Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)

Mas Rud (Novel Cinta Sang Bodyguard)
Mas Rud vs Abang Aryan (Bonchap)


__ADS_3

Tercengang dengan ulah bar-bar dari suami adik tersayang, sekian detik waktu berputar abang habiskan dalam lamunan. "Rud memang gila."


"Siapa yang gila, Mas?" Kristy yang melihat sang suami bergeming menjadi penasaran tingkat tinggi.


"Bucin sebelah," jawab abang seraya menoleh.


Kristy tidak ambil pusing ketika jawaban abang merujuk pada sang kakak. Dua sejoli itu memang diluar logika. Mereka punya dunia yang tidak bisa ditembus nalar orang normal. Jangankan kelakuan, cinta saja mereka punya yang sangat istimewa.


"Intip saja kalau Mas masih penasaran!" celetuk Kristy santai seraya menyalakan televisi.


"Ngapain ngintip?" tanya abang sambil berjalan mendekat pada Kristy dan duduk di sampingnya.


"Siapa tahu Mas pengen," timpal asal Kristy.


Abang membimbing kepala Kristy untuk bersandar pada bahunya yang bidang. "Iya, aku pengen sama kamu, Maisee. Yuk!"


"Ya udah, ayo! Aku juga pengen."


"Jangan sekarang, deh. Kasihan malaikat yang nyatet pahalanya. Bolak-balik kamar kita dan bucin sebelah."


"Ngapain bolak-balik kamar, Mas? Kita 'kan ngelakuinnya di sini."


Abang tampak tidak menduga dengan jawaban santai Kristy. Seketika ia menoleh dan mengernyit. Sebuah usapan lembut di rambut ia lakukan berikutnya.


"Istriku ini ternyata diluar dugaan. Jangan sembarangan bermesraan, Maisee. Kita harus eksklusif."


"Apa 'an sih, Mas? Siapa yang mau bermesraan? Aku tuh mau ngajakin lihat foto-foto akad kita yang diambil sama dr. Kresna."


"Baik banget dr. Kresna? Kenapa aku menaruh curiga?" ucap abang dengan ekspresi menyipit.

__ADS_1


"Itu namanya cemburu, Mas. Wajar, kok. Istrimu ini memang punya banyak penggemar. Dia salah satunya. Aku kasih tahu ya kalau dia itu getol banget untuk menarik perhatianku." Kristy terus berbicara seolah kalimat-kalimatnya itu tidak memantik bara.


"Kalau begitu, kita tidak usah melihat foto-foto itu. Aku yakin fotonya akan fokus di kamu dan ngeblur di aku," timpal abang dengan mimik lucu.


Kristy menangkap lugas kalimat ngegas sang suami. ia justru segera meraih kameranya. "Aku jadi penasaran. Benarkah Kresna akan melakukan itu?"


Abang merebut kamera itu. "Jangan dilihat!"


Kristy berganti mengambil alih. "Aku harus membuktikan ucapanmu, Mas."


"Tidak perlu. Kamera ini akan aku buang." Abang kembali merebut benda di tangan sang istri. Ia sungguh tidak rela jika ada lelaki lain yang lebih memperhatikan tambatan hatinya.


"Ckckck ... kalau mau bergumul jangan di sini! Kepolosan putraku bisa ternoda," celetuk Mas Rud yang baru saja turun. Ia sengaja menuju ruang keluarga dan lesehan di sana. Dengan santai mengambil remot, mengabaikan pengantin baru yang saling berebut.


"Yang mau Mas intip udah ada di sini" ujar Kristy santai. Ia tersenyum smirk karena bisa mengambil kembali benda yang sedari tadi diperebutkan.


Mas Rud memutar kepala. Ia menyelisik wajah abang yang ada di belakangnya. "Butuh dimentoring?"


"Hei ... jangan mengintrogasi istriku! Dilarang mengulik rahasia ranjang!" tegas abang, seraya merangkul Kristy dengan manis.


"Siapa juga yang pengen tahu? Lagian aku sudah bisa menebak," timpal Mas Rud sangat yakin dengan pikirannya.


"Tebak, Mas!" perintah Kristy yang dihadiahi cubitan hidung oleh sang suami.


"Lembek." Mas Rud cukup menjawab satu kata.


Sebuah bantal sofa melayang tepat di kepala Mas Rud. Hal itu dilakukan oleh abang yang merasa diremehkan oleh sang suami dari adik tersayang. "Jangan sembarangan! Kita buktikan siapa yang tokcer."


Mas Rud yang asyik memasukkan cemilan ke mulut menanggapi dengan santai, "Siapa takut!"

__ADS_1


🍁🍁🍁


Lima bulan sejak kejadian jual beli ketokceran, dua lelaki tampan keluarga Atmadja itu kembali bertarung. Mereka memperdebatkan gadis ayu yang bermanja pada si abang. Sejujurnya itu adalah kecemburuan Mas Rud.


"Sayang ... yang suamimu itu aku. Kenapa kamu lebih suka berdekatan dengannya?" gerutu Mas Rud.


"Makanya jadi suami itu jangan bar-bar. Istrimu ini nyaman sama lelaki yang lembut. Aku kasih tahu ya, wanita yang suka di-posesif-in itu hanya ada dinovel. Kalau dunia nyata dibegituin ya kesel," ujar abang menohok para reader yang suka cerita CEO bucin dinovel NT.


"Aku bukan posesif, tapi menjaga calon buah hati kedua kami. Memangnya kamu, istri hamil dibiarin ke sana ke sini. Mau gowes, mendaki, diving, bahkan misalnya Kristy mau jadi astronot juga masa bodo. Suami macam apa itu?" Mas Rud membalas abang dengan sengit.


Mama yang mondar-mandir tergelitik untuk ikut menyela perbincangan sengit. "Kalian berdua setiap waktu ribut apa tidak bosan? Rosa dan Kristy itu berbeda. Yang satu manja dan satunya bak lelaki. Untung saja jodoh kalian tidak tertukar. Bisa gonjang-ganjing dunia persilatan kalau saja Kristy dapat Rud. Kalau Aryan fleksibel dia. Ngadepin yang manja bisa, yang tomboy juga santai."


"Mama berada di kubu abang, nih? Baiklah ... kalian semua sekongkol. Rud mau cari kongsi," ujar Mas Rud dengan nada emosi tetapi sesungguhnya ia masih santai.


"Mama wasit. Kalian seri. Nikah bareng, sama-sama tokcer, bahkan HPL pun satu tanggal. Berat nih tugas mama."


"Anak lelaki Mama memang the best. Makanya Rosa nggak rela melepas keduanya,"timpal gadis ayu sengaja menggoda sang suami yang dilanda jealous.


Mas Rud menggeser tubuh. Sofa panjang yang mereka duduki bertiga kini berat ke sebelah mantan bodyguard. Itu karena ia membawa sang istri untuk mendekat dan ia jatuhkan pada pelukan hangat. "Hanya aku lelaki terhebatmu. Dia rumput tetangga yang tidak hijau. Lihatlah, rambutnya mulai memutih!"


Gadis ayu melepas pelukan sang suami. Ia menyibak surai abang dan memperlihatkan wajah geram pada lelaki yang menebar fitnah. "Mas ... ini hitam dan kokoh. Mungkin punyamu yang mulai rontok."


Mas Rud kembali menarik lembut tubuh sang gadis ayu. "Sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya. Aku cemburu. Kalau kamu bandel, jangan salahkan jika setelah yang kedua, langsung ada buah hati ketiga tanpa jeda."


Gadis ayu memukul Mas Rud. "Jangan sembarangan! Di-junior akan kesulitan meng-handle banyak adik. Apalagi jika ada gen darimu, Mas. Bar-bar."


"Jangan khawatir Mama, Di-junior sudah mendapatkan pelatihan khusus dari PaRud bagaimana menjadi ketua genk Atmadja yang tampan, beriman, dermawan, dan juga menawan."


Gadis ayu, abang, dan mama terkesiap mendengar celetukan sang bocah pintar. Sementara itu, Mas Rud justru mengacungkan ibu jari. Sungguh!

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


Bonchap gaje menyapa, ya?😁😁😁 Semoga bisa sedikit mengobati rindu pada Mas Rud🥰🥰


__ADS_2