
Sepulang dari makam kedua orang tua Kafa, ia langsung pulang ke rumahnya, sudah lama dia tak mengunjungi rumahnya. Di jalan raya dia melihat seorang anak kecil berusia sekitar 8 tahun dia adalah seorang anak pria.
Tepat saat Kafa berjalan di dekat stopan lalu lintas, anak itu menyebrang tanpa melihat ke arah kanan, dan kiri langsung berlari kencang alhasil dia pun tertabrak oleh sebuah mobil.
Kafa menutup kedua matanya karena takut sekali, ngeri jika saat ini dia melihat dengan kedua matanya itu sendiri,anak yang sedang tertabrak mobil di jalanan dengan tiba-tiba.
Namun karena tidak ada bunyi keras, ataupun suara rem mendadak. Kafa membuka telapak tangannya dan melihat apakah sang anak itu tertabrak mobil atau tidak.
Mobil yang melaju cepat itu tidak menghirau kan,namun ternyata yang tertabarak hanyalah jiwa anak kecil yang sudah meninggal dunia.
Anak itu pun berjalan mendekati Kafa, karena ia mengetahui kalau Kafa bisa melihat rohnya berkeliaran di jalanan. Kafa memandanginya lekat-lekat. Untungnya jalanan itu sepi sekali, maka tak ada orang yang melihatnya saat ini.
"Kakak,siapa namamu?,kebetulan sekali,kali ini aku sangat beruntung bisa melihat orang yang bisa membantuku." ujar jiwa anak yang sedang berdiri di dekat Kafa.
"Kafa dik, apakah kau meninggal karena itu, tertabrak mobil di jalan raya??" tanya Kafa ia jongkok agar bisa dekat dengan wajah anak itu.
Dia pun mengangguk bersedih karena masih ada hal yang ingin ia sampaikan pada orang tuanya.Anak itu berbisik lirih di telinga Kafa dan sangat senang bisa menemukan orang sebagai media penyampai pesannya,karena sudah lama sekali berkeliaran di jalan raya.
"Ayo kak, ikuti aku..." ujar anak kecil itu sambil menyeret lengan Kafa saat ini.
Mereka berdua akhirnya berhenti di sebuah kedai mie, di tepi jalan raya suasana nampak agak sepi. Kedai mienya lumayan bersih, dan Kafa pun memesan satu mangkok mie kuah hangat, karena kebetulan perutnya terdengar sedang minta asupan nutrisi.
Kafa pun mendengar cerita anak itu dengan seksama, karena hanya Kafa saja yang bisa mendengarnya maka tidak ada yang curiga.
Seorang wanita berusia paruh baya pemilik kedai itu, menyajikan satu mangkok mie yang di pesan Kafa. Dan memandanginya dengan pandagan terharu. Sang anak itu ingin sekali bisa berbicara pada ibunya tersebut.
__ADS_1
Kafa hanya bisa menyaksikan seorang anak yang rindu ibunya yang masih hidup, sedang kan ia merindukan kedua orang tuanya yang sudah tiada.Maka dia sangatlah tahu rasanya
"Makanlah nak, jangan melamun mumpung mie nya masih hangat." ucap ibu itu sembari kembali ke dapurnya.
"Makasih bu" jawab Kafa sambil mengangguk
Dia asyik memasak mie lainnya untuk para pelanggannya. Kafa sangat menikmati satu mangkuk mie yang hangat,mengenang akan kedua orang tuanya yang sudah tiada.
Anak itu tetap berdiri di dekat ibunya sedang memasak mie, karena hanya jiwanya saja dia tak bisa melihat kalau arwah anaknya saat ini yang berada di dekatnya.Kafa menyelesaikan makan mie lalu mendekati ibu pemilik kedai.
"Berapa bu semua nya?" tanya Kafa, dan dia mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Mie dan minumannya, semua harganya itu 12.000 mbak.." ucap ibu sang pemilik kedai .
"Terimakasih." jawab ibu dan menerima uang.
"Sama-sama, kalau boleh tahu, apakah ibu itu mempunyai seorang putra?" tanya Kafa pada ibu sang pemilik kedai mie.
"Ehm iya nak, kenapa kau bisa tahu??" tanya balik sang ibu pemilik kedai dan menatapnya.
"Iya... saya tahu... apakah anda merindukan nya??" tanya Kafa kepada ibu pemilik kedai.
"Tentu saja aku sangat , sangat, sangat rindu pada anakku.." ucap ibu itu lalu dia pun mulai menitihkan air mata dan duduk di kursi.
"Hu...hiks...hiks, mana ada ibu yang tak rindu pada anaknya, bahkan jika dia saat ini berada dekat denganku maka aku akan berkata, nak ibu rindu, apakah kau kedinginan, apakah kau sudah makan, apakah kau bisa tidur tenang?"
__ADS_1
"Maafkan ibu ya, karena ibu sibuk berjualan jadi tidak bisa begitu memperhatikanmu,dan aku rasa kau pasti kesepian disana?, ibu itu sangat rindu naakkk...Hiks...hiks... huuuu..."
Tangis ibu itu pecah karena sudah mengingat almarhum putra kecilnya,dia meninggal dunia karena kecelakaan di jalan raya. Sama persis yang di lihat Kafa tadi adalah kejadiannya.
"Apakah anda percaya kalau saat ini putra anda berada di dekat anda?" tanya Kafa dan mengelus punggung ibu itu dengan lembut .
"Putraku, dimana?, apakah kau tak berbohong nak?, dimana kamu nak, nak...?" tanya ibu itu celingukkan dan melihat ke arah semua sudut kedai miliknya.
Karena arwah putranya tidak bisa terlihat, dia mencarinya ke semua sudut kedainya,merasa kalau ia adalah ibu yang bodoh, dan juga tidak mengawasi putranya itu. Dia mulai memukuli dadanya sembari menangis sesenggukkan.
"Huu,hiks,hiks., apa yang ku lakukan padamu nak??, kenapa ibu hanya berjualan saja, dan tak pernah bisa memperhatikanmu." ujarnya meratapi nasib yang harus kehilangan putra satu-satunya dalam hidupnya, dan dia harus menerima kalau kini putra kecilnya meninggal dan tidak bersamanya.
"Ibu, aku yang ingin minta maaf karena kau harus menjadi seorang ibu yang bertugas sebagai ayah juga, jika kau tidak berjualan apa yang kita makan?,aku sangat menyesal merasa bersalah, karena aku ini hanya bisa menyusahkan dirimu, jangan kahawatirkan aku karena aku akan segera menghilang."
"Hiduplah dengan baik, jangan bersedih ya, aku sangatlah mencintaimu, dan juga rindu, apalagi kalau malam aku ingin kau peluk,ibu aku harap kau tak menangisiku lagi,aku akan berjanji baik-baik saja. Aku juga merindukan teriakan ibu jika aku bandel, apalagi mie nya yang hangat membuatku segera kelaparan."
"Jangan menangis lagi ya, aku mohon janji ibu akan hidup bahagia, kita akan bertemu suatu hari nanti, dan jangan meratapi juga jangan melamun. Berjualanlah mie dengan senyum yang ramah. Aku akan melihat ibu di surga doa'kan aku ya ." ujar Kafa, ia mewakili suara anak itu, karena ibunya tak bisa melihat ataupun mendengarnya.
Setelah mendengar kata-kata dari Kafa ibu itu menangis tersedu-sedu, dan sangat bersedih kehilangan putra kecilnya untuk selama-lama nya,dia pun mengusap pipinya yang berlinang air mata.Kafa tak bisa berkata-kata lagi hanya bisa memandang anak itu sedang menyaksi kan ibunya tepat di hadapannya menangisi kepergian dirinya.
"Maaafkaaan ibu naaakkk!!,maaaf..." ucap ibu itu dan meraung-raung.
Suasana kedai yang sangat sepi, dan tak ada pelanggan kecuali Kafa. Ibu pemilik kedai itu tetap menangis sangat lama.Di saksikan oleh Kafa dan arwah anaknya .
Bersambung...
__ADS_1