Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 75_Bosen


__ADS_3

KALAU ADA TYPO BOLEH KOMENTAR DI PART-NYA YAAAAAAA✍️


JANGAN LUPA BUAT FAVORITKAN CERITA INI, VOTE, LIKE, KOMENTAR DAN JANGAN LUPA TAP-TAP HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT UPLOAD BAB SELANJUTNYA


HAPPY READING!!!


🥕🥕🥕


Vero pun menemani sang istri hingga ia sadar, setelah beberapa saat Amanda pun mulai sadar dan terbangun melihat sang suami sedang tidur di sampingnya dengan duduk di kursi.


Amanda tak tega untuk membangunkan sang suami karena terlihat sangat lelah, Vero yang tertidur sebentar terbangun karena ada sebuah pergerakan kecil.


Saat dia bangun sang istri ternyata sudah bangun dan sedang memandangnya.


"Kamu udah bangun?" tanya Vero dan di angguki oleh Amanda.


"Ada yang sakit?" tanya Vero kembali dengan khawatir.


"Aku udah gak kenapa-kenapa kok mas," jawab Amanda agar suaminya tidak khawatir.


"Alhamdulillah."


"Sekarang jam berapa mas?" tanya Amanda.


"Jam 2 sayang," jawabnya.


"Astaga mas aku terlambat."


"Terlambat kemana?" tanya Vero bingung karena istrinya sangat terburu-buru memakai sepatu.


"Kerja lah mas."


"Maksudnya?"


"Jam istirahat udah selesai mas aku terlambat," sahut Amanda.


Vero pun menghentikannya dan menarik Amanda untuk duduk kembali ke kasurnya.


"Enggak kamu gak boleh kerja," ujar Vero dan sepertinya Amanda tidak suka.


"Maksud kamu?"


"Kamu gak boleh kerja sayang, kamu lagi sakit aku udah izin ke Ardi." sahut Vero.


"Ih kamu gak seru," sewot Amanda namun Vero tak menghiraukannya.


Amanda pun dengan bosan menunggu di ruang istirahat sang suami, sedangkan Vero sedang berada di ruangan kerjanya, Amanda pun berinisiatif untuk menghampiri mbk Ida agar dia tidak terlalu bosan.


Amanda pun keluar dari ruangannya yang langsung mendapat tatapan membunuh dari sang suami.


"Mau kenapa?" tanya Vero.


"Aku mau keluar sebentar ketemu mbk Ida mas," jawab Amanda.


"Kenapa?"


"Aku bosen di dalam terus mas," rengek Amanda.


Vero pun tak tega dan memberinya izin untuk keluar ke mbk Ida tapi dia memberi peringatan agar tidak menuju lift kalau tidak dia tidak akan pernah bisa bekerja lagi.


Amanda pun setelah mendapat izin segera menuju ke meja mbk Ida.


"Mbk Ida." sapa Amanda.


"Eh ada bu bos." jawab mbk ida.


"Ih mbk ida mah jangan gitu." kesal Amanda.


"Iya iya, ada apa Man?" tanya mbk ida.

__ADS_1


"Mbk, sibuk gak?" tanya Amanda.


Mbk Ida pun bingung karena Ida masih harus bekerja, seketika mbk Ida pun melihat CCTV yang terpasang dan memberi isyarat kepada bos nya dia harus menjawab Amanda apa, karena Mbk Ida yakin kalau bos nya itu juga sedang memantaunya sekarang.


Benar saja saat Amanda izin keluar ke mbk Ida Vero langsung menyalakan CCTV-nya yang ia pasang.


Vero melihat kode dari mbk Ida yang sepertinya butuh jawaban pun mengirim pesan dan memperbolehkan mbk Ida untuk berbincang dengan sang istri.


Kemudian Vero kembali fokus melihat layar laptop dan melihat seksama apa yang ingin dibicarakan Amanda kepada mbk Ida.


Sisi lain setelah mendapat pesan dari sang bos mbk Ida pun mulai merespon istri bos nya itu.


"Enggak kok, kenapa?" tanya mbk Ida.


"Aku bosen mbk di dalam terus," sahut Amanda.


"Bosen kenapa?" tanya mbk Ida.


"Vero dari tadi kerja terus mbk," lanjut Amanda dengan nada sedih.


"Pak Vero sedang sibuk mungkin Manda, makanya pak Vero fokus kerja," tutur mbk Ida.


"Tapi Amanda juga pingin kerja," lanjut Amanda yang sekarang malah mengeluarkan air matanya.


"Kamu kenapa kok nangis?" tanya mbk Ida panik karena istri bos nya ini sedang menangis.


Vero yang sedang asyik melihat dari CCTV pun dibuat khawatir karena sang istri menangis tanpa sebab.


"Amanda, kamu kenapa hem?" tanya mbk Ida sambil menenangkan Amanda.


Pak Angga yang berada disampingnya pun ikut penasaran dan ingin tahu kenapa sang istri bos nya ini menangis.


"Nyonya Amanda kenapa?" tanya Angga.


"Mas Vero ngelarang aku kerja," sahut Amanda dengan tetap menangis.


Vero yang melihat itu pun dibuat ketawa karena sang istri sangat aneh, selama hamil ini sang istri memang sangat cengeng ada sedikit masalah pasti menangis.


"Udah gak usah nangis ya," ucap mbk Ida.


"Iya nyonya enggak usah nangis," lanjut Angga.


Amanda pun menenangkan dirinya agar tidak menangis lagi, Vero pun keluar dari ruangan tersebut dan melihat keadaan sang istri.


"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya Vero sambil mengelus punggung sang istri.


Amanda pun menggelengkan kepalanya dan melihat sang suami.


"Ya udah kita masuk yuk," lanjut Vero mengajak Amanda kembali ke ruangannya, dan Amanda hanya menuruti sang suami.


Saat sudah sampai Amanda duduk di sofa ruangan kerja sang suami sambil melihat sang suami yang kembali ke meja kerjanya.


"Aku kerja dulu ya habis ini kita pulang," ucap Vero saat sudah sampai di mejanya.


Amanda pun hanya diam tak menjawab namun tetap melihat sang istri, Vero pun fokus mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai dan segera pulang karena dia merasa kasihan dengan sang istri yang sudah sangat bosan.


Amanda hanya diam saja di sofa sambil melihat sang suami bekerja, entah kenapa Amanda sangat nyaman sekarang dengan posisinya yang sedang melihat sang suami bekerja serasa tentram pikirannya.


Sesekali Amanda juga tersenyum sendiri tanpa diketahui oleh Vero, kebetulan saat Amanda sedang melihat sang suami dan tersenyum ternyata Vero juga melihatnya.


"Kenapa hem?" tanya Vero sambil melihat sang istri.


Amanda hanya menggelengkan kepalanya tanpa berbicara sedikitpun, Vero pun menghampiri sang istri dan bertanya.


"Bosen?" tanya Vero.


"Enggak."


"Tadi katanya bosen," ujar Vero.

__ADS_1


"Udah enggak."


"Kok bisa?" tanyanya bingung.


"Karena lihat kamu," ucap Amanda.


"Kamu gombal ya," sahut Zidan gemas dengan sang istri sambil mencubit hidungnya.


"Sakit mas," rengek Amanda.


"Iya maaf."


Vero pun mengelus perut sang istri sambil berbicara seperti sedang berkomunikasi dengan calon anaknya.


"Halo sayang." sapa Vero.


"Ini Papa." lanjutnya.


"Halo papa." jawab Amanda sambil menirukan suara bayi.


"Kamu jadi anak yang baik ya di sana, jangan buat mama kamu kesusahan," ujar Vero sambil tetap mengelus perut sang istri.


"Iya papa."


Vero pun mencium lembut perut sang istri dan mengelusnya kembali kemudian beranjak dan kembali ke mejanya, namun tak lama kemudian pintu kantor terbuka dan menampakkan sang mama Ratna dan papa Hendra yang datang ke sini.


"Sayang." panggil mama Ratna khawatir dan menghampiri Amanda.


"Mama?" ucap Amanda kaget.


"Mama?" ucap Vero juga dan beranjak dari kursinya.


Kemudian menghampiri sang mama dan papa nya yang duduk di sofa.


"Kamu kenapa? tadi mama dapat kabar kamu sakit," ucap mama Ratna saat baru saja duduk di sebelah sang menantu.


"Amanda gak papa kok ma." jawab Amanda menenangkan sang mertua.


"Bener?" tanya mama Ratna memastikan kembali dan mendapat anggukan dari Amanda.


"Syukur kalau gitu."


"Mama tahu dari mana kalau Amanda sakit?" tanya Vero penasaran.


"Em itu enggak penting," ucap mama Ratna karena gugup.


"Pasti dari dokter Sari," sahut Vero dan mendapat senyuman manis dari sang mama.


"Tahu aja."


"Kan bener apa kata papa tadi ma." sahut papa Hendra.


"Apaan pa?" tanya Vero.


"Papi tadi udah bilang kalau Amanda pasti akan baik-baik aja, tapi mama mu sangat ingin melihat Amanda jadi papa diseret ke sini." sahut papa Hendra panjang lebar dan Vero pun hanya tersenyum lucu.


"Bentar lagi kami mau pulang ma, Amanda dari tadi bosan soalnya di sini." ujar Vero.


"Mama papa gimana kalau ikut kita pulang," ajak Amanda dan di angguki oleh Vero.


"Mama setuju," jawab mama Ratna kemudian lihat sang suami.


"Papa mah ngikut apa kata mama." lanjut papa Hendra.


Vero pun segera merapihkan berkas-berkasnya agar tidak berantakan, setelah itu mereka pun pergi menuju ke parkiran khusus presdir sehingga tidak ada karyawan yang tahu Amanda ada di sana.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2