
Vero yang mendengar sang istri berkata seperti itu serasa hatinya hancur, dia tidak bisa menjaga sang istri dengan baik sehingga kejadian seperti ini terjadi.
"Dia sudah tenang sayang," sahut Vero dengan lirih hingga karyawan tidak dapat mendengarkannya.
Amanda pun merasa badannya sudah lemas, namun ia usahakan untuk berdiri dan berhadapan dengan Mita.
Vero membantu sang istri untuk berdiri, namun tetap ia pegang agar tidak jatuh.
"Asal kamu tahu aja anak aku bukan anak haram dia memiliki bapak tidak seperti yang kamu bicarakan," sahut Amanda dengan menahan tangisannya dia pun sudah sesenggukan dalam berbicara.
"Dia emang punya bapak, tapi dari om-om." ucap Mita dengan sinis dan tak mau kalah.
Mita meski dia sudah di penjara namun dia tetap membenci Amanda sehingga dia mengatakan hal yang sangat buruk.
Semua karyawan pun terpengaruh oleh ucapan Mita dan memandang Amanda dengan simpati namun juga jijik dan menghina.
Vero yang mendengar Mita mengucapkan sesuatu yang sangat membuat hatinya sakit dan juga tatapan karyawan lainnya kepada sang istri pun segera bangkit dan menuju ke arah Mita.
Mita yang ditatap oleh mantan bos nya tersebut pun menjadi takut, karena Vero memandangnya dengan tatapan membunuh.
"Semuanya diam." ucap Vero tegas.
Kemudian mendudukkan Amanda di kursi yang ada, Vero kemudian menundukkan kepalanya kepada sang istri dan memberi anggukan, Amanda pun hanya bisa mengangguk setuju.
"Kalian semua dengar, saya sudah muak." ucap Vero.
Karyawan semuanya bingung mengapa bos nya sangat marah dan hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap sang boss.
Vero pun berjalan mendekati Mita diikuti Ardi dan Angga yang berada di belakangnya, sedangkan Risa, Anggi dan mbk Ida sedang menenangkan Amanda.
Saat Vero sampai suasana sangat hening dan tidak ada yang berbicara sama sekali.
"Asal kamu tahu saja anak yang dikandung Amanda memiliki seorang bapak," sahut Vero dengan tegas.
Mita pun melihat Vero dan berkata
"Kalau memang dia punya bapak siapa bapaknya? Bapak gak bisa jawabkan," sahut Mita dengan bangga karena tidak akan bisa bos nya itu membawa bapak dari anak yang di kandung Amanda.
"Saya bapaknya." tegas Vero dengan singkat padat dan jelas.
Saat Vero mengatakan hal itu semua karyawan terdiam tak berkutik dan Mita juga diam seribu bahasa, bahkan dia juga seperti mati kutu.
"Kenapa diam?" bentak Vero kepada Mita yang diam saja.
"Saya tanya kenapa diam, dan kalian semua kenapa diam saja." ucap Vero dengan menunjuk semua karyawannya, tetapi semuanya tetap diam dan tidak mengeluarkan suara sama sekali.
Amanda yang melihat amarah sang suami pun hanya bisa diam, dia tidak bisa menghentikan sang suami.
"Asal kalian tahu, Amanda sedang mengandung anak saya dan dengan teganya kalian membunuh nyawa tak bersalah tersebut," ucap Vero dengan emosi yang membara.
Karena Vero sangat emosi dia pun menyuruh Angga dan juga Ardi untuk mengurusnya.
"Ardi, Angga saya serahkan kasus ini kepada kalian dan juga hukum seberat-beratnya orang yang telah mencelakakan istri saya." ucap Vero dengan tegas.
__ADS_1
Kemudian dia pun menghampiri Amanda dan menggendongnya pergi dari kantor menuju ke
rumah sakit lagi.
"Ada yang sakit?" tanya Vero saat mereka berada di mobil menuju ke rumah sakit.
Amanda hanya menggelengkan kepalanya bertanda tidak ada yang sakit.
"Enggak."
"Maaf," ucap Vero lirih.
"Kenapa?" tanya Amanda.
"Maaf gara-gara aku tadi identitas kamu jadi terbongkar," ucap Vero.
"Mas, aku malah senang kamu telah membelaku, kalau tidak ada kamu tadi mungkin aku udah gak tahu lag." sahut Amanda.
Vero pun menggenggam tangan sang istri dan menuju ke rumah sakit.
Sedangkan setelah Vero pergi polisi pun meneruskan kasusnya dan setelah selesai polisi pun membawa Mita ke penjara lagi dan sepertinya Mita akan di jatuhi hukuman yang cukup berat karena sudah berurusan dengan YP COMPANY.
Sementara setelah kejadian tadi kantor heboh dengan pemberitaan kalau presdirnya ternyata sudah menikah.
Semua berita di televisi dan juga media sosial juga membahas tentang pernikahan pewaris YP COMPANY.
"Astaga ris jangan bilang elo udah tahu berita ini," ucap Dino mendekati Risa dan Anggi.
Risa dengan masa bodoh pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya, gue sama Anggi udah tahu." jawab Risa.
"Gila kok kita baru tahu," sahut salah satu karyawan.
"Makanya kalau jadi orang jangan berprasangka terlebih dahulu, sekarang hati-hati kalian yang akan menjadi Mita selanjutnya," sahut Risa dengan menakut-nakuti yang lainnya.
Semuanya pun kembali ke mejanya masing-masing takut dengan ucapan Risa tadi.
Sedangkan setelah sampai di rumah sakit Vero pun membawa sang istri masuk ke kamarnya.
Saat sudah sampai di dalam kamar ternyata orang tuanya menunggu Amanda, di sana ada mama delima, papa Bram, mama Ratna dan juga papa Hendra yang menunggu.
"Astaga sayang kamu gak papa?" tanya mama Delima dan mama Ratna bersamaan dan menghampiri Amanda.
"Aku gak papa kok ma." jawab Amanda.
"Udah mending kamu duduk sayang," ucap papa kepada Amanda.
Amanda pun di bawa oleh mama Ratna dan mama Delima ke ranjangnya, Amanda merasa senang karena orang tuanya selalu berada di sisinya.
Karena merasa bosan Amanda pun memutuskan untuk melihat televisi, mama Ratna dan mama Delima pun ikut melihat.
"Sayang, mau mama kupas in apel?" tanya mama Delima kepada Amanda.
__ADS_1
"Boleh ma." ucap Amanda dengan tersenyum.
Saat asyik menonton televisi tiba-tiba saluran televisi sedang memberitakan tentang sang suami.
Sedangkan para lelaki yang melihat hal itu pun segera mendekat ke arah televisi untuk melihat pemberitaannya.
"Apaan nih?" tanya mama Ratna dan menyaksikan berita tersebut.
Dalam berita tersebut memberitakan tentang Vero yang sudah menikah dan sang istri masih di sembunyikan wajahnya.
"Cie yang udah go publik," ucap mama Ratna menggoda.
Amanda pun tersipu malu dengan ucapan sang mami karena berita tersebut.
"Mama jangan gitu dong," sahut Amanda malu.
Mereka pun senang melihat berita tersebut, Vero juga selalu melihat keadaan sang istri jangan sampai dia tertekan dengan berita tersebut.
Vero tetap memantau perusahaan dengan dibantu oleh Ardi sehingga sekarang perusahaan stabil, dan perusahaan di Inggris juga semakin berkembang membuat Vero tidak khawatir lagi dan bisa fokus merawat sang istri.
Saat ini orang tuanya sudah pamit pulang sehingga hanya ada Amanda dan juga Vero saja.
"Mas, kamu udah makan?" tanya Amanda kepada sang suami saat dia sedang mengupaskan buah untuk dirinya.
"Mas udah makan kok sayang," jawab Vero dengan memberikan buah yang sudah dikupasnya.
"Makasih," ucap Amanda dengan memberikan senyuman.
"Iya."
Kemudian Amanda pun terus melihat sang suami yang sedang asyik mengupas buah untuknya, terdapat guratan lelah di wajahnya yang tampan tetapi tertutupi oleh ketampanan dari sang suami.
"Kenapa lihat terus?" tanya Vero dengan mata masih fokus ke buah yang ia kupas.
Amanda seperti tertangkap basah pun gugup dan mengalihkan pandangannya.
"Siapa yang lihat kamu," ucap Amanda membantahnya.
Amanda pun segera melihat sang istri yang memalingkan wajahnya dengan tersipu malu.
"Sayang, lihat aku dong."
"Apaan sih," ucap Amanda malu saat dia di suruh untuk melihat sang suami.
Vero sangat ingin membantu sang istri untuk melupakan kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu.
Amanda merasa bahagia karena di masa sulitnya sang suami tidak menjauhinya tetapi malah membantunya untuk melupakan kejadian tersebut.
"Makasih mas." sahut Amanda tak henti-henti nya bilang terima kasih.
Vero pun hanya tersenyum mendengarkan ucapan sang istri tersebut kepadanya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>