
Saat Vero dan Amanda masih asyik tertidur tiba-tiba Amanda terbangun dari tidurnya, dia memimpikan kalau dia mengalami sesuatu yang buruk dan akan bercerai dengan sang suami.
Dia menjadi mengingatkan ucapan Mrs. Camila waktu itu soal dia belum punya anak, karena mimpi buruk yang baru saja di alami olehnya dan membuat Vero terbangun dari tidurnya juga.
Dia melihat wajah sang istri sangat pucat dan juga berkeringat dingin.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Vero.
Amanda yang ditanya hanya menangis tersedu-sedu tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun, Vero yang menyadari kalau sang istri baru saja mengalami mimpi buruk pun menenangkan sang istri agar tidak dipikirkan lagi.
"Udah sayang gak usah dipikirkan lagi," ucap Vero sambil memeluk sang istri.
"Mas aku takut," ucap Amanda dengan mata sembab.
"Udah gak usah takut ya sayang kan ada mas disini,"
Kemudian Amanda pun sedikit tenang dan tidak menangis tersedu-sedu lagi.
"Udah ya yuk kamu lapar kan bentar mas ambil makanan dulu ya," ucap Vero dan di angguki oleh sang istri.
Vero pun pergi mengambil makanan dan Amanda hanya tersenyum melihat sang suami waktu keluar dari kamar dengan tingkah lucu.
Vero turun dari lantai dua dan melihat mama Ratna dan papa Hendra nya sedang berada di ruang tamu.
Mama Ratna dan papa Hendra juga melihat Vero turun pun bertanya karena penasaran.
"Vero kamu kenapa kok buru-buru gitu?" tanya mama Ratna kepada sang anak.
"Ini Vero mau ambil-in makan buat Manda," jawab Vero.
"Dia udah baikan Ver?" tanya papa Hendra.
"Udah pa, tapi dia sekarang masih lemes terus dia tadi habis mimpi buruk kayaknya," tutur Vero.
"Astaga ya udah sini mama siapin juga," ucap mama Ratna sambil berjalan ke dapur membantu sang anak menyiapkan makanan untuk menantu kesayangan nya itu.
"Gimana kalau makan bubur aja Ver, biar Amanda cepet sembuh," ucap mama Ratna memberikan saran.
"Boleh juga ma,"
Kemudian mama Ratna pun membuatkan bubur untuk sang menantu, setelah bubur jadi Vero langsung membawakan bubur tersebut ke kamar.
"Aku duluan ya ma," pamit nya sambil membawa nampan berisi makanan untuk sang istri.
"Iya sayang,"
Saat sudah sampai dikamar, Vero pun melihat Amanda yang sedang bersandar di kasur.
"Sayang makan yuk," ajak Vero kepada sang istri.
"Iya mas,"
Vero pun menyuapi Amanda dengan hati hati dan juga dengan kelembutan.
"Mas aku bisa makan sendiri ih," protes Amanda saat sang suami malah menyuapinya.
"Enggak aku suapi aja ok," tutur Vero tidak ingin di bantah.
Kemudian Vero pun menyuapi Amanda hingga bubur tinggal setengah dan Amanda sudah merasa enakan.
"Udah ya mas aku udah gak kuat nampung lagi," ucap Amanda sambil memegang perutnya yang kenyang.
"Iya udah udah sekarang minum obat ya," ucap Vero di angguki oleh sang istri.
__ADS_1
Setelah minum obat Amanda pun istirahat, sedangkan Vero turun kebawah membawa bekas makanan sang istri.
Saat sudah dibawah mama Ratna pun bertanya keadaan Amanda ke sang anak.
"Gimana sayang keadaan menantu mama?" tanya mama Ratna.
"Udah baikan kok ma," jawab Vero.
"Alhamdulillah, sekarang dia lagi ngapain?" tanya nya lagi.
"Sekarang dia lagi istirahat ma dia baru aja minum obat,"
"Oh ya udah,"
"Oh ya ma, bentar lagi Vero mau ke kantor karena ada pertemuan penting Vero minta tolong buat jaga Amanda untuk Vero ya ma, kalau ada apa-apa mama telepon Vero." minta tolong Vero pada mama Ratna.
"Iya sayang pasti,"
Kemudian Vero siap-siap untuk pergi dan setelah selesai dia pun melajukan mobilnya ke jalanan kota menuju ke kantor, sesampainya di kantor Vero langsung melakukan rapat pentingnya dengan klien yang sudah menunggunya.
🥕🥕🥕
Sedangkan mama yang sedang berada dikamar Amanda pun tak henti memandangi sang menantu.
"Astaga sayang kamu kok cantik banget sih," ucap mama Ratna sambil menyisihkan anak rambut di wajah sang menantu.
Ada pergerakan kecil saat mama Ratna menyisihkan rambut Amanda namun Amanda tidak sampai bangun.
Setelah beberapa saat Amanda tertidur, dia pun akhirnya bangun dan melihat mama mertua nya sedang memandanginya.
"Mama." ucap Amanda kaget.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya mama Ratna senang sekali.
"Alhamdulillah kalau begitu,"
"Mama gak tidur ini udah jam berapa ma,"
"Enggak sayang mama mau nungguin kamu aja," ucap mama Ratna.
"Gak usah ma, Manda udah bisa sendiri kok ma." ucap Manda.
"Oh ya mas Vero nya kemana ma?" tanya Amanda karena sejak dia bangun dia tak melihat keberadaan sang suami.
"Dia sedang rapat tadi di kantor makanya mama disini," ucap mama Ratna.
"Mama tidur aja temenin papa ya, nanti kalau Manda ada sesuatu pasti Manda bilang," ucap Amanda.
"Bener ya,"
"Iya ma,"
"Kalau begitu mama pergi dulu, kalau kamu ada sesuatu bilang ya,"
"Iya ma."
Kemudian mama Ratna pun pergi meninggalkan kamar Amanda, sehingga tinggallah Amanda sendirian.
Karena rasa bosan dia melihat handphonenya dan melihat banyak sekali notifikasi dari teman-teman kantornya.
Mereka saling memberikan kabar tentang keadaan mereka sekarang, dan untung saja semuanya baik-baik saja.
Amanda juga memberikan kabar ke teman yang lainnya kalau dia juga baik-baik saja, karena kecelakaan yang tidak terduga sehingga untuk masuk kantor lusa baru masuk.
__ADS_1
Setelah mengabari teman-temannya Amanda kemudian menghubungi Risa dan menanyakan keadaannya.
^^^[Halo ris.]^^^
[Hai Fey, ada apa?]
^^^[Gimana keadaan kamu?]^^^
[Baik Man, Elo gimana?]
^^^[Gue juga baik ris.]^^^
[Syukur kalau begitu oh ya gue mau mandi dulu ya Manda.]
^^^[Ok ris bye.]^^^
[Bye.]
Kemudian mereka pun mematikan sambungan telepon mereka, Amanda yang sendirian dikamar sangat bosan sehingga dia memutuskan untuk berjalan menuju ke arah balkon.
Amanda menghirup udara malam dari balkon yang sangat segar meski di daerah perkotaan.
"Astaga sejuk banget sih udaranya," ucap Amanda sambil memegang bajunya karena sangat dingin disini.
Tanpa disadari oleh Amanda ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dari belakang membuat Amanda terkejut dan seketika melihat kearah belakang, dan ternyata itu adalah sang suami yang baru saja pulang dari kantor.
"Astaga mas kamu ngagetin aja sih," seru Amanda kaget.
"Kamu kenapa disini?"tanya Vero sambil memeluk erat sang istri dari belakang, dan kepalanya dia taruh dipundak sang istri membuat Amanda sedikit geli akan hal itu.
"Cari angin,"
"Kamu gak kedinginan apa cari angin jam segini?" tanya Vero gak habis pikir.
"Enggak kok,"
Kemudian Vero pun melihat pakaian sang istri yang bisa dibilang kurang bahan, Vero pun pergi menjauh dari istri, Amanda yang menyadari itu pun segera menoleh kebelakang namun kemudian melihat ke arah luar lagi.
Tiba-tiba Amanda merasakan ada sebuah tangan dan kain yang menyelimutinya.
"Astaga mas kenapa sih?" tanya Amanda saat mengetahui sang suami sedang menyelimutinya.
"Nanti kamu kedinginan,"
"Enggak mas,"
"Dan satu lagi kamu jangan pakek kayak gini kalau gak didepan aku aja dan kalau mau ke balkon sambil pakek baju kayak gini kamu harus pakek selimut atau jaket, inget jangan pakek baju kurang bahan gini kalau enggak sama aku aja," ucap Vero kesal.
"Emang kenapa?"
"Ya gak kenapa-kenapa pokoknya enggak boleh ya enggak boleh,"
"Kamu kok aneh gini sih mas,"
"Enggak aku gak aneh,"
"Emang disini dilihat siapa sih mas gak ada orang juga," ucap Amanda sambil berusaha melepas selimut yang membalutnya namun ditahan oleh Vero.
Vero sangat erat memeluk sang istri dan berusaha agar sang istri tidak bisa melepaskan selimutnya karena kalau Amanda melepaskan selimutnya maka bisa saja Vero juga kehilangan kendali akan dirinya sendiri.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>