Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 100_Berdarah


__ADS_3

Mita rasanya tidak terima jika ia harus meninggalkan YP COMPANY seperti ini, dia sangat takut kariernya di luar sana akan hancur.


Dia pun memikirkan kesalahannya mengapa hingga YP COMPANY memecatnya secara tidak terhormat.


Saat dia berfikir dia kemudian mengingat kejadian kemarin malam waktu dia mendorong Amanda ke kolam renang, di sana presdirnya langsung membatunya.


Mengingat hal itu Mita langsung emosi dan dia pun pergi meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju ruangan divisi pemasaran.


Semua karyawan yang melihat hal itu pun tidak ingin melewatkan kesempatan pun mengikuti Mita dari belakang.


Saat Mita sudah sampai di depan ruangan divisi pemasaran dia segera mendobrak pintu membuat semua karyawan yang berada di dalam terkejut dan melihat ke arah pintu.


Mita langsung mencari tempat duduk Amanda yang kebetulan terlihat jelas olehnya, dia segera menuju ke tempat Amanda duduk, semua karyawan menyaksikan Mita yang menghampiri Amanda.


Sedangkan Amanda awalnya bingung mengapa Mita masuk ke ruangannya karena biasanya dia tidak pernah masuk ke sini.


"Ngapain elo ke sini?" tanya Risa dan menghadang Mita.


Risa tahu kalau Mita datang kemari pasti berhubungan dengan Amanda, namun Mita langsung menghempas Risa agar tidak menghalangi jalannya.


Kebetulan sekali Ardi sedang berada di ruangan Vero karena dia ada berkas yang harus segera di serahkan, jadi dia tidak mengetahui kejadian tersebut.


Mita semakin mendekati Amanda, dengan refleks Amanda langsung memegang perutnya dan menghalanginya dengan tangan.


"Eh j*lang," ucap Mita dengan emosinya dan menggebrak meja Amanda.


Semua karyawan tetap fokus melihat pertunjukan di depan mereka, sedangkan Risa dan Anggi mencoba menenangkan Mita dan membicarakannya baik-baik.


"Mit, elo ada apaan sih? Kalau ada masalah bisa di bicarakan baik-baik," sahut Risa.


"Diam!" bentak Mita kepada Risa dan Anggi.


Risa dan Anggi pun otomatis diam karena melihat kemarahan Mita yang sangat membara, Risa pun menelepon sang pacar Ardi untuk segera membantu Amanda di sini, namun beberapa kali di telepon Ardi tidak juga mengangkat teleponnya, membuat Risa dan Anggi khawatir dengan Amanda yang semakin di pojokan oleh Mita.


Mita pun mendorong Amanda hingga dia menabrak dinding cukup keras, bahkan para karyawan yang melihat itu pun ikut nyeri melihatnya.


Amanda juga kesakitan karena dorongan tersebut, dia tidak tahu kenapa Mita tiba-tiba menyerangnya begitu kejam.


"Aww, kamu kenapa sih mit?" tanya Amanda dengan berusaha berdiri kembali dan menahan rasa sakitnya.


"Elo masih bilang kenapa, hey nyadar." sahut Mita.


"Nyadar kenapa?" tanya Amanda tak kalah geram nya.


"Gara-gara elo gue dipecat dari sini," sahut Mita membuat Amanda kaget karena dia sama sekali tidak tahu menahu soal Mita dipecat.


"Apa! Kenapa bisa salah aku? Aku sama sekali enggak tahu mit," ucap Amanda.


Karena Amanda mengelak membuat Mita emosi dan mencekik leher Amanda hingga Amanda kesusahan bernafas.


"Apa elo bilang? Elo gak tahu apa-apa, elo kan yang bilang ke pak Vero kalau gue yang udah nyelakain elo dan juga Jenifer pasti elo juga yang mengadukan." bentak Mita sudah di ujung tanduk.

__ADS_1


Amanda tidak mengerti ucapan Mita karena dia tidak pernah mengadukan hal tersebut kepada Vero.


"Bu..bukan aku mit," ucap Amanda dengan terbata-bata karena lehernya terus dicengkeram oleh Mita bahkan lebih kuat.


Saat menyadari lawannya kehabisan nafas Mita segera melepaskan cekikan nya membuat Amanda langsung ambruk dan jatuh ke lantai.


Amanda sedikit tidak sadarkan diri namun dia harus tetap sadar dan tidka boleh pingsan.


"Eh asal elo tahu aja ya, gue bisa aja b*nuh elo tapi sayangnya gue males, tapi ada hal yang menarik sama bayi haram elo," sahut Mita dengan berbisik ke telinga Amanda yang sudah lemas di lantai.


Amanda yang mendengar itu pun langsung berusaha menutupi perutnya dengan tangan yang sudah lemas.


Risa dan Anggi ingin membantu Amanda namun dia dihadang oleh karyawan yang ingin pertunjukannya semakin menarik.


Anggi dan Risa sudah menangis sejadi-jadinya dia tidak tega melihat Amanda sudah lemas, apalagi dia sekarang memegang perutnya.


Amanda awalnya melawan tapi mungkin karena tenaganya yang kurang fit sehingga dia tidak bisa mengimbangi tenaga Mita.


"Manda.. bangun Man," teriak Risa dan Anggi bersamaan.


Mita yang sudah emosi pun menendang perut Amanda dengan keras, hingga Amanda bisa merasakan perutnya yang sangat sakit.


"Amanda!" ucap Risa dan Anggi bersamaan dengan air mata sudah mengalir deras.


Amanda mencoba bangkit dan mencari jalan untuk keluar, Amanda tetap melindungi perutnya meski tidak berhasil, Mita kemudian menghalangi Amanda kembali dan menendang perutnya untuk kedua kalinya.


Semua karyawan merasa nyeri namun tidak ada yang berniat untuk menolongnya dari kejahatan Mita dan malah menonton saja.


Di saat itu darah mengalir dari bawah membuat Risa dan Anggi memanggil Amanda dengan sedih.


Risa yang mencari kesempatan untuk lolos dari karyawan lain segera menghubungi mbk Ida yang ada di atas.


[Halo,] sapa mbk Ida.


^^^[Mbk Ida, tolong Amanda.] ucap Risa dengan tangisan.^^^


[Risa, kenapa?] tanya mbk Ida khawatir karena Risa meminta tolong untuk Amanda.


^^^[Mbk Ida, tolong!] sahut Risa kemudian teleponnya terputus karena ada karyawan yang mengambilnya.^^^


Sekarang kantor sangat kacau, sedangkan Vero, Ardi, Reza dan Haikal sekarang sedang rapat membahas tentang bisnis kerja sama antara perusahaan YP COMPANY dengan yang lainnya.


Mbk Ida mendengar ada keributan dari ruang karyawan pun segera menghampiri ruang rapat.


Mbk Ida langsung masuk ke dalam tanpa permisi membuat semua orang melihatnya.


"Pak," ucap mbk Ida khawatir.


"Ada apa?" tanya Vero dengan muka datarnya.


"Sepertinya sesuatu terjadi dengan nyonya Amanda," ucap mbk Ida membuat Vero tengang dan terdiam.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Vero dengan suara bergetar.


"Saya tidak tahu, tadi Risa telepon saya."


Vero tanpa mengunggu ucapan mbk Ida langsung keluar dari ruangan rapat diikuti oleh yang lainnya.


Ardi melihat hp nya ternyata banyak sekali panggilan dari Risa namun dia tidka menjawabnya karena dia tidak tahu.


Saat Vero keluar dari lift dia segera menuju ke ruang divisi pemasaran, dia melihat semua karyawan sudah berkerumun di sana seperti menonton sebuah pertunjukan.


Sedangkan Ardi dan yang lainnya juga melihat hal tersebut segera menuju ke arah di mana Vero berada.


Vero segera masuk dan menerobos barisan para pegawai di bantu oleh Ardi dan yang lainnya.


"Minggir!" ucap Ardi dengan marah, semua karyawan berhenti dan memberi jalan kepada bos nya.


Saat masuk Vero sudah melihat sang istri sudah tergeletak lemas dan dia melihat Mita karyawan yang baru saja dia pecat sedang menendang perutnya, segera Vero menghentikan aksinya.


"Berhenti!" teriak Vero membuat Mita berhenti menendang yang ke tiga.


"Pak Vero," sahut Mita syok.


Sedangkan Ardi, Reza, Haikal, Angga dan mbk Ida juga melihat di mana Mita menendang Amanda pun ikut emosi.


Vero mendekat ke arah Mita dan segera menamparnya.


Plak


Terdengar jelas suara tersebut membuat semua karyawan takut.


"Semuanya segera keluar!" bentak Vero.


Semua karyawan pun keluar dan menghentikan tontonannya.


"Mas," ucap Amanda lirih sebelum dia pingsan.


Vero pun melihat ke arah sang istri dan melihat darah keluar dari bawah segera menggendongnya, saat sudah sampai pintu dia berpesan kepada Angga.


"Angga segera kamu proses orang itu, dan kalau bisa segera hukum mati." tegas Vero dengan marah.


Mita yang masih di tahan di dalam mendengar hal itu pun takut, Vero segera membawa Amanda ke rumah sakit.


Di depan kantor sudah ada Ardi yang menyiapkan mobilnya diikuti Reza, Haikal, Risa dan Anggi.


Karyawan yang melihat itu pun kasihan dengan Amanda, namun entah kenapa mereka penasaran juga kenapa presdirnya sangat ketakutan tadi.


Sedangkan Mita langsung di bawa ke kantor polisi dengan Angga, kantor diambil alih oleh mbk Ida, semuanya tetap berjalan seperti semula dan seperti tidak terjadi apa-apa.


Namun aura kantor sekarang mencekam, sudah banyak artikel yang keluar tentang kejadian tersebut.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2