Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 53_Hadiah


__ADS_3

Setelah beberapa waktu lamanya akhirnya pesawat mereka sampai di landasan pacu di mansion mama Ratna dan papa Hendra.


Amanda turun dengan digandeng oleh Vero karena Amanda sudah merasa baikan sehingga tidak perlu untuk digendong lagi, saat turun dari pesawat Amanda melihat papa mertuanya yang sudah berada di depannya.


"Pa," sapa Vero.


"Iya ver, kalian sudah sampai" jawab papa Hendra.


Kemudian papa Hendra pun menuju ke sang menantu dan menanyakan kabarnya.


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya papa Hendra.


"Alhamdulillah baik pa,"


"Alhamdulillah kalau begitu."


"Papa," teriak mama Ratna saat turun dari pesawat dan melihat suaminya berada di sana.


"Mama," jawab papa Hendra pelan.


Mama Ratna langsung memeluk sang suami dan menangis sejadi-jadinya.


"Mama kenapa kok nangis?" tanya sang suami bingung karena istrinya menangis saat melihatnya.


"Dari tadi mama juga nangis pun gak berhenti-henti," timpa Vero kepada sang papa.


"Kenapa ma? Hem bicara,"


"Mama tadi takut banget terjadi hal-hal yang di luar dugaan sama Amanda pa," ucap mama Ratna dengan menangis tersedu-sedu.


"Sekarang Amanda sudah gak apa-apa ma lihat tuh dia sudah baikan kan nak," ujar papa Hendra kepada sang menantu.


"Iya ma, Amanda udah baikan kok."


Kemudian mama pun berhenti menangis namun masih rangkulan oleh sang suami, papa Hendra pun mengalihkan pandangannya kebelakang dan melihat sahabat anaknya dan juga beberapa orang di sana dan menanyakan keadaan mereka juga.


"Kalian gimana ada yang sakit?" tanya papa Hendra yang juga khawatir dengan yang lainnya.


"Aman kok om," jawab Ardi.


"Ya udah yuk masuk dan istirahat," ajak papa Hendra pada semua orang.


"Enggak om kami permisi pamit dulu biar kami istirahat di rumah aja," ucap Haikal dan di angguki oleh semua orang.


"Ya udah kalau begitu, kapan-kapan jangan lupa mampir ke rumah loh ya kalian udah gak pernah tengok om sama tante," ucap papa Hendra.


"Iya om," jawab Reza.


"Kalau begitu kami izin pamit dulu om, tante, Ver, Manda kita duluan ya," ujar Ardi pamit kepada semua orang.


"Hati-hati ya," jawab Vero dan di angguki oleh semuanya.


Setelah sahabat dan teman Amanda dan Vero pergi mereka pun masuk kedalam mansion tersebut.


"Ya udah sayang kamu langsung ke kamar aja ya istirahat nanti makannya biar dianterin aja," ucap mama Ratna dengan perhatian.


"Iya ma, kalau gitu Amanda istirahat dulu ya."


"Iya sayang," sahut mama Ratna.


"Vero kamu jaga istri kamu ya," ujar papa Hendra kepada sang anak.


"Iya pa, kalau gitu Vero nemenin Manda dulu ya," ucap Vero mendapat anggukan dari mama Ratna dan papanya.

__ADS_1


Kemudian Vero pun membawa Amanda ke kamarnya, setelah sampai kamar Vero pun menyuruh sang istri untuk istirahat.


"Udah sayang kamu istirahat ya nanti kalau butuh apa-apa kamu bilang ke aku ya," ucap Vero kemudian meniggalkan sang istri.


Namun sesaat setelah Vero berdiri dari ranjang tiba-tiba Amanda memegang tangan sang suami, Vero pun sontak terbalik dan melihat ke arah sang istri mungkin dia butuh sesuatu.


"Kamu butuh apa sayang?" tanya Vero.


"Aku mau kamu temenin aku mas," ucap Amanda dengan manja.


"Kamu kenapa?"


"Aku gak papa tapi aku mau kamu temenin," ucap Amanda manja.


"Ya udah sini aku temenin,"


Kemudian Vero pun berbaring di ranjang disebelah sang istri.


"Kamu tidur ya," ucap Vero.


Kemudian Amanda pun mencoba untuk terpejam namun selalu gagal, Amanda tiba-tiba teringat dengan teringat dengan jas yang pernah ia beli waktu di Bali kemarin.


Amanda pun beranjak dari kasurnya namun ditahan oleh sang suami.


"Kamu mau kemana?"


"Bentar mas,"


"Perlu bantuan," ucap Vero khawatir.


"Gak usah bentar kok,"


Kemudian Amanda pun menuju ke arah walk in closet dan mencari kopernya, setelah itu dia mencari kotak mahal yang berisi jas untuk Vero.


Setelah ketemu Amanda langsung keluar dari walk in closet nya dan memberikan hadiah itu kepada Vero.


Vero yang mendapat hadiah pun tak kalah bahagia karena sang istri pertama kalinya membelikan hadiah kepadanya.


"Apa ini sayang?" tanya Vero kepada Amanda.


"Kamu buka aja dulu," ujar Amanda.


Kemudian Vero pun membuka kotak kado dari sang istri.


Saat dilihatnya sebuah jas mahal, di sana Vero sangat suka karena pilihan sang istri tidak salah.


Dia tidak melihat dari mahal atau tidaknya sebuah pakaian tapi kenyamanan, fan itu salah satu merk pakaian yang sering Vero pakai.


"Wah bagus banget ini sayang, kamu yang beliin?" tanya Vero.


"Iya mas, Bagus gak mas?"


"Bagus banget sayang,"


Kemudian Amanda pun tersenyum puas dengan pilihannya.


"Makasih ya sayang," ucap Vero pada sang istri dan mencium kening sang istri.


"Iya mas sama-sama,"


Setelah itu Vero pun memeluk sang istri erat seperti tak ingin terlepas.


Setelah berpelukan selesai Vero pun segera memakai jas yang dibelikan oleh sang istri, fan benar saja semua sangat pas dan cocok untuk ukuran Vero.

__ADS_1


"Gimana mas bagus gak?"


"Bagus banget sayang cocok dan pas banget di badan,"


"Syukurlah kalau begitu,"


"Makasih ya sayang,"


"Iya mas."


Setelah mengganti pakaian Vero pun kembali berbaring disebelah sang istri dan memeluk sang istri erat sekali seraya berkata.


"Makasih ya sayang untuk jasnya aku suka banget bagus," ucap Vero.


"Iya mas sama-sama aku juga seneng kalau kamu seneng,"


Mereka pun saling pandang satu dengan yang lainnya dan juga senyum merekah di kedua orang tersebut.


"Oh ya mas bukannya kamu hari ini meeting penting ya?" tanya Amanda.


"Kamu tahu dari mana aku ada meeting penting?"


Karena memang Vero tidak memberitahu sang istri kalau hari ini dia ada meeting penting namun harus dia batalkan, karena mendengar kabar tentang sang istri tadi.


"Tadi pak Ardi bilang,"


"Dasar tuh Ardi,"


"Gak boleh gitu mas kan yang memang tanya ke pak Ardi,"


"Oh tadi aku emang ada meeting penting tapi waktu dapet kabar kalau pesawat yang kamu naikin kecelakaan tadi aku udah gak tahu lagi langsung aku batalin semuanya jadwalku dan langsung terbang nemuin kamu," ucap Vero.


"Kamu ya mas padahal aku gak papa loh sekarangkan kasihan kamu jadi batal meeting,"


"Gak papa apanya tadi kamu gak bisa jalan sayang, kalau aku gak di sana pasti kamu nanti akan digendong sama orang lain ya aku gak terima," ucap Vero.


"Cie cemburu nih ya takut ya," goda Amanda kepada sang suami.


"Ih apaan sih enggak, Udah tidur sayang," sanggah Vero, kemudian menyuruh Amanda untuk tidur dan dipeluknya sang istri.


Mereka berdua pun tertidur pulas karena terlalu capek sehabis perjalanan.


Waktu menunjukkan sudah sore, Vero dan Amanda masih tidur dan belum bangun dari tadi.


Mama Ratna yang takut mantunya itu sakit tambah parah pun memilih untuk membangunkan mereka, saat ini mama Ratna berada didepan kamar Vero dan Amanda.


Kemudian mama Ratna pun mengetuk pintu kamar mereka dan ternyata tidak di kunci, saat mama Ratna membuka kamar sang anak dan menantunya, dia melihat Amanda dan Vero masih sangat pulang dalam tidurnya.


Amanda yang tidur di pelukan sang suami, sangat damai sekali sehingga mama tidak tega untuk membangunkan mereka.


Kemudian mama Ratna pun memilih untuk kembali ke bawah dan membiarkan mereka bangun sendiri dan makan sendiri dari pada mama mengganggu mereka.


"Loh mama kenapa balik lagi? Katanya tadi mau bangunin Amanda sama Vero," tanya papa Hendra saat melihat sang istri turun ke bawah padahal baru saja naik ke atas.


"Enggak pa, mereka masih tidur gak tega mama kalau bangunin mereka," ucap mama Ratna sambil menceritakan apa yang beliau lihat tadi.


"Ya udah sini makan sama papa aja," goda papa Hendra.


"Ih apaan sih alay banget," ucap mama Ratna.


Akhirnya mama Ratna dan papa Hendra pun memakan makanan mereka tanpa menunggu Amanda dan Vero ikut bergabung.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2