Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)

Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)
Deadline vs Lembur


__ADS_3

Tepat dua puluh hari setelah kejadian mendebarkan di dapur rumah Mas Rud, pagi tadi mereka telah sah sebagai suami istri. Kapan resepsi?


"Wow, kadonya banyak sekali!" seru Di-junior ketika melihat tumpukan kotak berbungkus aneka warna menggunung di kamar miliknya.


"Semua buat kamu, Boy," terang Mas Rud dari duduk santainya.


Gadis ayu yang berada di sisinya menyenggol perut lelaki yang akhirnya menghalalkannya. "Jangan aneh-aneh, Mas! Apa kamu lupa kalau ada barisan fans-mu di gc yang pasti memberi kado anti-mainstream."


Mas Rud tampak mengingat-ingat. Seketika ia menggaruk tengkuk. "Ah ... iya. Mereka 'kan barisan emak yang klepek-klepek sama pesonaku. Siapa itu? EM3R. Emak Isni, Manda, Rathi puspha, Riyanti Yulikartika, dan Reea Riaa. Mereka, 'kan?"


"Hm ... tapi, emak diganti sama Neng Nadilla Putri. Kayaknya suaminya emak cemburu, 'tuh!" terang gadis ayu seraya mengambil sebuah kado yang ditulisan luar ada nama terang "Ottee". "Dia nih yang suka ngingetin kalau Depe suka typo, Mas. Mungkin dia ngasih kado kacamata kece."


Mas Rud pun ikut mengambil sebuah kotak berwarna pink muda. "Zhi Xia Jin Junlie", dia yang mencintaiku karena berkenalan ketika menjadi bodyguard dulu. Rupanya, dia tidak melupakanku begitu saja. Sainganmu nih, Sayang."


"Kamu tidak akan pernah bisa bermain hati, Mas. Aku yakin itu." Gadis ayu menggoda Mas Rud dengan wajahnya yang imut. "Mas, ingat sama "Rena Noviana"? Dia ini yang merasa jika kisah kita seperti nyata. Padahal 'kan emang nyata. Kamu dan aku ada tokoh aslinya di kota nun jauh di sana."


Mas Rud tersenyum. Ia membenarkan kalimat gadis ayu yang kini telah menjadi sang istri. "Iya, aku ingat. Bukan hanya dia. Bahkan aku mengingat semua orang yang telah mendukung cinta kita, Sayang.


Mas Rud membuka daftar nama yang ia kirimi undangan spesial. Ada Aviva, Baby El, Siti Lespitawati, Maryana Fasyih, afa, Bola.cahaya, WhoNy Mam KhaSya, Sri Yuniarti, Norra Andriani, Yu liani, Ani Masrifah, Albi Maulana, Mag Firoh, Nurayu Aldo, Wienyani, Dini Andriani Biru, Sri Waltiyah, Winarsih Asih, Gadismoe, Iraaa rd, Mutty Darren, Pencinta kata, Khusnul Kurniawan, Tami Zahrani, Liea Marliana, Nana, Lenny Andika, Anita Harsono, HeniNurr, Cheeya Syam Yusuf, Kelana Boy, Nur Fi, Lucie Anna, Yelmi Hidayati, Bunda Qie, Naura Dini, Yuli Novelis, Erna Puspa Y, Wahyu Al Ikhsan, Feby Miliana, Ida ir, Friee Day's Prawita, Christina, Herni Susilawati, Rara Nu amoorea Malang, EciEciCi, Titin Mastini, Dar Sono, Yeyen Nuryani, Aarya Darmawan, Zoem, Siti Fatimah, Suprihatin Tailor, Muhammad Rizki Febrianto, @Ela Sukma Thea, Winda Sugesti, Riva_Hesti Amelia, Dwi Yuni Yelesvevanti, Ayi Sarimanah85, Muli Yono, Okti Wahyuni, Gema_em, Lusi Widia, Azizah Nur Azizah, Novita Hasyim, Lailatul Hawa, Arik Dwika, Novi Asus, Wulandari, Leddy, Resty Julia Sari, Adinda Tya, Resiana Hera, Aulia Rosidah, Ibah, Fitria Rastanti, Dwi Eni Sulistiawati, Aileen Azalea, Jingga, Retno Wahyuningsih, Anita Jenius, Virgo girl, Sri Rahayu, Ikhtiar Renata, Tiyah Kip, Esti Tu Teti, Vie. Wijaya, Yuli Fauziah, Raja Nurlaili Agustini, Zakiatul Fikiah, Karisma Isma, Lilis Ernawati, Rahandika Alfariq, Novi Oktavia, Hany Uchiha, Ulfatun Farika Novitasari, Lia Lestarie Almutairie, Yeni, Rinai Senja, Maharani, Maha Dewi, Misni Adun, Titin Mastini, Husna Ina, Ramlan Badjeber, Tompealla Kriweall, ITK, Yenny Mireja, Yulianti Wulandari, Asni J Kasim, Sundari Jambon, Rania Ucul. "Mereka rajin nge-vote , aku penasaran kado apa yang mereka berikan."


"Mas, pikiranmu dipenuhi oleh nama-nama mereka. Lalu, namaku kamu taruh di mana?" tanya gadis ayu cemberut. Ada rasa cemburu karena lelakinya mengingat begitu banyak nama wanita lain, yang pasti cantik dan seksi.


Mas Rud berbisik. Keberadaan sang putra sedikit mengerem kelakuan yang biasanya tidak bisa ia kendalikan. "Aku punya istana khusus buatmu, Sayang. Tidak akan ada yang bisa memasukinya, karena kamu adalah satu-satunya penghuni yang kurestui."


Senyum bahagia tidak bisa disembunyikan gadis ayu. Ia menatap sang suami dengan sangat lembut. Dalam intonasi lirih, ia berganti berbisik. " Mas, mau."


"Mau apa,Sayang? Di-junior belum bobok. Sabar!" ucap Mas Rud.


"Itu, Mas. Aku nggak tahan," timpal gadis ayu penuh godaan.


Mas Rud yang memang tidak bisa menolak permintaan gadis ayu segera membuka sesuatu yang istrinya mau. "Susah, Sayang. Panjang nih."


"Tentu saja panjang, Mas. Bukankah yang panjang itu yang memuaskan?" timpal gadis ayu seraya membantu membebaskan sesuatu yang panjang agar bisa terpampang.


"Sabar, Sayang. Hati-hati!"


Gadis ayu bernapas lega ketika benda itu bisa keluar dari peraduan. Ia merasa takjub oleh ukurannya yang luar biasa. "Wow, Mas!"


"Luar biasa, bukan? Mereka memang penggemar setia cerita kita. Sampai niat banget patungan memberikan kita kado seistimewa ini."


Mas Rud memperhatikan dengan saksama sebuah diorama berukuran sangat besar 1meter x 0.5 meter yang memperagakan adegan keromantisan antara mereka berdua. (Diorama itu adalah miniatur 3D)


"Sayang, apakah satu kotak di sana itu isinya juga sama?" selidik Mas Rud masih belum mengalihkan pandangan.

__ADS_1


"Sepertinya begitu, tapi isinya untuk abang dan Kristy. Aku tadi sempat membaca tulisan di luarnya." jelas gadis ayu seraya mulai mengeja nama-nama dari kartu ucapan yang bertuliskan rangkaian panjang nama pengirim yang terdapat dalam kardus besar yang tadi kesulitan mereka buka berdua.


"Ike Puji Lestari, Ai Nolies Mashidah, Endang Purwati, Khoyumillah Mila, Prillia NH, Loveta Nayla, Alfi Krisnasari, Krisnawati Nina, Viethie, Nnuraeni Eni, Imas Mary'sya, Intan LPG, Sitti Maryati, Melati Kasih Kasih, Chumairoh, Hilma hilma aziz, Khardha Love, Qiptiyatul Marrofah, Uyun Syarukhan, Aira Hadera, Karlina Woo Somplak, Alfarel Mgt, Ici oca, Reyhan Assidqi, Cahya, ILS, Verrel Davendra, Novita artianingsih, Ibnu Rafa, Winarti win, Tetesan embun pagi, Dewi Roro Intari, Zahro Unafista, Dita, Nia nia, Ny. Anwar, Asa, Eni Elviana, Dewi Maduratna, Sartika Dewi, Mr. Potato, Yuna Rahma, Azaria, Fani Tsao Ne Panjol, Krisha Ramadhani, Anak Malang Rofi'ah, Wulan Octaviana, Pipit Lestari, ghea shaun, R_se, Aztye Bae, Ayu Dariani, Santi santi, An. Ktrg, Veyona, Tati Hartati, Komalia, Nabella Sari, Wike Andriani, dan Aditya Fajar Ariawan Ariawan, Tazka Mezzaluna, Almayra, Lestari Adja, Bauty, Indri Hapsari.


"Kita beruntung ya Mas mengenal mereka. Selalu mendukung dengan komen, vote, hadiah, dan rela menunggu up tengah malam."


"Iya, Sayang. Tapi ada yang silent reader, jadi nggak bisa disebutkan namanya. Kami berdua cinta kalian para secret admirer Mas Rud."


Dua pencinta itu merasa sangat bahagia. Mereka tersenyum tiada henti karena ternyata begitu banyak yang mendukung bersatunya mereka kembali. Terlalu fokus dengan reader, mereka tidak sadar jika Di-junior terlelap di karpet bulu seraya memeluk sebuah kado bertuliskan nama Syala yaya. Dia adalah author femes yang sangat mengidolakan Papa Dion.


Mas Rud yang terlebih dahulu melihat jika sang putra telah pulas, segera menggendong ke ranjang. "Boy, yang lelap, ya! PaRud sama Mama ma-"


Kalimat Mas Rud terpotong karena gadis ayu mencubit perut sang suami. "Jangan bicara sembarangan, Mas!"


Mendapatkan peringatan, Mas Rud buru-buru menarik selimut hingga menutupi tubuh sang putra sebatas dada. Sebuah kecupan kehangatan dilabuhkan bergantian oleh dua orang. "Ayo, Sayang! Saatnya kita ..."


"Tidur juga." timpal cepat gadis ayu seraya berlari kecil meninggalkan kamar putra cilik.


Gadis ayu menyurutkan langkah, ketika menyadari sang suami berada jauh di belakang. Ia pun merasa penasaran karena Mas Rud berhenti di depan kamar Kristy.


"Ada apa, Mas?" tanya lirih sang gadis.


"Aku sedang mengecek CCTV. Takut kalau Rancy Lee, Aryani Disa dan Gustaf Abdiel kepo sama malam pertama abang," ujar Mas Rud serius.


Tangan Mas Rud menahan kepergian sang gadis ayu. Ia justru menarik sang istri untuk mendekat pada pintu kamar yang ada di hadapan. Dengan sengaja membuat sebuah ketukan, dua buah, dan berulang-ulang. "Bang, lembur?"


"Apa sih, Mas? Jail banget. Pergi, yuk!"


"Panggil abang! Dia akan keluar kalau kamu yang panggil. Kita ganggu malam pertama mereka."


"Nggak mau," tolak gadis ayu.


"Ayolah, Sayang!" rengek Mas Rud yang akhirnya membuat gadis ayu menurut. Dengan malas-malasan ia memanggil abang. "Abang! Bang ... keluar, Bang! Aku kangen."


Kata terakhir membuat gadis ayu mendapatkan cubitan hidung oleh Mas Rud. "Mengapa harus pakai kata kangen?"


"Aku dan abang biasa begitu. Masa masih cemburu?" balas gadis ayu.


"Kamu lupa cemburuku membabi buta?" goda Mas Rud seraya merangkul bahu gadis ayu.


"Lupa."


"Mau aku ingatkan?"

__ADS_1


"Nggak perlu, Mas. Aku mendadak ingat dan seraaaam."


Ketika Mas Rud dan gadis ayu berdebat tidak jelas, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Abang keluar dengan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. Titik-titik air menambah keseksian dada bidang yang berkawan perut berlekuk. "Kalian nggak ada kerjaan?"


"Wah, Abang! Kamu menggoda sekali!" pekik gadis ayu dengan ekspresi terpesona tingkat tinggi.


Seketika Mas Rud menutup mata sang gadis ayu. Ia merasa tidak rela jika mata istrinya ternoda. "Tiba-tiba kami ada deadline. Selamat lembur, Abang!"


Abang yang ditinggalkan hanya geleng-geleng. "Kalian memang sejoli yang ditakdirkan bersama. Pantas saja reader nggak rela novel ini tamat. Bucinnya kalian nggak biasa."


Sementara itu, gadis ayu yang dibekap matanya berontak dengan keras. "Mas, vitamin A itu. Menyehatkan mata tahu!"


"Aku punya vitamin lengkap A, B, C D, E, K."


"Aku mau vitamin dari abang."


"Vitamin dia udah kedaluarsa."


"Kamu bohong. Aku melihatnya masih dalam kemasan."


"Segelku masih lebih terjamin. Dia karatan."


"Aku mau cek dulu!"


"Cek aja punyaku!"


"Nggak mau!"


"Harus mau!"


"Abang!"


"Jangan panggil dia!"


"Abang! Abang! Abang!"


🍁🍁🍁🍁


Gimana bonchap-nya? Masih kurang?😁 Mau pas belah durian?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Sabar-sabar! Doakan Depe khilaf biar kasih bonchap lagi, ya!


Terima kasih untuk kalian semua! Mohon maaf jika banyak yang terlewat. Komen aja, nanti Depe tambahinπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2