
Amanda sekarang berada di depan ruangan Vero dia takut untuk masuk, akhirnya mbk Ida lah yang mengetuk pintu dan membuka pintu ruangan Vero.
Betapa terkejutnya Vero saat melihat keadaan sang istri yang dipenuhi dengan pecahan telur di tubuhnya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Vero kepada sang istri, namun Amanda hanya dia saja tidak menjawab sambil menundukkan kepalanya.
"Manda kamu kenapa?" tanya pak Ardi juga yang bingung dengan keadaan Amanda sekarang.
"Ada apa ini mbk?" alih Vero bertanya kepada mbk Ida.
"Sebenarnya," ucap mbk Ida namun ditahan oleh Amanda.
"Biar aku saja mbk," ucap Amanda dan di angguki oleh mbk Ida.
Kemudian mbk Ida, Angga, dan Ardi pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut agar Amanda segera bersih-bersih dirinya terlebih dahulu.
"Ya udah yuk sayang kamu bersihin dulu ya badan kamu," sahut Vero dan di angguki oleh Amanda.
Vero pun menuntun Amanda menuju ke kamar mandi di ruang istirahatnya, saat Amanda sedang membersihkan dirinya, Vero memilih untuk keluar sebentar ke ruangannya dan memanggil Angga untuk memberitahukan yang sebenarnya.
"Ada apa ini?" tanya Vero dengan dingin.
Angga tahu kalau bos nya sekarang sangat marah karena tatapannya yang sangat mematikan baginya.
"Tadi nyonya Amanda dilempar telur mentah oleh beberapa karyawan pak," ujar Angga.
"Terus?" tanya Vero lagi.
"Nyonya Amanda juga menjadi bahan bullyan di kantin tadi, kalau seumpama saya dan mbk Ida tidak datang entah bagaimana kondisinya sekarang," sahut Angga.
"Kamu segera usut tuntas kejadian ini dan segera laporkan ke saya," ucap Vero dan mendapat anggukan dari Angga.
"Pak tadi nyonya meminta mbk Ida dan saya merahasiakannya dari bapak," ucap Angga.
Vero pun mengerti apa yang di maksud oleh asistennya.
"Iya saya tahu."
kemudian dia pun keluar ruangan bos nya tersebut, waktu Vero sedang berbicara dengan Angga kebetulan Amanda masih berada di kamar mandi sehingga dia tidak tahu kalau Vero sudah tahu yang terjadi tadi.
"Ada apa ngga?" tanya mbk Ida saat Angga keluar dari ruangan Vero.
"Tuan Vero minta usut tuntas permasalahan ini dan segera melaporkan ke beliau," jawab Angga.
"Bener tuh, buruan deh." sahut mbk Ida senang.
Tak berapa lama Amanda pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang baru, memang Amanda menyiapkan beberapa pakaian untuk sang istri di lemarinya karena jika di perlukan dia bisa langsung memakannya dna benar saja tidak salah dia menyiapkan pakaian tersebut.
Kemudian Amanda keluar dan sudah di sambut oleh Vero yang menunggunya di depan kamar mandi.
"Mas," ucap Amanda kaget karena ada sang suami yang menunggunya saat dia keluar.
"Udah selesai?" tanya Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.
__ADS_1
"Kok lama?" lanjut Vero bertanya.
"Iya mas, susah soalnya tadi buat hilangin bau amisnya," jawab Amanda.
Kemudian Vero pun segera memeluk sang istri dan mencurahkan sepenuhnya perasaannya kepada sang istri.
"Kamu kenapa mas?" tanya Amanda bingung karena sikap sang suami.
"Sekarang kamu jelasin semuanya ke aku," sahut Vero meminta untuk dijelaskan tentang kejadian tadi.
"Tadi cuma kesalahan aja kok mas," ujar Amanda.
"Maksud kamu?" tanya Vero kembali.
"Tadi cuma kesalahan aja gak ada perlu di khawatirkan oke, aku baik-baik aja kok."
Vero pun tak habis fikir istrinya tersebut masih saja membela orang yang sudah membuatnya seperti tadi.
"Beneran?" tanya Vero memastikan dan di angguki oleh Amanda.
"Iya mas."
Akhirnya Vero pun mengalah dak tidak mengungkit hal tersebut karena takut akan membuat sang istri makin sedih.
Vero pun memilih untuk mengusut tuntas masalah ini sendiri dan awas saja kalau sampai dia menemukan pelakunya.
"Ya udah sekarang mending kamu istirahat aja ya sayang," sahut Vero.
"Enggak mas." jawab Amanda membuat Vero bingung.
"Aku mau kembali ke ruangan aku aja ya," ucap Amanda dan mendapat penolakan dari Vero.
"Enggak." jawabnya singkat padat jelas.
"Mas, aku mohon."
"Enggak."
Namun Amanda tak menuruti keinginan sang suami dan tetap melanjutkan langkahnya menuju ke pintu keluar.
"Amanda mas bilang kembali ya kembali." perintah Vero dengan nada keras.
"Mas kamu itu ya," ucap Amanda kesal saat Vero menyeretnya kembali ke kamarnya.
"Aduh mas sakit tahu," ucap Amanda merintih kesakitan saat tangannya di tarik paksa oleh sang suami.
Entah kenapa Vero sangat marah hari ini mungkin karena dia melihat sang istri yang di bully di perusahaan suaminya sendiri, rasanya Vero ingin segera melenyapkan orang yang telah menyakiti istrinya.
Setelah itu Vero pun membaringkan sang istri di kasur dan dia pun ikut berbaring.
"Kamu lepasin," ucap Amanda saat Vero memeluknya dari samping.
"Kita tidurnya," ajak Vero sampai melupakan makan siangnya.
__ADS_1
Mungkin karena tenaga Amanda yang tidak sebanding dengan Vero, akhirnya Amanda pun menuruti ajakan yang suami untuk tidur melepaskan lelah yang sangat berat ia rasakan hari ini, dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua pun terlelap.
Saat Angga masuk ke ruang kerja dia tak menemukan bos nya, namun ia melihat ruang istirahat bosnya tersebut terbuka dan menampakkan bawa bos nya sedang tertidur pulas dengan memeluk sang istri.
Angga pun menutup pintu tersebut dan keluar dari ruangan bos nya itu dan memberitahukan kepada mbk Ida tentang kejadian barusan dan meminta kepada mbk Ida kalau nanti ada yang masuk jangan diperbolehkan.
Saat mereka sedang asyik tertidur tiba-tiba Amanda melihat dia ada disebuah jalanan kota yang sangat ramai banyak orang lalu lalang dan dia sedang berada di tengah-tengah jalan tersebut.
Banyak orang-orang yang mengelilinginya seperti ingin membunuhnya, namun semua sedang melihat Amanda dengan tatapan jijik dan menghina.
"Eh ini yang katanya ja*ang itu ya," ucap salah satu orang yang entah Amanda tidak tahu siapa.
Amanda hanya merasa takut dan melihat kanan kita tanpa berbicara, rasanya dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun dan hanya diselimuti rasa takut dan gelisah.
"Eh ja*ang, itu anak siapa woy?" tanya salah satu orang dengan nada menyindir dan tertawa keras diikuti oleh yang lainnya.
Amanda rasanya sesak nafas dengan banyaknya orang yang mengerubunginya.
Vero yang merasakan ada pergerakan dari sebelahnya pun membuka mata dan melihat sang istri seperti sedang menahan nafas, Vero merasa istrinya tersebut sepertinya sedang bermimpi buruk.
"Sayang, sayang." panggil Vero membangunkan sang istri.
Seketika Amanda terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal seperti habis berlari.
"Sayang kenapa?" tanya Vero kepada Amanda, namun Amanda tidak menjawab dan malah memeluk erat sang suami yang berada di sampingnya sambil menangis mengingat mimpi tersebut.
Amanda sangat takut karena mimpi tersebut seperti sangat nyata dia tidak bisa melupakan mimpi tersebut.
"Udah kamu yang tenang," ucap Vero berusaha menenangkan sang istri sambil mengelus punggungnya.
Vero sangat sedih dengan keadaan sang istri apa lagi dia sedang mengandung, Amanda rasanya sedikit tenang saat memeluk sang suami sehingga dia cukup lama memeluknya.
"Udah?" tanya Vero kepada Amanda saat tahu sang istri sudah mulai tenang.
Amanda pun menganggukkan kepalanya dan memberitahukan kalau dia sudah mulai baik-baik saja.
"Kamu kenapa?" tanya Vero saat Amanda sudah tenang.
"Mas," panggil Amanda.
"Hem."
"Aku tadi mimpi," ucap Amanda.
"Mimpi apa?" tanya Vero lagi.
"Enggak ada apa-apa kok," balas Amanda nutupi mimpi tersebut dari sang suami.
Vero tidak membahas hal itu mungkin istrinya belum siap untuk menceritakannya.
"Ya udah yuk kita makan, kamu pasti lapar." ucap Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>