Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 67_Malam Panjang


__ADS_3

Mereka pun melanjutkan untuk menonton drama korea dengan sesekali berbincang-bincang.


Vero yang dulunya sangat tidak suka dengan drama harus mulai terbiasa dengan kesukaan sang istri karena dia suka istrinya apa adanya.


Dia tidak ingin menghentikan kesukaan sang istri, malah Vero ingin mendukung selama itu baik dan membuat istrinya bahagia.


Karena asyik nonton drama Korea sampai-sampai mereka lupa bahwa waktu sudah malam.


"Udah sayang nonton dramanya lihat tuh udah malam," ucap Vero membuat Amanda melihat langit yang sudah malam.


"Emang jam berapa sih mas?" tanya Amanda kepada sang suami.


Vero pun melihat layar teleponnya untuk memastikan jam berapa sekarang.


"Jam 10 malam," jawab Vero sambil melihat jam di layar teleponnya.


"Ya udah tidur aja yuk," ajak Amanda.


Namun saat Amanda akan beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba Vero menarik sang istri hingga dia jatuh di pangkuannya.


"Astaga mas kamu kenapa?" tanya Amanda karena sang suami tiba-tiba menariknya.


"Sayang."


Satu kalimat dari suaminya yang bisa di mengerti bahwa suaminya ingin meminta haknya lagi.


Dan benar saja malam ini menjadi salah satu malam yang panjang untuk mereka berdua.


Tidak ada paksaan dan Amanda pun melayani sang suami dengan ikhlas karena itu adalah salah satu kewajibannya sebagai seorang istri.


Sebenarnya dalam hati kecil Vero dia sangat ingin segera memiliki buah hati, tetapi dia tidak ingin memaksakan kehendak sang istri kalau dikasih segera ya Alhamdulillah tapi kalau disuruh untuk pacaran lagi juga tidak apa-apa.


Karena semuanya Allah yang menentukan, Vero harus tetap bersyukur karena dia bisa menikah dengan Amanda pun dia sudah senang dan bahagia.


🥕🥕🥕


Pagi hari pun menyapa matahari yang tadinya masih bersembunyi sekarang sudah menampakkan cahayanya.


Membuat sepasang suami istri yang tidur baru tidur subuh tadi terganggu, Vero pun perlahan membuka matanya karena terpaan sinar matahari.


Saat dia bangun dia melihat sang istri yang masih tidur disampingnya dengan wajah lelahnya karena pergulatan panjang tanpa henti.


Seketika Vero pun tersenyum senang melihat sang istri karena banyak sekali tanda kepemilikan yang dia buat tadi malam.


"Astaga cantik sekali," ucap Vero pelan sambil mencium pipi sang istri.


Karena merasa terganggu Amanda pun bangun dan melihat sang suami sedang memandanginya.


"Mas kamu udah bangun," ucap Amanda dengan suara seraknya seperti orang bangun tidur.


"Iya, Sayang."


Amanda pun berusaha duduk dari tidurnya tetapi seketika dia tidak bisa bergerak.


"Aduhh." keluhnya saat akan duduk.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero saat tahu sang istri sepertinya kesakitan.

__ADS_1


"Sakit mas," ujarnya kepada sang suami.


"Ya udah sini aku bantu."


Kemudian Vero pun membantu sang istri untuk duduk.


"Mas aku mau mandi lengket semua badanku," ucap Amanda, Vero pun membantu sang istri.


Namun karena Amanda sama sekali tidak memakai sehelai baju sehingga Vero pun menggendong sang istri ke kamar mandi.


Vero sendiri sudah mandi tadi saat sang istri sedang tidur, setelah beberapa saat Amanda dikamar mandi dan berendam air hangat dia sudah merasa baikan dan keluar dari kamar mandi.


"Gimana udah baikan?" tanya Vero kepada sang istri saat baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya, Mas."


"Ya udah sarapan dulu ya," ajak Vero dan di angguki oleh Amanda.


Mereka pun sarapan bersama di dalam kamar hotel.


"Habis ini kamu mau kemana?" tanya Vero.


"Enggak tahu," jawab Amanda singkat.


"Kamu pinginnya kemana gitu biar mas temenin."


"Di hotel aja capek aku," ucap Amanda dan di angguki oleh Vero.


"Ya udah kalau gitu."


Mereka pun melanjutkan lagi acara sarapannya, setelah selesai sarapan Amanda pun membersihkan sisa sarapannya tadi.


"Udah selesai?" tanya Vero pada sang istri.


"Iya, mas."


Mereka pun menonton acara di televisi yang dinyalakan oleh Vero tadi.


"Lihat apa mas?" tanya Amanda yang tidak tahu acara yang ditonton.


"Ini berita tentang bisnis sayang," jawab Vero tetap fokus melihat televisi.


"Ih kamu kita ini sedang liburan kok malah lihat yang bisnis gini enak juga nonton Korea mas," ujar Amanda kesal karena suaminya dimana pun pasti berbicara tentang bisnis.


"Ini juga enak kok sayang."


"Enggak."


Kemudian Vero pun memutuskan untuk mematikan televisi dan beralih melihat sang istri yang sepertinya sedang sewot.


"Kamu ini kenapa sih sayang kok akhir-akhir ini sering jutek gitu?" tanya Vero karena perubahan sikap sang istri yang sangat aneh.


"Aku jutek gimana sih?" tanya Amanda tidak paham dengan ucapan sang suami.


"Aku juga gak tahu."


Setelah mengucapkan itu Amanda pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju balkon.

__ADS_1


Vero yang melihat sang istri pun mengikutinya dari belakang dan mengamati bahwa sang istri sepertinya bertambah gemuk tapi ia tidak berani membicarakan hal itu karena nanti Amanda akan marah padanya.


Karena sebelum Vero menikah papa Hendra pernah berkata.


'Bahwa saat menghadapi wanita jangan pernah menanyakan berat badannya atau nanti kamu yang akan disalahkan,' ujar papa Hendra waktu itu.


Sehingga vero pun mengingat hal itu agar tidak membuat Amanda marah, Vero pun memeluk erat sang istri dari belakang sambil melihat indahnya pemandangan.


"Indah banget ya," sahut Vero membuat Amanda mengangguk setuju.


"Iya, Mas."


"Kamu gak capek mending tiduran aja," ajak Amanda karena takut sang istri masih kecapekan karena semalam.


"Enggak kok mas."


"Ya udah kalau gitu."


"Mas aku pingin martabak manis sama asin deh," ucap Amanda saat Vero masih asyik memeluknya.


"Jam segini mana ada yang jual sayang," ucap Vero.


Namun entah kenapa Amanda sangat ingin sekali makan makanan itu.


"Tapi aku pingin sekali mas," rayu Amanda.


Vero pun mau tidak mau meminta tolong kepada resepsionis untuk memesankan martabak manis dan asin untuk sang istri.


Tak lama kemudian martabak pesanan pun sampai dan Amanda melahapnya dengan cepat karena memang dia sudah ingin dari tadi.


"Sayang pelan-pelan kalau makan gak akan ada yang ambil," sahut Vero saat melihat sang istri makan seperti mau ada yang ambil makanannya.


"Aku udah pingin banget soalnya mas," jawab Amanda dengan mulut yang masih penuh makanan.


"Udah kamu makan aja dulu gak usah ngomong."


Kemudian Vero pun melanjutkan acara makannya dengan lahap, Vero yang melihat itu pun kenyang sendiri tanpa makan.


"Udah kenyang?" tanya Vero kepada sang istri saat melihat semua makanannya habis tak tersisa.


"Udah, Mas."


Dengan senyum sumringah dan bahagia karena bisa makan makanan yang ingin dia makan Amanda menjawab Vero.


"Syukur kalau gitu," lanjut Zidan.


"Kamu gak makan mas?" tanya Amanda yang sadar kalau suaminya belum makan sama sekali martabaknya.


"Enggak, Aku lihat kamu aja udah kenyang sayang."


Amanda pun tersenyum mendengar ucapan sang suami, ia juga merasa entah mengapa nafsu makannya akhir-akhir ini sangat meningkat.


Bahkan dia pernah makan mie instan saat di kantor sebanyak lima bungkus sendirian namun sesekali Risa meminta.


Tapi jarang sekali Amanda mampu menghabiskannya tapi anehnya dia menghabiskannya.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2