
Saat sudah selesai makan Vero pun mengupas buah untuk sang istri namun sang istri pun mulai berkata dengan wajah melasnya.
"Mas," panggil Amanda.
"Iya, ada apa?"
Setelah itu Vero pun melihat ke arah sang istri.
"Aku mau pulang," jawab Amanda.
"Kok pulang, emangnya kamu udah sembuh?" tanya Vero khawatir.
"Aku udah gak papa kok mas, lagian di sini lama-lama bosen mas, kalau di rumahkan ada mbok yem juga," sahut Amanda memberikan pengertian kepada sang suami.
Vero pun menimbang kembali ucapan sang istri, dia juga berfikir kalau di rumah dia lebih bisa mengkontrol sang istri dari pada di rumah sakit.
"Ya udah, tapi mas tanya ke dokter Sari dulu ya," sahut Vero.
"Yey, makasih mas." balas Amanda dengan wajah yang gembira.
Setelah itu Vero pun segera keluar dari kamar dna menuju ke ruangan dokter Sari, dia meminta izin agar sang istri bisa pulang karena dia sudah merasa baikan dan hasil dari pemeriksaannya pun sudah stabil.
Dokter Sari pun memperbolehkan Amanda untuk pulang namun dia harus tetap kontrol kesehatannya.
"Ya udah Ver, tapi kalau ada sesuatu langsung ke rumah sakit," ucap dokter Sari.
"Siap dok."
Vero pun kembali ke kamar dan memberitahukannya bahwa sang istri sudah boleh pulang.
"Gimana mas?" tanya Amanda saat tahu sang suami masuk dan kembali dari ruangan dokter Sari.
Vero pun menghampiri sang istri dengan wajah sedih, Amanda pun tahu raut tersebut pasti dia tidak boleh pulang dulu.
"Kamu udah boleh pulang," sahut Vero saat sudah sampai di depan sang istri.
Amanda yang mendengar hal itu pun gembira dan segera memukul sang suami karena sudah membohonginya.
"Kamu ya," sahut Amanda dengan marah dan rada kesal namun juga bahagia.
"Hehe maaf sayang," balas Vero.
Kemudian Vero pun membantu sang istri mengganti bajunya kemudian pergi dari rumah sakit.
Vero juga sudah mengabari orang tuanya dan juga sahabat-sahabatnya kalau Amanda sudah boleh pulang, takutnya jika tidak diberitahu nanti malah semua akan berkunjung terus ke rumah sakit.
"Makasih mas." ucap Amanda saat di dalam mobil.
"Iya sayang."
Kemudian Vero pun melajukan mobilnya menuju mansion besarnya.
Amanda sangat senang akhirnya dia bisa pulang, karena beberapa hari ini dia tidak pernah kembali ke rumahnya.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun sampai di mansionnya, Vero pun menggendong sang istri.
Sebenarnya Amanda sudah menolaknya dan berkata bahwa dia bisa jalan sendiri namun Vero kekeh dan tidak menuruti ucapan sang istri, akhirnya dia pun pasrah dan menurut saja dengan sang suami.
Saat mereka membuka pintu ternyata sudah ada mami dan papi kemudian para sahabatnya yang lainnya menyambut kedatangan Amanda kembali ke rumah.
"Selamat datang Amanda!" ucap semua orang.
__ADS_1
"Wahh kalian kok bisa di sini?" tanya Amanda terkejut kepada para sahabatnya dan juga sahabat sang suami.
"Noh bodyguard elo yang suruh," ucap Reza dengan ketus sambil melihat ke arah Vero, Amanda pun ikut melihat ke arah sang suami kemudian ikut tertawa.
"hahaha kamu semua mas yang nyiapin?" tanya Amanda penasaran kepada sang suami.
Vero pun hanya tersenyum ringan sambil melihat sang istri.
"Iya," jawab Vero singkat.
"Mas, turunin aku." ucap Amanda memohon karena dia sangat malu sekali di lihat oleh yang lainnya.
Vero pun menurunkan sang istri, tetapi tetap memeganginya agar tidka jatuh.
"Mama papa terima kasih." ucap Amanda.
"Dan kalian semua juga terima kasih," lanjut Amanda lagi.
Semua orang di sini sangat bahagia karena Amanda sudah bisa tersenyum kembali dan melupakan kejadian buruk yang menimpanya.
Mereka pun merayakan pesta kecil-kecilan di mansion Vero dan Amanda, semua orang bersenang-senang dengan makan makanan yang melimpah dan juga berbincang-bincang kecil tentang keseharian dan juga berita terkini.
Dan Amanda juga baru tahu tentang klarifikasi yang di buat oleh sang suami saat tiba-tiba Reza berucap.
"Ver elo tau gak kalau gue merinding denger elo klarifikasi itu," sahut Reza polos sekali.
"Klarifikasi apa?" tanya Amanda.
"Elo belum tahu Man?" tanya Risa.
Amanda hanya menggelengkan kepalanya tidak paham dengan ucapan orang-orang.
"Nih," sahut Risa sambil memberikan telepon genggamnya yang berisi video saat Vero melakukan klarifikasi.
"Gak usah merah gitu kali mukanya," goda Anggi.
"Ih apaan sih," bantah Amanda.
"Udah gak usah gangguin istri gue lagi," sahut Vero menolong sang istri kemudian duduk di sampingnya.
"Elo ya, kalau gak bermesraan di depan kita emangnya gak bisa ya, sakit nih mata." sahut Reza kesal.
"Salah sendiri jomblo," balas Vero dengan malah memeluk erat pinggang sang istri, kemudian membenamkan wajahnya di cekungan leher sang istri.
"Mas, ih jangan gitu kasihan sama yang jomblo." ucap Amanda tak kalah sadis, padahal wanita itu hanya ingin menghentikan aksi sang suami.
"Sadis banget kalian berdua," balas Haikal yang di angguki oleh Reza.
Mereka pun saling tertawa bersama, kemudian mama Ratna pun datang dengan membawa cemilan untuk anak-anaknya dan juga sahabat anaknya.
"Udah jangan gosip aja, sekarang makan."
"Makasih tante." jawab semua orang.
Mama Ratna pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi kembali ke dapur.
Mereka pun memakan makanan yang di bawa kan oleh mama Ratna.
Sedangkan papa Hendra sekarang berada di depan dan sedang berbincang dengan pak Ilham.
Amanda merasa tubuhnya sudah sangat capek pun izin ke kamar untuk istirahat.
__ADS_1
"Mas, aku capek mau istirahat." sahut Amanda lirih.
"Ya udah, ayok mas anter." sahut Vero.
"Guys gue anter Amanda istirahat dulu ya," pamit Vero membuat semua orang melihatnya.
"Iya, sana istirahat deh Man." ucap Ardi.
Kemudian Vero pun mengantar sang istri ke kamar untuk istirahat.
Setelah itu Amanda pun berbaring di kasur, Vero juga berbaring di sebelah sang istri.
"Loh kok malah tiduran di sini?" tanya Amanda.
"Kan mas pingin tidur juga sama kamu," jawab Vero.
"Tapi kan di bawah masih ada tamu," ucap Amanda merasa tidak enak dengan tamu nya.
Vero pun kemudian mengelus lembut rambut sang istri dan berkata
"Terima kasih sudah bertahan," sahut Vero dengan tersenyum.
"Iya mas, aku juga terima kasih karena kamu masih bertahan dengan sikapku." sahut Amanda.
Vero pun memeluk sang istri dengan mesra, Amanda pun tak mau kalah dia juga membalas pelukan hangat sang suami.
Sebenarnya Vero tidak ingin meninggalkan istrinya sedetik pun.
"Udah sana," ucap Amanda sambil melepaskan pelukannya.
Vero pun berganti pakaian terlebih dahulu dengan pakaian yang lebih santai, karena tadi dia menggunakan pakaian kantor.
Setelah selesai dengan berat hati kemudian Vero kembali ruang tamu untuk menemui sahabat-sahabatnya.
"Lama banget di atas," goda Reza saat melihat sahabatnya turun ke bawah.
"Biarin," balasnya dan duduk di sofa.
Setelah itu mereka berbincang-bincang sebentar setelah itu sahabat-sahabatnya pun pamit untuk pulang sehingga tinggal mama Ratna dan papa Hendra saja yang tersisa.
Selang beberapa waktu papa Hendra pun masuk ke mansion setelah berbincang-bincang dengan pak Ilham.
"Ver Amanda di mana?" tanya papa Hendra saat masuk dan duduk di sofa karena tidak melihat sang menantu.
"Dia istirahat pa," jawab Vero.
"Ver, bagaimana kondisi perusahaan sekarang?" tanya papa Hendra kepada sang anak.
"Sekarang perusahaan sudah mulai stabil pa." jawab Vero.
"Syukur kalau begitu."
"Iya pa."
Beberapa waktu kemudian mama Ratna pun datang dengan membawa minuman untuk sang suami.
"Ini pa di minum."
Setelah itu papa Hendra pun meminum minumannya kemudian dia berbincang-bincang dengan Vero tentang perusahaan, sedangkan mama Ratna memilih untuk berada di dapur dan memasak makanan yang enak untuk di makan sang menantu nanti saat bangun tidur.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>