
Amanda pun dengan gontai mendatangi ruangan sang suami, banyak karyawan yang melihat Amanda masuk ke dalam lift khusus, namun Amanda tidak memperhatikannya dan malah santai masuk ke dalam.
Semua karyawan yang melihat hal itu di buat kadal apa lagi para karyawan wanita yang melihat dengan tatapan seperti ingin memb*nuh Amanda saja rasanya.
Setelah sampai di lantai ruangan presdir, Amanda segera menuju ke ruangan sang suami.
Sebelum dia masuk dia menyapa mbk Ida dan Angga terlebih dahulu baru setelah itu dia masuk ke dalam.
"Selamat siang mbk Ida, Angga." sapa Amanda .
"Selamat siang Manda."
"Selamat siang nyonya."
Amanda pun masuk dan melihat sang suami yang tampan dengan berkasnya, dengan kacamata yang bertengger di wajahnya dan wajah serius melihat berkas membuat Vero tidak sadar kalau sang istri sudah berada di ruangannya.
Amanda sendiri tidak berniat untuk mengganggu sang suami, dia pun duduk di sofa sambil mengamati sang suami.
Vero yang merasa seperti ada orang yang memperhatikannya pun segera menoleh dan di lihatnya sang istri yang sudah duduk manis di sana.
"Sayang, kamu kapan sampainya?" tanya Vero sambil berdiri meninggalkan berkas menumpuknya dan menghampiri sang istri.
"Dari tadi," jawab Amanda santai.
"Kok aku gak tahu," sahut Vero.
"Kamu sih sibuk sama berkasnya mulu,"
"Maaf ya," balas Vero.
Amanda pun hanya tersenyum senang karena sang suami langsung minta maaf padahal dia tidak salah.
"Iya sayang."
"Apa kamu bilang tadi?" tanya Vero lagi dengan mendekatkan telinganya.
"Apa?" goda Amanda.
"Yang ucapan tadi loh sayang," sahut Vero.
"Sayang?" ucap Amanda seperti memberi pertanyaaan padahal itu lah jawabannya.
"Iya sayang."
Vero pun duduk di samping sang istri kemudian melihat mata sang istri dengan dalam.
"Ada apa?" tanya Amanda karena di lihat terus.
"Seharusnya aku yang tanya ke kamu," ucap Vero dengan dalam.
"Maksud kamu?"
"Jangan kira aku tidak tahu kalau kamu tadi nangis," ujar Vero dengan dalam, namun Amanda hanya diam seribu bahasa.
"Coba kamu ceritain ke aku sayang," lanjut Vero agar sang istri tidak khawatir lagi.
"Gak ada apa-apa kok mas."
"Bener?" tanya Vero lagi memastikan.
"Iya mas."
Vero pun merasa lega karena sang istri sudah tersenyum kembali.
"Kamu udah makan?" tanya Vero.
"Udah mas tadi sama Risa sama Anggi," jawab Amanda.
"Nanti pulang kamu tungguin aku aja ya," ucap Vero.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Amanda karena dia tahu kalau sang suami pasti sibuk.
"Mas khawatir sayang," jawab Vero.
"Tapi bukannya kamu nanti ke hotel buat lihat persiapan pesta besok," ucap Amanda.
"Iya, kamu ikut aja." tutur Vero.
"Ya udah terserah." jawab Amanda pasrah.
Vero pun merasa tenang karena sang istri bersamanya, karena pak Ilham juga izin untuk pulang karena anaknya sakit.
Setelah itu Amanda pun pamit kembali untuk ke ruangannya dan mengerjakan tugasnya kembali, Vero pun mengizinkan dan mengingatkan kembali untuk pulang bersamanya.
Saat Amanda kembali ke ruangannya Risa langsung menghampirinya.
"Manda, elo dari mana aja sih?" tanya Risa karena dia tidak melihat Amanda dari tadi, dia juga tidak tahu kalau pak Ardi menyuruhnya ke ruangan presdir.
"Aku habis dari ruangan Presdir," jawab Amanda.
"Oh."
Mungkin kalau Amanda bukan istri bos nya Risa pasti akan sangat heboh karena karyawan biasa kayak mereka bisa menginjakkan kaki di ruangan presdir, namun karena status Manda sebagai istri bos nya dan Risa tau itu sehingga ekspresi nya pun biasa saja.
Amanda pun melanjutkan pekerjaannya hingga sore hari.
Saat waktu sudah menunjukkan waktunya untuk pulang, Amanda pun segera berkemas dan menuju ke parkiran untuk menunggu sang suami.
Namun saat dia sampai ternyata sang suami sudah berada di dalam mobil dan sedang menunggunya, Amanda pun segera masuk ke mobil tersebut.
"Sudah lama mas?" tanya Amanda takut sang suami menunggunya terlalu lama.
"Enggak kok, kalau begitu kita berangkat."
"Iya."
"Yuk sayang," ajak Vero.
"Enggak mas, aku nunggu di sini aja." ucap Amanda.
"Kenapa?" tanya Vero.
"Nanti kan di sana pasti banyak karyawan yang hadir, nanti semuanya malah bingung karena ada aku." jawabnya ada saja.
"Ya udah kamu tunggu di sini," ucap Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.
Amanda pun menunggu sang suami selesai survei tempat untuk pesta ulang tahun besok.
Sedangkan Vero sekarang berada di taman hotel yang nantinya akan dijadikan tempat untuk pesta ulang tahun.
Setelah hampir satu jam an Vero melihat-lihat tempat dan dekorasi yang sudah hampir selesai tinggal beberapa bagian saja pun merasa puas dengan hasilnya, setelah selesai Vero pun pamit untuk pergi dari tempat.
"Angga, saya pergi dulu nanti kalau ada apa-apa cepat hubungi saya."
"Baik tuan." jawab Angga.
Vero pun pergi dari tempat tersebut menuju ke parkiran, dia sangat khawatir sang istri karena menunggunya terlalu lama.
Saat sampai dia melihat sang istri sedang makan cemilan yang mereka beli sebelum ke sini tadi dan menonton drama dari hp nya.
"Kamu nunggu lama?" tanya Vero khawatir.
"Ya lumayan, tapi gak papa kok mas." ucap Amanda dengan tersenyum.
"Ya udah kita pulang sekarang?" tanya Vero siapa tau sang istri ingin pergi kemana gitu, namun ucapan Vero tadi di angguki oleh Amanda sehingga mereka pun kembali ke rumah.
Namun tanpa mereka sadari ternyata Mita tadi mengikuti Amanda sampai ke parkiran, saat dia melihat Vero masuk ke dalam mobil dia juga melihat Amanda yang tersenyum ke arah Vero presdir nya.
Mita yang melihat adegan itu pun di buat kesal dan naik pitam karena bisa-bisanya Amanda satu mobil dengan pak Vero nya.
__ADS_1
Tak mau melewatkan kesempatan itu Mita pun mengabadikan adegan tersebut dan berencana menyebarkan hal tersebut ke Grup kantor.
"Awas aja elo jal*ng si*lan," ancam Mita dengan kesal.
Setelah mengabadikan foto tersebut Mita segera pergi dengan kesal dan penuh dendam, dia bersumpah akan balas dendam dengan Amanda.
Amanda dan Vero yang tidak menyadari hal itu pun terlihat santai saja dan pergi dari hotel dan menuju ke mansion mereka, saat sudah sampai mereka segera turun dan menuju ke dalam mansionnya.
Saat mereka masuk ternyata mama Ratna dan papa Hendra datang berkunjung.
"Mama, papa!" ucap Amanda terkejut melihat mertuanya datang secara tiba-tiba.
"Hai sayang." sapa mama Ratna.
"Hai ma."
Tak lama kemudian Vero pun masuk ke dalam dan di buat terkejut seperti Amanda tadi.
"Mama papa!"
"Hai Vero."
"Ma, pa udah lama?" tanya Vero.
"Engga, baru kok." jawab mama Ratna.
"Kenapa ke sini?" tanya Vero lagi kemudian duduk di samping sang istri yang sudah duduk dari tadi karena di tarik oleh sang mama Ratna.
"Emangnya gak boleh," ujar mama Ratna ketus.
"Ya bukan begitu ma."
"Mama mu ini ingin jenguk cucunya katanya," jawab papa Hendra.
Amanda pun hanya bisa tersenyum mendengar hal tersebut dan membiarkan mami mengelus perutnya.
Setelah selesai dengan acara mengelus perutnya, Amanda izin untuk ke kamar sebentar untuk bersih-bersih dan di ikuti Vero.
Setelah selesai mereka berdua pun turun ke bawah dan menghampiri sang mama yang ternyata sudah menyiapkan banyak makanan.
Mereka semua makan dengan tenang, namun Amanda seperti biasa menyantap makanan dengan sangat lahap membuat orang-orang di sekitarnya melihatnya sambil menggelengkan kepalanya.
Sesudah selesai makan papa Hendra dan Vero berada di ruang tamu dan para wanita berada di dapur.
"Ver, gimana persiapan untuk pestanya?" tanya papa Hendra.
"Sudah semuanya pa, undangan juga sudah di sebar ke rekan-rekan kerja," jawab berkata.
"Bagus Ver."
Setelah berbincang-bincang mama Ratna dan Amanda menghampiri mereka dan berbincang-bincang kembali, setelah cukup lama mama Ratna dan papa Hendra pun pamit untuk pulang karena waktu sudah malam.
"Pa jangan lupa besok datang," ucap Vero.
"Iya Ver, kalau begitu pap sama mama pulang dulu," pamit papa Hendra.
"Iya pa."
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam saat mobil mama Ratna dan papa Hendra nya sudah tidak terlihat lagi.
Setelah itu mereka beristirahat karena besok adalah hari yang sangat panjang, karena banyak kegiatan.
Apa lagi besok siang harus bekerja terlebih dahulu baru malamnya pesta sehingga akan banyak menghabiskan energinya.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1