
Tak lama kemudian Angga datang dan memperlihatkan foto yang tersebar dalam grup kantor, Vero yang melihat itu pun di buat kaget karena ada yang memergokinya dengan sang istri.
"Siapa yang menyebarkan ini?" tanya Vero dengan nada marah.
Angga dan mbk Ida yang berada di dalam ruangan tersebut sangat takut karena sang Presdir marah.
"Setelah saya selidiki ternyata orangnya sama dengan waktu nyonya Amanda di keroyok samping supermarket," ucap Angga.
"Maksud kamu?" tanya Vero lagi.
"Mita karyawan operasional tuan." jawab Angga dengan hati-hati.
"Apa!"
"Iya tuan."
"Mita lagi?" tanya mbk Ida di tengah ketegangan.
"Kenapa mbk Ida?" tanya Vero karena mbk Ida yang syok mendengar nama Mita.
"Sebenarnya pak, Mita itu selalu menyakiti Amanda ,mulai dari telur, terus pengeroyokan, dan membicarakan tentang Amanda yang tidak-tidak," jawab mbk Ida.
"Yang tidak-tidak maksudnya?" tanya Vero kembali.
"Amanda pernah di kata in j*lang dan juga bayi yang di kandungnya sekarang di kata in anak haram," ucap mbk Ida.
Vero seketika membelalakkan matanya saat ada yang menyangkut sang anak dengan sebutan anak haram.
"Apa! Kenapa kalian tidak bilang ke saya!" bentak Vero kepada mbk Ida dan Angga.
"Sebenarnya kami ingin memberitahukannya kepada bapak, tapi Amanda memohon agar bapak tidak tahu," ucap mbk Ida dan mendapat dari Angga.
Vero pun menahan amarahnya dan menyuruh untuk mbk Ida dan Angga keluar dari ruangannya, Vero menahan emosinya karena sang istri tidak pernah berbicara masalah ini kepadanya.
Sedangkan Amanda berada di klinik kantor sedang istirahat setelah mbk Ida pergi.
"Ris, kamu gak kerja?" tanya Amanda karena melihat sang sahabat terus berada di sisinya.
"Enggak, gue udah izin sama pak Ardi," jawab Risa.
"Mending kamu kerja sana ris, aku gak papa kok." sahut Amanda.
Dengan berat hati Risa pun meninggalkan Amanda sendirian karena Amanda terus memintanya untuk kembali bekerja.
Saat sedang sendirian Amanda pun mengingat ucapan Mita yang menurutnya membuat hatinya sakit.
Dengan gampangnya Risa menuduhnya sebagai perempuan tidak benar dan juga anak yang sedang ia kandung sebagai anak haram.
Mengingat hal itu membuat Amanda pun sedih dan meneteskan air matanya, karena ucapan Mita ini Amanda terus kepikiran bagaimana nantinya kalau sang anak lahir.
Tanpa Amanda tahu ternyata Vero mengawasinya melalui kamera CCTV, sehingga Vero tahu saat sang istri menangis sendirian di klinik dan juga beberapa kali sang istri memegang perutnya.
Hati Vero serasa sakit melihat penderitaan sang istri selama ini, Vero keluar dari ruangannya dan menuju ke klinik tempat di mana Amanda berada.
Saat Vero keluar ruangan Angga otomatis bertanya.
"Tuan mau kemana?" tanya Angga dan mengikuti sang tuan.
"Saya akan ke klinik, kamu ikut saya." perintahnya kepada Angga.
__ADS_1
Angga pun mengikuti sang presdir menuju ke klinik, untungnya saja tidak banyak karyawan yang berada di luar sehingga tidak ada yang menyadari bahwa Vero menuju ke klinik.
Saat dia masuk klinik Vero melihat sang istri sudah berbaring dan memejamkan matanya, Angga memilih untuk menunggu di luar klinik karena tidak ingin mengganggu presdirnya.
Vero pun mendekati sang istri dan langsung mencium kening sang istri kemudian mengelus perut sang istri, Amanda merasa pun terbangun karena merasa ada gerakan.
Saat dia membuka mata dia melihat sang suami sudah berada di depannya.
"Mas," ucap Amanda pertama kali saat ia bangun.
"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.
"Iya."
"Ada yang sakit? Kamu gak papa?" tanya Vero secara berturut-turut.
"Satu-satu mas kalau tanya itu," ucap Amanda.
"Kamu gak papa sayang?"
"Iya mas, aku gak papa kok." balas Amanda.
"Ada yang sakit?"
"Enggak kok."
Vero pun merasa tenang setelah mendengar suara sang istri dan memastikan bahwa mereka baik-baik saja.
"Maafin aku ya," ucap Vero meminta maaf.
"Maaf kenapa mas, kamu gak salah kok."
"Gara-gara aku kamu kayak gini," sahut Vero.
Kemudian Vero pun memeluk sang istri seraya merasakan kehangatan dari sang istri.
"Mas gak akan tinggal diam lihat kamu diginiin sayang," sahut Vero setelah melepaskan pelukannya.
"Mas, aku gak papa kok." sahut Amanda menenangkan sang suami.
"Kamu sampai kayak gini sayang," balas Vero tidak terima.
"Kamu gak usah marah ya, mungkin mereka sedang kalut makanya ngelakuin hal tersebut." ucap Amanda mencoba menenangkan sang suami.
Vero pun luluh dan tidak membahas hal tersebut, tetapi Vero tidak akan diam saja dia akan tindak karyawannya yang salah.
Setelah beberapa saat Vero pun keluar dari klinik dan menuju kembali ke ruangannya.
Sebelum masuk ke dalam Vero sudah memerintahkan Angga untuk mencari tahu tentang Mita sekali lagi.
"Angga cepat beritahu lagi saya data diri karyawan operasional yang membuat istri saya seperti ini, dan selidiki kehidupannya. Saya tidak akan pernah memaafkannya!" sahut Vero dengan tegas.
"Baik tuan."
Kemudian Vero pun kembali ke ruangannya, karena hari ini ada pesta ulang tahun perusahaan sehingga Vero tidak ingin membuat suasana perusahaan canggung.
Jadi dia merencanakan untuk memecat Mita setelah acara ulang tahun perusahaan dan juga sebagai salam perpisahan, karena saat dia keluar nanti dia sudah masuk ke dalam blacklist perusahaan, sehingga dia juga akan susah mendapatkan pekerjaan dari perusahaan mana pun.
Amanda yang merasa tubuhnya sudah mulai membaik pun memutuskan untuk kembali ke ruangannya.
__ADS_1
"Man elo udah gak papa?" tanya Risa saat melihat sang sahabat sudah kembali ke ruangannya.
"Iya, aku udah gak papa kok."
"Man, elo dari mana?" tanya Anggi yang baru saja kembali dari kesibukannya mengecek tempat acara perusahaan.
"Dia habis dari klinik," ucap Risa.
"Elo sakit Man?" tanya Anggi kembali.
"Enggak, aku gak papa kok."
"Syukur."
Kemudian Amanda pun kembali bekerja seperti biasanya dan menganggap tidak ada apa-apa dengannya.
Sore harinya karyawan di pulangkan lebih cepat karena nanti malam akan ada acara pesta ulang tahun perusahaan.
Saat akan pulang kerja berkata mengajak sang istri untuk pulang bersama, namun Amanda menolaknya dan memilih untuk di jemput oleh pak Ilham saja.
^^^[Sayang, ayo pulang bersama ya.] ajak Vero.^^^
[Enggak mas, aku di jemput sama pak Ilham saja,] jawab Amanda
^^^[Kenapa?] tanya Vero.^^^
[Aku takut nanti malah ada berita kayak tadi,] sahut Amanda.
Vero pun pasrah dengan sang kemauan sang istri.
^^^[Ya udah, kamu udah bilang sama pak Ilham?] tanya Vero^^^
[Udah mas, bentar lagi juga sampek,] jawab Amanda.
^^^[Ya udah, kalau begitu.]^^^
Kemudian Vero pun memutuskan teleponnya dan memutuskan pergi meninggalkan kantor.
Amanda juga sedang menunggu pak Ilham menjemputnya, tak beberapa lama pak Ilham sampai dan membawanya pulang ke mansionnya.
Sedangkan Vero sudah berada di rumah terlebih dahulu dan sedang menunggu sang istri pulang kerja.
Amanda saat sudah sampai mansionnya dia segera masuk ke dalam dan menemukan sang suami menunggunya.
"Mas, kok di sini?" tanya Amanda menghampiri sang suami.
Vero dengan muka cemberutnya pun diam tak menjawab sang istri.
"Mas," panggil Amanda lagi.
"Kamu lama," ucap Vero.
"Ya maaf."
"Iya."
Kemudian mereka pun naik ke atas dan masuk ke kamar dan bersiap-siap untuk ke acara pesta ulang tahun perusahaan.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>