Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)

Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)
Happy Ending, No debat!


__ADS_3

Cowok tampan adalah umpan. Di manapun akan selalu menjadi pusat perhatian. Keberadaan Di-junior dan Ezrha di sebuah food court, tak urung menciptakan sebuah cerita.


Tempat makan khas Korea yang awalnya menyisakan banyak meja kosong, tiba-tiba saja antreannya mengular.


"Zrha, pindah, yuk!" ajak Di-junior merasa risih karena menjadi pusat perhatian para ABG. Mereka tidak hanya memandang, tetapi banyak mengambil foto juga. Selain itu, histeris memanggil.


"Ini sudah ketiga kali, Di. Capek. Laper," tolak Ezhra dari balik buku menu yang sengaja ia berdirikan. "Pindahlah sendiri kalau kamu mau."


Di-junior menuruti perintah Ezrha. Ia segera beranjak dan berjalan keluar. Langkahnya tegas, tetapi tetap menunjukkan wajah ramah. Tidak ada kesan dingin, yang ada sebuah senyum tipis menghias bibir. Entahlah, ia tidak nyaman, tetapi juga tak kuasa bersikap arogan.


Ezrha membuang napas berat. Ia kesal. Namun, persahabatan membuatnya setia kawan.


Seraya mempercepat gerak untuk menyusul Di-junior, Ezrha menggerutu, "Tunggu aku! Siapa yang mengajak jalan, siapa juga yang ditinggalin. Untung aku sabar. Coba kalau tidak, pasti akan kubiarkan kamu dimakan ABG-ABG itu."


"Aku sedang menjaga kelangsungan hidup mereka, Zrha. Move on dari pesonaku itu susah, makanya jangan kasih kesempatan mereka bersamaku lebih lama," timpal Di-junior sedikit narsis. Keturunan Mas Rud sedang menampakkan wujud di dalam dirinya. Mungkin saja, itu karena paparan virus bucin berbahaya yang menginfeksi karena terlalu sering kontak langsung dengan sang penderita.


Ezrha hanya menggeleng. Sahabatnya itu memang penuh daya tarik. Tidak ada satu pun yang menyangkal, bahkan para pria ikut merasa iri kepadanya.


Pemakluman itu membeku seketika, saat tiba-tiba mata Ezrha menangkap Di-junior terpaku pada sebuah objek indah yang titik koordinatnya tidak terlampau jauh dari pandangan. "Tertarik? Dekati!"


Di-junior tidak menanggapi pertanyaan beserta perintah Ezrha. Ia dikuasai oleh lamunan. Kesadarannya baru pulih ketika lengannya ditarik paksa oleh sang sahabat. "Apa yang kamu lakukan, Zrha?"


"Mempertemukan dengan jodohmu."


Kaki itu dipaksa berhenti. Di-junior menepis genggaman Ezrha pada lengannya. "Masih terlalu dini bicara tentang jodoh."


Di-junior memutar badan. Sedikit melirik si target, sebelum yakin untuk tak memedulikannya.


"Di, kamu cemen!" seru Ezrha. Ia menarik langkah agar bisa secepatnya mengekor Di-junior. "Aku tahu kamu jatuh cinta pada pandangan pertama ke cewek itu, si menawan berjilbab hitam."


"Zrha, mau aku upload aibmu di medsos?" ancam Di-junior seraya terus berjalan. "Foto-foto tidak senonohmu banyak di handphone-ku.


"Kamu selalu begitu, Di. Enggak asyik."


Di-junior acuh tak acuh. Dia tidak memedulikan penilaian Ezrha yang selalu menganggapnya menyebalkan, tetapi pada kenyataannya keduanya tak terpisahkan. Semua orang mengenal mereka sebagai sahabat yang tidak selalu seia sekata. Namun, justru itulah yang menguatkan ikatan antara si air dan api.


Setelah sempat beriring jalan, keduanya berdiri sejajar di tengah lobby mall. Mereka kompak memasukkan satu tangan ke celana dan mengangkat kedua alis bersamaan.


"Let's go, Brother!" seru Ezra penuh semangat.


🍁🍁🍁


"Kak Ezrha!" seru Cherri penuh semangat.


"Pacaran mulu kau, Cherr. Siapa lagi, nih?" Ezra memperhatikan seseorang yang duduk bersebelahan dengan Cherri.

__ADS_1


Sebuah tonjokan melayang ke arah wajah Ezrha, tetapi berhenti tepat sebelum menyentuh hidung mancung itu. "Kakak berani melupakanku?"


"Kamu yang melupakanku, Eesha cantik," timpal Ezrha santai, padahal wajah tampannya hampir saja berdarah.


"Untuk apa harus mengingatmu?" Kakak saja lupa padaku, sebal."


Hidung mancung milik Eesha dicubit manja oleh Ezrha. "Kamu ngegemesin banget. Mau, ya, jadi pacarku? Nanti aku beliin BTS meal."


"Iih, apa'an, sih? Aku enggak suka BTS. 2PM lebih menggoda." Eesha menepis cubitan di hidungnya. Ezrha pun ia pukul balik dengan sepenuh tenaga.


"Lihatlah wajahku, Eesha! Taecyeon aja minder."


Eesha menginjak ujung sepatu Ezrha. "Kak Ezrha kalau masih narsis, jangan salahkan kalau bakal pulang dalam keadaan kehilangan ketampanan."


Bukannya merasa takut, Ezrha malah tersenyum. Ia semakin semangat menggoda Eesha. Pipi yang menggemaskan itu ia cubit pada kedua sisi. "Kamu mengakuiku tampan, Eesha? Ah ... aku memang tampan. Pangeran yang sangat tampan."


"Aku tidak bilang begitu," sangkal Eesha sambil memukul tangan Ezrha yang masih mencubit pipinya.


"Mengaku sajalah, Eesha! Aku tampan, 'kan? Iya, 'kan?"


Cherri hanya geleng-geleng melihat kelakuan Ezrha dan Eesha. Keduanya memang selalu begitu ketika bertemu, sudah bukan hal yang mengagetkan.


Alih-alih peduli, ia lebih memilih untuk telepon dengan santai. "Kamu bawakan aku apa dari Korea, Tan?"


"Benarkah?" Mata Cherri semakin berbinar. "Kamu memang sangat sangat sangat mengerti aku. Oh, ya, bisa nitip sesuatu, enggak?"


Di-junior yang baru datang, hanya sanggup memaku. Pemandangan di hadapan sungguh membuatnya kelu. Lingkaran pergaulan yang unik, asyik, rumit, pelik, dan anehnya ia sangat menikmati kebersamaan bersama ketiganya.


"Kalian mau ikut, enggak? Aku mau nonton." Di-junior menghentikan pertikaian antara Ezrha dan Eesha dengan sebuah penawaran menggoda.


"Tentu saja tidak menolak. Ayo, Kak!" Cherri langsung antusias. Ia segera beranjak dan menggamit lengan sang kakak kesayangan. "Biarkan saja mereka terus berdebat, Kak."


"Hei ... hei ... aku ikut juga, dong!" Eesha pun tiba-tiba saja ikut menggamit sebelah lengan Di-junior. "Kita nonton bertiga saja, Kak."


"Hai, gadis-gadis. Lihatlah! Lenganku kosong. Kenapa harus berebutan di lengannya?"


"Karena lenganmu tak lagi ori, Kakak," ejek Eesha seraya memasang muka menyebalkan.


"Hai, Eesha! Jangan merusak merusak citra baikku!"


"Bodo!"


🍁🍁🍁


"Pilih salah satu, Sayang," pinta Mas Rud dengan lembut.

__ADS_1


Rosa tampak bingung. "Sebenarnya aku memilih yang ini, tapi yang itu kayaknya juga bagus."


"Kalau begitu, kamu memilih aku saja, Sayang."


Rosa mengusap pipi kanan Mas Rud disertai tatapan maut. "Bukankah Mas memang pilihanku sejak dulu. Satu-satunya dan selamanya?"


Tiba-tiba saja Mas Rud mencium pipi Rosa. "I love u, Sayang."


"Pasangan bucin ... ingat umur! Ingat tempat umum! Ingat juga di dunia ini semua penghuninya punya mata!" Kristy yang sebal melihat kemesraan itu, tak ragu untuk menegur.


"Biarkan saja, Maisee. Mereka memang sudah begitu semenjak dulu. Jika semuanya berubah, maka aku takut justru akan mempengaruhi sistem tata surya kita. Matahari enggan untuk bersinar, Langit terus menangis, dan malam tak sudi berganti pagi." Abang meredam emosi sang istri dengan menggenggam jemarinya.


Generasi kedua Mas Rud yang tak sengaja melihat dua pasang pengantin kawakan bermesraan terkena mental. "Kapan mereka tidak sweet begitu?"


"Apakah bioskop ini kita sewa pribadi?" celetuk Di-junior sebagai sapaan pada orang tua mereka.


Dua pasangan yang tengah sibuk memilih film yang akan mereka tonton itu, spontan menoleh pada asal suara.


Mas Rud mewakili generasi pertama keluarga Atmadja untuk menjadi juru bicara, "Sepertinya, Tuhan sudah merencanakan begitu, Boy."


"Sayang, Eyang, Yangti, dan Grandpa tidak diajak," keluh Eesha memasang muka sedih.


"Kami di sini, Sayang." Eyang, Yangti, dan Grandpa tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang mereka. Ketiganya datang bak Rahul Khana, Anjeli Sharma, dan Tina Malholtra. Semoga saja tidak terjebak cinta segitiga(😂😂😂)


Semuanya bersorak bahagia. Keluarga besar itu berkumpul, melukis senyum, dan menjadi role model, ending sebuah novel yang membahagiakan.


Jadi, bolehkah jika kisah ini usai sampai di sini? 😁😁😁😁😁😁


🍁🍁🍁


Terima kasih readers yang terus setia dengan novel ini. Dengan berat hati, dalam waktu dekat ini, saya akan fokus dengan beberapa novel baru yang akan launching.


Padahal Pengantin Pisang saja masih digantung, kok, udah bikin novel baru lagi? Jangan bilang kalau yg nulis suka gantung-gantung.😡😡😡


Benar, Kakak. Yanh nulis ini emang suka gelantungan. Secara, kan, pacarnya Youngflash.😁😁😁😁


Becanda, Kak.😁😁 Sebenarnya aku mau nerusin Binar yang dulu kugantung, ada satu lagi novel baru yang udah disiapin sejak akhir tahun lalu, dan ada juga novel baru yang memang sengaja buat belajar.


Untuk ke depannya satu-satu akan ditamatkan, kok. Sabar, ya. 🥰🥰


Jangan sedih, ya!


Oh, ya, ada novel baruku yang berjudul "RAHASIA MENANTU TANPA RESTU", mampir, yuk, Kak!🥰


Jika berkenan, silakan like, komen, ngevote, dan hadiah untuk novel baru saja.🥰🥰😍😍

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya.🙏🙏


Aldekha Depe sayang kalian semua🥰🥰🥰😍😍😍😍😘😘😘😘❤❤❤❤


__ADS_2