Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 96_Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Vero memanggil make up artist untuk mendandani sang istri untuk ke acara pesta ulang tahun perusahaan.


Setelah beberapa saat Vero sudah siap dengan jas yang bagus, sedangkan Amanda masih di make over.


Setelah menunggu beberapa saat Amanda pun keluar dengan menggunakan gaun pesta yang sangat cantik dan cocok buatnya.


Dengan kulit putih, perut yang agak menonjol tapi terlihat seksi, rambut di tata rapih dan juga kaki yang jenjang menampakkan keindahan, siapa pun yang melihatnya pasti terpanah melihatnya.


"Mas," ucap Amanda menghampiri sang suami yang masih terbengong melihat tampilan sang istri.


Serasa tidak ingin membawa sang istri ke tempat pesta karena akan membuat para lelaki lainnya nanti akan terpanah melihat sang istri.


"Mas," panggil Amanda lagi dan Vero pun tersadar dari lamunannya.


"Iya," ucap Vero.


"Yuk berangkat," ajak Amanda.


Vero pun menganggukkan kepalanya dan mengandeng tangan sang istri menuju mobil yang sudah di siapkan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di parkiran hotel, Amanda keluar terlebih dahulu dan melihat Risa yang sudah menunggunya.


"Mas aku duluan ya."


"Iya."


Kemudian Amanda pun keluar dan menghampiri Risa.


"Hai ris." sapa Amanda.


"Man, ini elo?" tanya Risa tidak percaya.


"Iya, kenapa emangnya?" tanya Amanda balik.


"Gila elo cantik banget Man, gue aja sampai bengong lihat elo." ucap Risa.


"Kamu bisa aja," ucap Amanda malu dengan ucapan sang sahabat.


"Gue berani taruhan, nanti pasti banyak karyawan laki-laki yang tergila-gila sama elo." ucap Risa sangat yakin sekali.


"Ih apaan sih, udah yuk masuk." ajak Amanda.


Mereka pun masuk ke dalam dan menuju ke tempat pesta tersebut, saat masuk Amanda dan Risa terpanah dengan tempat pesta, pasalnya dekorasi yang sangat mewah meski pun berada di taman hotel.


Berbeda sekali saat terakhir kali amanah liburan beberapa hari di sini bersama dengan sang suami.


"Wah bagus banget Man," ucap Risa tak kalah takjubnya.


"Iya ris, bangus banget." balas Amanda tak kalah takjubnya.


Mereka pun segera mencari tempat untuk duduk dan mengamati semua tempat acara, saat mereka sedang asyik mengamati dekorasi dan berbincang-bincang santai, ternyata Anggi menghampiri mereka.


"halo, semuanya." ucap Anggi sambil mengagetkan Amanda dan Risa.


"Eh ada nggi." sahut Risa dan Amanda bersamaan.


"Kalian baru datang?" tanya Anggi.


"Iya nih," sahut Risa dan di angguki oleh Amanda.


"Ya udah kalau gitu kalian nikmati deh acara ini, semoga suka ya."

__ADS_1


"Pasti," sahut Amanda.


Kemudian Anggi pun pergi karena masih banyak tugas yang harus dia kerjakan, sedangkan Amanda dan Risa masih asyik mengobrol.


"Man yok ke sana." ajak Risa dengan menunjuk bar makanan.


"Ayo," jawab Amanda dengan antusias.


Soal makanan untuk sekarang ini Amanda sangat senang dan antusias pasalnya dia akhir-akhir ini juga sering sekali makan, sehingga saat di ajak Risa untuk ke bar makanan dia sangat senang.


Mereka berdua pun menuju ke arah bar makanan yang di mana terdapat banyak sekali jenis makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga dessert yang terlihat sangat mengiurkan.


Risa yang melihat sahabatnya sangat gembira itu pun mengejek Amanda.


"Di tutup mulut itu, air liurnya netes loh nanti." ejek Risa dengan tertawa.


"Ih resek ya kamu ris," ucap Amanda kesal.


Kemudian Amanda dan Risa pun mulai memakan makanan tersebut, entah sudah berapa lama Amanda makan tetapi mulutnya tetap asyik mengunyah makanannya, Risa yang melihat hal tersebut pun hanya bisa menggelengkan kepalan tak percaya.


Bagaimana bisa Amanda banyak sekali makannya, tetapi tubuhnya tetap saja langsing mungkin bertambah sedikit karena hamil.


Sedangkan dia harus extra sabar dalam hal makanan, karena jika dia makan sedikit saja makan akan bertambah berat badannya.


"Astaga Manda, elo gak kekenyangan?" tanya Risa kepada Amanda dan mendapat gelengan kepala darinya.


"Enggak." jawab Amanda singkat padat jelas dan menunjukkan deretan gigi putihnya kepada Risa.


"Dasar bumil emang ya," ucap Risa.


🥕🥕🥕


Sedangkan Vero setelah sang istri keluar dari mobilnya dia juga keluar dan menghampiri para sahabatnya yaitu Ardi, Reza dan juga Haikal yang baru saja datang.


"Hai, yok masuk."


Mereka pun masuk ke dalam dan menyapa para tamu yang datang, mulai dari para investor dan kolega bisnis.


Saat sedang menyapa kolega bisnisnya Vero tidak sengaja melihat sang istri yang sedang asyik makan di temani oleh Risa.


Saat melihat itu Vero pun tersenyum melihat tingkah sang istri saat makan dengan pipi cabi nya dia sangat gemas.


"Udah jangan di lihatin aja," ejek Haikal saat mengetahui sang sahabat sedang memandangi Amanda.


"Biarin!" balas Vero kemudian fokus berbicara dengan koleganya.


Hari ini tamu undangan sangat ramai banyak karyawan juga yang datang dan semuanya tampak senang dan gembira, tak lupa mama Ratna dan papa Hendra pun datang, Vero pun menyapa orang tuanya.


"Pa, ma."


"Hai sayang." jawab mama Ratna.


"Ver, selamat ya." jawab papa Hendra.


"Iya pa, makasih ya."


"Amanda mana?" tanya mama Ratna dan mencari keberadaan sang menantu.


"Dia di sana ma," balas Vero dan menunjuk tempat makanan.


"Wah, mama ke sana dulu ya."

__ADS_1


"Iya, tapi mama harus ingat ya jangan terlalu kentara nanti orang-orang malah curiga." ucap Vero memperingati sang mama.


"Iya."


Mama Ratna pun menghampiri sang mantu yang sedang makan.


"Sayang," sapa mama Ratna dengan gembira.


Amanda pun menolehkan kepalanya dan menghadap ke orang yang memanggilnya, betapa syok-nya karena sang mami yang memanggilnya.


"Mam..." ucap Amanda menggantungkan kata.


"Mama kenapa ke sini?" tanya Amanda dengan berbisik agar tidak ada yang mendengar.


"Ya mama pingin ketemu sama mantu mama yang cantik ini," jawab mama Ratna dengan berbisik juga.


"Kalau orang lain lihat gimana, semua orang kan tahu kalau mami itu mama nya mas Vero." sahut Amanda.


"Iya, kamu tenang aja sayang."


Kemudian mama Ratna pun berbincang dengan amanat dan ikut makan bersama dengan Amanda pula dan Risa pastinya.


Beberapa karyawan melihat lah itu pun banyak yang bertanya-tanya karena mereka tahu bahwa orang yang bersama dengan Amanda adalah istri dari pak Hendra yang artinya nyonya besar.


"Lihat tuh Amanda, udah deketin anaknya sekarang deketin ibunya pak Vero." ucap salah satu karyawan yang masih dapat di dengar oleh Amanda dan mama Ratna.


Mama pun rasanya kesal dan ingin beranjak dari kursi dan menghampiri karyawan tersebut, namun di tahan oleh sang menantu.


"Gak usah ma." ucap Amanda dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Gak usah gimana sayang, itu tadi keterlaluan."


"Gak papa kok ma," balas Amanda.


Mama pun pasrah dengan keinginan sang menantu meski pun di hatinya dia sangat sakit, setelah mama Ratna berbincang dengan Amanda, mama Ratna pun izin untuk menghampiri sang suami karena dia harus menyapa beberapa teman dan juga koleganya.


"Sayang, mama ke papa mu dulu ya." ucap mama Ratna.


"Iya ma."


Setelah itu Amanda pun sendirian karena Risa tadi izin ke toilet sebentar, saat dia sedang sendirian ternyata Mita memperhatikannya dan menghampiri Amanda.


Dia sudah sangat benci dan dendam dengan Amanda jadi dia akan melakukan apapun untuk menghancurkan hidup Amanda.


"Eh cewek malam." panggil Mita dengan kasar.


"Kamu apa-apaan sih," ucap Amanda tak terima.


"Ih gak terima, asal elo tahu ya hidup elo gak akan bisa tenang." ucap Mita lalu pergi meninggalkan Amanda.


Amanda merasa kakinya gemetar hingga dia ingin terjatuh, untung saja saat ia akan terjatuh Risa sudah siap siaga menolongnya.


Kalau kalian mengatai Amanda b*doh maka jawabannya adalah iya, Amanda b*doh karena sangat lemah tidak bisa bertindak karena ada yang membullynya.


Dia juga ingin sedikit berani namun dia tak cukup berani untuk menyerang seseorang, kalau kalian mau mengatai Amanda sok suci, munafik dan semacamnya terserah kalian, tapi sejujurnya Amanda sendiri juga capek jika terus mendapatkan kata-kata seperti itu bahkan ada perlakuan fisik yang membuat hatinya sakit.


"Man elo kenapa?" tanya Risa dengan khawatir dan membantu Amanda berdiri.


"Aku gak papa kok," ucap Amanda namun terlihat jelas bahwa dia sedang tidak apa-apa.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2