
Saat pesawat yang disiapkan sudah siap Vero dan mama Ratna pun segera masuk dan terbang menuju ke Bali.
Saat dalam pesawat baik mama Ratna dan juga Vero sama-sama khawatir dengan keadaan Amanda, apa lagi Vero yang juga khawatir dengan sahabat-sahabatnya yang juga satu penerbangan dengan sang istri.
Vero melihat sang mama Ratna sangat khawatir pun mencoba menenangkannya.
"Mama gak usah khawatir ya, Vero yakin kalau Amanda gak akan kenapa-kenapa dia kan cewek kuat." ucap Vero yang padah dia sendiri juga sangat khawatir dengan keadaan sang istri.
"Iya sayang," akhirnya mama Ratna pun cukup rileks dan tidak terlalu khawatir lagi.
"Oh ya ma jangan lupa kabari papa biar nanti gak cariin mama," ucap Vero kepada sang mama.
"Oh iya mama lupa," kemudian mama Ratna pun memberi kabar kepada sang suami kalau dia sekarang berada di pesawat menuju ke Bali dan mengatakan karena pesawat yang ditumpangi sang mantu kecelakaan dan papa pun mengizinkan mama.
Sesampainya di landasan pacu di mansion Vero di Bali yang beda lagi dari hotel dan villa kemarin.
Vero segera turun dan menuju mobil untuk ke rumah sakit dimana Amanda dan sahabatnya di rawat.
Hampir satu jam-an berkendara karena kecelakaan pesawat ini di desa yang cukup di pedalaman dan juga akses jalan yang susah sehingga memakan waktu yang cukup lama, namun akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit yang cukup kecil.
Saat sampai di sana Vero melihat banyak karyawannya yang diperban karena beberapa goresan namun tidak parah, Vero pun langsung melihat sahabat-sahabatnya duduk di teras berkerumun dengan karyawan lainnya.
"Ardi, Reza, Haikal!" panggil Vero cukup keras langsung membuat nama yang dipanggil menoleh dan menghampirinya.
"Kalian gak papa?" tanya mama Ratna dan Vero bersamaan.
"Enggak kita gak papa kok tante," ucap Haikal.
"Syukur kalau begitu," ucap mama Ratna lega.
"Dia ada di dalam," ucap Ardi mengetahui isi hati Vero yang tadi celingak-celinguk mencari seseorang.
"Terima kasih," Kemudian Vero dan mama Ratna pun menuju dalam dan di ikuti oleh Ardi, Reza dan Haikal.
Untuk karyawan lainnya sudah ada beberapa yang diangkut oleh bis menuju ke kota sehingga hanya beberapa orang saja yang ada disini.
Dan kebetulan ranjang Amanda memang di pisah dari karyawan lainnya sehingga tidak ada yang tahu kalau Vero menghampiri Amanda.
Vero pun masuk ke ruangan Amanda dan dia melihat sang istri sedang di infus karena tadi kekurangan cairan.
"Sayang," panggil Vero sangat masuk ke kamar tersebut dan melihat Amanda sedang diinfus.
Amanda yang mendengar ada orang yang memanggilnya pun segera menoleh ke sumber suara.
"Mas Vero," lirih Amanda.
Kemudian Vero pun berjalan menuju ke arah Amanda dan memeluknya erat, Amanda pun tak kuat menahan tangisnya karena dia bisa melihat sang suami.
"Kamu gak papa kan sayang?" tanya Vero sambil mengecek kondisi tubuh sang istri.
"Aku gak papa kok mas,"
"Syukur kalau begitu," ucap vero yang bisa bernafas lega.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya mama Ratna yang langsung menggenggam tangan sang menantu.
"Mama kok juga disini?" tanya Amanda heran.
"Mama sangat khawatir sama kamu sayang," ucap mama Ratna,
__ADS_1
"Maaf ya ma sudah bikin mama khawatir." ucap amanda merasa tidak enak hati.
"Kamu gak papa kan?" tanya mama Ratna kembali.
"Iya ma, Manda baik-baik aja kok."
"Alhamdulillah kalau begitu," mama Ratna pun memeluk sang menantu dengan erat dan bersyukur karena tidak terjadi hal-hal yang buruk.
Setelah itu Vero mengalihkan pandangannya ke sahabat-sahabatnya,
"Kalian beneran gak papa?" tanya nya lagi.
"Iya ver tenang aja kali," ucap Reza.
"Gue udah kalang kabut tadi takut terjadi apa-apa sama kalian semua," ucap Vero merasa lega.
"Udah elo tenang aja bro," ucap Ardi.
"Makasih ya," di angguki oleh Ardi, Reza dan Haikal.
Setelah beberapa saat Amanda pun sudah diizinkan pulang karena cairan infusnya juga sudah habis.
Semua karyawan sudah dibawa ke pusat kota sehingga tinggal beberapa orang saja termasuk Risa dan Anggi yang dari tadi memang disuruh untuk menemani Amanda.
Mereka semua pun bergegas untuk kembali ke pusat kota dengan menggunakan mobil yang disiapkan oleh Vero.
Amanda dari tadi hanya dengan mama Ratna karena badan Amanda yang lemas sehingga tidak bisa bergerak leluasa.
"Kamu rileks in aja sayang," ucap mama Ratna.
"Iya mi makasih ya,"
Vero yang berada di samping sang istri pun bersyukur karena sang istri tidak terluka parah.
Setelah hampir satu jam menyusuri jalanan akhirnya mereka semua sudah sampai di mansion keluarga Pradikta, Vero pun turun terlebih dahulu dia menuntun sang istri untuk keluar dari mobil.
"Sini sayang," ucap Vero sambil menjulurkan tangannya.
"Makasih mas."
Kemudian Amanda pun memegang tangan sang suami, namun karena tubuh Amanda yang sangat lemah sehingga Amanda tidak kuat untuk menahan tubuhnya sendiri.
"Astaga sayang hati-hati,"
Kemudian Vero pun menggendong sang istri dengan kedua tangannya, saat dia menggendong sang istri semua mata tertuju pada mereka.
"So sweet nya pasangan ini," goda Reza.
"Mas kenapa aku di gendong sih," ucap Amanda malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, sedangkan tangannya menggantung indah di leher sang suami.
"Udah gak usah malu kan suami istri," bisik Vero tambah membuat Amanda tambah malu lagi.
Kemudian Vero pun membawa Amanda untuk ke landasan pacu dan naik pesawat untuk kembali ke Jakarta dan di ikuti oleh lainnya.
Untuk karyawan lainnya sudah diterbangkan ke Jakarta, sedangkan sahabat-sahabatnya dan teman sang istri, Vero memilih untuk di bawa menggunakan pesawat pribadinya saja untuk memastikan keamanan mereka.
Saat sudah didalam pesawat Amanda melihat wajah sang mertua sedih.
"Mama kenapa?" tanya Amanda khawatir.
__ADS_1
"Mama gak papa kok sayang," ucap mama Ratna berusaha tenang.
"Tapi mama kok sedih," ucap Amanda.
Kemudian mama Ratna pun menumpahkan semua kekhawatirannya kepada sang menantu.
"Mama dari tadi khawatir sama kamu sayang, mama sangat takut sama kamu. Tadi mama kamu telpon mama terus meminta kabar kamu, mama bingung harus bilang apa mama takut sayang," ucap mama Ratna menumpahkan semua kekhawatirannya dengan air mata yang terus mengalir.
Amanda merasa senang karena dia memiliki mertua yang sudah sama seperti orang tua nya sendiri.
"Udah mama gak usah khawatir, kan Amanda sekarang udah baik-baik aja," Amanda berusaha menenangkan sang mami dan memeluk mama mertua nya erat.
Amanda bisa mengerti bagaimana kekhawatirannya sang mama padanya.
Setelah mama mertuanya mulai tenang mama Ratna pun menyuruh Amanda untuk menghubungi sang mama dan papa yang berada di Bandung.
"Kamu hubungi mama dan papa kamu ya sayang pasti mereka juga khawatir sama kamu," ucap mama Ratna dan di angguki oleh Amanda.
Amanda pun menghubungi mamanya,
^^^[Halo assalamu'alaikum,] salam Amanda pada mamanya diseberang sana.^^^
[Waalaikumsalam, sayang kamu kan ini? Sayang kamu gak papakan? Astaga mama sama papa kamu sangat khawatir nak dari tadi,] ujar mama dari sebrang sana yang Amanda duga mamanya pasti menangis dari suaranya yang parau sekali.
^^^[Mama jangan nangis dong,] ucap Amanda menenangkan sang mama.^^^
[Gimana mama gak sedih sayang, anak mama habis kecelakaan.] ucap mama dengan nada lumayan tinggi.
^^^[Manda udah gak papa kok ma, mama tenang aja ya,]^^^
[Bener kamu udah gak papa sayang,]
^^^[Iya ma, Manda udah gak papa kok. Nanti kalau Manda udah baikan Manda jenguk mama ya,]^^^
[Iya sayang kamu jangan capek-capek ya,]
^^^[Iya ma,]^^^
[Ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya sayang.]
^^^[Iya ma, Salam buat papa ya,]^^^
[Iya.]
Kemudian Amanda pun menutup sambungan telepon tersebut dengan mamanya.
"Gimana sayang sudah kamu kabari jeng delima?" tanya mama Ratna.
"Sudah kok ma,"
"Syukur kalau begitu,"
Kemudian Amanda pun istirahat dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1