
Amanda yang sudah menghabiskan makanannya merasa kenyang dan mengantuk.
"Alhamdulillah udah kenyang mas tapi aku sekarang kok ngantuk," sahut Amanda.
"Ya udah tidur aja sayang," jawab Vero.
"Enggak ini masih jam segini mas," ujar Amanda.
"Terus kamu mau kemana?" tanya Vero.
"Gimana kalau kita jalan-jalan di taman hotel aja," ajak Amanda kepada sang suami.
Vero pun menyetujui kemauan sang istri dan menemaninya jalan-jalan di taman hotel, saat mereka sedang berjalan-jalan di taman hotel tiba-tiba Amanda melihat ada sosok yang sepertinya ia kenal berada tak jauh dari taman.
Saat dilihat secara dekat ternyata itu adalah Dino rekan kerjanya, Amanda yang melihat itu langsung berlari mencari tempat sembunyi.
Vero yang melihat tingkah aneh sang istri pun menghampirinya dan menanyakan apakah ada masalah.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Vero dengan nafas tidak teratur karena mengejar sang istri yang berlari cukup cepat.
"Mas, tadi ada Dino." ujar Amanda sambil melihat tempat Dino berada.
Vero pun ikut melihat sorot pandang mata sang istri, kemudian dengan cepat Amanda menarik sang suami agar menunduk saat Dino melihat kearahnya agar tidak ketahuan oleh Dino.
"Mas, mending kita balik aja ke kamar." ajak Amanda dengan terburu-buru.
Sedangkan Dino yang merasa dari tadi ada yang memperhatikan mencoba untuk mencari siapa yang memperhatikannya namun dia tidak menemukannya.
"Mungkin cuma perasaan aku aja kali," ucap Dino kepada dirinya sendiri.
Dino berada di sini karena dia sedang bertemu dengan wanita untuk berkencan.
Setelah menunggu beberapa lama wanita yang diajaknya kencan pun datang.
"Halo, Dino."
"Halo, Mika."
Mereka pun berbincang-bincang seru satu dengan yang lain, Dino sebenarnya sudah merencanakan kencan ini jauh-jauh hari namun dia baru bisa bertemu dengan wanita yang ia taksir baru-baru ini saja.
Kebetulan juga dia memilih bertemu di hotel ini karena memiliki pemandangan yang bagus dan juga pelayanan yang memuaskan sehingga dia sangat ingin berkencan di hotel ini.
Sedangkan Amanda dan Vero yang sudah berada di kamarnya dengan nafas tidak teratur karena berlari.
"Astaga sayang aku capek," ujar Vero saat sudah sampai di kamar hotel dan duduk di sofa.
"Iya mas aku juga." jawab Amanda.
Kemudian mereka pun duduk santai di sofa untuk mengistirahatkan detak jantungnya, kemudian Amanda pun mengatakan kepada sang suami kalau dia lapar lagi.
"Mas aku laper deh," ucap Amanda membuat Vero menoleh langsung kepada sang istri.
"Kamu laper sayang?" tanya Vero dan di angguki oleh Amanda.
"Kamu bukannya tadi udah makan banyak banget ya," sahut Vero.
"Iya mas tadi banyak, tapi entah tiba-tiba kok laper lagi."
"Ya udah kamu mau pesan apa?" tanya Vero.
"Aku mau nasi goreng seafood aja mas," ujar Amanda dan Vero pun kembali memesan makanan yang diinginkan.
__ADS_1
Vero sudah memesan tiga porsi makanan karena sang istri memintanya memesan tiga dengan berbagai jenis seafood.
"Udah mas pesan sayang."
Kemudian sambil menunggu pesanan mereka sampai Amanda pun berjalan ke arah dapur dan berencana membuat minuman hangat.
"Mas, Aku mau buat minum kamu mau dibuatin apa?" tanya Amanda kepada sang suami sebelum benar-benar pergi ke dapur.
"Aku kopi aja sayang," ujar Vero dan di angguki oleh Amanda.
Kemudian Amanda pun pergi ke dapur dan membuat minuman yang diinginkan sang suami yaitu kopi dan untuk dirinya sendiri yaitu susu coklat.
Setelah selesai Amanda segera kembali ke area sofa dengan membawa minuman tadi.
"Ini mas."
"Makasih, Sayang."
Tak berapa lama makanan yang dipesan pun datang dan Vero pun membukakan pintu dan mengambil pesanan mereka.
Vero kembali dengan nasi goreng seafood yang banyak ditangannya, Amanda yang melihat itu pun tak kuat menahan air liurnya untuk tidak menetes.
"Wah akhirnya sampai," ucap Amanda sambil bersiap-siap untuk memakannya.
"Ini." ucap Vero sambil memberikan makanannya.
Amanda pun mengambil makanan tersebut dan segera membukanya, Amanda memakan dengan sangat lahap hingga satu porsi habis tidak tersisa.
"Sayang, Pelan-pelan kalau makan."
"Iya, Mas."
Kemudian Amanda melihat sang suami yang terus melihatnya.
Vero yang melihat itu pun tak kuat menahan tawa karena ekspresi sang istri yang sangat tidak ikhlas untuk membagi makanannya.
"Mau semua," goda Vero membuat Amanda cemberut.
"Yah." helaan napas Amanda.
"Enggak kamu makan aja aku udah kenyang," sahut Vero saat melihat sang istri cemberut.
Sedetik kemudian Amanda kembali tersenyum manis dengan menampakkan gigi putihnya sambil memakan nasi gorengnya.
Vero yang melihat itu pun tak habis-habisnya tertawa karena tingkah laku lucunya sang istri.
"Sayang kamu bener gak kenyang?" tanya Vero memastikan kepada sang istri.
"Iya mas bener."
"Kamu biasanya makannya sedikit loh sayang," lanjut Vero terheran heran.
"Iya mas, aku juga ngerasa kalau porsi makanku sekarang lebih banyak." sahut Amanda heran dengan dirinya sendiri.
"Mas juga ngerasa gitu."
Setelah beberapa saat mereka pun selesai makan atau lebih tepatnya Amanda selesai makan dengan menghabiskan semua porsi nasi goreng tanpa ada yang tersisa.
"Alhamdulillah." ucap Amanda.
"Kenyang?" tanya Vero kepada sang istri.
__ADS_1
"Iya mas."
"Minum susunya habis itu tidur," ucap Vero dan di angguki oleh Amanda sambil meminum susunya.
Saat Amanda tidak sengaja melihat dirinya di cermin dia mengamati tubuhnya yang sepertinya banyak berubah.
"Mas," teriak Amanda membuat Vero otomatis menuju ke arah sumber suara.
"Kenapa sayang?" tanya Vero khawatir terjadi apa-apa kepada sang istri.
"Mas lihat deh badanku kok tambah gemuk ya," ucap Amanda.
"Mungkin kamu tadi kan habis makan jadi nambah nanti juga enggak," ujar Vero dan di angguki oleh Amanda.
Feysa percaya dengan omongan sang suami mungkin memang benar itu gara-gara dia habis makan tadi.
Setelah itu mereka pun duduk kembali di sofa sambil sedikit berbincang-bincang, namun karena terlalu lelah hingga tanpa disadari mereka pun terlelap dalam pelukan satu sama lain.
Hingga Vero yang terbangun di malam hari dan melihat ternyata dia dan sang istri ketiduran di sofa.
Zidan dengan hati-hati mengangkat sang istri untuk tidur di ranjang.
"Astaga kenapa kalau tidur kamu gemes banget sih sayang," ucap Vero sambil memandangi wajah sang istri yang terlalu gemas.
Kemudian Vero pun menyusul sang istri tidur disampingnya, tak terasa keesokan harinya pun mulai muncul, Amanda dan Vero masih terlelap dalam tidurnya dan tidak berniat untuk bangun.
Namun Amanda ternyata bangun terlebih dahulu dan melihat sang suami ternyata belum bangun juga.
"Kenapa aku bisa sampek sini?" tanya Amanda pada dirinya sendiri pasalnya kemarin dia ingat kalau dia tidur di sofa.
Namun dia yakin pasti suaminya yang memindahkannya hingga dia tidur di kasur.
Kemudian dia pun membersihkan diri dan beres-beres pakaian karena mereka harus segera pulang.
Setelah selesai dia segera membangunkan sang suami agar segera bersih-bersih.
"Mas bangun," ucap Amanda membuat sang empunya nama pun memaksakan untuk membuka matanya dan bangun.
"Ada apa sayang?" tanya Vero dengan mata yang masih setengah sadar dan juga suara yang parau.
"Udah sana kamu mandi bentar lagi kita mau pulang," ucap Amanda membuat Vero pun terbangun.
"Ya Allah mas lupa sayang," ucap Vero sambil menepuk keningnya.
"Udah sana mandi."
Kemudian Vero pun mandi dan bersiap-siap dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai yang sudah Amanda siapkan sebelumnya.
"Udah selesai mas?" tanya Amanda saat melihat sang suami keluar dari kamar mandi.
"Sudah, sayang."
Amanda pun menyuruh untuk Vero untuk membawa tas pakaiannya.
"Mas bawa ya," ucap Amanda.
Vero hanya menganggukkan kepalanya dan membawa tas tersebut keluar.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>