
Vero pun berniat untuk menggantikan pakaian sang istri agar tidak sakit saat tidur nanti karena gaun yang dia pakai sangat tidak nyaman kelihatannya.
Setelah selesai semuanya Vero pun ikut tidur di samping sang istri sambil memeluk sang istri, itu adalah salah satu pose tidur paling nyaman menurutnya.
Keesokan harinya media sosial sedang heboh dengan pesta amal kemarin malam karena Presdir yang mereka kagumi secara resmi mengumumkan sang istri.
Namun banyak komentar positif dari artikel yang berterbangan dengan mendoakan semoga hubungan Vero dan juga sang istri harmonis, mereka juga mengatakan bahwa pasangan satu ini menjadi panutannya dalam berumah tangga.
Sedangkan Vero dan Amanda tidak tahu bahwa di luaran sana sedang heboh memberitakan tentang mereka, mereka malah sedang asik tidur karena sangat capek sekali kemarin malam menjamu tamu.
Merasa sinar mata hari menusuk masuk ke kamarnya Amanda pun bangun dan mendapati sang suami sedang asik tertidur dengan muka polosnya.
Perlahan Amanda memindahkan tangan sang suami yang awal berada di pinggangnya karena dia ingin beranjak dari kasur.
Setelah itu Amanda segera mandi agar tubuhnya segar, saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat kasur sudah tidak ada orang.
Dia pun melihat ke arah balkon yang menampakkan sang suami sedang duduk santai di sana dan juga meminum kopi yang tadi dia pesan.
Amanda pun menghampiri sang suami dengan badan yang sudah segar dan menyapa sang suami.
"Pagi mas."
"Pagi sayang."
"Kamu ngapain di sini?" tanya Amanda penasaran.
"Lihat pemandangan bagus banget sayang," sahut Vero.
Amanda pun melihat pemandangan yang memang sangat cantik dengan di suguhi bangunan-bangunan nan menjulang tinggi.
"Udah sana mandi mas," ucap Amanda.
"Mandiin," manja Vero membuat Amanda langsung menolaknya.
"Enggak, mandi sendiri ah."
Dengan berat hati setelah mendapat penolakan dari sang istri, Vero pun pergi menuju ke arah kamar mandi untuk mandi.
Amanda yang melihat tingkah sang suami di buat gemas dengan ngambeknya sang suami.
Setelah itu Vero pun pergi ke kamar mandi dan tinggal lah Amanda sendirian, entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali mengunjungi makan putrinya yang sudah lama ia tidak mengunjunginya.
Terakhir kali lima bulan yang lalu Amanda ke makam ialah saat dia baru saja keluar dari rumah sakit dan bergegas ke makam, pada waktu itu dia sangat sedih hingga dia tidak ingin meninggalkan makam sang anak, namun sekarang dia sudah lebih baik dan rasa kangen sudah sangat menggerogotinya, ingin rasanya segera menyapa sang anak.
Begitu sang suami keluar Amanda segera mengutarakan keinginannya untuk mengunjungi makam anak mereka.
"Mas," panggil Amanda.
"Iya, ada apa?"
"Kita ke makam yuk," ajak Amanda.
Vero awalnya terkejut dia takut jika sang istri ke makam emosinya akan tidak stabil lagi seperti waktu terakhir kali mereka ke makam.
"Kamu yakin?"
__ADS_1
"Iya aku yakin mas."
"Beneran?"
"Iya mas, aku udah kangen pingin ke makam. Aku janji gak akan berbuat yang macam-macam," ucap Amanda meyakinkan sang suami.
Vero hanya takut sang istri akan s sih lagi meninggal sang anak, susah payah Vero menghibur sang istri dan dia berharap sang istri akan cepat melupakan masa kelap kehilangan sang anak, walau Vero sendiri juga masih berat untuk merelakan kepergian sang anak juga.
Setelah itu Vero pun menyetujui keinginan sang istri dan pergi membawanya ke makam sang anak.
Sekarang mereka sedang berada di perjalanan menuju ke makam, jaraknya dengan mansion tidak terlalu jauh sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di makam.
Saat sudah sampai Amanda menyempatkan waktu untuk membeli beberapa bunga tabur dan juga air mawar.
Setelah selesai mereka segera menuju ke makam sang anak yang masih terlihat segar karena belum lama di kuburkan.
"Hai sayang," Amanda menyapa kuburan sang anak dengan mengelus batu nisan sang anak.
Terlihat raut wajah sedih Amanda saat dia menyapa makam sang anak, tetapi ia coba tegar dan berusaha tak menunjukkan kesedihannya.
Vero yang melihat sang istri menyembunyikan kesedihannya pun ikut terharu dan mencoba menahan agar dia tidak terbawa untuk sedih juga.
"Sayang, mama sama papa dateng nak. Gimana kabar kamu sayang?" Amanda mencoba berbicara dengan sang anak.
"Mama sangat sayang sama kamu sayang, maaf mama sudah lama tidak mengunjungi kamu ya sayang." ucap Amanda.
Vero hanya duduk di samping sang istri sambil menepuk pundak Amanda dan menyemangatinya agar terlihat tegar si depan makam sang anak.
Cukup lama mereka di makam, Amanda pun menaburkan bunga dan menyiramnya dengan air mawar berharap agar anaknya di dalam tidak kehausan.
"Kamu gak papa?" tanya Vero saat mereka sudah meninggalkan makam.
"Iya, aku gak papa kok mas." Amanda menjawab dengan wajah terlihat tegar, padahal Vero tahu kalau sang istri pasti sangat sedih.
Setelah itu Vero pun membawa Amanda untuk makan siang karena dia dan Amanda tadi melewatkan sarapannya karena sang istri tadi tidak mau di ajak untuk sarapan dan segera ingin ke makam sehingga mereka melewatkannya.
Saat sudah sampai restoran Vero pun memesan makanan diikuti oleh sang istri yang juga memesan makanan.
Karena merasa perutnya yang sangat lapar mereka berdua pun memakan makanannya hingga tak tersisa.
"Habis ini kita kemana?" tanya Vero setelah mereka selesai makan.
"Kita pulang aja mas," sahut Amanda.
Akhirnya mereka pun pulang kembali ke rumah dan ternyata di sana sudah ada mama Ratna dan papa Hendra yang berkunjung ke sini.
"Mama, papa." sahut Amanda.
"Hai sayang." balas mama Ratna sambil menghampiri mereka dan memeluk sang menantu.
"Kalian dari mana?" tanya papa Hendra yang juga menghampiri mereka.
"Kita dari makam la," jawab Vero.
"Kok gak ngajak kita sih," ujar mama Ratna melepaskan pelukannya dari sang menantu kesayangan.
__ADS_1
"Ya Kapan-kapan kita ke makam bareng," ucap papa Hendra.
"Iya."
Kemudian mereka pun masuk ke dalam, Vero dan papa seperti biasa berbincang-bincang tentang bisnis sedang mama Ratna dan Amanda sekarang berada di dapur.
Sebenarnya mama nya ke sini untuk mengajari sang menantu yang memintanya untuk mengajari membuat bolu kesukaan sang suami.
"Kamu siap sayang?"
"Iya ma siap."
Mereka pun berkutat dengan over dan adonan, sesekali Amanda tidak sengaja mengacaukan adonan hingga beberapa tepung menempel di muka dan sang mama mertua pun tak mau kalah.
Kondisi dapur sekarang sangat kacau tetapi Amanda dan mama Ratna malah bersenang senang, kalau dua lelaki tersebut mengetahui kekacauan di dapur mungkin mereka tidak habis pikir bahwa dua wanita yang terlihat anggun sekarang malah terlihat seperti bocah yang merindukan bermain dengan temannya.
Akhirnya bolu pun jadi dan para lelaki yang awalnya berbincang di teras belakang pun masuk kedalam.
Benar saja saat mereka masuk pemandangan tak biasa yang mereka lihat, dua wanita dengan celemek dan juga muka yang sudah putih dengan tepung.
"Astaga sayang kamu kenapa?" tanya Vero.
"Mama kamu kenapa?" tanya papa Hendra juga.
Sedangkan mama Ratna dan Amanda hanya dia seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah sedang melakukan kesalahan.
"Ini kita buat bolu," ucap mama Ratna sambil memberikan bolu yang sudah jadi.
Vero dan papa Hendra pun tak habis pikir dan menahan ketawanya, namun karena sangat lucu Vero dan papa Hendra pun tidak bisa menahan tawa.
"Hahahahahahahahaha" mereka be dua pun tertawa terbahak-bahak.
"Kok ketawa sih," sahut mama Ratna saat melihat dua pria di depannya tertawa.
"Enggak, kita gak ketawa kok." balas papa Hendra menghentikan ketawa nya.
"Iya, enggak kok." lanjut Vero.
"Udah mending kalian berdua mandi dulu sana, lihat tuh muka." ucap papa Hendra.
Mama Ratna dan Amanda pun saling berpandangan dan tertawa melihat wajah masing-masing.
"Hahahahahahaha" Amanda dan mama Ratna saling tertawa melihat wajah satu sama lagi, tak habis pikir ternyata kelakuan mereka di dapur sangat-sangat lah berantakan sekali tak heran para lelaki tertawa tadi orang dapur sudah seperti kapal pecah saja.
"Sayang wajah kamu kok gitu sih," ucap mama Ratna dengan tertawa.
"Wajah mama juga kenapa gitu," balas Amanda juga tertawa melihat wajah sang mama.
Kemudian mereka pun membersihkan diri dari tepung yang menempel di wajah mereka berdua.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1