda dan juga Vero ingin memastikan Manda selamat sampai kantor.


Saat Manda sudah masuk kantor tepat juga mobil Vero sampai di depan lobby, saat akan turun Vero melihat pemandangan yang aneh di lobi di mana di sana ada Manda dan beberapa karyawan lainnya.


Yang Vero ketahui seperti sedang mengobrol tapi dari ekspresi wajah yang di tunjukkan lawan bicara Manda sepertinya ada yang tidak beres dengan perbincangan mereka, Vero pun mengamati kejadian tersebut dan tak berniat untuk turun dan melerai karena Manda pernah bilang kalau dia tidak mau hubungan nya dan dia menjadi konsumsi publik.


Vero melihat Manda dengan berani mendekati karyawan perempuan tersebut dan mengatakan suatu hal yang membuat mereka marah dan pergi begitu saja yang entah Vero tidak tahu mereka berbicara apa.


Setelah berbicara tersebut Vero pun penasaran ada apa sebenarnya yang terjadi mengapa karyawan lainnya hanya melihat tak bermaksud untuk melerai perdebatan mereka, entah lah Vero pun tak tahu.


Setelah Manda pergi meninggalkan karyawan wanita tersebut Vero pun keluar dari mobil dan memberikan kunci ke satpam untuk di parkiran.


Saat akan masuk kebetulan sekali Angga juga baru datang dan menyapa presdirnya.


"Pak Vero," sapa nya.


"Hai ngga,"


Setelah salam tersebut Vero dan Angga pun masuk ke dalam kantor dan menyapa karyawan yang kebetulan lewat di depan mereka.


Mereka menuju ke lift khusus untuk presdir dan menuju ruangan mereka, sebelum masuk ruangan Vero berkata kepada Angga.


"Angga tolong kamu kasih rekaman CCTV lobi untuk hari ini segera," perintah nya.


"Ada apa memangnya pak?" tanya Angga penasaran.


"Udah kamu lakukan saja, nanti kamu juga akan tahu sendiri dan oh ya jangan lupa semua berkas yang harus di urus segera kasih ke saya nanti takutnya saya segera cuti," ucap Vero.


"Baik pak akan saya laksanakan," balas Angga.


Sebenarnya Angga bingung mengapa pak Vero meminta rekaman CCTV lobi karena tidak biasanya pak Vero seperti itu tapi karena bos nya bilang lakukan saja ya Angga hanya melakukan perintah saja tanpa apa alasannya.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2