
Akhirnya Vero dan Amanda pun sampai di mansion mereka.
"Ayo sayang." ajak Vero.
Namun sebelum Amanda membuka sabuk pengamannya Vero terlebih dahulu membuka sabuk pengaman tersebut.
Vero sejenak berdiam diri diposisi yang sedang berhadapan dengan sang istri dan Amanda hanya bisa diam dengan memandangi wajah tampan sang suami.
"Yuk turun," ajak Vero setelah sadar dan turun dari mobil diikuti oleh Amanda.
Saat mereka sampai didalam rumah mbok Yem pun menyambut mereka.
"Selamat pagi den nyonya," sapa mbok Yem.
"Pagi mbok," ucap Amanda dengan ramah.
Vero hanya berlalu dan naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya dan Amanda pun mengikuti sang suami yaitu ke kamar mereka.
"Mas kamu itu di sapa yang sopan dong," omel Amanda karena sang suami tidak menggubris sapaan mbok Yem tadi.
"Iya tadi lupa," alasannya.
"Ih kamu ya,"
Kemudian Amanda pun berjalan mendekati walk in closet untuk membereskan pakaiannya.
Vero setelah menaruh barangnya diatas kasur dia menuju ke ruang kerja dan menyelesaikan pekerjaannya yang belum terselesaikan sehingga Amanda pun hanya sendirian tidak tahu harus melakukan apa.
"Dasar orang gila kerja," omel Amanda sendirian di kamar dengan kesalnya.
"Istri sendirian gak ditemenin giliran dia sendirian mau ditemenin," gerutu Amanda tidak ada habisnya.
Kemudian iseng-iseng Amanda pun menghubungi sang mama yang sangat khawatir kepadanya, dan sekarang mama Delima dan papa Bram memang menetap di Bandung karena pekerjaan papa yang berada di Bandung sehingga mama pun ikut dengan papa.
Dan juga mereka bisa bertemu kakaknya yang tinggal dibandung.
Setelah beberapa saat akhirnya telepon pun terhubung dan terdengar suara mamanya yang sudah sangat Amanda rindukan.
[Halo sayang,] sapa mama Delima dari kejauhan.
^^^[Halo ma.] jawab Amanda.^^^
[Gimana kabar kamu sayang udah enakan kan?] tanya mama Delima dengan nada khawatir.
^^^[Udah enakan kok ma tenang aja mas Vero juga selalu jaga Amanda.]^^^
[Syukur kalau begitu sayang, terus Vero nya mana sayang?] tanya mama karena tidak menemukan sang menantu di sana.
^^^[Dia lagi di ruang kerja ma.]^^^
[Oh kamu jangan lupa istirahat loh ya sayang, terus makan makanan bergizi sama minum vitamin.] nasihat mama Delima pada anak perempuannya itu.
^^^[Iya ma pasti.] sahut Amanda.^^^
[Bagus kalau begitu,]
^^^[Oh ya kalau begitu udahan ya ma teleponnya, nanti kalau Amanda ada waktu luang pasti ke Bandung,]^^^
[Iya Manda.]
[Kamu gak usah mengkhawatirkan kami di sini. Ya penting kamu baik baik aja di sana.]
^^^[Iya ma, kalau gitu Amanda pamit ga.]^^^
[Iya sayang.]
^^^[Bye ma.]^^^
[Bye sayang.]
__ADS_1
Mereka pun menutup sambungan tersebut, kemudian Amanda pun beranjak keluar dari kamar dan menuju ke dapur di mana di sana sudah ada mbok Yem.
"Nyonya Amanda butuh apa?" tanya mbok Yem pada Manda.
"Mau bikin susu aja mbok,"
"Biar mbok bikinin ya nyonya,"
"Gak usah mbok ngerepotin,"
"Enggak kok nyonya, mbok malah seneng."
"Ya udah kalau begitu makasih mbok ya,"
"Iya nyonya"
Kemudian Amanda pun menunggu susu bikinan mbok Yem di meja makan, dan setelah beberapa saat susu pun jadi dan mbok Yem memberikannya kepada sang majikan.
"Ini nyonya,"
"Makasih ya mbok,"
"Iya nyonya,"
Kemudian Amanda pun beranjak menuju ke ruang keluarga, karena bosan dia pun menyalakan televisi dan saluran yang menayangkan drakor.
Saking asyiknya Amanda menonton dia sampai lupa dengan Vero sang suami yang sedang fokus di ruangannya.
"Astaga Lee Je Hoon ganteng banget," ucap Amanda saat melihat drama yang dibintangi oleh aktor Korea.
Sedangkan Vero sekarang sedang fokus di ruangannya sehingga dia lupa kalau sang istri sedang sakit.
Vero harus segera menyelesaikan tugasnya sehingga dia tidak bisa menghabiskan waktu yang lebih banyak kepada sang istri, setelah beberapa jam Vero bergelut dengan berkas-berkasnya akhirnya selesai juga.
Vero pun keluar dari ruangan tersebut dan masuk kedalam kamarnya, namun saat dia masuk dia tidak melihat sang istri di dalam.
Akhirnya Vero pun turun kebawah dan melihat Amanda sedang melihat televisi sampai tidak menyadari bahwa dirinya datang.
Amanda pun hanya melihat sekilas kemudian kembali fokus ke drakor nya.
"Iya ganteng banget emang," jawab Amanda.
"Emang suaminya kalah ganteng ya sama yang di situ?" tanya Vero kesal dengan apa yang di lihat sang istri karena membuat dia terabaikan.
Amanda pun seketika melihat sang suami dan ingin tertawa karena vero membandingkan wajahnya dengan Lee Je Hoon aktor Korea yang sangat tampan ya walau memang wajah sang suami tak kalah tampan bahkan bisa membuat banyak wanita tergoda kepadanya.
"Kenapa muka kamu gitu sayang?" tanya Vero tidak terima dengan wajah sang istri seperti menertawakannya.
"Enggak kok mas," jawab Amanda dengan tertawa.
"Bilang gak,"
Kemudian Amanda pun menghentikan dramanya kemudian menatap sang suami kemudian memegang pipinya dan berkata.
"Kamu itu ganteng banget mas, Lee Je Hoon oppa aja kalah kok," ucap Amanda.
"Bener," sahut Vero dan di angguki oleh Amanda
Dan nyatanya emang benar kalau Vero itu tak kalah jauh dengan artis-artis barat dan Korea dengan wajah tampan kemudian badan yang atletis.
Pokoknya yang semua wanita idam-idamkan untuk menjadi suaminya.
"Kamu kok gak istirahat sih sayang?" tanya Vero.
"Bosen mas dari kemarin istirahat mulu," ucap Amanda dengan rengekan.
"Ya udah kalau gitu minum obat udah kan?"
"Udah kok mas," jawab Amanda.
__ADS_1
"Gimana kerjaannya udah selesai?" tanya Amanda kepada sang suami karena dari tadi bergulat dengan berkas hingga lupa kalau mempunyai istri.
"Udah sayang, maaf ya kamu jadi sendirian tadi," ucap Vero kepada sang istri.
"Kirain lupa kalau punya istri," sindir Amanda kepada sang suami karena dia di anggurin oleh Vero.
"Enggak lah sayang masa lupa sih,"
"Kirain aja,"
"Maaf ya sayang,"
"Iya,"
"Gimana kalau kita jalan-jalan di taman sebentar sayang," ajak Vero kepada sang istri agar Amanda tidak cemberut melulu.
"Boleh yuk," jawab Amanda senang dan antusias.
Mereka pun beranjak dari sofa dan keluar menuju kearah taman dekat dengan kolam renang dan kolam ikan.
"Wah ternyata disini ada kolam ikan," ucap Amanda senang sekali.
"Iya sayang,"
"Kok aku baru tahu ya,"
"Karena emang baru aja jadi,"
"Oh pantes aja,"
Kemudian Amanda pun melihat ikan-ikan yang sedang berenang kesana-kemari dengan lincahnya.
Amanda yang melihat tingkah sang istri pun senang karena Amanda bisa tersenyum dengan gembira.
Setelah beberapa saat Vero pun mengajak sang istri untuk kembali ke dalam karena hari sudah mulai gelap.
"Udahan yuk sayang kita masuk hari udah mulai gelap tuh," ajak Vero.
"Iya mas yuk,"
Kemudian mereka pun masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu.
"Sayang mending kamu besok gak usah kerja ya kamu kan badannya masih gak enak," ucap Vero yang langsung mendapat tatapan tajam dari Amanda.
"Enggak mas, aku tetep kerja besok aku sekarang udah gak papa kok bener deh." ucap Amanda meyakinkan sang suami.
"Bener nih?"
"Iya mas."
"Kalau begitu besok kamu bareng sama aku aja,"
"Enggak mas enggak aku biar dianter supir aja,"
"Sama aku aja,"
"Mas please ya sama supir aja," ucap Amanda dan Vero pun pasrah dengan kemauan sang istri dan mengiyakan.
"Ya udah tapi kalau kamu ada apa-apa langsung telepon mas ya,"
"Iya mas, makasih ya." ucap Amanda dengan memeluk sang suami erat dan berterima kasih.
"Iya sayang," balas Vero dengan membalas pelukan sang istri.
Mereka pun menutup malam hari ini dengan gembira dan juga menumbuhkan rasa cinta mereka kembali dengan bumbu-bumbu cinta mereka malam ini.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>