
Setelahnya Vero menyuruh Amanda untuk kembali kedalam dan istirahat karena diluar udara semakin dingin.
Amanda dan Vero pun kembali istirahat dan hari pun semakin malam membuat semua orang tidur, keesokan harinya Amanda bangun terlebih dahulu.
Dia mandi terlebih dahulu kemudian menyiapkan perlengkapan untuk sang suami, kemudian dia keluar dari kamarnya dan turun kebawah menuju dapur.
Dimana sang mama mertua sudah berada di sana bergulat dengan penggorengan dibantu dengan asisten rumah tangga, Amanda pun sampai di dapur dan menyapa semua orang tak terkecuali sang mama mertua nya.
"Pagi semua," sapa Amanda membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara.
"Pagi ma," ucap Amanda kepada sang mama mertua yang juga menoleh ke arahnya.
"Pagi sayang," jawab mama Ratna.
"Mama masak apa?" tanya Amanda.
"Ini rencananya mama mau masak nasi goreng kesukaan suami kamu," sahut mama Ratna.
"Wah Manda mau diajarin dong ma cara buatnya biar nanti di rumah Manda bisa bikinin buat mas Vero," ujar Amanda.
"Boleh kebetulan mama mau buat ini,"
Kemudian mereka pun memasak masakan yang diinginkan, dan juga Amanda bisa belajar banyak tentang membuat masakan apalagi masakan yang disukai oleh sang suami.
"Akhirnya selesai juga ma,"
"Iya sayang akhirnya,"
Mereka pun menyiapkan makanan tersebut dimeja makan.
"Manda kamu bangunin suami kamu,"
"Iya ma, oh ya ma papa dimana kok gak kelihatan," tanya Amanda karena tidak melihat papa nya dari tadi.
"Biasa papa mu sedang di balkon depan rumah sana sambil baca koran," ucap mama Ratna.
"Oh ya udah Manda bangunin mas Vero dulu ma."
"Iya sayang,"
Kemudian Amanda pun pergi untuk membangunkan sang suami, saat dia masuk kedalam dia melihat sang suami masih saja tidur.
"Mas bangun ini udah pagi ih bangun,"
Kemudian Vero pun bangun dan melihat sang istri sedang cemberut.
"Kenapa sih cemberut aja hem," tanya Vero dengan suara parau nya.
"Kamu sih lama banget kalau bangun,"
"Maaf lah sayang jangan cemberut ya makin gemes aja kalau kayak gitu," ucap Vero.
Kemudian memegang pipi sang istri dan menciumnya berkali-kali.
"Ih kamu ya mas lepasin gak," berontak Amanda saat suaminya menciumnya.
Kemudian Vero pun melepaskan tangannya dan berjalan menuju ke kamar mandi, saat Vero sedang dikamar mandi Amanda pun membersihkan ranjang tidur yang sangat berantakan ini.
__ADS_1
"Sayang handuk aku mana?" teriak Vero dari dalam kamar mandi.
"Kamu taruh mana?"
"Kayaknya aku lupa gak bawa masuk deh,"
Akhirnya Amanda pun mencari handuk tersebut dan benar saja sang suami lupa membawanya tadi.
"Ini mas," ucap Vero dengan membawa handuk tersebut ke depan pintu kamar mandi dan Vero pun mengambil handuk tersebut.
Setelah beberapa saat dia pun keluar dari kamar mandi dengan hanya handuk melilit di pinggangnya sedangkan bagian atasnya tanpa pakaian.
Siapa saja yang melihatnya pasti akan tergoda, Amanda sedang membersihkan selimut dan juga baju yang berserakan, saat dia mendengar pintu kamar mandi terbuka dia melihat sang suami keluar dengan handuk di pinggang membuat Amanda seketika berbalik arah.
"Mas kamu kenapa sih gak pakek baju," ucap Amanda jengkel dengan membelakangi sang suami kemudian menutup matanya dengan kedua tangannya.
Vero yang melihat hal itu pun ingin menggoda sang istri, dia mendekati sang istri dari belakang dan memeluknya.
"Astaga mas lepasin,"
"Kenapa emangnya kamu gak suka?"
"Bukan begitu mas, aduh lepasin dulu mas,"
Kemudian Vero pun membalikkan badan sang istri kemudian memandang matanya lama.
"Kamu kan gak kasih aku bajunya tadi cuma handuknya jadi ya aku pakek yang ada," alasan Vero.
"Astaga lupa, udah aku siapin di walk in closet nya kamu pakek sana gih," usir Amanda.
"Vero mana sayang?" tanya mama Ratna karena melihat sang menantu turun sendirian.
"Masih ganti baju ma."
.
Setelah selesai ganti baju Vero sudah siap untuk turun tetapi sang istri sudah tidak ada, Vero pun pergi menuju kearah meja makan dan benar saja di sana sudah siap dan hanya menunggu dirinya saja.
"Selamat pagi semua," sapa Vero.
"Kamu ya Ver lama banget tuh lihat mama mu udah kelaparan," ujar papa Hendra.
"Apaan sih pa, papa tuh yang udah kelaparan," ucap mama Ratna tak terima karena beliau jadi sasaran.
"Udah sarapan yuk," ajak papa Hendra.
Merek pun semua sarapan dengan tenang dan tanpa keributan.
"Wah nasi gorengnya enak banget, pasti mama yang bikin ya," sahut Vero karena masakan yang sangat enak ini.
"Itu istri kamu loh yang bikin," timpa mama ratu.
"Beneran kamu yang bikin sayang?" tanya Vero tidak percaya karena rasanya persis sama seperti masakan mamanya.
"Iya mas,"
"Wah pantes enak banget," puji Vero kepada sang istri.
__ADS_1
"Waktu mama yang masak perasaan ekspresi kamu gak kayak gitu deh Ver." ucap mama Ratna curiga karena setiap mamanya masak Vero tidak pernah memuji masakan mama nya seperti yang ia lakukan sekarang.
"Maksud mama apaan?" tanya vero yang tidak peka.
"Waktu mama yang masak kamu gak pernah tuh puji mama." ucap mama Ratna lagi.
"Yah kan mama ada papa, suruh aja papa puji masakan mama dong," jawab Vero.
"Dasar kamu anak gak tahu diri," ucap mama Ratna membuat semua orang dimeja makan tertawa.
"Wah ma ini nasi gorengnya enak banget," puji papa Hendra pada sang istri.
"Dasar anak sama bapak sama aja," semuanya tertawa kembali.
Amanda bersyukur karena diberikan mertua yang sangat sayang padanya dan juga menerima nya apa adanya.
Setelah sarapan Vero pun berbincang-bincang sebentar dengan sang papi di taman dekat kolam renang.
"Ver gimana sama semua karyawan kamu?" tanya papa Hendra.
"Semuanya baik pa, semuanya sudah aku kasih tunjangan kesehatan juga dan untuk maskapai juga memberi tunjangan kesehatan tapi untungnya semua karyawan sekarang sudah sembuh jadi mereka siap untuk kerja kembali besok," ucap Vero tegas dan serius jika sudah membahas soal pekerjaan.
"Bagus kalau begitu kamu pokoknya pantau terus ya kesehatan mereka apa lagi kalau sampai ada yang trauma,"
"Iya pa."
Mereka pun berbincang-bincang soal bisnis, setelah itu mereka pun berkumpul di ruang tamu dan Vero pun memberitahu kepada orang tuanya kalau dia dan sang istri akan kembali ke mansionnya setelah ini.
"Ma, pa habis ini aku sama Manda mau kembali ke mansion kita ya," tutur Vero.
"Loh kok udah balik sih sayang?" tanya mama Ratna kecewa karena waktunya bersama sang menantu sangat sedikit.
"Iya ma, kan Amanda sekarang juga udah baikan kita udah runding ini kemarin," ucap Vero lagi memberi pengertian.
"Iya ma, Amanda sama mas Vero sudah sepakat kalau akan kembali ke mansion nanti," timpa Amanda
"Ya sudah terserah kalian tapi inget ya sering jenguk mama sama papa di sini,"
"Iya ma." ucap Vero.
Setelah sarapan dan berbincang-bincang kemudian merapikan pakaian yang sebenarnya sudah mereka rapikan tadi mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya.
"Ma pa kita pamit dulu ya." pamit Vero sambil berjalan keluar pintu.
"Iya hati-hati," jawab papa Hendra.
"Sayang kamu hati-hati ya, kalau bosen ke rumah mama aja ok, rumah ini terbuka 24 jam buat kamu kok dan kalau Vero sakiti kamu bilang ke mama biar mama kasih pelajaran," ucap mama Ratna kepada Amanda.
"Iya ma, mama tenang aja." kemudian mama Ratna pun memeluk sang mantu dengan erat.
Setelah itu Vero dan Amanda pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke mansionnya yang besar.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1