Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 91_Gaun Pesta


__ADS_3

Tak terasa weekend akan berakhir Amanda dan Vero pun harus kembali ke Jakarta.


Amanda sebenarnya sangat sedih karena harus meninggalkan mama dan papanya begitu cepat, tapi dia juga harus segera kembali untuk bekerja, apa lagi sang suami sekarang sang sibuk karena menyiapkan pesta ulang tahun perusahaan.


"Pa ma, Amanda sama mas Vero balik dulu ya." pamit Amanda dengan raut sedih.


"Iya sayang."


"Hati-hati kalian ya," ucap mama Delima.


"Iya ma."


"Kalau begitu kami pulang dulu ma, nanti kalau ada waktu kami akan ke siji lagi." ucap Vero.


"Iya nak Vero."


Kemudian Amanda dan Vero pun pergi dari rumah dan menuju ke bandara dimana pesawat pribadi mereka berada.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di mansion mereka dengan selamat, berek yang melihat sang istri tertidur lelap di pelukannya pun menggendongnya hingga ke kamar.


Amanda sangat nyenyak hingga tidak bangun sama sekali, Vero juga sangat lembut menurunkan sang istri ke kasur.


Setelah itu Vero membersihkan badannya kemudian menyusul sang istri menggapai mimpi.


🥕🥕🥕


Pagi harinya Amanda sudah sampai di kantor di susul oleh Risa, sedangkan Vero sudah berada di ruangannya setelah menurunkan sang istri seperti biasanya.


"Man elo temenin gue cari gaun yuk," ajak Risa.


"Buat apa?" tanya Amanda bingung.


"Bentar lagi kan ada pesta perusahaan, masa gue pakek baju butut." sahut Risa.


"Ya udah aku temenin."


"Yey, makasih."


Amanda pun meminta izin kepada sang suami untuk pergi berbelanja menemani Risa dan Vero pun memperbolehkannya tetapi tidak boleh pulang larut malam, Amanda hanya menjawabnya dengan emoticon jempol.


Sore harinya setelah pulang kerja Risa dan Amanda pergi ke mall ternama, namun Anggi tidak bisa ikut karena dia harus mengurus beberapa persiapan untuk pesta perusahaan.


Lusa adalah pesta tersebut sehingga kantor lebih sibuk dari biasanya dan sang suami juga pasti akan sangat sibuk.


Saat ini Risa dan Amanda sedang berjalan-jalan di sepanjang toko pakaian yang menampilkan pakaian yang sangat indah, Amanda melihatnya juga berfikir untuk beli beberapa pakaian untuk dirinya juga di pesta nanti, tetapi setelah di ingat dia masih punya banyak gaun bagus di walk in closet nya.


Risa pun menghampiri salah satu toko pakaian mahal di mall.


"Ris, kamu beneran mau beli di toko ini?" tanya Amanda memastikan karena harga yang ia lihat bisa enam bulan gajinya.


"Iya beneran Man, cuma lihat doang aja," ucap Risa.


Amanda pun hanya mengikuti langkah sang sahabat ini dan tidak menanyakan lagi, Risa pun dengan senang menuju ke dalam toko pakaian tersebut.


Saat sedang melihat-lihat Amanda tidak sengaja melihat gaun yang sangat cantik menurutnya, namun saat di lihat harganya ternyata hampir satu tahun gajinya.

__ADS_1


Entah siapa yang akan membeli gaun tersebut karena harga yang tidak masuk akal baginya, saat itu ada manajer toko yang menghampiri Amanda dengan sangat sopan.


"Bisa kami bantu kak?" tanya manajer toko tersebut.


Amanda bingung karena langsung seorang manajer yang menghampirinya dan mengapa tidak karyawannya saja.


"Enggak mbak, saya cuma nganterin temen saya aja kok," ucap Amanda sopan.


"Baik kak, kalau ada apa-apa bisa kasih tahu kami." jawabnya dengan sopan kemudian pergi dari hadapan Amanda.


Mereka yang tidak di ketahui Amanda dan Risa adalah ternyata Reza melihat istri sahabatnya sedang berbelanja, dia pun mengabari Vero memberitahukan kalau sang istri sedang memilih-milih gaun, namun yang tidak masuk di akal istri sahabatnya itu hanya melihat-lihat saja tanpa mencoba gaun tersebut.


Reza pun terus mengabari Vero di sebrang sana tentang istrinya.


[Za, elo awasi Amanda untuk gue.] ucap Vero.


^^^[Oke Ver, lo tenang aja,] sahut Reza.^^^


Kemudian Reza pun menuju ke manajer toko dan menyuruhnya untuk menemui Amanda mungkin dia akan membeli gaunnya, manajer toko tersebut segera datang menghampiri Amanda dan menanyakan tentang gaun yang ingin di beli.


Saat manajer kembali dia segera memberitahu Reza kalau pengunjung nya itu tidak membeli gaun apa pun, dia berkata kalau dia hanya menemani sahabatnya untuk membeli gaun.


"Apa? Amanda cuma menemani aja," sahut Reza.


"Namun pak, tadi saya lihat kalau nona Amanda selalu melihat satu gaun yang sangat cantik," ucap manajer toko.


"Kalau dia suka, kenapa tidak membelinya?" tanya Reza bingung, kalau dia suka gaun tersebut kenapa tidak beli saja.


"Mungkin karena harganya pak, karena gaun tersebut adalah gaun termahal di toko tersebut dan barangnya terbatas, banyak orang yang ingin membeli gaun itu tapi tidak memiliki uang yang cukup." ucap manajer toko panjang lebar.


Reza pun mengabari Vero tentang gaun tersebut, Vero pun memerintahkan Reza untuk membeli gaun tersebut.


[Segera beli gaun itu,] perintah Vero tegas.


^^^[Siap boss.]^^^


Kemudian Reza pun meminta kepada manajer toko untuk membungkus gaun tersebut beserta high heels yang dari tadi di lihat oleh Amanda.


"Kalau begitu saya minta gaun tersebut dan heels itu untuk di bungkus cantik, nanti kirim ke alamat ini," ucap Reza memberikan alamat tersebut dan memberikan catatan untuk di masukkan di kotak tersebut nantinya.


"Baik pak."


Setelah itu Reza pun pergi meninggalkan toko tersebut dan segera mengabari Vero kalau semuanya sudah beres.


^^^[Semuanya sudah beres Ver.]^^^


[Bagus.]


^^^[Elo jangan lupa kasih gue hadiah buat pengorbanan gue,] sahut Reza meminta hadiah karena sudah membantunya.^^^


[Elo tenang aja, za.]


Kemudian Vero pun menutup telepon dan kembali melanjutkan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi.


"Man bagus gak?" tanya Risa saat sedang memilih pakaian dan Amanda sedang duduk santai di ruang tunggu karena Risa terlalu lama memilih pakaian.

__ADS_1


"Bagus, coba pakai aja dulu ris." ucap Amanda.


Risa kemudian mencoba gaun tersebut, saat keluar ternyata gaun yang di pakai Risa sangat cantik di tubuhnya, Risa pun memilih gaun tersebut dan membayar, harganya cukup mahal buat Amanda.


Setelah membeli gaun tersebut Risa dan Amanda memilih untuk mencari restoran Jepang untuk makan karena Amanda sudah merasa lapar dan capek.


Maklum saja dia sekarang sedang hamil sehingga harus makan untungnya saja Amanda tidak memakan heels terlalu tinggi, meski sedikit sakit namun bisa di tahan oleh Amanda.


Setelah menemukan restoran Jepang mereka segera memesan makanan, Amanda hampir memesan semua makanan yang ada di menu karena sudah tidak tahan laparnya.


"Astaga Manda, elo bisa habisin semuanya?" tanya Risa dengan melongo.


"Bisalah, kan ada anaknya mama di sini." jawab Amanda dengan mengelus perutnya yang sedikit menonjol namun tetap rata kalau di lihat sekilas.


"Ya udah deh terserah elo aja lah."


Saat makanan sampai mereka segera memakan makanan tersebut, Amanda benar-benar menghabiskan porsi makanannya yang terbilang cukup banyak itu.


"Astaga, bumil emang beda ya," sahut Risa dengan tertawa ringan di ikuti oleh cengiran Amanda.


Sesudah makan mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, Risa di jemput oleh sang pacar siapa lagi kalau bukan Ardi, sedangkan Amanda sedang menunggu pak Ilham untuk menjemputnya.


"Man pak Ilham masih lama?" tanya Risa saat tahu kalau sang pacar baru tiba.


"Sebentar lagi kayaknya datang," ucap Amanda.


Ardi pun keluar dari mobil dan menyapa Amanda, kemudian menanyakan hal yang sama seperti Risa.


"Pak Ilham masih lama?" tanya pak Ardi.


"Sebentar lagi nyampek," sahut Amanda.


"Kita tungguin pak Ilham bentar ya," ujar Risa.


"Enggak usah, kalian pergi dulu aja." sahut Amanda.


"Gak papa, kita tungguin aja." balas Ardi.


"Udah kalian pergi aja," sahut Amanda ngotot karena tidak ingin mengganggu kencan mereka berdua.


"Ya udah kita pergi dulu ya, kalau ada apa-apa elo kabar gue ya." ucap Risa khawatir.


"Tenang aja," balas Amanda.


"Kita pergi dulu Man." pamit Ardi mendapat anggukan dari Amanda.


"Iya."


Kemudian pasangan tersebut pun pergi, tak lama kemudian pak Ilham juga sudah sampai dan Amanda pun segera masuk ke dalam mobil dan pulang menuju ke mansionnya.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2