
Tak butuh waktu lama bis pun sudah sampai di Bali zoo.
Semua karyawan keluar dari bis dan mulai memasuki area kebun binatang dan mulai bersenang senang.
Sedangkan Amanda masih dalam perjalanan menuju ke Bali zoo, jarak antara bis dan mobil memang cukup jauh karena tadi mobil mereka mampir untuk mengisi bahan bakar terlebih dahulu.
Akhirnya rombongan Amanda dan Vero pun sampai di kebun binatang dan dilihatnya para karyawan lainnya sudah masuk ke dalam sehingga Amanda lebih tenang untuk keluar dari mobil itu.
"Kalau gitu aku keluar dulu ya mas gak enak nanti kalau ada yang lihat," ucap Amanda merasa tidak enak.
"Iya kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa langsung telepon,"
"Iya," jawab Amanda.
Dan Amanda pun keluar dari mobil sambil menghubungi Risa agar menunggunya dan bisa jalan-jalan bersama.
Vero yang di tinggal sang istri pun langsung menampakkan wajah tidak suka karena seharusnya ini menjadi jalan-jalan mereka berdua tetapi karena Amanda yang tidak ingin hubungan ini terungkap akhirnya Vero pun harus jalan-jalan sendirian di kebun binatang yang luas ini atau lebih tepatnya jalan-jalan dengan Angga dan juga Ardi sahabatnya itu.
"Udah kenapa Ver gak usah sok melas cuma di tinggal bentar aja," ledek Ardi.
"Sialan loh mangkanya nikah biar tahu rasanya gimana," ejek Vero tak mau kalah.
"Huh dasar bucin elo ver," mereka pun keluar dari mobil.
Saat akan memasuki kebun binatang Vero langsung dicegat oleh Jenifer yang dari tadi sudah menunggunya dan Jenifer juga melihat Amanda keluar dari mobil yang ditumpangi oleh Vero tadi.
"Vero," ucap Jenifer sambil merangkul tangan Vero.
"Eh maaf nona Jenifer ada apa ya?" tanya Vero sambil berusaha melepaskan rangkulan Jenifer ditangannya.
"Enggak kenapa-kenapa,"
Amanda yang baru saja bertemu dengan Risa didekat pintu masuk pun melihat adegan tersebut namun ia tak terlalu menghiraukan adegan tersebut meski ada rasa kesal dihatinya.
Risa yang melihat itu pun mengalihkan perhatian Amanda agar tidak panas dengan adegan rangkulan tangan tersebut.
"Manda, mbk ida yuk ke area burung yuk." ajak Risa yang langsung di angguki oleh mbk Ida.
Akhirnya mereka pun menuju ke area burung untuk mengalihkan perhatian Amanda.
Vero yang dirangkul oleh Jenifer pun syok dan sontak melepaskan rangkulannya agar tidak ada yang salah paham apalagi sang istri.
"Kamu apa-apaan sih nona Jenifer tolong lebih sopan lagi ya," ucap Vero kemudian meninggalkan Jenifer dan menuju ke restoran kebun binatang.
"Maaf tuan saya ingin memberitahu bahwa tadi saat nona Jenifer merangkul anda nyonya Amanda tak sengaja melihat nya tuan," ucap Angga saat Vero sedang santai kantin kebun binatang.
"Apa Amanda melihatnya! Terus gimana ekspresi nya?" tanya Vero penasaran.
"Masa ngga? Gimana ngga tadi gue kok gak tahu kalau Amanda lihat," sahut Ardi yang juga di buat penasaran karena tidak tahu kalau Amanda melihat adegan tadi.
"Ekspresinya sih ya kayak kesal begitu terus langsung dibawa pergi sama Risa dan juga mbk Ida," jawab angga.
"Wah gawat ver bisa-bisa elo berantem nanti nih kalau ketemu," ujar Ardi sambil tertawa keras.
__ADS_1
"Puas lo heh puas,"
"Sorry sorry bro,"
Vero pun kepikiran bagaimana kalau istrinya nanti marah namun saat sedang melamun tiba-tiba ada sebuah tangan yang merangkulnya siapa lagi kalau bukan Jenifer.
Karena sangat bosan untuk berdebat dengannya maka Amanda pun pasrah saja yang terpenting tidak kelewatan batas.
Dan yang tidak mereka tahu ternyata Jenifer telah menyuruh Mita untuk memotretnya saat sedang bermesraan dengan Vero.
Namun Jenifer sangat manja sekali dengan Vero membuat siapa saja yang melihatnya pasti sangat enek begitu pun Angga dan juga Ardi.
"Gue mau refreshing dulu ya bro udah pacaran aja sana," ucap Ardi sambil beranjak pergi.
"Sialan lo di gue bilang disini ya disini oke!" perintah Vero dengan tegas membuat Ardi yang akan melangkah pergi mengurungkan niatnya dan kembali duduk.
"Sialan juga lo Ver," ucap Ardi kesal.
Setelah beberapa saat Jenifer pun capek sendiri karena tidak ada respon apa pun padahal Jenifer sangat berperan aktif dalam menggoda Vero namun Vero tidak tergoda dengannya.
"Kalau gitu maaf nona Jenifer sepertinya saya harus pergi dan melihat lihat daerah sini tolong untuk melepas tangannya," ucap Vero sudah jengah kemudian pergi yang diikuti oleh Angga dan juga Ardi.
"Bye nona Jenifer," ucap Ardi menyusul temannya.
"Astaga Vero awas aja ya akan gue buat elo suka sama gue," bicara Jenifer dengan kesal.
"Sabar nona Jenifer gue akan bantu elo sebisa gue," ucap Mita yang dari tadi mengawasi mereka dari jauh.
Saat sedang berjalan-jalan kebetulan Vero melihat ada rombongan Amanda yang juga sedang berjalan-jalan juga dan mereka pun berpapasan.
"Permisi pak," sapa Amanda dan karyawan lainnya saat berpapasan dengan Presdirnya.
"Iya," kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan dengan rombongannya.
"Elo kenapa sih Ver?" tanya Ardi kepada sahabatnya itu.
"Gue kenapa Di?" tanya Vero balik karena tidak tahu apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu.
"Elo kalau mau jalan-jalan sama Amanda ya tinggal ngomong aja ngapa harus jalan jauh kayak gini lagi," ucap Ardi karena dia berjalan jauh dari kantin depan sana hingga ke sini hanya ingin melihat sang istri.
"Elo kan tahu Amanda gak mau hubungan kita terungkap kalau gue jalan sama dia terang-terangan pasti akan ada gosip tentang gue dan dia,"
"Iya juga sih,"
"Ya udah kita lanjutin aja," kemudian mereka pun melanjutkan aktivitasnya.
Amanda yang sedang melihat lihat hewan yang ada di kebun binatang tiba-tiba merasa badannya kurang enak dan itu diketahui oleh Risa yang melihat wajah sahabatnya itu sangat pucat.
"Man elo gak papa?" tanya Risa khawatir karena melihat wajah Amanda yang sangat pucat.
"Iya gue gak papa kok?" ucap Amanda mencoba untuk terlihat baik baik saja.
"Beneran?"
__ADS_1
"He'em kok,"
Kemudian Amanda pun bersikap biasa saja dan melanjutkan acara jalan-jalannya namun beberapa saat Amanda pun merasa pusing lagi.
"Ris gue istirahat di sini dulu ya kalau elo mau lanjut, ya lanjut aja," ucap Amanda karena sudah sangat pusing dan tidak bisa untuk berjalan lagi.
"Elo beran gak papa?"
"enggak kok gue cuma kecapekan aja," ucap Amanda.
"Ya udah kalau gitu gue lanjut ya,"
"He'em,"
"Nanti gue ke sini lagi oke tunggu gue elo jangan kemana-mana,"
"Iya Risa,"
Kemudian Risa pun melanjutkan jalan-jalannya dan meninggalkan Amanda sendirian di gazebo.
Tak terasa waktu berkunjung sudah selesai para karyawan pun harus segera menaiki bis, Risa yang merasa seperti ada sesuatu yang tertinggal pun berfikir ada sesuatu yang janggal namun dia tidak tahu apa.
Karena tidak menemukan jawaban akhirnya Risa pun tetap menaiki bis dan bis pun berangkat.
Amanda yang memang badannya tidak kuat untuk berjalan pun takut karena Risa tidak menjemputnya karena hari makin sore.
"Astaga Risa elo dimana sih ini udah sore," rintih Amanda yang makin lemas tubuhnya.
Sedangkan Vero memilih berjalan-jalan di kebun binatang setelah karyawan pulang agar lebih puas.
Saat sedang melihat lihat hewan dia melihat seperti sesosok seperti sang istri yang sedang duduk lemas disebuah gazebo kecil ditengah hutan.
"Elo mau kemana ver?" ucap Ardi.
"Gue kayak lihat istri gw disana," ucap Vero sambil menunjuk area gazebo.
"Iya tuan mau ke mana?"
"Saya mau ke gazebo itu kayak ada orang," ucap Vero, entah insting nya sangat kuat sekali.
Dan Vero pun menghampiri orang tersebut untuk memastikan apakah dia Amanda atau bukan.
"Permisi," ucap Vero.
Kemudian orang tersebut pun menoleh dan saat mata mereka bertemu betapa syoknya Vero ternyata itu adalah istrinya yang tubuhnya sudah sangat lemas.
Amanda yang melihat sang suami ada didepan matanya pun senang sambil tersenyum namun di detik berikutnya dia sudah tidak sadarkan diri.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1